Anda di halaman 1dari 70

Referesing

MATA MERAH DENGAN PENGLIHATAN TURUN MENDADAK

Winda Fauti Pembimbing: Dr. Hasri Darni, Sp.M

INFEKSI KORNEA
KERATITIS

Superfisial

Profunda

Infeksi Kornea (Keratitis)


Keratitis Superfisialis
Keratitis Herpes Simpleks Keratitis Herpes Zoster Keratitis Vaksinia Keratitis Flikten Keratitis Sika Keratitis Lepra Keratitis Nummularis

Keratitis Herpes Simpleks


Terbagi 2 Bentuk
Kerusakan karena penyebaran visus intra epitelial

Epitelial Stromal

terjadi reaksi imunologik tubuh terhadap virus yang menyerang reaksi antigen-antibodi yang menarik sel radang ke dalam stroma. Sel radang ini mengeluarkan bahan proteolitik untuk merusak virus tetapi juga akan merusak jaringan stroma di sekitarnya.

Gambaran Klinik

konjungtivitis folikularis akut

blefaritis vesikuler yang ulseratif,

pembengkakan kelenjar limfa regional

Infeksi primer bisa sembuh sendiri Gambaran Khas pd kornea : bentuk dendrit Secara subjektif :
kelopak mata sedikit membengkak atau mata berair.

Secara objektif :
iritasi ringan, sedikit merah, berair, dan unilateral.

Pengobatan
Pengobatan topikal diberikan obat anti virus seperti IDU Kauterisasi dengan asam karbonat atau larutan yodium (7% dan 5% dalam larutan alkohol)

Untuk menekan proses radang pada keratitis stroma diberikan NSAID Kortikosteroid kontraindikasi untuk segala tingkatan keratitis herpes simpleks

Keratitis Herpes Zoster


Virus Varicella-Zoster dapat menyerang saraf kranial V, VII, dan VIII. Bila cabang oftalmik yang terkena
pembengkakan kulit di daerah dahi, alis, dan kelopak mata disertai kemerahan dapat disertai vesikel, dapat mengalami supurasi, yang bila pecah akan menimbulkan sikatriks.

Bila cabang nasosiliar yang terkena, maka akan timbul vesikel di daerah hidung dan kornea terancam.

Gejala
Subyektif Obyektif

rasa nyeri disertai edema kulit yang tampak kemerahan pada daerah dahi, alis, dan kelopak atas serta sudah disertai dengan vesikel.

Erupsi kulit pada daerah yang dipersarafi cabang oftalmik nervus trigeminus. Rima palpebra tampak menyempit apabila kelopak atas mengalami pembengkakan. Bila kornea atau jaringan yang lebih dalam terkena, maka timbul lakrimasi, mata yang silau dan sakit bercak-bercak atau bintik-bintik putih kecil yang tersebar di epitel kornea Komplikasi lain adalah paresis otot penggerak mata serta neuritis optik.

Pengobatan
Acyclovir oral maupun topikal; Bila disertai infeksi sekunder bakterial dapat diberikan antibiotik. Dapat pula diberikan obat-obatan yang meningkatkan sistem imunitas tubuh, obatobatan neurotropik, serta dapat dibantu dengan vitamin C dosis tinggi.

Pada mata, pengobatan yang bersifat simtomatik adalah tetes metil selulose, siklopegia

Keratitis Vaksinia
Keratitis Vaksinia kadang-kadang dijumpai sebagai suatu kecelakaan atau komplikasi dari imunisasi terhadap variola.

Pengobatan
Upaya-upaya preventif terhadap infeksi bakterial sekunder adalah yang paling penting untuk ditempuh Pencegahan penyebaran ke kornea : gamma globulin im. Bila kornea sudah terkena, gamma globulin tidak boleh dilakukan

Keratitis Flikten
Flikten adalah benjolan berwarna putih kekuningan berdiameter 2-3 mm pada limbus, dapat berjumlah 1 atau lebih diduga juga merupakan reaksi imunologi terhadap stafilokokus aureus, koksidiodes imitis serta bakteri patogen lainnya.

Gejala

hiperemia konjungtiva, kesan kurangnya air mata

objektif, terdapat flikten pada daerah limbus yang dikelilingi daerah konjungtiva yang hiperemis.

subyektif :ada benjolan putih kemerahan dipinggir mata hitam jar kornea kena mata berair, silau, rasa sakit dan penglihatan kabur

Gambaran yang khas : papula atau pustula pada kornea/konjungtiva.

Penatalaksanaan
Penyembuhan akan meninggalkan jaringan parut yang disertai neovaskularisasi kornea. Pengobatan dengan tetes mata steroid akan memberikan hasil yang memuaskan. Pada tukak dapat diberikan antibiotik topikal atau oral.

Keratitis Sika
diakibatkan oleh kurangnya sekresi kelnjar lakrimal dan atau sel globet,

Penyebab
Def kel air mata
(Sindrom Syogren, tumor kelenjar air mata,)

Def komponen lemak air mata


(blefaritis menahun, pembedahan kelopak mata).

Def komponen musin


(Sindrom Stevens Johnson, trauma kimia, defisiensi vitamin A)

Penguapan air mata berlebihan


(Keratitis karena lagoftalmos, hidup di lingkungan yang panas dan kering)

Akibat parut kornea


(trauma kimia)

pada tingkat dry-eye,


kejernihan permukaan konjungtiva dan kornea hilang, tes schirmer berkurang, tear-film kornea mudah pecah, tear break-up time berkurang, sukar menggerakan kelopak mata.

Kelainan kornea
erosi kornea, keratitis filamentosa, atau pungtata.

Pengobatan :
Bila komponen air dari air mata berkurang, diberikan air mata tiruan; Bila komponen lemaknya yang berkurang maka diberikan lensa kontak. Bila penguapanberlebih tutup pungtum lakrima

Keratitis Lepra
Patogenesis :
Gangguan trofik pada kornea yang disebabkan kerusakan saraf kornea oleh mikobakterium lepra. Terjadinya ektropion dan lagoftalmos serta anestesi kornea sehingga menyebabkan keratitis pajanan. Pada daerah yang endemik, sering disertai adanya penyakit trakoma yang menyebabkan entropion dan trikiasis. Apabila terjadi denervasi kelenjar lakrimal, akan menyebabkan sindrom mata kering.

Gejala
Obyektif Subyektif

Terdapat keratitis avaskuler :


lesi pungtata berwarna putih seperti kapur yang secara perlahan batasnya akan mengabur dan sekelilingnya menjadi seperti berkabut. Lesi ini akan menyebabkan kekeruhan sub-epitelial sering disertai destruksi membran Bowman Pada fase lanjut terjadi neovaskularisasi superfisial yang disebut pannus lepromatosa.

Membengkak dan merah pada palpebra Bagian tubuh lain ada juga pembengkakan,merah

Gejala Khas
membesar dan membengkaknya saraf kornea disertai bintil-bintil (bead on a string) Ada pada bagian tubuh lain memperkuat diagnosis

Pengobatan :
Terhadap mikobakterium lepra diberikan dapsone dan rifampisin. deformitas palpebra yang akan mengkibatkan kerusakan kornea dilakukan koreksi pembedahan.

Keratitis Nummularis
ditandai dengan infiltrat bundar berkelompok dan tepinya berbatas tegas unilateral dan pada umumnya didapatkan pada petani yang bekerja di sawah.

Gambaran klinis
Secara subyektif pasien mengeluh silau, Secara objektif, mata yang terserang tampak merah karena injeksi siliar, disertai lakrimasi Infiltrat multipel dan bundar yang terdapat di lapisan kornea bagian superfisial biasanya tidak menyebabkan ulserasi.

Pengobatan :
Kortikosteroid lokal memberikan hasil yang baik yaitu hilangnya tanda-tanda radang dan lakrimasi tetapi penyerapan infiltrat terjadi dalam waktu yang lama, dapat 1-2 tahun

Infeksi Kornea (Keratitis)


Keratitis Profunda
Keratitis Interstisial Luetik Keratitis Sklerotikans (Sklerokeratitis)

Keratitis Interstisial Luetik


Merupakan manifestasi lanjut dari sifilis kongenital. Pada anak usia 5-15 tahun Merupakan reaksi imunologik terhadap treponema palidum karena kuman ini tidak dijumpai di kornea fase akut.

Gejala

Subyektif
Obyektif
(Trias Hutchinson)

Sakit Silau Penglihatan kabur fase akut

Keratitis intertisial Gangguan pendengarantuli Kelainan gigi seri atas

Manifestasi Klinik
Fase akut infiltrat stroma berupa bercak-bercak pd kornea & menyebabkan kekeruhan seperti kaca susu Bercak Salmon Proses peradangan kornea ini sembuh sendiri. Dalam beberapa minggu proses peradangan akan menjadi tenang

Pada kasus-kasus yang sangat parah, kornea tetap menebal dan gelatineus. Pada fase peradangan aktif jaringan uvea bagian anterior selalu terlihat dalam bentuk uveitis granulomatosa, juga dapat terjadi koroiditis yang disertai kekeruhan badan kaca.

Diagnosis peradangan pada kornea ini pada dasarnya akan sembuh sendiri. Pengobatan mata ditujukan pada uveitis yang dapat menyebabkan perlekatan-perlekatan iris
dengan pemberian tetes mata kotikosteroid dan sulfas atropin atau skopolamin.

Keratitis Sklerotikans (Sklerokeratitis)


Gejala Klinis :
kekeruhan kornea lokal berbentuk segi tiga dengan puncak mengarah ke kornea bagian sentral. Apabila proses peradangan berulang, kekeruhan dapat mengenai seluruh kornea.

penderita mengeluh sakit, fotofobia tetapi tidak ada sekret.

Pengobatan :
Tidak ada pengobatan yang spesifik. Pemberian kortikosteroid dan anti randang non steroid ditujukan terhadap skleritisnya, apabila teradapat iritis, selain kortikosteroid dapat diberikan tetes mata atropin.

ULKUS KORNEA

Ulkus Kornea
Tukak karena Bakteri
Tukak streptokokus Tukak stafilokokus Tukak Pseudomonas

Tukak Virus Tukak Jamur Tukak karena Hipersensitifitas

Tukak Bakteri
Tukak Streptokokus
Tukak serpinginous. Tukak berwarna kuning keabu-abuan berbentuk cakram dengan tepi tukak yang menggaung. Tukak cepat menjalar ke dalam dan menyebabkan perforasi kornea, karena eksotoksin yang dihasilkan oleh Streptokokus Pneumonia. Pengobatan :
Sefazolin, Basitrasin tetes / injeksi subkojungtiva / intravena.

Tukak Stafilokokus
faktor pencetus : keratopati bulosa, infeksi herpes simpleks dan lensa kontak yang telah lama digunakan. Tukak berwarna putih kekuningan disertai infiltrat secara adekuat, terjadi abses kornea yang disertai edema stroma dan infiltrasi sel lekosit terdapat hipopion tukak(indolen)

Tukak Pseudomonas
Bakteri bersifat aerob obligat & menghasilkan eksotoksin penghambat sintesis protein jaringan kornea cepat hancur dan mengalami kerusakan.
tukak kecil di bagian sentral kornea dengan infiltrat berwarna keabu-abuan disertai edema epitel dan stroma. cepat melebar & mendalam perforasi kornea.

Discharge kental berwarna kuning kehijauan.

Pengobatan
Gentamisin, tobramisin, karbensilin lokal subkonjungtiva serta intravena.

Tukak Virus
Dendrit yang diikuiti vesikel-vesikel kecil di lapisan epitel, yang bila pecah akan menimbulkan tukak. Tukak dapat juga terjadi pada bentuk disiform, bila mengalami nekrosis di bagian sentral.

Tukak Jamur
Etiologi Penggunaan antibiotik secara berlebihan dalam waktu yang lama / pemakaian kortikosteroid jangka panjang Fusarium dan sefalosporium menginfeksi kornea setelah suatu trauma yang disertai lecet epitel Infeksi oleh jamur lebih sering didapatkan di daerah yang beriklim tropik

Pengobatan Obat anti jamur dengan spektrum luas. Apabila memungkinkan dilakukan pemeriksaan laboratorium dan tes sensitivitas untuk dapat memilih obat jamur yang spesifik.

Tukak karena Hipersensitifitas


a.Tukak Marginal b.Tukak Cincin

kornea bagian perifer dapat berbentuk bulat / rektangular dapat satu atau banyak terdapat daerah kornea yang sehat antara tukak dengan limbus

letak tukak tepat di bagian dalam limbus dan hampir mengelilingi limbus. tidak ada hubungan dengan konjungtivitis atau blefaritis. biasanya berhubungan dengan penyakit sistemik.

Pengobatan
Pemberian kortikosteroid topikal akan sembuh dalam 3-4 hari, tetapi dapat rekurens. Antibiotika diberikan untuk infeksi stafilokokus atau kuman lainnya. Disensitisasi dengan toksoid stafilokok dapat memberikan penyembuhan yang efektif.

UVEITIS

UVEITIS ANTERIOR
Gjala Subyektif Iridosiklitis
sakit di mata terbatas di daerah periorbita dan mata bertambah sakitnya bila dihadapkan pada cahaya dan tekanan. sakit kepala Fotofobia bervariasi dan dapat demikian hebat sampai kelopak mata tidak bisa dibuka pada waktu pemeriksaan mata Lakrimasi. sebanding dengan derajat fotobia. Pada uveitis anterior supuratif dapat disertai gejala umum seperti panas, gelisah, menggigil, dan sebagainya.

Gejala obyektif Iridosiklitis

Terdapat injeksi siliar Presipitat keratik, Fler serta sel dalam bilik mata depan Endapan fibrin pada pupil yang dapat menyebabkan sinekia posterior.

Pengobatan Tetes mata sulfas atropin 1 %, prinsipnya untuk membuat pupil selebar-lebarnya dan tetap tinggal lebar selama 2 minggu.
Hal yang harus diingat pada pemberian atropin adalah serangan glaukoma.

Tetes mata steroid 4-6 x sehari tergantung pada beratnya penyakit. Antibiotik diberikan apabila mikro-organisme penyebab diketahui.

GLAUKOMA KONGESTIF AKUT

Glaukoma Kongestif Akut


Keluhan (anamnesis ): sakit kepala dan terus muntah-muntah, nyeri dirasakan di dalam & di sekitar mata. Penglihantannya kabur sekali.

Pemeriksaan
Kelopak mata bengkak konjungtiva bulbi sangat hiperemik (kongestif), injeksi siliar dan kornea yang suram. Bilik mata depan dangkal. Pupil tampak midriasis Refleks pupil lambat atau tidak ada. Visus menurun sampai hitung jari

Diagnosis
Ditegakkan bila di ukur tekanan bola mata sangat tinggi

Pengobatan
Masalah pembedahan. Pemberian obat hanya untuk tindakan darurat agar segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas pembedahan mata.
Miotik: pilorkain 2-4 % tetes mata, 1 mnt 1tetes selama 5mnt, lalu 1 tts/jam sampai 6 jam Carbonic Anhidrase Inhibitor : Asetazolamid @ 250 mg 2 tablet, lalu 1 tab /4 jam sampai 24 jam Obat hiperosmotik Morfin

Sindrom Vogt Koyanagi-Harada


Bilateral Penglihatan menurun, sakit, mata merah Kdg disertai sakit kepala, kaku tengkuk, muntah, demam & malaise Etiologi belum diketahui Biasa menyerang usia 20 th Kelainan pd: Uvea, retina & meningen ablasi retina serosa, infiltrat koroid, kekeruhan badan kaca, edem papil Terapi: Steroid

Endoftalmitis

Merupakan peradangan berat bola mata, bisanya pasca trauma atau bedah Peradangan supuratifabses di dalam badan kaca

Etiologi
kuman & jamur yg tembus saat trauma atau lewat sistemik. Penyebab yg sering: Bakteri :Stafilokok, streptokok, pneumokok, pseudomonas dan basil sublitis. Jamur yg sering: aktinomises, aspergilus, fitomikosis sportrikum, & kokidoides

Gejala karena Bakteri: sangat nyeri, kelopak merah dan bengkak,\ kelopak sukar dibuka, konjungtiva kemotik & merah, kornea keruh, BMD keruh, kdg hipopion. Abses badan kacareflek pupil berwarna putih HipopionPrognosis buruk

Gejala karena jamur


Masa inkubasi lambat kadang sampai 14 hari Mata merah dan sakit Dalam badan kaca masa putih abu-abu Hipopion ringan Bentuk abses satelit dalam badan kaca

Pengobatan
Terapi: Antibiotik topikal & sistemik ampisilin 2 gr/hari dan kloramfenikol 3 gr/ hari

Bila kuman pneumokok, streptokok dan stafilokok Penisilin G (top, subconj dan IV) Bila stafilokok: basitrasin (top), metisilin (subconj dan IV). Neisseria: penisilin G (top, subconj dan IV) Pseudomonas: Gentamisin, tobramisin dan karbesilin (top, subconj dan iV) Sikloplegik 3x/hari

Penyulit
bila mengenai 3 lapisan mata (Retina, Koroid dan Skelera) dan badan kaca sebabkan panoftalmitis

Endoftalmitis fakoanalitik
Unilateral/ bilateral yg merupakan rx uvea granulomatosa thd lensa yang mengalami ruptur Etiologi: Autoimun Pada badan terbentuk antibodi thd lensa shg terjadi rx antigen-antibodi yg akan menimbulkan gejala endoftalmitis fakoanalitik/ fakoantigenik

Oftalmika simpatika
Peradangan bilateral, penglihatan menurun dengan mata merah Etiologi: trauma tembus, bedah mata okular Bisa terjadi dlm 5 hari -60 tahun, 90% dlm 1 tahun Tanda dini: gangguan binokular akomodasi/ radang rgn uvea anterior maupun posterior Pada mata: sakit, fotofobia

Pada bilik mata terjadi rx intraokular berat berupa mutton fat deposit pd dataran belakang kornea, nodul kecil berpigmen pada lap. Epitel pigmen retina, dan uvea menipis Pd iris nodul infiltrasi, sinekia anterior perifer, neovaskularisasi iris, oklusi pupil, katarak, ablasi retina eksudatif, papilitis

Pengobatan
Terapi: enukleasi mata yg buta (7-14 hari setelah trauma) Steroid topikal, periokular steroid injeksi, steroid sistemik, sikloplegik

Panoftalmitis
Peradangan seluruh bola mata termasuk sklera dan kapsul tenon bola mata merupakan rongga abses Infeksi melalui: peredaran darah, perforasi bola mata dan akibat tukak kornea perforasi Bila e.c bakteri: cepat & berat Bila e.c jamur: perlahan2

Gejala
kemunduran tajam penglihatan, rasa sakit, mata menonjol, edema kelopak, konjungtiva kemotik, kornea keruh, bilik mata hipopion, refleks putih di dalam fundus dan okuli Terapi: Antibiotik dosis tinggi dan eviserasi isi bola mata