Anda di halaman 1dari 20

MATA KULIAH STRUKTUR BAJA II PERTEMUAN VIII

STRUKTUR BAJA KOMPOSIT


ANDRE NOVAN, ST, MT

PENDAHULUAN
Struktur Komposit dalam bahasan ini berarti : Interaksi antara 2 material berbeda pembentuk elemen penahan gaya beban luar yang bekerja sama seolah-olah monolith dalam memikul gaya tersebut. Material dalam pengertian ini meliputi Baja struktural dan beton. Secara umum struktur komposit terbagi atas 2 golongan berdasarkan perilaku : 1. Struktur Komposit Penahan gaya aksial Beton membungkus baja (beton dicor membungkus profil) atau Encased Composited Column. Beton mengisi baja (beton dicor mengisi profil) atau Filled Composited Column. 2. Struktur Komposit Penahan gaya lentur Beton pelat deck komposit dengan Balok Baja (Concrete Slab Steel Composited Beam). Beton membungkus balok baja (Concrete Encased Composite Beam) Baja Pipa Baja WF

Beton pengisi

Beton Pembungkus

Filled Composited Column

Encased Composited Column

SLAB BETON-BALOK BAJA KOMPOSIT


Dahulu struktur pelat beton yang dicor diatas balok baja WF tidak diperhitungkan beraksi bersama (komposit) dalam aksi lentur. Sulitnya membuat struktur yang mampu memberikan lekatan (bonding) yang memadai antara material beton dengan baja menjadi alasan utama. Dengan dikembangkannya sistem Las, maka semakin mempermudah untuk membuat elemen SHEAR CONNECTOR dan Pelat BONDEK menyatu dengan baja profil WF. Hal ini sangat membantu terjaminnya aksi Komposit bekerja dalam menahan gaya geser horizontal antara beton-baja saat beban lentur bekerja.
Pelat Beton

Shear Connector

Baja WF

Baja Komposit Tipikal I Pelat Beton

Shear Connector

Baja WF

Baja Komposit Tipikal IV

Baja Komposit Tipikal II Baja Komposit Tipikal III

ILUSTRASI DEK KOMPOSIT

AKSI KOMPOSIT
Aksi komposit terjadi jika dua elemen struktural pemikul beban seperti sistem lantai beton dan balok baja secara bersamaan terhubung dan berdefleksi sebagai satu kesatuan. Secara lebih jauh aksi komposit berdasarkan provisi yang berlaku merupakan didefinisikan sebagai suatu jaminan terbentuknya regangan linier tunggal dari sisi atas pelat beton ke sisi bawah penampang baja.

M (slab)

M (slab)

(a) Defleksi Non Komposit

M (balok)

M (balok) T

e"

(b) Defleksi Komposit

Slip NA Slab

Slip No Slip NA Slab NA Composit e section

NA Balok

NA Balok

(a) No Interaction

(a) Partial Interaction

(a) Complete Interaction

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN


KEUNTUNGAN AKSI KOMPOSIT : 1. Mereduksi berat sendiri Baja profil 2. Balok baja lebih rendah 3. Meningkatkan kekakuan lantai 4. Meningkatkan panjang bentang . Berat baja yang dapat dihemat sekitar 20% sampai 30% dengan sistem komposit penuh. Dengan digunakannya profil balok baja yang lebih rendah dapat menghemat tinggi lantai gedung, tinggi gedung total dan elemen lemen sekunder seperti tangga dan dinding geser.

KERUGIAN AKSI KOMPOSIT : Untuk balok dengan sistem menerus maka terjadi perubahan kekakuan antara daerah lapangan dan tumpuan, ini dikarenakan pada daerah tumpuan dengan momen negatif pelat beton yang mengalami tarik diabaikan sehingga menurunkan nilai inersia.

LEBAR EFEKTIF
Lebar Efektif : Lebar ekivalen yang merupakan idealisasi penyeragaman sebaran tegangan yang terjadi pada pelat dan balok dalam jarak tertentu. Lebar efektif bE untuk sayap pada elemen komposit diformulasikan : bE = bf +2b

LEBAR EFEKTIF
Simplifikasi praktis untuk tujuan disain ditetapkan dalam LRFD : 1. Untuk gelagar interior : bE L/4 bE bo (untuk jarak spasi yang sama) Untuk gelagar exterior : bE L/8 + (jarak dari pusat balok ke sisi pelat) bE 1/2 bo + (jarak dari pusat balok ke sisi pelat) 1. Simplifikasi praktis untuk tujuan disain ditetapkan dalam ACI : Untuk gelagar interior : bE L/4 bE bo (untuk jarak spasi yang sama) bE bf + 16ts Untuk gelagar exterior : bE L/12 bE bf + 16ts bE (jarak bersih ke balok sebelahnya)

2.

2.

bE

bE

ts

b' bo bf bf bo

b'

b' bo bf bf

KUAT MOMEN NOMINAL PENAMPANG KOMPOSIT PENUH


Kekuatan momen nominal Mn dari penampang komposit saat pelatnya dalam kondisi kompresi (momen positif) yang tergantung dari Fy dan propertis penampang balok baja (h/tw=), kuat tekan beton fc dan kapasitas shear connector. Konsep kuat nominal (Ultimate strength) penampang komposit pertama kali diterapkan oleh ASCE-ACI disempurnakan oleh Slutter dan Driscoll. Berlaku dalam konteks LRFD atas jasa Hansell. Kuat momen nominal Mn saat slab mengalami kompresi (momen positif) terbagi atas 2 kategori tergantung pada kelangsingan web, yaitu : 1. Untuk h/tw (3.76E/Fyf) Mn = kuat momen nominal berdasarkan distribusi tegangan plastis pada penampang komposit b = 0,9 Untuk h/tw > (3.76E/Fyf) Mn = kuat momen nominal berdasarkan superposisi tegangan elastis yang mempertimbangkan efek shoring b = 0,9 Fyf = kuat leleh flens

2.

Kuat momen nominal Mn berdasarkan distribusi tegangan plastis bisa dibagi atas 3 kategori umum : 1. PNA (plastic Neutral Axis) berada dalam slab. 2. PNA berada dalam flens baja profil 3. PNA berada dalam web baja profil Beton diasumsikan hanya memikul tegangan kompresi, meskipun beton mempunyai kapasitas tertentu dalam memikul tegangan tarik namun diabaikan.

1. PNA BERADA DALAM SLAB


Asumsikan pada beton berlaku distribusi tegangan whitney (tegangan seragam 0,85fc) sehingga gaya tekan C: Gaya tarik T tegangan leleh baja dikalikan luas penampangnya : Dengan C = T maka :
Momen Nominal :

2. PNA BERADA DALAM FLENS BAJA PROFIL


Jika kedalaman blok tegangan a melebihi tebal slab ts dan dengan asumsi pada beton berlaku distribusi tegangan whitney (tegangan seragam 0,85fc) sehingga gaya tekan C: Kesetimbangan horizontal : Penyamaan persamaan menjadi : Tinggi blok tekan dalam flens baja : Momen Nominal : Sedangkan gaya tarik T adalah : atau

3. PNA BERADA DALAM WEB BAJA PROFIL


Jika kedalaman blok tegangan a melebihi tebal slab ts dan flens baja tf dan dengan asumsi pada beton berlaku distribusi tegangan whitney (tegangan seragam 0,85fc) sehingga gaya tekan C: Dari kesetimbangan horizontal : Sedangkan nilai T yang merupakan gaya tarik netto baja adalah : Penyamaan persamaan diatas : Menghasilkan nilai gaya tekan pada web baja : Dengan nilai gaya tekan pada flens baja : Nilai tinggi blok tekan pada web baja bisa dicari : Sehingga kapasitas momen nominal Mn :

KATEGORI KUAT MOMEN NOMINAL (MN)


PNA Dalam Slab PNA Dalam Flens Baja 0.85fc C d1 T T Cc Cf d/2 d d2 d2 PNA Dalam Web Baja

bE a

0.85fc

0.85fc Cc Cf Cw d3 T d3 d3

ts

Fy

Fy

Fy

Fy

Fy

SHEAR CONNECTOR
UMUM
Untuk menahan gaya geser horizontal yang bisa menimbulkan slip antara slab beton dengan profil baja dibutuhkan elemen penghubung dan penahan secara mekanikal yang disebut dengan SHEAR CONNECTOR. Bentuk shear connector bermacam-macam seperti yang terlihat pada gambar dibawah :

(c) Type Stud

(d) Type Siku

SHEAR CONNECTOR DALAM PELAT BONDEK

PROVISI SHEAR CONNECTOR


(1) Transfer beban untuk momen positif : Untuk aksi komposit dengan beton yang dikenai tekanan lentur gaya geser horizontal total V diantara titik momen positif maksimum dan titik momen nol seharusnya diambil dari nilai terkecil berkenaan dengan kondisi batas sebagai berikut : Beton remuk (Concrete crushing) : V = 0.85 fcAc Leleh tarik dari penampang baja : V = Fy.As Kekuatan Shear Connector : V = Qn Dengan : Ac=luas slab beton pada lebar efektif (mm2) As=luas penampang baja (mm2) Qn= jumlah kekuatan nominal shear connector antara titik maksimum momen positif dan titik momen nol (N) (2) Transfer beban untuk momen negatif : Pada balok komposit dengan bentang menerus dimana baja tulangan longitudinal pada daerah momen negatif diperhitungkan berperilaku komposit dengan balok baja, gaya geser horizontal total antara titik maksimum momen negatif dan titik momen nol seharusnya diambil nilai terkecil dari : Leleh Tarik tulangan beton : V = ArFyr Kekuatan Shear Connector : V = Qn Dengan : Ar=luas baja tulangan longitudinal dalam lebar efektif slab beton (mm2) Fyr=tegangan leleh minimum baja tulangan (MPa) Qn= jumlah kekuatan nominal shear connector antara titik maksimum momen positif dan titik momen nol (N)

PROVISI SHEAR CONNECTOR


(3) Kuat Geser Stud Shear Connector: Kuat nominal satu stud connector yang ditanam kedalam pelat beton komposit adalah :

Dengan variabel : Asc=luas penampang stud connector (mm2) Ec= modulus elastisitas beton (Mpa) Fu=kuat tarik minimum stud connector (Mpa) Rg= 1 (a) untuk stud dilas ke dek rib dengan arah dek tegak lurus penampang baja (b) untuk stud dilas langsung dalam baris ke penampang baja (c) untuk stud dilas dalam baris melalui deck baja dengan arah deck sejajar baja dan rasio lebar rib rerata dengan kedalaman rib>1,5 0.85 (a) dua stud dilas pada deck rib baja dengan arah deck tegak lurus baja (b) satu stud dilas melalui baja deck dengan arah deck sejajar penampang baja dan rsio lebar rib dengan kedalaman rib <1,5 0.7 untuk tiga atau lebih stud dalam rib deck baja dengan arah deck tegal lurus penampang baja. Rp= 1 untuk stdu dilas langsung ke penampang baja (tidak melalui deck baja) 0.7 5 (a) stud dilas dalam pelat komposit dengan arah deck tegak lurus balok dan emid-ht > 50mm (b) stud dilas melalui deck baja yang digunakan sebagai aterial pengisi gelagar dan ditanamkan dalam slab komposit dengan arah deck sejajar balok. 0,6 stud dilas dalam slab komposit dengan arah deck tegak lurus balok dan emid-ht <50mm. emid-ht =jarak dari sisi tangkai stud ke web deck baja diukur pada setengah tinggi rib deck dan arah dukungan beban stud (dalam arah momen maksimum untuk balok dengan perletakan sedehana). wc=berat beton pe unit volume(kg/m3)

PROVISI SHEAR CONNECTOR


(4) Kuat Geser Channel Shear Connector: Kuat nominal satu stud connector yang ditanam kedalam pelat beton komposit adalah : tf= ketebalan flens dari kanal (mm) tw=ketebalan web dari kanal (mm) Lc=panjang kanal (mm)

ENCASED COMPOSITED COLUMN


Batasan : 1. Luas penampang inti baja minimal 1% dari total penampang komposit. 2. Beton pembungkus seharusnya diperkuat dengan tulangan memanjang dan sengkang. Minimum perkuatan transversal 6mm2 per mm dari spasi ikatan. 3. Rasio perkuatan minimum tulangan memanjang sr=0.004=Asr/Ag Dengan : Asr= luasan tulangan memanjang (mm2) Ag = luas kotor elemen komposit (mm2) Kuat Tekan : 1. Jika Pe 0.44Po As=luas penampang baja (mm2) Ac=luas beton (mm2) Asr=luas penampang tulangan memanjang (mm2) Ec=modulus elastis beton (Mpa) Es=modulus elastis baja (Mpa) Fy=tegangan leleh Baja (Mpa) Fyr= tegangan leleh tulangan (Mpa) Ic=momen inersia penampang beton (mm4) Is=momen inersia penampang baja (mm4) Isr=momen inersia tulangan (mm4) K=faktor panjang efektif L=panjang tak terkekang arah lateral (mm)

2.

Jika Pe < 0.44Po

Dengan :

ENCASED COMPOSITED COLUMN


Dengan EIeff=kekakuan efektif penampang komposit (Nmm2) da n Kuat Tarik : Kuat tarik disain ditentukan berdasarkan kondisi batas leleh : Transfer Beban : Beban yang diterapkan pada kolom komposit terbungkus seharusnya ditransfer antara baja dan beton dengan persyaratan : (a) Jika gaya eksternal diterapkan langsung ke penampang baja, Shear Connector seharusnya tersedia untuk mentransfer gaya gaya geser :

V=gaya geser dipersyaratkan pada kolom (N) As=luas penampang baja (mm2) Po=kuat tekan aksial nominal tanpa efek penjang (N) (b) Jika gaya eksternal diterapkan langsung ke beton pembungkus, Shear Connector seharusnya tersedia untuk mentransfer gaya gaya geser :

FILLED COMPOSITED COLUMN


Batasan : 1. Luas penampang baja minimal 1% dari total penampang komposit. 2. Maximum rasio b/t untuk penampang HSS harus sama dengan : 3. Maximum rasio D/t untuk penampang HSS harus sama dengan :

Kuat Tekan : Kuat tekan disain untuk beban aksial pada kolom jenis ini seharusnya ditentukan dari kondisi batas Tekuk Lentur sama dengan rumus ENCASED COMPOSITED COLUM namun dengan modifikasi : C2=0.85 untuk penampang persegi dan 0.95 untuk lingkaran dan :

Kuat Tarik : Kuat tarik disain untuk pada kolom jenis ini :

Dengan =0.9

Transfer Beban : Beban yang diterapkan pada kolom komposit terbungkus seharusnya ditransfer antara baja dan beton. Ketika gaya luar diterapkan pada beton atau bajanya transfer gaya dari baja ke beton dibutuhkan Interaksi Lekatan Langsung , Shear Connection atau Dukungan Langsung. Jika beban diterapkan pada beton melalui dukungan langsung maka kuat dukung disain BPp seharusnya :

SELESAI !