Anda di halaman 1dari 17

PENGUKURAN:

PENSKALAAN, KEANDALAN,
VALIDITAS
DHENNI ADITIA
1101103010004
PENSKALAAN
Terdapat dua kategori utama skala:
Skala peringkat yaitu skala yang memiliki beberapa
kategori respons dan digunakan untuk mendapatkan
respons yang terkait dengan objek, peristiwa, atau orang
yang dipelajari.
Skala ranking yaitu skala yang membuat perbandingan
antara objek, peristiwa, atau orang, dan mengungkap
pilihan yang lebih disukai dan merangkingnya.
SKALA PERINGKAT
Skala peringkat berikut ini sering dipakai dalam penelitian
organisasional :
Skala dikotomi
Skala likert
Skala diferensial semantik
Skala peringkat terperinci
Skala peringkat jumlah konstan atau tetap
Skala stapel
Skala peringkat grafik
Skala konsensus
Skala lainnya

Skala Dikotomi
Skala dikotomi (dichotomous scale) ialah skala yang digunakan
untuk memperoleh jawaban Ya atau Tidak,
Skala Likert
Skala likert didesain untuk menelaah seberapa kuat subjek setuju atau
tidak setuju dengan pernyataan pada skala 5 titik.
Skala Diferensial Semantik
Penskalaan dengan beberapa atribut berkutub dua diidentifikasi pada
skala ekstrem dan responden diminta untuk menunjukan sikap
mereka pada hal yang biasa disebut sebagai jarak semantik terhadap
individu, objek, atau kejadian tertentu pada masing-masing atribut.
Kata sifat berkutub dua yang digunakan misalnya akan berupa istilah
tertentu, seperti baik-buruk; kuat-lemah; panas-dingin. Skala
diferensial semantik dipakai untuk menilai sikap responden terhadap
merek, iklan, objek atau orang tertentu.
Skala Peringkat Terperinci
Pada skala peringkat terperinci (itemized rating scale), skala 5
titik atau 7 titik dengan titik panduan atau jangkar (anchor),
sesuai keperluan, disediakan untuk tiap item dan responden
menyatakan nomor yang tepat di sebelah masing-
masing item, atau melingkari nomor yang relevan untuk tiap
item, seperti dalam contoh berikut ini. Respons terhadap item
kemudian disajikan. Hal ini menggunakan skala interval.
Skala Jumlah Konstan atau Tetap
Disini responden diminta untuk mendistribusikan sejumlah
poin yang diberikan ke berbagai item seperti dalam contoh di
bawah. Skala jumlah konstan atau tetap (fixed or constan sum
scale) lebih bersifat skala ordinal (ordinal scale).


Skala Stapel
Skala stapel secara simultan mengukur arah dan intensitas
sikap terhadap item yang dipelajari. Skala ini memberikan
ide mengenai seberapa dekat atau jauh respons individu
terhadap stimulus. Karena skala ini tidak memiliki titik nol
absolut, skala ini adalah skala interval.
Skala Peringkat Grafik
Gambaran grafis membantu responden untuk menunjukkan
pada skala peringkat grafik jawaban mereka untuk
pertanyaan tertentu dengan menempatkan tanda pada titik
yang tepat pada garis. Terlihat seperti skala interval.
Deskripsi singkat mengenai titik skala berguna sebagai
pedoman dalam menempatkan peringkat daripada mewakili
kategori diskrit.


Skala Konsesus
Skala juga dibuat berdasarkan konsensus, di mana panel juri memilih
item tertentu, mengukur konsep yang menurut mereka relevan. Item
dipilih terutama berdasarkan ketepatan atau relevansinya dengan
konsep. Skala konsensus tersebut dibuat setelah item terpilih
diperiksa dan diuji validitas dan keandalannya.
Skala Lainnya
Ada juga beberapa metode penskalaan yang sudah sangat maju atau
rumit seperti penskalaan multidimensional, di mana objek, orang, tau
kedua-duanya diskalakan secara visual dan dilakukan analisis
gabungan. Hal tersebut memberikan gambaran visual mengenai
hubungan yang ada diantara dimensi sebuah konsep.
Biasanya skala linkert atau suatu bentuk skala numerikal paling
sering digunakan untuk mengukur sikap dan perilaku dalam
penelitian organisasional.


SKALA RANKING

Skala ranking digunakan untuk mengungkap preferensi
antara dua atau lebih objek atau item. Tetapi, ranking
semacam itu mungkin tidak memberi petunjuk yang pasti
mengenai jawaban yang dicari. Berikut metode alternatif
yang dapat dipakai:
Perbandingan Berpasangan
Pilihan yang Diharuskan
Skala Komparatif
Perbandingan Berpasangan
Skala perbandingan berpasanagan digunakan ketika di antara
sujumlah kecil objek, responden diminta untuk memilih antara dua
objek pada suatu waktu.
Pilihan yang Diharuskan
Pilihan yang diharuskan memungkinkan responden meranking objek
secara relatif satu sama lain, di antara alternatif yang disediakan. Hal
ini mempermudah responden, khususnya jika jumlah pilihan yang
harus diranking terbatas jumlahnya.
Skala Komparatif
Skala komparatif memberikan standar atau poin referensi untuk
menilai sikap terhadap objek, kejadian, atau situasi saat ini yang
diteliti.



KETEPATAN PENGUKURAN
Hal pertama yang dilakukan adalah menganalisis item
terhadap respons atas pertanyaan yang mengungkap
variabel, dan kemudian keandalan dan validitas ukuran
dilakukan.
Analisis Item
Analisis item dilakukan untuk melihat apakah item dalam
instrumen memang sudah seharusnya berada dalam
instrumen atau tidak. Tiap item diuji
kemampuannyauntuk membedakan antara subjek yang
total skornya tinggi, dan yang rendah. Dalam analisis
item, mean antara kelompok skor tinggi dan kelompok
skor rendah diuji untuk menemukan perbedaan signifikan
melalui nilai-t.

KEANDALAN

Keandalan suatu pengukuran menunjukkan sejauh
mana pengukuran tersebut tanpa bias dan karena itu
menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu
dan lintas beragam item dalam instrumen.
STABILITAS PENGUKURAN
Kemampuan suatu pengukuran untuk tetap sama
sepanjang waktu meskipun terdapat kondisi pengujian
yang tidak dapat dikontrol atau keadaan responden itu
sendiri merupakan indikasi dari stabilitas dan
kerentanannya yang rendah untuk berubah dalam
situasi. Dua uji stabilitas adalah keandalan tes ulang
dan keandalan untuk paralel.

KONSISTENSI INTERNAL UKURAN
Konsistensi internal ukuran merupakan indikasi
homogenitas item dalam ukuran yang mengungkap ide.
Konsistensi dapat diuji melalui keandalan antar item dan
uji keandalan belah dua.
Keandalan konsistensi antar item merupakan pengujian
konsistensi jawaban responden atas semua item yang
diukur. Keandalan belah dua mencerminkan korelasi antara
dua bagian instrumen.
VALIDITAS
Menurut Azwar (1986) Validitas berasal dari kata validity yang
mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat
ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.
Pengertian validitas menurut Walizer (1987) adalah tingkaat
kesesuaian antara suatu batasan konseptual yang diberikan dengan
bantuan operasional yang telah dikembangkan.
Menurut Aritonang R. (2007) validitas suatu instrumen berkaitan
dengan kemampuan instrument itu untuk mengukur atau
mengungkap karakteristik dari variabel yang dimaksudkan untuk
diukur.
Menurut Suharsimi Arikunto, validitas adalah keadaan yang
menggambarkan tingkat instrumen bersangkutan yang mampu
mengukur apa yang akan diukur.
Menurut Soetarlinah Sukadji, validitas adalah derajat yang
menyatakan suatu tes mengukur apa yang seharusnya diukur.
Ada beberapa jenis uji validitas yang digunakan
untuk menguji ketepatan ukuran dan penulis
menggunakan istilah yang berbeda untuk
menunjukkannya. Uji validitas dibagi dalam tiga
kelompok, yaitu
validitas isi
validitas berdasar kriteria
validitas konsep.

Validitas Isi
Validitas isi memastikan bahwa pengukuran
memasukkan sekumpulan item yamg memadai dan
mewakili yang mengungkap konsep.

Validitas Berdasar Kriteria
Validitas berdasar kriteria terpenuhi jika pengukuran
membedakan individu menurut suatu kriteria yang
diharapkan diprediksi.


Validitas Konsep
Validiatas konsep menunjukkan seberapa baik hasil yang
diperoleh dari penggunaan cocok dengan teori yang
mendasari desain tes.
Hal tersebut dinilai melalui validitas konvergen dan
validitas diskriminan. Validitas konvergen terpenuhi jika
skor yang diperoleh dengan dua instrumen berbeda yang
mengukur konsep yang sama menunjukkan korelasi
tinggi.