Anda di halaman 1dari 23

FARMAKOTERAPI I

Dra.suhatri. MS. Apt

OBAT ASMA
ERLI SUSANTI 07 131 062 Fakultas Farmasi Universitas Andalas Suechan_062@yahoo.com

OBAT ASMA
ASMA : Merupakan penyakit kronik yang mempengaruhi orang segala usia penyebab Kesakitan dan kematian. Dgn pengobatan yang efektif dpt mencegah dan megurangi gejalagejala serangan asma. Merupakan penyakit kronik yang istimewa dalam penanganannya penanganan yang berhasil memperkecil angka kematian dan memperbaiki kualitas hidup dan memperkecil kegawat daruratan. Deff : Penyakit saluran pernafasan yang ditandai dg adanya peradangan akibat respon yg berlebih dan menyebabkan kejang saluran nafas (bronko spasme) yang bersifat reversibel. Gejala-gejala : Bronkospasme penyempitan sal nafas yang menyeluruh menyebabkan sesak nafas berbunyingik disertai batuk dg sputum lengket. Etiologi: Asma adalah tidak normal saluran nafas. Hiper reaktivitas terhadap 1 atw lebih stimulus (spasmogen). Hal yg sama terjadi pada pasien bronkitis kronik dan rhinitis alergi.

Pencetus : 1. Alergen (serbuk sari bunga, debu rumah) 2. Udara dingin dan kering. 3. Infeksi (virus dan bakteri) 4. Stimulus fisiologis (stres dan ansietas) 5. Obat (Inhibitor prostaglandin Asetosal -bloker reseptor adrenergik Atenolol, Labetalol,metroprolol,propanolol,pindolol. 6. Senyawa kimia hasil industri ex: Isosianat, epoksin, resin, alumunium hair spray. PATOFISIOLOGI: Hipersensitivitas bronkus Fisika Kimia Farmakologi Orang normal juga dapat berkembang reaktivitas setelah infeksi virus dan terpapar ozon. Pada asma akan ditemui : Hipertropi dan hiperplasia otot polos sal. nafas. ketebalan sal.nafas reaksi inflamasi edema. Hipertropi glandulamukosa dan hipersekresi mukus.

nci mekanisme patologis pembebasan : - Mediator inflamasi ( hiperreaktivitas bronkus) - Kerusakan sel-sel epitel bronkus - permeabilitas mukosa menambah kerusakan lumen saluran nafas. - Sel mast , sel sub mukosa, reseptor iritan kolinergik pada antar sel otot polos bronkus. - Hipertropi membran dasar lumen bronkus - Inflamasi - Hipersekresi mukus. Hasil Diagnosa: - Sel-sel inflamasi - Leukosit ditemui dlm sirkulasi dan paru-paru serta lumen saluran nafas. - Eusinofil, netrofil, makrofag alveolar. - Limfosit ditemui dlm sal.nafas dan sekitar jaringan yang meradang. Aspek Terapi Asma : - Meminimalkan Inflamasi. - Mengurangi sel-sel yang terlibat inflamasi pada asma sel mast 3X s/d 5X lipat degranulasi sel mastmenginduksi bronkospasma. Ku

Peranan Sistem SarafAsma Sal nafas diatur oleh: Sist. Saraf Simpatis Sist. Saraf Para Simpatis Tonus otot polos sal. nafas diatur oleh nervus vagus (eferen) merupakan s. para simpatis stimulasi saraf ini Bronkokontriksi. - Stimulasi reseptor irritan kimia histamin bronkokontriksi. Adrenergik: Stimulus reseptor bronkokontriksi Blokade reseptor bronkokontriksi Stimulus reseptor 2 bronkodilatasi KASUS YANG MUNGKIN TIMBUL 1. Pasien Asma Menggunakan Obat - Inhibitor Prostaglandin (PG) - bloker reseptor adrenergik. - Obat obat inhibitor enzim Asetil kolin Esterase. 2. Penggunaan Kronis Obat Asma.

3. Penggunaan Obat Lain Bersamaan Dengan Obat Asma. OBAT ASMA I. Umum ( Non Farmakoterapi ) a. Penyuluhan Pasien dan keluarga mengenai: - Penyakit Asma - Faktor Pencetus - Cara Menghindarinya b. Menghindari Faktor Pencetus ( makanan, obat, kebiasaan hidup, alergen) c. Immunoterapi d. Fisioterapi Nafas dan batuk yang efisien. II. Farmakoterapi Obat Asma 2 kelompok a. Antiinflamasi - Kortikosteroid (oral, inj, aerosol, MDI ( Metered Dose Inhaler). - Kromalin (Sodium Cromoglycate, Nedocromil Sodium) b. Bronkodilator - 2 agonis reseptor adrenergik ( oral, inj, inhalasi ) - Methyl Xanthin Teofilin, Aminofilin ( oral, inj, supp ) - Antikolinergik Ipatropium bromida, Oxitropium.

c.

Kelompok Lain - Antihistamin ( Konvensional ) - Metrotexate Immunosupresan (merusak sistem imun) - Inhibitor Lipoxygenase Zileuton. - Inhibitor enzim 5-lypoxygenase Zafirlukast

BRONKODILATOR 1. Obat 2 Agonis selektif reseptor adrenergik : Metaproterenol Isoetharin Albuterenol Terbutalin Mekanisme Kerja: Stimulasi reseptor 2 adrenergik epinefrin atau agonisnya mengaktifkan Adenyl cyclase cyclic AMP intra sel konsentrasi Ca++ bebas dalam sel relaksasi otot polos bronkus dan terjadi bronkodilatasi. Rute terbaik: Inhalasi sebab: - Bronkoselektif - Respon Cepat - Konsentrasi obat sistemis lebih rendah kurang potensial mengaktifkan reseptor 2 yang ada pada jantung dan otot rangka mengurangi efek takikardia dan gejala tremor.

Kasus Yang Muncul : - Pemberian Lama 2 Agonis tidak menurun hiperreaktif bronkus. Terjadi toleransi Kurang jumlah reseptor Afinitas obat dengan reseptor. Hal ini dpt diatasi dengan penambahan glukokortikoid ( kembali jumlah reseptor dan afinitas obat dgn reseptor. Efek Samping Umumnya terjadi oral dan parenteral. inhalasi jarang - Tremor Penggiatan reseptor pada otot skelet. - Vasodilatasi pembuluh perifer penggiatan reseptor 2 pada pembuluh darah timbul refleks takikardia hemostasis tekanan darah. Vasodilatasi Hipotensi Pusing dan sakit kepala. - Bila dosis tinggi / digunakan 2 yang tidak selektif Stimulasi reseptor pada jantung aritmia takikardia meningkat kebutuhan oksigen otot jantung Asma, kekurangan O2 Iskemia nekrosis otot jantung.

Efek Agonis 2 reseptor Adrenergik Lain Menstabilkan membran sel mast Mengaktivasi enzim Na, K, ATP Ase Glukoneogenesis dan sekresi insulin Efek Samping Lain Dosis tinggi Hipokalemia Angina Memperparah penyakit angina. Interaksi Obat Asma Dengan Obat Lain : 1. Dosis tinggi dengan kortikosteroid dan teofilin resiko hipokalemia. 2. Antagonis mengantagonis efek bronkodilator.

2. Methyl Xanthin
A.- Aminofilin

B.- Teofilin C. - Difilin D. - Kofein Untuk terapi Asma Kofein dan Difilin kurang potensial dibandingkan A. Teofilin. Efeknya Antagonis Fungsional Asma Rute Inhalasi tidak efektif dibanding Rute Oral dan Parenteral Preparat yang tersedia Tablet Lepas Lambat ( Tablet Sustained Release ).

Mekanisme Kerja: Menginhibisi enzim fosfodiesterase (akumulasi ) siklik AMP dan siklik GMP berkurang konsentrasi Ca++ yang bebas pada intra sel interaksi aktin dan miosin kurang ATP. Efeknya potensiasi dengan agonis 2 adrenergik Kombinasi teofilin dg Agonis 2 adrenergik bronkodilatasi sinergis. Efek Methyl Xanthin ( inhibitor enzim fosfo diesterase ) - Pembebasan mediator sel mast, - Pembebasan protein utama eosinofil - Proliferasi sel limfosit - Pembebasan enzim cytokin sel T 8 eksudasi plasma

INTERAKSI XANTHIN DENGAN OBAT LAIN I. Obat- Obat Menghambat Kerja enzim mikrosoma hati ex : Simetidin; erytromisin; Alupurinol; kontraseptik oral; propanolol. Obat kelompok ini menghambat metabolisme teofilin kadar serumnya amati gejala-gejala keracunan. II. Obat-Obat menginduksi enzim mikrosoma hati. ex : fenobarbital, fenitoin,rifampisin, karbamazepin konsentrasi serum teofilin laju metabolisme teofilin.

Efek Bermanfaat Pada Asma: - Menghambat Edema paru-paru. - Pembersihan oleh mukosiliaris. - Menguatkan kontraksi diafragma. - Menghambat Pembebasan Histamin. - Menstimulasi Pernafasan. Efek Samping / Toksisitas : - Stimulasi SSP nervus (cemas), gelisah, emesis, insomnia, konvulsi. - Sekresi Asam Lambung - Efek Inotropik pada jantung - Setelah pemberian diuresis akut toleransi - Teofilin induksi emesis. Toksisitas: Keracunan fatal jarang terjadi ; dosis letal 5-10 gram. Gejala-gejala keracunan : Insomnia, gelisah, kadang gembira gejala awal. Lanjut : delirium ringan emesis, konv, otot tegang, gemetar, takikardia ekstra sistol, pernafasan cepat.

Keracunan Fatal : Lebih sering teofilin dan kofein. Umum Pemberian i.v cepat.aki Dosis Aminofilin 500 mg Kematian mendadak aritmia jantung pemberian injeksi i.v lambat 20-40 menit. Untuk Menghindari Gejala : - Sakit Kepala - Jantung berdebar-debar - Pusing - Mual - Hipertensi Takikardia - Agitasi - Emesis

GLUKOKORTIKOID
Efek Farmakodinamiknya Asma 1. jml reseptor 2 agonis adrenergik mencegah toleransi pada pemberian kronik. 2. Produksi mukus Asma Hipersekresi mukus. 3. Inhibisi pembentukan inflamasi pada bronkus yg hipersensitif. gluko : - Kontriksi pembuluh darah kapiler - Cairan dan protein keluar ( eksudasi cairan ) - Inhibisi migrasi netrofil dan eosinofil fungsinya juga terhambat. - Inhibisi sintesa histamin , PG dan Leukotrien dg cara menghambat aktivitas enzim fosfodiesterase as. Arakidonat Efek Keseluruhannya : menekan inflamasi Penggunaannya : Pada serangan asma akut dan keadaan asma glukokortikoid dosis tinggi dikombinasi dengan agonis reseptor 2 adrenergik selektif. Gluko : parenteral ; ex : - Methyl Prednison - Sodium Succinat Hidrokortison Oral ; ex :- Methyl Prednison atw prednison

Dianjurkan penggunaannya pasien asma yang tidak respon pada terapi bronkodilator. Kasus Efek Samping Efek Farmakologis glukokortikoid ini sangat luas. Mempengaruhi metabolisme Karbohidrat; protein; lemak; keseimbangan cairan tubuh; dan elektrolit, fungsi Kardiovaskuler; otot rangka; ginjal dan SSP. Diperkirakan Efek Yang Muncul Adalah: 1. Menyebabkan retensi urin eksresi Na dan air tekanan darah. 2. Penumpukan ( deposisi ) glikogen di hati hipoglikemia. 3. Dosis besar perobahan metabolisme glukosa seperti keadaan diabetes. Glukosa tinggi pada keadaan puasa resistensi insulin terhadap gula glukosuria akibat penggunaan glukosa oleh jaringan perifer kulit) 4. Osteoporesis protein bahan dasar tulang . Berkurang Ca++ deposisi Ca++ turun dan reabsorpsi Ca++ dari tulang. 5. Moon Face Distribusi lemak tidak merata Cushing Syndrom hipersekresi kortisol, keganjilan distribusi lemak; lemak berkurang dari alat gerak (kaki dan tangan).

6. Pada anak-anak pre pubertas dapat terjadi perlambatan pertumbuhan. KASUS YANG MUNCUL PENGGUNAAN 1. Dg obat anti diabetes Kortikosteroid hiperglisemia 2. Dg obat antihipertensi efek obat antihipertensi. 3. Dengan 2 Agonis reseptor resiko hipokalemia, ini terjadi pada dosis tinggi. 4. Obat-obat penginduksi enzim mikrosomal hati metabolisme steroid efek steroid. 5. Dengan Obat diuretik kuat efek hipokalemia 6. Estrogen dan kontraseptik oral metabolisme steroid efek steroid. 7. Dg Salisilat Eliminasi Salisilat.

Antikolinergik
Biasa btk kombinasi dg - albuterenol Combiven - fenoterol Doven Kombinasi lebih efektif. Methotrexat Sebagai Immunosupresan. Pencetus Asma Reaksi Ag >< Ab. Inhibitor Sintesa Leukotrien dan Antagonis Reseptor Leukotrien. Inhibitor enzim 5-lipoxygenase Zileuton. mengkatalisa pembentukan Leukotrien dari As. Arakidonat. Toksisitas : - Eosinofilia - Vaskulitis - Efek terapi Glukokortikoid. Zaficlukast berinteraksi dengan warfarin lama waktu beku darah. Zileuton : - enzim hati bulan I dan II terapi - Steady state teofilin clearence - konsentrasi teofilin plasma juga clearence teofilin.

Antikolinergik
Biasa btk kombinasi dg - albuterenol Combiven - fenoterol Doven Kombinasi lebih efektif. Methotrexat Sebagai Immunosupresan. Pencetus Asma Reaksi Ag >< Ab. Inhibitor Sintesa Leukotrien dan Antagonis Reseptor Leukotrien. Inhibitor enzim 5-lipoxygenase Zileuton. mengkatalisa pembentukan Leukotrien dari As. Arakidonat. Toksisitas : - Eosinofilia - Vaskulitis - Efek terapi Glukokortikoid. Zafirlukast berinteraksi dengan warfarin lama waktu beku darah. Zileuton : - enzim hati bulan I dan II terapi - Steady state teofilin clearence - konsentrasi teofilin plasma juga clearence teofilin. Inhibitor resepto sel mast (antiIg-E) Omalizumab