Anda di halaman 1dari 24

Sebuah Apoteker di Apotek serta sarana peningkatan masyarakat tentang obat Jumlah sarana yang dapat menjual obat

t bebas (apotek, toko obat, warung dll) meningkat Jumlah dan jenis obat bebas (termasuk obat herbal, phytofarmaka, perubahan golongan obat dll.) bertambah Daya beli/ cost untuk kesehatan? Pola pikir, pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan?

FAKTA-FAKTA SWAMEDIKASI
Prilaku konsumen terhadap obat bebas Penyebab orang melakukan swamedikasi dan menggunakan obat bebas Akibat-akibat swamedikasi Contoh kasus sederhana

Prilaku Konsumen Terhadap Obat Bebas


38% menggunakan obat bebas bila ada tanda-tanda pertama masalah kesehatan (sakit) 7% bertanya pada apoteker apabila mengalami masalah kesehatan ringan 84% akan mengkonsultasikan pada care provider jika mengalami kesehatan berat namun tetap menggunakan obat 91% saat pertama kali menggunakan obat bebas, konsumen akan membaca dulu efek samping dan interaksi obat pada label 95% saat menggunakan obat bebas melihat cara pakai 89% membaca label saat memilih obat bebas 87% menganggap aman jika menggunakan obat bebas sesuai aturan 96% memilih swamedikasi

Penyebab Swamedikasi
Kondisi tubuh (terutama pasien lansia) yang mengalami masalah pada tubuhnya seperti artritis, insomnia, konstipasi dan obat untuk menanganinya tersedia bebas Dari aspek biaya membeli obat bebas lebih murah dari pada cara berobat yang lain Adanya akses terhadap apoteker dalam suatu komunitas

Swamedikasi dilakukan oleh hampir 45% lansia

Golongan Terapi & Obat


1.

2.
3. 4. 5.

6. 7.
8.

Pain & Fever Disorders: headache & muscle and joint pain, fever, musculoskeletal injuries and disorder Reproductive and genital disorder: vaginal & vulvovaginal disorder, disorders related to menstruation, prevention of unintended pregnancy, prevented of sexually transmitted infection Respiratory disorders: cold & allergy, cough, asma Gastrointestinal disorders: heartburn & dyspepsia, gas, constipation, diarrhea, anorectal disorder, pinworm infection, nause & vomiting, poisioning, osteimy care & supply Nutrition & supplement: essensial nutrient, meal replacement & performance enhancing food, infant & special nutritional needs, overweight Ophthalmic, otic & oral disorders Dermatologic disorders: atopic dermatitis & dry skin, contact dermatitis, fungal infection etc. Others: DM, insomnia, drowsinnes & fatigue, tobacco use & dependence, etc

Perbandingan Jenis Obat (Contoh)


Kelompok Terapi Ganggunan sal. pernapasan Sub Kelompok Terapi Cold & alergy Di Indonesia Umumnya sediaan oral, tersedia dalam bentuk obat bebas, bebas terbatas, OWA dan obat keras Sediaan oral dalam bentuk tablet dan sirup, tersedia dalam bentuk obat bebas dan bebas terbatas Sediaan dalam bentuk oral, sirup dan nebulizer Golongan obat keras

Cough

Asma Diabetes melitus

Kelompok Prematur Neonatus Infant (Baby) Toddlers Preschool/ early childhood < 36 minggu < 1 bulan 1 - 12 bulan 1 3 tahun 3 6 tahun

Kriteria Usia

Middle Childhood
Adolesce

6 12 tahun
13 18 tahun

INFORMASI CARA PEMBERIAN OBAT BERDASARKAN KELOMPOK USIA


INFANT 1. Gunakan alat tetes berskala atau oral syringe 2. Berikan obat sedikitsedikit untuk mencegah tersedak 3. Jika diperbolehkan, obat non SR atau salut enterik digerus dan dicampur dengan sejumlah minuman atau makanan TODDLERS 1. Biarkan anak memilih posisi yang diinginkan sewaktu minum obat 2. Jika diperlukan untuk mengaburkan rasa, obat dicampur dengan minuman beraroma tertentu kemudian minum segelas air atau jus untuk menghilangkan rasa tidak enak 3. Gunakan perintah sederhana dan jargon anak agar semangat 4. Biarkan anak memilih obat mana yang akan diminum terlebih dahulu (jika obat lebih dari satu) 5. Berikan penghargaan setelah anak berhasil minum obat PRESCHOLL CHILDREN 1. Jika memungkinkan, letakkan tablet/kapsul dekat belakang lidah, siapkan air minum untuk membantu menelan obat 2. Jika gigi anak ompong, jangan gunakan obat kunyah 3. Gunakan sedotan untuk pemberian obat yang dapat tertinggal di gigi 4. Berikan air minum kembali untuk menghilangkan rasa tidak enak 5. Biarkan anak membantu memilih bentuk obat, tempat obat, obat mana yang diminum lebih dulu

CONTOH INTERAKSI OBAT


Analgetik/ Antipiretik Acetaminophen Obat / Senyawa Lain Alkohol Interaksi Potensial Meningkatkan resiko hepatotoksisitas Penanganan/ Pencegahan -Hindari penggunaan bersamaan -Minimalisir konsumsi alkohol pada saat menggunakan acetaminophen -Hindari penggunaan bersamaan - Gunakan Naproxen

Aspirin

Asam valproat

1. Lepasnya VA dari ikatan protein dan inhibisi oksidasi VA 2. Klirensnya berkurang hingga 30% Inhibisi klirens ginjal dari digoxin

NSAID (beberapa)

Digoxin

TEKNIK PELAKSANAAN
Informasi yang memadai Penyiapan Target yang akan dicapai Pelaksanaan: 5 M Pelaporan & Dokumentasi Evaluasi & Tindak lanjut !!!!!!!!!!!!! MESO

CONTOH KASUS: PINWORM INFECTION

Epidemiologi: Pinworm Infection


Banyak terjadi pada jutaan orang, terutama anak 5 14 tahun Jenis cacing: Enterobius vermicularis, menular melalui manusia ke manusia dan tidak melalui hewan peliharaan, tidak hidup di tanah atau air tapi bertranmisi dari manusia ke manusia Tidak seperti helmintic, cacing ini dapat mengenai manusia dari berbagai status ekonomi

Etiologi PI
Rute tranmisi via anus ke mulut dari telur cacing saat anak memakai tangannya yang kotor dan makanan yang tidak higienis. Infeksi ulangan terjadi karena anak menggaruk anusnya untuk kemudian jarinya digunakan untuk menggaruk, mencubit dll. Embrio telur juga dapat pindah ke pakaian tidur, debu dan udara. Telur akan menginfeksi beberapa hari terutama pada udara yang lembab untuk kemudian menyebar dalam komunitas kecil seperti sekolah

Patofisiologi PI : Nematoda
Organism
Enterobius vermicularis

Sumber Infeksi
Otoinokulasi telur dari anus ke mulut

Gambaran Klinik
Asimtomatik Sering: gatal di anus terutama malam. Anak2 krg konsentrasi dan hilang nafsu makan Asimptomatik Rasa tidak nyaman di perut Anak2; demam, berat badan turun
Eritema maculopapular dan udem yang disertai gatal. Lesi antara jari kaki, anemia, eosinofilia

Penanganan
DoC: Pyrantel Pamoat Alternatif: Mebendazol

Ascaris Lumbricoides

Pembiakan di tanah yang mengandung telur yang masuk ke sal.cerna, dapat berpenetrasi ke limfa dan masuk ke paru-paru
Penetrasi melalui gigitan di kulit oleh larva yang ada di tanah, larva pindah ke paruparu, matang di sal.cerna, telur ada di feces dan menjadi larva

DoC: Albendazole Alternatif: 1. Mebendazole 2. Pyrantel pamoat


DoC: Albendazole Alternatif: 1. Pyrantel pamoat 2. Mebendazole

Ancylostoma duodenale Necator Americanus

Penanganan PI
Tujuan: Eradikasi cacing dari pasien dan lingkungan rumah, kemudian mencegah infeksi Pendekatan: Terapi Non Farmakologi Terapi Farmakologi

Penanganan Non Obat dan Pencegahan PI


Cuci seluruh sprei, handuk, pakaian pasien dan keluarga dalam air panas (55oC) selama penanganan dan hindari telur menyebar ke udara. Pastikan cahaya matahari masuk ke lingkungan rumah bagian dalam Pasien dibersihkan tiap hari (hindari bath tub) Gunakan desinfektan di closet setiap hari Rumah dibersihkan setiap hari Gunakan pakaian dalam ketat sbelum baju tidur untuk hindari migrasi telur Selalu mencuci tangan sesering mungkin dengan cara disikat

Faktor Ekslusi: 1. Penyakit liver 2. Anemia 3. Hamil 4. Menyusui 5. Hipersensitif terhadap pirantel pamoat 6. Memerlukan dosis pengulangan 7. Kurang dari 2 tahun kecuali sdh disarankan menggunakan obat bebas 8. BB kurang kecuali sdh disarankan menggunakan obat bebas

Alur Self Care PI


Keluhan pasien
Riwayat obat & hipersensitif obat

Ada faktor eksklusi?

Ke dokter Ke dokter

Ada dokumentasi PI?

Berikan pirantel pamoat


Gejala berkurang?

Evaluasi

Konsultasi Untuk PI
1. Mengumpulkan data gejala 2. Mengumpulkan data pasien dan masalahnya 3. Menangani masalah: pilihan obat, pencegahan dll. 4. Informasi obat: nama, cara pakai, frekuensi pemakaian, efek obat, efek samping obat, cara penyimpanan 5. Menjawab pertanyaan pasien