Anda di halaman 1dari 19

SIROSIS HEPATIS

Dr. Aslesa Wangpathi Pagehgiri

PENDAHULUAN
Kasus Asli Kasus ini diajukan karena merupakan tahap akhir dari penyakit hati yang sering ditemukan di masyarakat dan manajemennya yang sulit Masalah pada kasus ini karena prognosis yang buruk dan memerlukan pengobatan yang mahal sehingga sulit untuk melakukan pengobatan secara ideal Tujuan : untuk acuan tinjauan pustaka bila mendapat kasus serupa

DATA ADMINISTRASI PASIEN


Nama No Register Status Kepegawaian Status Sosial : : : : Tn. Tono 07-16-98 Informal Menikah

DATA DEMOGRAFIS
Alamat Agama Suku Pekerjaan Bahasa Ibu Jenis Kelamin : : : : : Kalisat Islam Jawa : Informal Madura Laki-Laki

DATA BIOLOGIK
TB : 160 cm BB : 50 kg Habitus : Sering makan atau jajan sembarangan, tidak memperhatikan kebersihan lingkungan tempat makan

DATA KLINIS
ANAMNESIS
o Pasien mengeluh perut membesar sejak 2 minggu yang lalu, semakin lama semakin membesar. Pasien juga mengeluhkan BAB berwarna hitam sejak 2 minggu yang lalu, BAK berwarna kecoklatan seperti teh sejak 2 minggu yang lalu. Pasien juga merasa badannya lemah dan nafsu makan menurun karena perut terasa sebah, pasien juga merasa lebih kurus. Pasien tidak mengeluh sesak, tidak muntah. Pasien dulunya pernah sakit pada perut kanan yang terasa membesar dan keras tetapi tidak diperiksakan ke dokter oleh pasien o Pasien pernah mengalami sakit kuning o Pasien tidak mengkonsumsi jamu secara rutin

PEMERIKSAAN JASMANI
TANDA VITAL
o TD o Nadi : : 120/70 mmHg 80 x/menit

UNTUK DUGAAN DIAGNOSIS


o STATUS LOKALIS Conjungtiva anemis (+) Sclera icteric (+) Thorax : Ginekomastia (-), Spider Nevi (-), Gerak nafas simetris, Sonor pada semua lapangan paru, S1S2 tunggal reguler Abdomen : Tampak distended, BU sulit dievaluasi, shifting dullness (+), hepar dan spleen sulit dievalusi Ekstremitas : Akral hangat, pitting oedema (+) pada ekstremitas bawah, eritema palmaris (-) o Untuk Dugaan Diagnosis : Untuk dugaan Sirosis Hepatis o Dugaan DD : Hepatoma Gastritis Erosiva

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
DL untuk mengetahui kondisi Hb, leukosit, dan trombosit Bilirubin untuk mengetahui kadar blirubin (tingkat ikterus) Transaminase untuk mengetahui kondisi kerusakan hati Albumin untuk kepentingan diagnostik penyebab ascites dan oedema o Elektrolit bila ada ascites o Serologi : HbsAg, Anti HCV untuk mengetahui penyebab penyakit hati o o o o

Hasil Laboratorium
o o o o o o o o o o Hb : Leukosit : Hct : Trombosit : SGOT/PT : Albumin : GDA : Kreatinin Serum BUN : HbsAg : 6,9 g/dL 16.250 /mm3 27 % 221.000 / mm3 170/135 U/L 2,3 g/dL 125 mg/dl : 0,5 10,8 mg/dl (+)

PEMERIKSAAN PENUNJANG LAIN


Endoskopi Saluran Cerna Atas
o Untuk melihat varises, gastropati

USG/CT-Scan
o Untuk mengetahui ukuran hati, kondisi vena porta, splenomegali, ascites

Biopsi Hati
o Diagnosis pasti bila diagnosis klinis belum pasti

DIAGNOSIS
SIROSIS HEPATIS
o Dari anamnesis : Ditemukan pembesaran perut, kulit berwarna kuning, BAB kehitaman, BAK seperti teh o Dari pemeriksaan fisik : Didapatkan konungtiva anemis, sklera ikterik, abdomen distended, shifting dullness (+), pitting oedema o Pemeriksaan Penunjang : Hb : 6,9 g/dL, Leukosit 16.250, Hct : 27%, Trombosit 221.000 /mm3, SGOT/PT : 170/135 U/L, Albumin : 2,3 g/dL, GDA : 125 mg/dL, Kreatinin serum : 0,5, BUN : 10,8 mg/dL, HbsAg (+)

DIAGNOSIS

DIAGNOSIS KLINIS : SIROSIS HEPATIS

STRATEGI PENANGANAN MASALAH


SIROSIS HATI DEKOMPENASATA
Kondisi ini merupakan tantangan yang serius oleh karena angka kematian yang masih tinggi. Pengobatan dan tata laksana SH dekompensata didasarkan atas gejala /tanda yang menonjol dan komplikasi yang dialami penderita. Seharusnya semua penderita SH dekompensata adalah calon daftar tunggu untuk menerima transplantasi hati.

ALASAN KONSULTASI DAN RUJUKAN


Pasien Sirosis memerlukan penanganan yang komprehensif dan holistik dari Spesialis Penyakit Dalam untuk mencegah komplikasi-komplikasi yang dapat terjadi.

PENJELASAN UNTUK PASIEN DAN KELUARGA :


DIAGNOSIS DAN KONSEKUENSI
o Penyakit yang diderita pasien merupakan stadium terminal dari penyakit hati

MASALAH DAN RISIKO YANG DIHADAPI


o Biaya pengobatan tinggi dan satu-satunya jalan untuk sembuh dengan transplantasi hati yang belum umum dilakukan di Indonesia

BERBAGAI JALAN KELUAR


o Simptomatis o Memberikan albumin untuk mengoreksi hipoalbumin

SEBAIKNYA DILAKUKAN
o Transplantasi hati

KHASIAT DAN EFEK SAMPING OBAT


o Obat-obatan yang diberikan hanya sebagai terapi simptomatis, bukan untuk menyembuhkan pasien

PERAN PASIEN DAN KELUARGA

DALAM PENANGANAN MASALAH


Dapat memilih terapi yang akan dijalani pasien (simptomatis atau kausatif) dan pertimbangan untuk masing-masing pilihan Menjaga asupan gizi pasien sehingga kebutuhan kalori dan protein pasien tercukupi dan menghindarkan pasien dari minuman alkohol Membantu pasien untuk menerima kondisi penyakit yang ireversibel walaupun sangat mungkin untuk reversibel tetapi sangat sulit dan membutuhkan biaya tinggi

IDENTIFIKASI RISIKO DAN PENCEGAHAN


RISIKO KAMBUH
o Kondisi penyakit pasien merupakan kondisi yang ireversibel

PENCEGAHAN
o Hindari penularan agen infeksi penyebab penyakit hati dengan menjaga kebersihan makanan, tidak memakai narkoba dan tidak melakukan seks bebas o Hindari minum-minuman beralkohol dalam konsumsi jangka panjang dan jumlah yang tinggi karena dapat merusak hati

ILMU UNTUK MENANGANI KASUS


ILMU DASAR KEDOKTERAN
o ANATOMI, FISIOLOGI, PASTOFISIOLOGI, FARMAKOLOGI

ILMU KLINIK
o ILMU PENYAKIT DALAM

ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS


o Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular

KETERAMPILAN
o Diagnosis fisik

ILMU YANG DIPEROLEH DARI PRESENTASI


Penanganan dan manajemen pasien sirosis didasarkan atas gejala / tanda yang menonjol dan komplikasi yang dialami penderita. Edukasi mengenai perjalanan dan prognosis penyakit perlu disampaikan kepada pasien sehingga pasien dapat menerima terapi dan kondisi yang didapatkan oleh pasien.