Anda di halaman 1dari 33

GINEKOLOGI onkologi

dr. ADITIYONO, SpOG

PATOLOGI

PROTO-ONKOGEN
FAKTOR GEN

AGEN KARSINOGENIK
KIMIA VIRUS, MIKROBA RADIASI IONISASI MUTASI

ONKOGEN

PROTO-ONKOGEN
Gen normal Mengatur pertumbuhan sel Memproduksi protein yang mempunyai efek biologik
Growth factor Growth-factor receptor Non-receptor kinase Singnal transducer Transcription factor Nuclear protein

Perubahan struktur/fungsi

ONKOGEN

Ciri Sel Kanker

Acquired (environmental) DNA damaging agents Chemicals Radiation Viruses

NORMAL CELL
Succesfull DNA Repair DNA Damage Failure of DNA Repair Mutation in the genome of somatic cells Inherited mutation in: Genes affecting DNA repair Genes affecting cell growth or apoptosis

Activation of growthpromoting oncogenes

Alteration of genes that regulate apoptosis

Inactivation of cancer supressor genes

Expression of altered gene products Loss of regulatory gene products

Clonal Expansion

Additional Mutation

Malignant Neoplasm

Heterogeneity

Mekanisme kerja Karsinogen Kimia


Elektrofilik berikatan dengan nekleofilik DNA, RNA, Protein

Mutasi, Rekombinasi, Translokasi Gangguan repair INISIASI Malignansi Mutasi : RAS, TP 53 Klon / subklon baru
4/29/2014

Rentan terhadap stimuli

Kebutuhan growth-factor Respon thdp sinyal penghambat pertumbuhan

Mekanisme kerja karsinogenesis radiasi

UVB
Menekan Fungsi Limfosit

Mutasi TP53 & RAS

Nucleotide excision repair terganggu/terlampaui Kerusakan DNA Kanker

4/29/2014

Mekanisme kerja karsinogenesis radiasi

RADIASI IONISASI

INDIRECT-EFFECT

DIRECT EFFECT ELEKTRON DNA

REAKSI RADIKAL BEBAS [Radikal Hidroksil (OH)]

KERUSAKAN DNA

KANKER
4/29/2014

4/29/2014

KARSINOGENESIS VIRUS PADA MANUSIA

. Transformasi 4/29/2014

retrovirus & transduksi onkogen

Upaya deteksi dini :

Pengenalan gejala dan tanda.

Pengenalan faktor-faktor risiko.


Metode deteksi dini.

Pembagian Kanker Ginekologi

Kanker Vulva 2 Kanker Vagina

Kanker Ginekologi

3 4

Kanker Serviks Uteri Kanker Rahim

5
6

Kanker Indung Telur

Penyakit Trofoblas Ganas

Surgical treatment

A
PENATALAKSANAAN KEGANASAN GINEKOLOGI

Radiotherapy
Chemotherapy

B C

Rehabilitation
Palliative care

D E

KANKER VULVA
Kanker primer pada vulva atau kanker vagina yang menyebar ke vulva.
Tumor ganas ginekologik urutan ke 5.

Merupakan 1-4% dari keseluruhan tumor ganas ginekologi.


Umumnya ditemukan pada usia 25-85 tahun.

Golongan sosek & higiene yang sangat kurang.

Gejala dan tanda kanker vulva


Tanda klinik awal sering tidak ada. Perasaan gatal atau terbakar di vulva 40% Sering gatal diabaikan diagnosis makin terlambat. Benjolan kecil merah coklat , tidak nyeri tekan vulva jenis epidermoid. kanker

Benjolan bertahan berbulan-bulan bertahun-tahun sebelum menjadi tukak atau tumbuh seperti kembang kol, bau busuk & mudah berdarah, bila sudah lanjut menimbulkan rasa nyeri.

Faktor-faktor resiko
Umur tahun PMS 70

Ca Vulva
Riwayat kanker perianal Riwayat kanker vagina

Riwayat kanker leher rahim Infeksi HPV

DETEKSI DINI KANKER VULVA


Melakukan pemeriksaan vulva sendiri setiap bulan dengan mempergunakan tangan, cermin dan lampu senter Pemeriksaan klinik vulva : Dilakukan dengan inpeksi vulva secara cermat pada setiap pemeriksaan pelvik

PENENTUAN STAGING
Pemeriksaan fisik secara detail dengan mengukur tumor primer, perkiraan metastase ke mukosa, struktur tulang, dan/atau LNN. Tes Pap dan kolposkopi. Radiografi dan endoskopi seperti barium enema, proctosigmoieloscopy, cystourethroscopy, CT-scan, dan INTRA Venous PielografY (IVP) untuk tumor primer yang besar atau tersangka metastase. FNA di tempat yang dicurigai adanya metastase. Cek darah Iengkap .secara berkala, profil biokimia dan rontgen toraks.

Staging Ca Vulva

Skrining

Skrining rutin pada wanita tanpa gejala tidak dianjurkan


Diagnosis Terdapat gejala, lesi tampak secara klinis, biopsi untuk diagnosis Persiapan sebelum terapi Anamnesis dan pem fisik, X foto thorak, darah lengkap, faal ginjal, faal hati, EKG, CT scan, Sistoskopi, Barium enema pada pasien yang dicurigai metastasis atau penjalaran ke organ lain Terapi Y1B,T2 (lesi lateral) Eksisi lokal yang luas atau laser CO2 Mikroinvasif Eksisi lokal luas Eksisi lokal radikal dengan diseksi in. inguinal bilateral atau radikal vulvektomi dengan limfadenektomi inguinal femoral ipsilateral T1B,B2 (lin . mediana) Vulvektomi radikal sekaligus dengan diseksi ln. inguinal bilateral atau diseksi ln. inguinal bilateral dengan radikal vulvektomi (teknik tripel insisi)

VIN

T1A

T3,T4 Reseksi radikal pre atau pasca radiasi. Pembedahan eksenterasi jarang dilakukan.

4/29/2014

Faktor Prognosis
Ukuran lesi, jumlah nodus yang terkena tumor, histologi, stadium, Lympho Vascular Space Invasion (LVSI). Nodus yang secara klinis mencurigakan, grade tinggi, LVSI, invasi dalam, usia tua. Metastase ke nodus lipat paha berhubungan dengan ketebalan tumor/invasif

4/29/2014

KANKER VAGINA
Kanker vagina dianggap primer bila tumbuh & berkembang pada vagina , leher rahim & vulva terbebas dari proses. Merupakan 0,3% - 2% dari seluruh kasus kanker ginekologi
Usia 45-65 tahun Letak biasanya di 1/2 bagian atas belakang vagina

Gejala & Tanda Kanker Vagina

Asimptomatik pada stadium awal. Kadang disparenia. Perdarahan pervaginam bila ada luka pada tumor. Pengeluaran cairan encer dari vagina merupakan gejala lanjut akibat nekrosis & infeksi. Cairan encer akan berbau busuk

Faktor risiko Kanker Vagina


usia tua, puncak 60-70th pemakaian ring pessaries infeksi HPV dan infeksi menular seksual lainnya, status sosioekonomi rendah riwayat genital warts, khronik lekorea, lekoplakia, khronik vaginitis, late menopause, masturbasi, kegemukan, douching vagina,radiasi, pemaparan Diethylstilbestrol (DES) in utero.

DETEKSI DINI KANKER VAGINA


Tes Pap secara rutin
Dilakukan pemeriksaan inspeksi vagina secara cermat pada saat tes Pap

Staging Ca Vagina

Panduan Klinis Ca Vagina Lesi stadium I & II


Bila lesinya kecil dpt dilakukan tindakan bedah (histerektomi radikal, parametrektomi, vaginektomi pd bag atas vagina & limfadenektomi pelvis) Lesi 1/3 bawah vagina diperlukan reseksi vulva Lesi 1/3 tengah & 1/3 bawah dilakukan radioterapi

Lesi stadium III & IV


Pilihan terapi radioterapi

Keadaan khusus Sarkoma botrioides


Ditemukan pd bayi & anak kecil, gjl keputihan ,perdarahan dan massa Terapi - kemoterapi multipel dan eksisi lokal luas

Bedah eksenterasi & radioterapi tdk dianjurkan lagi

prognosis
5-years survival rates stadium I/II 77 % dan untuk stadium III/IV sebesar 56 %.

4/29/2014

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai