Anda di halaman 1dari 39

Pemicu 1 Bisul yang bikin kesal

Refky Juliandri
405090149

Learning Objectives
1.

2.
3. 4.

Respons imun terhadap bakteri Reaksi radang Patofisiologi infeksi bakteri Faktor predisposisi infeksi bakteri

LO 1. Respons imun terhadap bakteri


a.

Definisi, struktur dan klasifikasi Bakteri merupakan mikroba prokariotik uniselular, berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan sel.

KLASIFIKASI BAKTERI
Morfologi/bentuk bakteri Berdasarkan berntuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu: 1. Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut: o Mikrococcus, jika kecil dan tunggal o Diplococcus, jka bergandanya dua-dua o Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujursangkar o Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus, jika bergerombol o Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai

2.

Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut: o Diplobacillus, jika bergandengan duadua o Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai

3.

Spiril (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut: o Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran o Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran

I. Bakteri berbentuk kokus (bulat) a. Bakteri kokus gram positif (grup 14) - Aerobik: Micrococcus, Staphylococcus, Streptococcus, Leuconostoc - Anaerobik: Methanosarcina, Thiosarcina, Sarcina, Ruminococcus

b. Bakteri kokus gram negatif - Aerobik: Neisseria, Moraxella, Acinetobacter, Paracoccus (grup 10) - Anaerobik: Veillonella, Acidaminococcus, Megasphaera (grup 11)

II. Bakteri berbentuk batang a. Bakteri gram positif 1. Bakteri gram positif tidak membentuk spora (grup 16) - Aerobik: Lactobacillus, Listeria, Erysipelothrix, Caryophanon.

2. Bakteri Coryneform dan actinomycetes (grup 17) - Aerobik Coryneform: Corynebacterium, Arthrobacter, Brevibacterium, Cellulomonas, Propionibacterium, Eubacterium, Bifidobacterium. Aerobik Actinomycetes: Mycobacterium, Nocardia, Actinomyces, Frankia, Actinoplanes, Dermatophilus, Micromonospora, Microbispora, Streptomyces, Streptosporangium.

3. Bakteri pembentuk endospora (grup 15) - Aerobik: Bacillus, Sporolactobacillus, Sporosarcina, Thermoactinomyces - Anaerobik: Clostridium, Desulfotomaculum, Oscillospira

b. Bakteri gram negatif 1. Bakteri gram negatif aerobik (grup 7) - Aerobik: Pseudomonas, Xanthomonas, Zoogloea, Gluconobacter, Acetobacter, Azotobacter, Azomonas, Beijerinckia, Derxia, Rhizobium, Agrobacterium, Alcaligenes, Brucella, Legionella, Thermus.

2. Bakteri gram negatif aerobik khemolitotrofik (grup12) - Aerobik: Nitrobacter, Nitrospira, Nitrococcus, Nitrosomonas, Nitrosospira, Nitrosococcus, Nitrosolobus.

3. Bakteri berselubung (grup 3) - Aerobik: Sphaerotilus, Leptothrix, Cladothrix, Crenothrix.

4. Bakteri gram negatif fakultatif anaerobik (grup 8) - Fakultatif anaerobik: Escherichia coli, Klebsiella, Enterobacter, Salmonella, Shigella, Proteus, Serratia, Erwinia, Yersinia, Vibrio, Aeromonas, Photobacterium.

5. Bakteri gram negatif anaerobik (grup 9) - Anaerobik: Bacteroides, Fusobacterium, Leptotrichia

6. Bakteri Methanogens dan arkaebakteria (grup 13) - Sangat Anaerobik: Methanobacterium, Methanothermus, Methanosarcina, Methanothrix, Methanococcus. - Aerobik: Halobacterium, Halococcus, Thermoplasma. - Anaerobik: Thermoproteus, Pyrodictium, Desulforococcus.

III. Bakteri berbentuk lengkung a. Bakteri gram negatif spiril dan lengkung (grup 6) - Aerobik : Spirillum, Aquaspirillum, Azospirillum, Oceanospirillum, Campylobacter, Bdellovibrio, Microcyclus, Pelosigma. b. Bakteri gram negatif lengkung anaerobik (grup 9) - Anaerobik: Desulfovibrio, Succinivibrio,

c. Spirochaeta (grup 5) - Aerobik dan anaerobik: Spirochaeta, Cristispira, Treponema, Borrelia, Leptospira.

Gb.2. Regulasi cytokine signaling pada respons imun. (Dikutip dari : Oberholzer A, Oberholzer C, Moldawer LL. Cytokine signaling regulation of the immune response in normal and critically ill states Crit

Penatalaksanaan infeksi bakterial


Terapi farmakologis 1. Antibiotika yang bekerja menghambat sintesis dinding sel : basitrasin, sefalosporin, sikloserin, penisilin, ristosetin. 2. Antibiotika yang merubah permeabilitas membran sel atau mekanisme transport aktif sel : amfoterisin, kolistin, imidazol, nistatin dan polimiksin

3.

Antibiotika yang bekerja dengan menghambat sintesis protein : kloramfenikol, eritromisin (makrolida), linkomisin, tetrasiklin dan aminogliosida.

LO 2. Reaksi radang
Radang : reaksi jaringan hidup tubuh manusia terhadap cedera yang bersifat setempat atau lokal

Tanda radang

Makroskopik
rubor (merah) tumor (bengkak) kalor (panas) dolor (nyeri) functio laesa

Mikroskopik
Vasodilatasi Eksudasi Emigrasi leukosit

Mekanisme radang akut


Jejas ( trauma, zat kimia, mikroorganisme, dll) menyebabkan adanya kerusakan jaringan. Kerusakan jaringan merangsang munculnya mediator. Mediator adalah zat kimia yang dihasilkan oleh plasma atau sel, yang berfungsi menentukan berbagai reaksi radang. Permeabilitas pembuluh darah meningkat menyebabkan keluarnya beberapa protein plasma beserta cairan plasma (eksudasi).

Akibat dari proses eksudasi, tekanan osmotik darah , tekanan osmotik jaringan . Leukosit bergerak menuju dinding endotel pembuluh darah (margination), melekat pada dinding (sticking), keluar dari pembuluh darah (emigration), menelan bakteri (fagositosis) Leukosit mengeluarkan enzim proteolitik yg berfungsi utk memetabolisme zat yang difagosit.

Bila abses terletak dalam kulit maka karena proses nekrosis jaringan abses dapat memecah dan pusnya keluar. Bila abses terletak di dalam, maka abses tidak dapat memecah dan pus lambat laun akan diabsorbsi atau dengan cara pus dilingkari oleh jaringan ikat.

Penyebab radang

Agen infektif:
Bakteri/kuman/basil Golongan coccus Golongan virus Golongan Ricketsia Golongan Clamidia Golongan Mikobakterium Golongan Parasit Golongan jamur-jamur

Vaskular/hormon

LO 3. Patofisiologi infeksi bakteri

The infectious process

entry

Colonization, adhesion and invasion Pathogenic action

Portal of entry
Kulit Membran mukosa Respiratory, gastrointestinal, urinary, reproductive tracts plasenta

Adhesion / Attachment
Adhesion factors: Specialized structures Adhesion disk (protozoa), suckers, hooks(helminthes) Ligands: Surface lipoprotein andglycoprotein (bacteria, viruses) Adhesin (bacteria): found on fimbrae,flagella, glycocalyses Attachment protein (viruses)

N.gonorrhoeae : has adhesin on its fimbrae that adhere to cells lining the urethra and vagina of human

Some bacterial pathogens do not attach to hostcells directly, but instead interact with each other to form a sticky web of bacteria and Polysaccharides called a biofilm, which adheres to a surface within a host (example: dental plaque)

Pathogenicity : The ability a of microorganism to cause disease Virulence : Degree of pathogenicity Virulence factors A variety of traits that interact with a host and enable the pathogen to enter a host, adhere to host cells, gain access to nutrients, and escape detection or removal by the immune system

Virulence Factors
Extracellular Enzymes Hyaluronidase and collagenase : degrade specific molecules to enable bacteria to invade deeper tissue Coagulase : blood protein, providing a hiding place for bacteria within a clot Kinase : such as staphylokinase and streptokinase digest blood clots

Toxins Exotoxin

o Cytotoxins : kills host cells in general or affect their function o Neurotoxins : specifically interfere with nerve cell function o Enterotoxins : affects cell lining the gastrointestinal tract

Endotoxin
o Lipid A, lipid portion of the membranes lypopolysaccharide

Antiphagocytic factors Capsules Composed of chemicals that are normally found in the body (including Polysaccharides) do not stimulate a hosts immune response Antiphagocytic chemicals Prevent the fusion of lysosomes with phagocytic vesicles, which allows the bacteria to survive inside of phagocytes

The symptoms of a bacterial infection can be produced by excessive immune and inflammatory responses triggered by the infection Contoh : Endotoxin : acute phase protein can cause the life-threatening symptoms associated with sepsis and meningitis

Types of Infection and Their Role in Transmission


Type of Infection Host Defenses Mucociliary clearence Respiratory Tract Alveolar macrophage Intestinal tract Reproductive tract Mucus, peristaltis, acid Flushing action of urine and sexual secretions Replicate in alveolar macrophage Legionella Adhere to epithelial cells, resist acid
Adhere to urethral/vaginal epithelial cells Gonococus, Chlamydia

Microbial Evasion Mechanism Adhere to epithelial cells, interfere with ciliary action

Examples
Influeza virus, pertusis

M.tbc

LO 4. Faktor predisposisi infeksi bakteri


Kerusakan epitel Gangguan sistem imun