Anda di halaman 1dari 16

VARISES

Veins (pembuluh darah vena) adalah pembuluh darah yang membawa darah kotor (deoxygenated blood) dari seluruh bagian tubuh menuju ke jantung.

Vena normal memiliki dinding vena (veins walls) yang sehat dan elastis untuk mendorong aliran darah ke jantung. Vena juga dilengkapi dengan katup-katup (valves) satu arah untuk mencegah agar aliran darah tidak berbalik menjauhi jantung.

pada varicose veins (varices)? Vena melebar (dilate) ketika elastisitasnya menurun (melemah). Akibatnya, katup-katup tidak mampu menahan aliran darah yang berbalik arah menjauhi jantung. Katup-katup yang rusak ini menyebabkan darah memenuhi dan memperbesar vena. Vena yang membengkak ini nampak pada kulit dan disebut sebagai varicose veins .

Gejala
Gejala mungkin tidak dialami selain pembuluh vena yang nampak jelas tak beraturan dan membengkak. Namun beberapa penderita dapat mengalami gejala seperti sakit pada kaki, pembengkakan pada mata kaki,

luka pada kulit di sekitar mata kaki, luka ringan pada daerah varices akan berdarah lebih banyak dan penyembuhan akan lebih lama dari pada kondisi normal. Pada kasus-kasus yang langka, varicose veins dapat pecah dan menyebabkan banyak pendarahan

Etiologi
Varicose veins biasanya terjadi di kaki, terutama pada betis. Namun, varicose veins dapat terjadi di bagian tubuh lain seperti di sekitar dubur yang disebut sebagai hemorrhoid (ambeien atau wasir). Varicose veins umumnya dialami para wanita.

Terapi penggantian hormon (hormone replacement therapy) dan/atau pil KB dicurigai mampu meningkatkan resiko terbentuknya varicose veins.

Penyebab varicose lainnya adalah penuaan (vena yang berulang kali rusak), faktor keturunan, obesitas (berat badan yang terlalu besar memberi tekanan besar pada vena ), kondisi darah (contoh: diabetes), dan terlalu lama berdiri (darah tidak bersikulasi dengan baik jika bertahan pada posisi yang sama terlalu lama

Keluhan Varicose veins cenderung karena alasan kecantikan terutama bagi para wanita. Pria umumnya tidak terganggu karena varicose veins tertutup rambut-rambut pada kaki.

Perawatan varicose veins dapat sesederhana : menghindari berdiri atau duduk terlalu lama, mengangkat kaki saat beristirahat atau tidur, menghindari duduk dengan kaki disilangkan, mengatur berat badan dengan diet dan berolah raga, dan/atau mengenakan kaos kaki khusus yang ketat (compression stocking).

pembedahan untuk membuang atau menutup vena-vena yang membesar. Prosedur pembuangan varicose veins adalah dengan membedah untuk menarik keluar atau menyumbat aliran vena-vena yang membesar.

Pembuangan varicose veins tidak mempengaruhi sirkulasi darah karena vena-vena yang berada lebih dalam di kaki berperan dalam menghantar volume darah yang lebih besar.

Metode penghilangan varicose veins adalah sclerotherapy. Sclerotherapy dilakukan oleh seorang dokter dengan menyuntikkan cairan khusus untuk menyumbat vena yang membengkak.

Varicose veins biasanya akan memudar dalam beberapa minggu setelah injeksi. Sclerotherapy mungkin perlu dilakukan beberapa kali untuk hasil optimum. Namun, sclerotherapy tidak memerlukan anastesi

perubahan hormon selama kehamilan, pra-menstruasi, atau menopause merupakan salah satu fator penyebab varicose veins karena hormon wanita cenderung menyebabkan pengenduran dinding-dinding vena.