Anda di halaman 1dari 13

WAKAF

1. 2. 3. 4. 5. Defia Nur Laeli (09) Dinda Putri Adra Kusuma (11) Firda Amalia Ramadhani (18) Karla Devi Lia (25) Ratna Ruby Mutiarin (30)

Pengertian Wakaf
Wakaf (bahasa Arab: [ ,wqf[; plural bahasa Arab: ,awqf; bahasa Turki: vakf, bahasa Urdu: )adalah perbuatan yang dilakukan wakif (pihak yang melakukan wakaf) untuk menyerahkan sebagian atau keseluruhan harta benda yang dimilikinya untuk kepentingan ibadah dan kesejahteraan masyarakat untuk selama-lamanya. Wakaf termasuk perbuatan baik yang dianjurkan oleh Allah SWT. Firman-Nya dalam surah Ali Imran/3 ayat 92 : Artinya : Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui. (QS Ali Imran/3 ayat 92)

Dari segi istilah, wakaf telah diberikan beberapa takrif seperti: Syed Sabiq (Fiqh al-Sunnah) Wakaf ialah menahan harta dan memberikan manfaatnya pada jalan Allah. Sahiban Abu Hanifah; Abu Yusuf dan Muhammad bin Hassan Wakaf ialah menahan ain mawquf (benda) sebagai milik Allah atau pada hukum milik Allah dan mensedekahkan manfaatnya ke arah kebajikan dari mula hingga akhirnya. Dr. Muhammad Al-Ahmad Abu Al-Nur, bekas Menteri Wakaf Mesir Wakaf ialah harta atau hartanah yang ditahan oleh pemiliknya sekira-kira dapat menghalang penggunaannya dengan dijual atau dibeli ataupun diberikan sebagai pemberian dengan syarat dibelanjakan faedahnya atau keuntungannya atau hasil mahsulnya kepada orang yang ditentukan oleh pewakaf.

Takrif-takrif di atas telah menunjukkan kedudukan wakaf sebagai sebagian daripada amalan yang dianjurkan oleh syariah sebagaimana firman Allah SWT: Bandingan pahala orang yang membelanjakan harta mereka pada jalan Allah seperti sebiji benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada tiap-tiap tangkai itu pula terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi setiap yang Dia kehendaki dan Allah Mahaluas (Kurniaannya) lagi Maha Mengetahui. Daripada Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Apabila mati anak Adam, terputus amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariah (wakaf), ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang mendoakan kepadanya. Istilah wakaf adalah berkait dengan infaq, zakat dan sedeqah. Ia adalah termasuk dalam mafhum infak yang disebut oleh Allah sebanyak 60 kali dalam al-Quran. Ketiga perkara ini bermaksud memindahkan sebagian daripada segolongan umat Islam kepada mereka yang memerlukan. Namun, berbanding zakat yang diwajibkan ke atas umat Islam yang memenuhi syarat-syarat tertentu dan sedekah yang menjadi sunah yang umum ke atas umat Islam; wakaf lebih bersifat pelengkap (complement) kepada kedua perkara tersebut. Disamping itu, apa yang disumbangkan melalui zakat adalah tidak kekal dimana sumbangannya akan digunakan dalam bentuk hangus, sedangkan harta wakaf adalah berbentuk produktif yaitu kekal dan boleh dilaburkan dalam berbagai bentuk untuk faedah masa hadapan.

Manfaat Wakaf
1. 2. 3. 4. 5. 6. Menebarkan kebaikan kepada pihak yang memperoleh hasil wakaf dan orang yang membutuhkan bantuan. Merupakan amal kebaikan bagi pewakaf Memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk mengatur lembaga Islam Untuk menghimpun dana bagi pengembangan agama Islam di suatu daerah Memberi kesempatan kepada umat Islam untuk beramal jariah yang relatif lama Menghimpun kekuatan dalam masyarakat, baik lahir, batin, material, maupun spiritual.

Pengelolaan Wakaf
a. Syarat Wakaf Barang yang diwakafkan harus bisa diambil manfaatnya dan keadaaannya masih tetap. Benda tersebut tidak berkurang atau bertambah, misalnya tanah, masjid, dan lain lain. Barang / harta milik sendiri. Harta tersebut digunakan untuk tujuan yang baik.

b. Rukun Wakaf Dalam ibadah wakaf ada beberapa rukun dan syarat yang harus dipatuhi, yaitu sebagai berikut: Orang yang mewakafkan (waqif), artinya yang mewakafkan orang mampu, syaratnya : Balig dan rasyid Tidak punya utang, tidak sakit jiwa/waras. Tidak terpaksa (atas kemauan sendiri) Wakaf tidak boleh dibatalkan

b. Harta yang diwakafkan (mauquf), syaratnya: - Zat benda (harta yang diwaqafkan) tetap, tidak cepat habis, atau rusak. - Dapat digunakan dalam waktu lama. - Batas batasnya jelas. - Milik sendiri (tidak dalam sengketa) c. Penerima wakaf (mauquf alaih), syaratnya: - dewasa, bertanggung jawab, dan mampu melaksanakan amanat. - Sangat dibutuhkan oleh banyak orang (masyarakat). Wakaf dapat diberikan kepada badan sosial (yayasan) yang berbadan hukum.

Hikmah Wakaf
1. 2. 3. 4. 5. 6. Menghimpun dana bagi pengembangan dan kelangsungan syiar Islam. Memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk beramal jariyah. Wakaf dapat membantu anggota masyarakat sebagai salah satu bentuk realisasi solidaritas dan persaudaraan sesama manusia. Wakaf merupakan proses agar manusia menjadi orang yang bertaqwa. Memberikan motivasi yang tinggi bagi umat Islam untuk berwakaf karena ibadah wakaf tidak kalah pentingnya dari ibadah zakat. Memberikan dorongan kuat kepada orang orang yang diberi rizki melimpah oleh Allah untuk menyegerakan mewakafkan sebagian hartanya untuk kebermanfaatan bagi kaum dhuafa.

PERILAKU CERMINAN HIKMAH WAKAF


1. 2. 3. 4. 5. Mempelajari serta memahami betapa pentingnya harta wakaf untuk kepentingan umum dan kesejahteraan umat manusia. Memiliki niat yang kuat dan ikhlas serta sungguh-sungguh untuk mewakafkan sebagian hartanya hanya karena mengharap rida Allah. Meningkatkan etos kerja sehingga mempunyai penghasilan yang cukup dan bisa menabung. Memiliki kepedulian dan empati terhadap kaum duafa. Bekerja sama dalam berbuat baik guna membantu kepentingan masyarakat.

Tata Cara Wakaf di Indonesia


1. Calon waqif yang akan mewakafkan tanahnya harus menghadap kepada nazir di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) yang menangani wilayah tanah wakaf waktu itu. PPAIW adalah Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) setempat 2. Ikrar wakaf disaksikan oleh sedikitnya dua orang saksi dewasa yang sehat akal dan dilakukan secara tertulis. 3. Ikrar wakaf juga dapat ditulis dengan persetujuan kantor kementerian agama kabupaten atau kota yang menangani wilayah tanah wakaf itu. Hal tersebut dibicarakan di hadapan PPAIW. 4. Tanah wakaf dalam keadaan tuntas bebas dari ikatan dan sengketa. Jika ikrar wakaf telah memenuhi syarat dengan lengkap, maka PPAIW menerbitkan akta ikrar wakaf tanah.

5. Calon waqif sebelum berikrar wakaf terlebih dahulu harus menyerahkan


kelengkapan-kelengkapan surat atau administrasi wakaf sebagai berikut: Sertifikat atau surat kepemilian harta yang sah. Surat keterangan kepala desa yang dikuatkan oleh camat setempat tentang kepemilikan tanah atau harta dan status. Adanya izin bupati atau walikota.

TERIMA KASIH