Anda di halaman 1dari 30

PENGERTIAN FILSAFAT

ETIMOLOGIS
Bahasa Arab : FALSAFAH, Bahasa Inggris : PHILOSOPHY, Bahasa Latin : PHILOSOPHIA,

Bahasa Belanda

: PHILOSOPHIE.

Asal kata dari bahasa Yunani PHILEIN = Cinta dan SOPHOS= Hikmah (wisdom)

Mencintai hal-hal yang bijaksana, teman kebijaksanaan, usaha ke arah keutamaan mental/the porsuit of mental exelence

CIRI-CIRI BERFIKIR KEFILSAFATAN


1. 2.

3.

4.

5.

6.

KRITIS = mempertanyakan sgl sesuatu, problema-problema atau hal-hal yang lain yang sedang dihadapi oleh manusia. MENDALAM = bukan hanya berfikir sampai pada fakta-fakta yang sifatnya sangat khusus dan empiris belaka namun sampai pada intinya yang terdalam yaitu substansinya yang bersifat universal. KONSEPTUAL = tidak sampai pada persepsi belaka namun sampai pada pengertian yang bersifat konseptual. KOHEREN (RUNTUT) = berusaha menyusun suatu bagan yang konseptual yang koheren (runtut). RASIONAL = bagan yang bagian-bagiannya berhubungan secara logisdiantara satu dan lainnya. MENYELURUH = pemikiran kefilsafatan bukan hanya berdasar pada suatu fakta yang khusus dan individual saja namun harus sampai pada suatu kesimpulan yang sifatnya paling umum.

7. UNIVERSAL = pemikiran kefilsafatan berusaha menemukan kenyataan kebenaran dengan berusaha untuk sampai pada suatu kesimpulan-kesimpulan yang bersifat universal.

8. SPEKULATIF = dicirikan dengan sifatnya yang


spekulatif, yaitu pengajuan dugaan-dugaan yang rasional yang melampaui batas-batas fakta. 9. SISTEMATIS = pemikiran kefilsafatan senantiasa memiliki bagian-bagian dan diantara bagian-bagian tersebut senantiasa berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Hubungan tersebut terjalin dalam kerjasama yang saling ketergantungan. 10. BEBAS = berfikir secara kefilsafatan adalah berfikir secara bebas untuk sampai pada hakekat yang terdalam yang universal.

CABANG2 FILSAFAT DAN ALIRAN2NYA


METAFISIKA :
A.

EPISTEMOLOGI
A.
B. C. D.

B.

Spiritualisme = Kenyataan yang terdalam alam semesta adalah roh. Materialisme = Tidak ada hal yang nyata kecuali materi.

E.
F. G.

METODOLOGI LOGIKA

Rasionalisme Empirisme Realisme Kritisisme Positivisme Skeptisisme Pragmatisme

ETIKA ESTETIKA

A. FILSAFAT SBG. SUATU KEBIJAKSANAAN YANG RASIONAL DARI SEGALA SESUATU B. FILSAFAT SEBAGAI SUATU SIKAP DAN PANDANGAN HIDUP

C. FILSAFAT SEBAGAI SUATU KELOMPOK PERSOALAN

FILSAFAT

SBG. PANDANGAN HIDUP SBG. ILMU

D. FILSAFAT SEBAGAI SUATU KELOMPOK TEORI DAN SISTEM

E. FILSAFAT SBG. SUATU PROSES KRITIS DAN SISTEMATIS DARI SEGALA PENGETAHUAN MANUSIA

F. FILSAFAT SBG. SUATU USAHA UNTUK MEMPEROLEH PANDANG-AN YANG KOMPREHENSIF

LINGKUP PENGERTIAN FILSAFAT


A. FILSAFAT SBG. SUATU KEBIJAKSANAAN YANG RASIONAL DARI SEGALA SESUATU

B. C.

FILSAFAT SEBAGAI SUATU SIKAP DAN PANDANGAN HIDUP FILSAFAT SEBAGAI SUATU KELOMPOK PERSOALAN FILSAFAT SEBAGAI SUATU KELOMPOK TEORI DAN SISTEM PEMIKIRAN

FILSAFAT

D.

E.

FILSAFAT SBG. SUATU PROSES KRITIS DAN SISTEMATIS DARI SEGALA PENGETAHUAN MANUSIA FILSAFAT SBG. SUATU USAHA UNTUK MEMPEROLEH PANDANGAN YANG KOMPREHENSIF

F.

DASAR ONTOLOGIS
PEMIKIRAN TENTANG NEGARA BANGSA, MASYARAKAT DAN MANUSIA

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

DASAR EPISTEMOLOGIS
SEBAGAI SUATU PENGETAHUAN INTERN STRUKTUR LOGIS DAN KONSISTEN IMPLEMENTASINYA

DASAR AKSIOLOGIS
YANG TERKANDUNG DI DALAMNYA, HIERARKHI DAN STRUKTUR NILAI DI DALAMNYA KONSEP ETIKA YANG TERKANDUNG DI DALAMNYA

DASAR ONTOLOGIS

PEMIKIRAN TENTANG NEGARA BANGSA, MASYARAKAT DAN MANUSIA

DASAR EPISTEMOLOGIS
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

SEBAGAI SUATAU PENGETAHUAN INTERN STRUKTUR LOGIS DAN KONSISTEN IMPLEMENTASINYA

DASAR AKSIOLOGIS

HIERARKHI DAN STRUKTUR NILAI DI DALAMNYA terkandung KONSEP ETIKA

ESENSI FILSAFAT PANCASILA

ESENSI NEGARA

DASAR ONTOLOGIS
SUBJEK PENDUKUNG NEGARA

HUBUNGAN NEGARA DNG.WARGANEGARA

SUMBER PENGETAHUAN

SISTEM PENGETAHUAN DASAR EPISTEMOLOGIS DASAR KEBENARAN PENGETAHUAN

CARA MENDAPATKAN PENGETAHUAN

1. HAKIKAT NILAI

DASAR AKSIOLOGIS

2. SUMBER NILAI

3. STRUKTUR NILAI

SUMBER HUKUM
FORMAL
SUMBER HUKUM

NILAI

MATERIAL

FAKTA

VALUE

NORM

FACT

NILAI-NILAI HUKUM TUHAN, HUKUM KODRAT, HUKUM ETIS, HUKUM FILOSOFIS YANG TERKANDUNG DALAM PEMBUKAAN UUD 1945

ALINEA I

HUKUM KODRAT HUKUM ETIS CITA-CITA KEMERDEKAAN

SUMBER BAHAN

ALINEA II

DAN

ALINEA III

HUKUM TUHAN HUKUM ETIS

SUMBER NILAI

ALINEA IV
HUKUM FILOSOFIS

(PANCASILA)
PELAKSANAAN NEGARA INDONESIA HUKUM POSITIV DAN PELAKSANAANNYA

SUMBER BENTUK DAN SIFAT


PELAKSANAAN NEGARA INDONESIA

TRANSFORMASI DINAMIS DALAM BIDANG KENEGARAAN DARI DASAR FILSAFAT NEGARA

DASAR FILSAFAT NEGARA

SISTEM POLITIK NEGARA


PENJABARAN DALAM PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DAN ASPEK NORMATIF LAINNYA DALAM NEGARA

PELAKSANAAN PRAKSIS DALAM BERBAGAI BIDANG DAN BERBAGAI KEBIJAKSANAAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAMPROGRAM NEGARA

UNIVERSAL

FILSAFAT PANCASILA DASAR FILOSOFIS NEGARA

NILAI

KOLEKTIF

DERIVASI BIDANG KENEGARAAN

NORMA

KHUSUS EMPIRIS

REALISASI PRAKSIS

FAKTA

SEBAB AKIBAT

TUHAN

SEBAB PERTAMA (KAUSA PRIMA) - SGL. Sesuatu berasal dr TUHAN - Manusia berasal dari TUHAN Negara berasal dari manusia Negara Lembaga kemanusiaan Negara lembaga Kemasyarakatan

TIDAK LANGSUNG

MANUSIA

NEGARA
KEBUTUHAN

Kesesuaian hakikat negara dengan hakikat abstrak TUHAN. Keseuaian dalam arti sebab akibat yang tidak langsung.

HAKIKAT KODRAT MANUSIA


1.JIWA SUSUNAN KODRAT
MONO DUALIS

AKAL RASA KEHENDAK Anorganis VEGETATIF ANIMAL

2. RAGA

MONO PLURA LIS

SIFAT KODRAT
MONO DUALIS

1. MAKHLUK INDIVIDU
2. MAKHLUK SOSIAL 1. MAKHLUK PRIBADI BERDIRI SENDIRI 2. MAKHLUK TUHAN

KEDUKAN KODRAT
MONO DUALIS

MANUSIA YANG BERKETUHANAN YANG MAHA ESA

MEMBENTUK PERSEKUTUAN NEGARA

TUJUAN KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG BERKEADILAN

Pandangan Hidup bangsa (ideologi nasional) Pandangan Hidup masyarakat

Pandangan Hidup Negara (Ideologi negara)

KETERLIBATAN SUBJEK PENDUKUNG IDEOLOGI DIPENGARUHI 3 HAL : LOGOS Rasionalitas atau penalaran

PATHOS Transformasi.
ETHOS Kesusilaan

PEMBUKAAN UUD 1945 MEMENUHI SYARAT ADANYA TERTIB HUKUM R.I.


Yang meliputi 4 Syarat yaitu : 1. Adanya kesatuan subjek yang mengandakan peraturan-peraturan hukum. 2. Adanya kesatuan asas kerokhanian yang meliputi seluruh peraturanperaturan hukum. 3. Adanya kesatuan waktu di mana peraturan-peraturan hukum itu berlaku. 4. Adanya kesatuan wilayah di mana kesatuan hukum itu berlaku

1 2

KEDUDUKAN PEMBUKAAN UUD 1945 DLM. TERTIB HUKUM INDONESIA Pembukaan memberikan faktor-faktor mutlak bagi adanya suatu tertib hukum indonesia. Memasukkan diri di dalamnya sebagai keten-tuan hukum tertinggi

Maka Pembukaan UUD 1945 secara hukum tidak bisa di ubah.

a. Hak Kodrat
b. Hak Moral c. Peri Kemausiaan d. Peri Keadilan

SIFAT MUTLAK HAKIKAT -Kemerdekaan hak segala bangsa -Bangsa terdiri dari manusia

Wajib Kodrat Wajib Moral


Hak Kodrat Dan Hak Moral Menjelmakan kemerdekaan Suatu Negara Satu negara Negara Persatuan Satu wilayah Dan bangsa

a. Perjuangan bgs. Indonesia

II

b. Bangsa Indo. Menentukan nasibnya sendiri atas kedaulatan. c. Cita-cita kenegaraan. - Merdeka - Bersatu

dlm.btk.

- Berdaulat, adil dan makmur

a.

Nilai religius Nilai moral pernyataan

III

b.

Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa Didorong oleh keinginan Luhur Memenuhi hak Kodrat. Kembali proklamasi

c.

IV

1. Tujuan Negara

a. Tujuan Khusus - Melindungi segenap bgs. Indonesia dan selrh tumpah darah Indonesia - Memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa b. Tujuan umum melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

2.

Ketentuan diadakannya UUD negara maka disusunlah kemerdekaan


kebangsaan Indonesia. itu dlm suatu UUD Negara Indonesia yang berbentuk dalam suatu susunan negara R.I. yang berkeadilan rakyat

3. Bentuk negara

4. Dasar Kerokhanian
(filsafat) Negara yang berdasar Kepada ..

Dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945

ALINEA I II III IV

Tidak mempunyai hubungan kausal organis

Rangkaian peristiwa yang mendahului terben-tuknya negara, dasar-dasar pemikiran/ latar belakang pendorong terwujudnya kemerdekaan Indonesia dalam wujud negara Indonesia
Mencakup beberapa segi UUD ditentukan akan ada Yang diatur dalam UUD ialah tentang pembentukan pemerintahan. Negara yang memenuhi pelbagai persyaratan dan meliputi segala. Aspek penyelenggaraan negara. Negara Indonesia berbentuk Republik yang berkedaulatan Rakyat Di tetapkannya dasar kerokhanian Negara (Pancasila). a.

IV

Mempunyai hubungan yang bersifat kausal dan organis

Dijabarkan (dikongkritisasikan)

Etika Hukum Etika Bisnis Etika Lingkungan Etika Profesi Etika Politik

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS PANCASILA


PANDANGAN HIDUP BANGSA

KEPRIBADIAN BANGSA

FILSAFAT PANCASILA

IDEOLOGI NEGARA

DASAR NEGARA RI

NORMA PERATURAN PERUNDANGAN

HAK DAN KEWAJIBAN WNI

DEMOKRASI DAN HAM ETIKA POLITIK

GEOPOLITIK INDONESIA GEOSTRATEGI/KETAHANAN NASIONAL

ASDAMBA