Anda di halaman 1dari 7

Metabolisme Kalsium

Kalsium
Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh, yaitu 1,5 2% dari berat badan orang dewasa atau kurang lebih sebanyak 1 kg. Dari jumlah ini, 99% berada di dalam jaringan keras, yaitu tulang dan gigi terutama dalam bentuk hydroxylapatit Jumlah Ca yang diserap dari makanan setiap hari tergantung pada tingkat stimulasi dari vitamin D aktif terhadap alat-alat penyerap dalam mukosa intestine yang menentukan jumlah kalsium yang akan diambil. Hanya 30% - 50% Ca-makanan yang bisa diserap; jauh lebih banyak pada anak sedang tumbuh. Kapasitas penyerapan banyak menurun bersama umur dan lebih banyak pada pria daripada wanita pada semua umur.

Absorbsi Kalsium
Dalam keadaan normal sebanyak 30-50% kalsium yang dikonsumsi diabsorpsi tubuh. Absorpsi kalsium terutama terjadi di bagian atas usus halus yaitu duodenum. Kalsium membutuhkan pH 6 agar dapat berada dalam keadaan terlarut. Absorpsi kalsium dilakukan secara aktif dengan menggunakan alat angkut protein pengikat kalsium. Absorpsi pasif terjadi pada permukaan saluran cerna. Vitamin D dalam bentuk 1,25-(OH)2D dibutuhkan untuk pengangkutan aktif kalsium tersebut.

Metabolisme
Untuk bisa diserap oleh tubuh, kalsium harus berbentuk cair. Adanya asam pada lambung akan mengubah bentuk kalsium padat menjadi cair Dari lambung, kalsium akan diserap oleh usus Apabila kalsium tersedia di dalam jumlah yang banyak, kalsium akan langsung diedarkan ke pembuluh darah melalui proses difusi. Namun, apabila jumlah kalsium yang tersedia hanya sedikit maka metabolisme kalsium akan dilakukan melalui proses transport aktif yang dibantu oleh vitamin D Melalui aliran cairan tubuh termasuk aliran darah, kalsium akan dibawa untuk disimpan di tulang. Ada dua macam hormon pengatur kadar kalsium dalam darah, yaitu hormon PTH (Parathyroid Hormone) dan Calcitonin.

Metabolisme
Apabila tingkat kadar kalsium dalam darah terlalu rendah, hormon PTH akan dilepaskan. Hormon PTH ini akan memicu pelepasan kalsium dari tulang ke aliran darah. Sebaliknya, apabila tingkat kadar kalsium dalam darah terlalu tinggi, kerja hormon PTH akan dihentikan dan digantikan dengan calcitonin. Hormon calcitonin bekerja berlawanan dengan PTH, yakni menghambat terjadinya pelepasan kalsium dari tulang ke darah. Kadar kalsium di dalam darah itu penting karena kalsium juga memiliki peranan penting dalam pengaturan tekanan darah dengan cara membantu kontraksi otot-otot pada dinding pembuluh darah serta memberi sinyal untuk pelepasan hormon-hormon yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.

Faktor Mempercepat Absorbsi Kalsium


1. Tingkat kebutuhan Semakin tinggi kebutuhan dan semakin rendah persediaan kalsium dalam tubuh semakin efisien absorbsi kalsium. Peningkatan kebutuhan terjadi pada pertumbuhan, masa kehamilan, menyusui, defisiensi kalsium dan tingkat aktivitas fisik yang meningkatkan densitas tulang. Vitamin D Vitamin D meningkatkan absorpsi kalsium pada mukosa usus dengan cara merangsang produksi protein-pengikat kalsium Asam klorida Asam Klorida yang dikeluarkan oleh lambung membantu absorpsi kalsium dengan cara menurunkan pH di bagian atas usus halus (duodenum). Makanan yang mengandung lemak. Lemak meningkatkan waktu transit makanan melalui saluran cerna, dengan demikian memberikan waktu lebih banyak untuk absorpsi kalsium. Absorpsi kalsium lebih baik bila dikonsumsi bersamaan dengan makanan.

2. 3.

4.

Faktor yang Menghambat Absorpsi Kalsium


Asam Oksalat: Asam oksalat yang terdapat dalam bayam ,sayuran lain dan kakao membentuk garam kalsium oksalat yang tidak larut, sehingga menghambat absorpsi kalsium. Asam fitat: Ikatan yang mengandung fosfor terutama terdapat di dalam sekam serealia, membentuk kalsium fosfat yang juga tidak dapat larut sehingga tidak dapat diabsorpsi. Serat: Karena serat menurunkan waktu transit makanan di dalam saluran cerna sehingga mengurangi kesempatan untuk absorpsi Orang yang kurang bergerak / lama tidak bangkit dari tempat tidur karena sakit atau usia tua: Bisa kehilangan sebanyak 0,5% kalsium tulang dalam sebulan dan tidak mampu menggantinya. Ini merupakan salah satu penyebab terjadinya dekalsifikasi tulang pada manula yang dinamakan osteoporosis.