Anda di halaman 1dari 20

Oleh: Rani Intan Permata,S.

ked 090610010

Preseptor : dr. M.Yusuf, Sp.S

Stroke adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak lokal atau global, dengan gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, atau menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang selain vaskuler.
Salah satu faktor resiko penyebab stroke adalah hipertensi dan hipertensi akan memperburuk keadaan pada stroke akut.

Hipertensi pada stroke akut adalah kenaikan tekanan darah diatas normal dan menjadi premorbid yang muncul dalam 24 jam pada pasien stroke. Fenomena ini dilaporkan > 60% pada pasien stroke pada studi di AS. Sekitar 980 000 pasien yang dirawat dengan stroke setiap tahunnya diperkirakan lebih dari separuhnya terjadi hipertensi

Secara garis besar stroke dibagi dalam 2 kelompok besar yaitu :


Stroke Hemorragik , yang mana dibagi menjadi 2

yaitu :
Perdarahan Subarakhnoid (PSA) Perdarahan Intraserebral (PIS)

Stroke Iskemik, derajatnya terdiri dari :


TIA RIND Stroke in Evolution Completed Stroke

Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi, antara lain : Usia, jenis kelamin, ras, riwayat keluarga. Faktor resiko yang dapat dimodifikasi, antara lain :

Hipertensi Atrial fibrilasi Diabetes mellitus Paparan asap rokok Dislipidemia Alkohol Kurang berolahraga

Faktor resiko yang berpotensi dapat di modifikasi :


Sindroma metabolik

Penyalahgunaan obat dan alkohol


Penggunaan kontrasepsi oral migrain

hipertensi pada stroke akut adalah tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan diastolik > 90 mmHg dengan pengukuran 2 kali selang 5 menit dalam 24 jam timbul gejala.
Definisi ini berfungsi untuk menyeragamkan pengukuran prevalensi dan bukan untuk menetapkan pemberian anti hipertensi, dimana tergantung dari tipe stroke dan pertimbangan yang lain.

Sistolik (mmHg) Normal PreHipertensi <120 120-139

Diastolik (mmHg) <80 80-89

Hipertensi tingkat 1

140-159

90-99

Hipertensi tingkat 2

160

100

Hipertensi terisolasi

sistolik

140

<90

Hipertensi aterosklerosis
tekanan darah yang tinggi merusak endotel dan menaikkan permeabilitas dinding pembuluh darah terhadap lipoprotein.

tekanan darah sistemik meningkat pembuluh serebral akan berkonstriksi hialinisasi pada lapisan otot pembuluh serebral diameter lumen pembuluh darah tersebut akan menjadi tetap.
Hal ini berbahaya karena pembuluh serebral tidak dapat berdilatasi atau berkonstriksi dengan leluasa untuk mengatasi fluktuasi dari tekanan darah sistemik.

Cara pengukuran. Tekanan darah diukur paling sedikit 2 X dengan selang waktu 5 - 20 menit pada sisi kiri dan kanan dengan menggunakan sphygmomanometer air raksa dalam posisi duduk.

Tekanan darah yang dipakai adalah tekanan darah yang lebih tinggi. Tekanan darah arterial sistemik rerata adalah tekanan darah sistolik + dua kali tekanan darah diastolik dibagi tiga. [(sistolik+ 2.diastolik)] / 3.

Kriteria obat yang ideal adalah :



Kerja cepat dan reversibel, Efek dapat diprediksi dan dikendalikan, Rasio terapeutik-toksik rendah, Mempunyai efek vasodilatasi serebral yang minimal, Tidak mempunyai efek penekanan terhadap sistim saraf pusat, Tidak menurunkan aliran darah pada penumbra, Mudah didapat dan relatif terjangkau

Sebagian besar ahli tidak merekomendasikan terapi hipertensi pada stroke iskemik akut, kecuali terdapat hipertensi berat yang menetap yaitu tekanan darah sistolik >220 mmHg atau diastolik >120 mmHg.
Sebagian ahli berpendapat obat-obat antihipertensi yang sudah ada sebelum serangan stroke diteruskan pada fase awal stroke dan menunda pemberian obat anti-hipertensi yang baru sampai dengan 7 10 hari pasca awal serangan stroke

tekanan darah diastolik > 140 mmHg (atau >110

mmHg bila akan dilakukan terapi trombolisis) diperlakukan sebagai penderita hipertensi emergensi berupa drip kontinyu nikardipin, diltiazem, nimodipin dan lain-lain.
tekanan darah sistolik > 230 mmHg dan /atau

tekanan darah diastolik 121 140 mmHg, berikan labetalol i.v. selama 1 2 menit.

tekanan darah sistolik 180-230 mmHg dan/ atau

tekanan darah diastolik 105-120 mmHg, terapi darurat harus ditunda kecuali adanya bukti perdarahan intraserebral, gagal ventrikel jantung kiri, infark miokard akut, gagal ginjal akut, edema paru, diseksi aorta, ensefalopati hipertensi dan

Pada stroke perdarahan intraserebral (PIS) dengan tekanan darah sangat tinggi (tekanan darah sistolik > 220 mmHg, tekanan diastolik > 120 mmHg) harus diturunkan sedini dan secepat mungkin, untuk membatasi pembentukan edema vasogenik akibat robeknya sawar darah otak pada daerah iskemia sekitar perdarahan.

Atas dasar ini obat anti hipertensi diberikan kalau tekanan sistolik > 180 mmHg atau tekanan diastolik > 100 mmHg.

Bila tekanan darah sistolik > 230 mmHg atau

tekanan diastolik > 140 mmHg, berikan nikardipin, diltiazem atau nimodipin
Pada fase akut tekanan darah tak boleh diturunkan

lebih dari 20% - 25% dari tekanan darah arteri rerata.


Pada penderita dengan riwayat hipertensi,

penurunan tekanan darah harus dipertahankan dibawah tekanan arterial rata-rata 130 mmHg.
Bila tekanan darah arterial sistolik turun < 90

mmHg harus diberikan obat menaikkan tekanan

OBAT PARENTERAL UNTUK TERAPI EMERGENSI HIPERTENSI PADA STROKE AKUT


Obat Labetalol Dosis 20-80 mg iv bolus setiap 10 menit atau 2 mg/menit, infus kontinyu Mula kerja 5-10 menit Lama kerja 3-6 jam Efek samping Nausea, vomitus, hipotensi, blok atau gagal jantung, kerusakan hati, bronkospasme Takikardi Keterangan Terutama untuk kegawat daruratan hipertensi, kecuali pada gagal jantung akut

Nikardipin

5 15 mg/jam infus kontinyu

5-15 menit

Sepanjang infus berjalan

Larut dalam air, tidak sensitif terhadap cahaya, vasodilatasi perifer dengan tanpa menurunkan aktivitas pompa jantung Krisis hipertensi

Diltiazem

5-40 g/kg/ menit infus 5-10 menit kontinyu

4 jam

Blok nodus A-V, denyut prematur atrium, terutama usia lanjut Hipotensi, mual.

Esmolol

200-500 ug/ kg/menit untuk 4 menit. selanjutnya 50-300 ug/kg/ menit iv

1-2 menit

10-20 menit

OBAT ORAL UNTUK TERAPI URGENSI HIPERTENSI PADA STROKE AKUT


Jenis obat Nifedipin Cara pemberian Oral Bukal Mula kerja 15-20 menit 5-10 menit 15-30 menit 5 menit Lama kerja 3-6 jam 3-6 jam Dosis dewasa 10 mg 10 mg Frekuensi pem-berian 6 jam 20-30 menit Efek samping Hipotensi, nyeri kepala, takikardia, pusing, muka merah Hiperkalemia, insufisiensi ginjal, hipotensi dosis awal Sedasi Sakit kepala, fatique, drowsiness, weakness Hirsutisme, effusi perikard. Hipotensi ortostatik, gg. ejakulasi, bronkospasme gg. fungsi hati

Kaptopril

Oral SL

4-6 jam 2-3 jam

6,25-25 mg 6,25-25 mg

30 menit 30 menit

Clonidin Prazosin

Oral Oral

30 menit 15-30 menit

8-12 jam 8 jam

0.1-0.2 mg 1-2 mg

12 jam 8 jam

Minoxidil Labetalol

Oral Oral

2 menit 2 menit

12 jam 12 jam

510mg 20-80mg

12 jam 12 jam

Obat antihipertensi Kombinasi


Obat kombinasi ACEIs dan diuretika Dosis (mg) Benazepril / HCT (5/6.25,10/12.5,20/12.5,20/25) Captopril / HCT (25/15,25/25,50/15,50/25) Enalapril maleate / HCT (5/12.5,10/25) Lisinopril / HCT (7.5/12.5,15/25) Quinapril HCI / HCT (10/12.5,20/12.5,20/25) Candesartan cilexetil/ HCT (16/12.5,32/12.5) Irbesartan/ HCT (150/12.5,300/12.5) Losartan potassium/ HCT (50/12.5,100/25) Telmisartan/ HCT (40/12.5,80/12.5) Valsartan/ HCT (80/12.5,160/12.5) Atenolol/chlorthalidone (50/25,100/25) Bisoprolol fumarat/HCT (2,5/6,25,2/6,25.10/6,25) Propanolol LA/ HCT (40/25,80/25) Metoprolol Tartrate / HCT (50/25,100/25) Nadolol/bendrofluthiazide (40/5,80/5) Timolol maleate / HCT (10/25) Methyldopa/ HCT (250/15,250/25.500/50) Reserpine/ HCT (0,125/25,0,125/50

ARBs dan diuretika

BBs dan diuretika

Obat kerja sentral dan diuretika