Anda di halaman 1dari 23

PARKINSON

I.DEFINISI -Penyakit parkinson -Parkinsonism

II.Epidemiologi -Neurodegenerative -Usia 40-70 tahun -Pria:wanita 3:2 -Prevalensi 160 per 100.000

III. Etiologi
Usia - Banyak pada usia 40-70 th - Jarang di bawah usia 30 th Ras - Ras Asia dan Afrika 1/3-1/2 kulit putih Genetik --synuclein -perkin

Lingkungan - MPTP MPP Faktor lain


Cedera kranio serebral Stres emosional

IV. Klasifikasi
Idiopatik Simtomatik Parkinsonism Plus Penyakit Heredodegeneratif

PATOFISIOLOGI

DIAGNOSIS
A. Kriteria Diagnosis menurut Hughes: Possible :
Terdapat salah satu gejala utama: Tremor istirahat Rigiditas Bradikinesia Kegagalan refleks postural

DIAGNOSIS
Probable Bila terdapat kombinasi dua gejala utama (termasuk kegagalan refleks postural) atau salah satu dari tiga gejala pertama yang tidak simetris (dua dari empat tanda motorik).

Definite Bila terdapat koombinasi tiga dari empat gejala atau dua gejala dengan satu gejala lain yang tidak simetris (tiga tanda cardinal)
Bila semua tanda-tanda tidak jelas sebaiknya dilakukan pemeriksaan ulang

B. Tanda Khusus Meyersons sign: Tidak dapat mencegah mata berkedip-kedip bila daerah glabela diketuk berulang-ulang Ketukan berulang (2 x/detik) pada glabela membangkitkan reaksi berkedip-kedip (terus-menerus)

C. Diagnosis Banding: tremor esensial penyakit Bingswanger Hidrosefalus bertekanan normal progresif supranuklear palsy degenerasi striatonigra depresi hipokinetik (anergik) parkinsonism akibat pengaruh obatobatan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan penunjang indikasi, antara lain pemeriksaan: dilakukan bila ada dengan melakukan

neuro imaging : CT-Scan, MRI, PET, SPECT Laboratorium (penyakit Parkinson sekunder): patologi anatomi, pemerksaan kadar bahan Cu (Wilsons disease, prion (Bovine spongiform encephalopathy)

Sampai saat ini belum ada pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit Parkinson sejak dini. Pemriksaan patologi anatomi merupakan diagnosis pasti dari penyakit Parkinson di mana ditemmukannya Lewy Bodies pada substansia nigra, namun hal ini baru dapat dilaksanakan dengan otopsi.

Pada MRI (Magnetic Resonance Imaging) berkekuatan medan magnet tinggi bisa mendeteksi deposit Fe dan GLiosis di substantia nigr. Sekarang ini ditemukan bahwa hanya pada penderita penyakit Parkinson ditmukan perubahan signal yang menunjukan atrofi multisistem pada striatum Pada PET (Positron Emission Tomography) dengan menggunakan fluorodopa sensitive untuk mendeteksi berkurangnya dopamine, di mana uptake fluorodopa di korpus striatum berkurang Pada SPECT (Single photon Emission Computed Tomograpy) dapat dideeksi system pre dan post sinaptik yang merupakan hal penting untuk membedakan penyakit Parkinson dengan parkinsonism, di mana penyakit Parkinson adalah ganguan pre sinaptik. SPECT dapat diunakan sebagai pemeriksaan awal untuk mendeteksi penyakit Parkinson yang presimptomatik.

PENATALAKSANAAN PENYAKIT PARKINSON

TUJUAN TERAPI : - MENGURANGI GEJALA - MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP - TIDAK MERUBAH PROSES PATOLOGIS

TERAPI UMUM
PENDIDIKAN(EDUKASI) PENUNJANG(SUPPORTIF): -KEBUTUHAN EMOSI, REKREASI DAN KEGIATAN
KELOMPOK, KONSULTASI PROFESIONAL,KONSELING PEKERJAAN/HUKUM

FISIK (REHABILITASI): -MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP


-MENGHAMBAT BERAT GEJALA: ABNORMALITAS GERAKAN,POSTUR TUBUH YANG SALAH, GEJALA OTONOM,GANGGUAN AKTIVITAS,PSIKOLOGIK

BAGIAN REHABILITASI;
1. FISIOTERAPI: PEREGANGAN, KOREKSI POSTUR TUBUH,LATIHAN KOORDINASI, LATIHAN JALAN,LATIHAN BULI2 DAN REKTUM,LATIHAN KEBUGARAN KARDIOPULMONAL OKUPASI WICARA PSIKOTERAPI TERAPI SOSIAL MEDIK

2. 3. 4. 5.

TERAPI KHUSUS:
FARMAKOLOGIK NONFARMAKOLOGIK (OPERATIF)

TERAPI FARMAKOLOGIK
1.MENINGKATKAN FUNGSI SISTEM DOPAMINERGIK 2.MENGHAMBAT SISTEM KOLINERGIK SISTEM DOPAMINERGIK: -MENINGKATKAN KADAR DOPAMIN : PREKURSOR: LEVODOPA BLOKADE DOPA KARBOKSILASE: KARBIDOPA LEVODOPA+KARBIDOPA MENGURANGI EFEK SAMPING PERIFER DAN MENINGKATKAN ABSORBSI -PELEPASAN DOPAMIN: AMANTADIN,MONOTERAPI/KOMBINASI -AGONIS DOPAMIN BROMOCRYPTINE MESYLATE,PRAMIPREXOLE -MENGHAMBAT DEGRADASI DOPAMIN COMT INHIBITOR,MAO-B INHIBITOR

MENGHAMBAT AKTIVITAS BERLEBIHAN DI KORPUS STRIATUM -BENZTROPINE MESYLATE,TRIHEXYPHENIDYL PILIHAN2 TERAPI: 1. TREMOR DOMINAN;AMANTADINE,ANTIKOLINERGIK 2. USIA60THN:AGONIS DOPAMIN,(AGONIS DOPAMIN+LEVODOPA DOSIS RENDAH),DOSIS KONSERVATIF LEVODOPA. 3. USIA 60THN: LEVODOPA, AMANTADINE RESPON TERHADAP PENGOBATAN: 1. BAIK : TURUNKAN DOSIS SAMPAI MINIMAL 2. BURUK/TDK BERESPON: NAIKKAN DOSIS,PERTIMBANGKAN DIAGNOSA LAIN 3. WEARING OFF;COMT INHIBITOR,DOPAMIN AGONIS+LEVODOPA,TAMBAH LEVODOPA,AMANTADINE,SELEGILINE,ANTIKOLINER GIK,DIET(PROTEIN) DIKURANGI, GANTI AGONIS DOPAMIN LAIN

4.DISKINESIA: -TURUNKAN DOSIS LEVODOPA -TAMBAHKAN/NAIKAN DOSIS AGONIS DOPAMIN -GANTI AGONIS DOPAMIN LAIN -PERTIMBANGKAN TINDAKAN OPERATIF

TERAPI OPERATIF -Respon terhadap obat2an tidak baik


1.DESTRUKTIF -TALAMOTOMI,stereotaktik: tremor berat tanpa gangguan berjalandan bradikinesia, ventrolateral :pada pasien tremor unilateral yg berat -PALIDOTOMI, perusakan globus palidus dengan panas, memperbaiki bradikinesia, tremor,rigiditas, diskinesia.postoventral: diskinesia,ventral: bradikinesia dan tremor.Bilateral ; gangguan kognitif 2.KONSTRUKTIF -transplantasi substantia nigra neonatus -stimulasi otak dalam ;menanam elektroda di thalamus,globus palidus atau nukleussubthalamicus. GEJALA YG KURANG BERESPON THD TERAPI OPERATIF: -GANGGUAN POSTUR DAN KESEIMBANGAN,AKINESIA PAROKSIMAL,GANGGUAN VEGETATIF, DISTONIA,GANGGUAN BICARA.

KOMPLIKASI
PENGOBATAN:LEVODOPA JANGKA LAMA(5-10 THN) - GANGGUAN MOTORIK(FLUKTUASI MOTORIK): ON OFF,WEARING OFF,KESALAHAN DOSIS, FREEZING DISKINESIA HIPOKINESIA GANGGUAN FUNGSI LUHUR:AFASIA, AGNOSIA, APRAKSIA GANGGUANPOSTURAL: PERUBAHAN KARDIOPULMONAL,ULKUS DEKUBITUS, JATUH GANGGUAN MENTAL: POLA TIDUR,EMOSI,SEKSUAL,DEPRESI,PSIKOSIS,HALUSINA SI FUNGSI VEGETATIF: HIPOTENSI POSTURAL,INKONTINENSIA URIN ,GANGGUAN KERINGAT

PROGNOSIS