Anda di halaman 1dari 15

METODE

PENGUMPULAN DATA
DHENNI ADITIA
1101103010004
SUMBER DATA
Sumber Data Primer
adalah responden individu, kelompok fokus, dan panel yang
secara khusus ditentukan oleh peneliti dan di mana pendapat bisa
dicarin terkait persoalan tertentu dari waktu ke waktu, atau
sumber umum seperti majalah atau buku tua. Internet juga dapat
menjadi sumber data primer jika kuesioner disebarka melalui
internet.
Sumber Data Sekunder
seperti catatan atau dokumentasi perusahaan, publikasi
pemerintah, analisis industri oleh media, situd web, internet, dan
seterusnya. Dalam beberapa kasus, lingkungan atau situasi dan
peristiwa khusus dapat menjadi sumber data.
SUMBER DATA PRIMER
Empat sumber data primer :
1. Individu
2. Kelompok Fokus, terdiri dari peran moderator, sifat data
yang diperoleh melalui kelompok fokus, dan
videokonferensi.
3. Panel, adalah sumber informasi yang langsung. Panel bisa
statis atau dinamis, dan biasa digunakan jika beberapa aspek
dari suatu produk perlu dipelajari dari waktu ke waktu.
4. Ukuran Umum, atau juga dikenal ukuran jejak yang berasal
dari sumber primer yang tidak melibatkan orang.

SUMBER DATA SEKUNDER
Data sekunder mengacu pada informasi yang
dikumpulkan oleh seseorang, dan buka peneliti yang
melakukan studi mutakhir.
Keuntungan mencari sumber data sekunder adalah
penghematan waktu dan biaya memperoleh informasi.
Tetatpi, data sekunder sebagai satu-satunya sumber
informasi yang mempunyai kekurangan dalam hal
menjadi usang, dan tidak memenuhi kebutuhan spesifik
dari situasi atau keadaan tertentu. Karena itu, adalah
penting untuk mengacu pada sumber yang memberikan
informasi terkini dan terbaru.
METODE PENGUMPULAN DATA
Berbagai metode pengumpulan data :
1. Bagian I : wawancara, terbagi atas wawancara tidak
terstruktur dan terstruktur.
2. Bagian II : kuesioner, terdiri atas kuesioner yang
diberikan secara pribadi dan kuesioner surat.
3. Bagian III : metode pengumpulan data lainnya, yang
tervagi atas survei observasional, pengamat
nonpartisipan, dan pengamat partisipan.

BAGIAN I : WAWANCARA
1. Wawancara Tidak Terstruktur
wawancara disebut tidak terstruktur karena pewawancara tidak
memasuki situasi wawancara dengan urutan pertanyaan yang
terencana untuk ditanyakan kepada responden. Tujuan wawancara
tidak terstruktur adalah membawa beberapa isu pendahuluan ke
permukaan supaya peneliti dapat menentukan variabel yang
memerlukan investigasi mendalam lebih lanjut.
2. Wawancara Terstruktur
adalah wawancara yang diadakan ketika diketahui pada permulaan
informasi apa yang diperlukan.
Wawancara juga dapat melalui :
Wawancara tatap muka dan telepon
Wawancara dengan bantuan komputer
BAGIAN II : KUESIONER
Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah dirumuskan
sebelumnya yang akan responden jawab, biasanya dalam alternatif yang
didefinisikan dengan jelas. Kuesioner merupakan suatu mekanisme
pengumpulan data yang efisien jika peneliti mengetahui dengantepat apa
yang diperlukan dan bagaimana mengukur variabel penelitian. Kuesioner
dapat diberikan melalui beberapa cara :
1. Kuesioner yang Diberikan secara Pribadi
2. Kuesioner Surat
3. Disebarkan Secara Elektronik
Pedoman Untuk Desain Kuesioner
a. Prinsip susunan kata, mengacu pada faktor seperti : ketepatan isi
pertanyaan, bagaimana pertanyaan disampaikan dan tingkat kefasihan
bahasa yang digunakan, tipe dan bentuk pertanyaan yang diajukan,
urutan pertanyaan, dan data pribadi yang dicari dari responden.
LANJUTAN...
b. Mengurutkan Pertanyaan, urutan pertanyaan dalam kuesioner sebaiknya
membawa responden dari pertanyaan yang bersifat lebih umum ke
pertanyaan spesifik, dan dari pertanyaan yang relatif rendah ke
pertanyaan yang semakin sulit di jawab.
c. Data Klasifikasi atau Informasi Pribadi
data klasifikasi juga disebut sebagai informasi pribadi atau pertanyaan
demografis , mengungkap informasi seperti usia, tingkat pendidikan,
status pernikahan, dan penghasilan.
Desain dan Survei Kuesioner Elektronik
Survei kuesioner online mudah didesain dan disebarkan jika komputer
mikro dihubungkan ke jaringan komputer. Disket data juga bisa disuratkan
kepada responden yang akan menggunakan komputer pribadi mereka untuk
merespon pertanyaan. Tentu saja, hal tersebut hanya akan membantu jika
responden mengetahui cara menggunakan komputer dan merasa nyaman
merespon dengan cara tersebut.
BAGIAN III : METODE PENGUMPULAN DATA LAINNYA
1. Survei Observasional, memungkinkan untuk memperoleh data tanpa
mengajukan pertanyaan kepada responden. Orang dapat diamati dalam
lingkungan kerjamereka sehari-hari. Dua tipe survei observasional, yaitu:
a. Pengamat Nonpartisipan, memungkinkan peneliti mengumpulkan data
yang diperlukan dalam kapasitas tersebut tanpa menjadi bagian
intergral dari sistem organisasi.
b. Pengamat Partisipan, peneliti memasuki organisasi atau lingkungan
penelitian, dan menjadi bagian tim kerja.
Kelebihan Studi Observasional :
1) Data yang diperoleh melalui observasi peristiwa.
2) Lebih mudah untuk mencatat akibat dari pengaruh lingkungan pada
hasil efek spesifik.
3) Lebih mudah untuk mengobservasi kelompok individu tertentu.
LANJUTAN...
Kekurangan Studi Observasional :
1) Perlu bagi pengamat untuk hadir secara fisik.
2) Metode pengumpulan data ini tidak saja lambat, tetapi juga membosakan dan
mahal.
3) Karena periode observasi yang lama, kelehan pengamat bisa dengan mudah
terjadi.
4) Meskipun suasana hati, perasaan, dan sikap bisa ditebak dengan
mengobservasi ekspresi wajah dan perilaku nonverbal lain, proses pemikiran
kognitif individu tidak dapat ditangkap.
5) Pengamta harus dilatih tentang apa yang harus diobservasi dan bagaimana
caranya.

2. Metode Proyektif
Ide atau pemikiran tertentu yang tidak dapat dengan mudah diungkapkan
dengan kata-kata atau yang tetap berada pada tingkat bawah sadar dalam pikiran
responden selalu dapat diangkat ke permukaan melalui penelitian motivasional.

MULTIMETODE PENGUMPULAN DATA
Tinjauan Kelebihan dan Kekurangan Berbagai Metode Pengumpulan Data
dan Kapan Masing-masing Digunakan
1. Wawancara tatap muka, menyediakan data yang kaya, memberi
kesempatan untuk membangun hubungan dengan orang yang
diwawancara, serta membantu mengeksplorasi dan memahami
persoalan yang rumit. Wawancara tatap muka paling tepat dilakukan
ketika pewawancara mencoba memahami konsep atau faktor
situasional.
2. Wawancara telepon, membantu menghubungi subjek yang tersebar di
berbagai daerah geografis dan memperoleh respon segera dari mereka.
3. Kuesioner yang diberikan secara pribadi kepada kelompok orang,
membantu untuk membangun hubungan dengan responden ketika
memperkenalkan survei, memberikan klarifikasi yang yang diminta
oleh responden langsung ditempat, dan mengumpulkan kuesioner
segera setelah diisi. Paling tepat jika data dikumpulkan dari organisasi
yang lokasinya berdekatan satu sama lain dan kelompok responden bisa
dengan mudah dikumpulakan dalam ruangan konferensi.
LANJUTAN...
4. Kuesioner surat, menguntungkan jika respon terhadap banyak
pertanyaan harus dikumpulkan dari sampel yang tersebar secara
geografis, sulit, atau mustahil untuk melakukan wawancara telepon
tanpa menelan biaya besar. Paling tepat digunakan ketika informasi
harus diperoleh pada suatu skala substansial melalui pertanyaan
terstruktur, dengan biaya yang masuk akal, dari sampel yang tersebar
luas secara geografis.
5. Studi observasional, membantu memahami persoalan yang rumit
melalui observasi langsung dan kemudian bila mungkin, mengajukan
pertanyaan untuk mengklarifikasi mengenai persoalan tertentu. Studi
observasional paling tepat untuk penelitian yang memrlukan data
deskriptif nonlaporan sendiri, yaitu ketika ingin memahami perilaku
tanpa secara langsung menanyakannya kepada responden.
KEUNTUNGAN MANAJERIAL
Sebagai manajer mungkin akan memerlukan konsultan untuk
melakukan penelitian dan mungkin tidak melakukan sendiri
pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, atau observasi.
Selama proses tersebut, manajer terpakasa memperoleh informasi
yang berkaitan dengan pekerjaan melalui wawancara dengan klien,
karyawan, atau pihak lainnya. Manajer sebagai sponsor penelitian,
akan bisa memutuskan tingkat kecanggihan data yang ingin
diperoleh, berdasarkan kompleksitas dan kegawatan situasi. Manajer
sebagai pengamat partisipan dapat mengamati semua yang terjadi
disekitar lingkungan kerja, mapu memahami dinamika yang
berlangsung dalam situasi.
ETIKA DALAM PENGUMPULAN DATA
Etika dan Peneliti :
1. Memperlakukan informasi yang diberikan responden sebagai sangat rahasia dan
menjaga privasi responden merupakan salah satu tanggung jawab utama peneliti.
2. Peneliti tidak boleh mengemukakan hal yang tidak benar mengenai sifat penelitian
kepada subjek.
3. Informasi pribadi atau yang tampaknya mencampuri sebaiknya tidak ditanyakan.
4. Apapun sifat metode pengumpulan data, harga diri dan kehormatansubjek tidak
boleh dilanggar.
5. Tidak boleh ada paksaan kepada orang untuk merespon suvei.
6. Pengamat nonpartisipan harus sedapat mungkin tidak mencampuri.
7. Dalam studi lab, subjek harus diberitahu sepenuhnya mengenai alasan eksperimen
setelah mereka berpartisipasi dalam studi.
8. Subjek tidak boleh dihadapkan pada kondisi yang mengancam mereka secara fisik
atau mental.
9. Tidak boleh ada penyampaian yang salah atau distorsi dalam melaporkan data yang
dikumpulkan selama studi.
Perilaku Etis Responden
1. Subjek, setelah menyetujui pilihan untuk berpartisipasi dalam
sebuah studi, harus bekerja sama sepenuhnya dalam tugans-tugas
yang diberikan.
2. Responden juga wajib menyampaikan respon secara benar dan
jujur. Salam menyampaikan atau memberikan informasi,
meskipun mengetahui bahwa hal tersebut tidak benar, hendaknya
dijauhi.