Anda di halaman 1dari 29

PBL 2-DK 2

Kelainan Genetik
Mempengaruhi pembentukan
enamel dan/atau folikel gigi
Misalnya, amelogenesis
imperfecta, Hurlers syndrome,
mucopolysaccharidosis VI
Menganggu aktivitas
osteoklastik
Misalnya, Cleidocranial
dysplasia, osteoporosis
Menyebabkan tertundanya erupsi gigi permanen.
Ruta Almonaitiene, Irena Balciuniene, Janina Tutkuviene. Factors influencing permanent teeth eruption, part one
general factors. Stomatologija, Baltic Dental and Maxillofacial Journal. 2010: 12; 68.
Erupsi gigi permanen anak
perempuan berlangsung lebih
cepat daripada anak laki-laki
Perbedaan rata-rata waktu erupsi
sekitar 4-6 bulan
Erupsi gigi yang terjadi lebih awal
pd anak perempuan onset
maturasi yang lebih awal
Menurut WHO,
peristiwa kelahiran
sebelum 37 minggu
kehamilan atau jika BB
<2.500gr
Mengalami penundaan
gigi sulung dan tetap
Perbedaan ras perbedaan waktu dan
urutan erupsi gigi permanen
Afrika hitam, Amerika berkulit
hitam, dan Amerika Indian
Mongoloid
Kaukasoid
Australia dan Pribumi
Urutan erupsi
dari yang
tercepat
Tingkat sosioekonomi mendapatkan
perawatan kesehatan dan nutrisi yang baik
Tingkat sosioekonomi proses erupsi
berlangsung lebih cepat
Sosioekonomi
Mempengaruhi waktu erupsi gigi,
perkembangan rahang, dan proses kalsifikasi
Nutrisi kurang Vitamin D dan gangguan
kelenjar endokrin keterlambatan erupsi gigi
Memiliki pengaruh sekitar 1%
Nutrisi
Memiliki pengaruh terhadap waktu erupsi gigi sekitar 20%
Tinggi badan dan berat badan
yang lebih proses erupsi
berlangsung lebih cepat
Anak yang obesitas 1,2-1,5
tahun lebih cepat daripada anak
dengan IMT normal
Maloklusi
kelas 3
Pembentuk
an dan
erupsi gigi
di maksila
Terutama
molar
Mengalami
penundaan
Salah satu studi menyatakan hanya M2 maksila yang
dipengaruhi oelh morfologi skeletal maksila
Menurut Henderson, gigi ankilosis
gangguan dari alur erupsi, pada pasien
ditemukan satu atau dua, bahkan cenderung
terjadi pada gigi lainnya, yang mana gigi
tersebut melekat dengan kuat pada tulang
alveolar sebelum waktu eksfoliasi normalnya
terjadi.
Paling sering terjadi pada desidius molar 1
mandibula
Terjadi karena herediter




McDonald: 2004; 186
Diagnosis gigi ankilosis tidak sulit erupsi tidak
terjadi, prosesus alveolar tidak berkembang
pada oklusi normal, molar antagonisnya berada
di luar area oklusi, tidak goyang bahkan dalam
kasus resorpsi akar lanjutan
Ankilosis secara parsial, dapat dikonfirmasi
dengan mengetuk gigi ankilosis dengan gigi
normal di sekitarnya. Gigi ankilosis memiliki
bunyi yg padat, sedangkan gigi normal memiliki
bunyi cushioned krn berhubungan dengan
membran periodontal

McDonald: 2004; 190
Perawatan
pengangkatan
jaringan lunak dan
tulang dilakukan
terlebih dahulu, atau
area ankilosis di-pack
dengan semen bedah
untuk memberikan
jalur bagi
berkembangnya gigi
permanen
McDonald: 2004; 191
Gigi sulung pertama tidak muncul
sampai pada usia 2 tahun
Gigi sulung belum lengkap di usia
5 tahun
Rahang lebih kecil lidah besar
dan protrude, gigi crowded
mengganggu oklusi
Berdasarkan analisis sefalometrik
yang dilakukan Landau antara
anak-anak dengan DS dengan
saudara mereka yg normal,
ditemukan posisi maksila &
mandibula cenderung lebih ke
anterior, upper face lebih kecil,
midface face lebih kecil

McDonald: 2004; 194
Nama lain cleidocranial dysostosis,
osteodentin dysplasia, mutational dysostosis,
and Marie-Sainton syndrome
Bersifat herediter maupun sporadik
Berdasarkan analisis sefalometrik oleh
Richardson dan Deussen prognatism
mandibular krn panjang mandibular, basis
kranial lebih pendek, maksila cenderung lebih
pendek scr vertikal(tdk scr anteroposterior)

Tertundanya resorpsi gigi sulung dan erupsi ggi
permanen


McDonald: 2004; 194
Supernumerary
teeth di bagian
anterior atau pada
beberapa regio,
bahkan jika gigi
sulungnya sudah
tanggal
McDonald: 2004; 195
Hypothyroidism tidak berkembangnya
kelenjar tiroid, hormon yang dihasilkan tidak
cukup
Terbagi 2:
Hypothyroidism conginetal (cretinism)
Juvenile Hypothyroidism (Acquired
Hypothyroidism)
Terjadi saat kelahiran dan selama periode
pertumbuhan yang paling cepat
Jika tidak dirawat defisiensi mental dan
dwarfism
Perawatan yang tidak adekuat tubuhnya
kecil dan tidak proporsional, lengan dan kaki
pendek, kepala besar, obesitas umum terjadi
Terapi hormon yg tdk
adekuat tertundanya
erupsi gigi sulung, eksfoliasi
gigi sulung, erupsi gigi
permanen
Ukuran gigi normal tp
crowded, ukuran rahang
lebih kecil
Lidah besar dan protrude
menyebabkan anterior
open bite
Gigi anterior lebih lebar
Crowded, maloklusi,
pernapasan melalui
mulut gingivitis kronis
McDonald: 2004; 197
Tidak dirawat
tertundanya eksfoliasi
gigi sulung dan erupsi
gigi permanen
Biasanya terjadi pada
usia 6-12 tahun
Anak pada usia 14 tahun
memiliki perkembangan
gigi geligi yang sama
dengan anak usia 9 atau
10 tahun
McDonald: 2004; 198
Pertumbuhan yang lambat pada tulang dan
jaringan lunak hasil dari berkurangnya
sekresi growth hormone
Terlihat jauh lebih muda dari usia
kronologisnya

Ukuran gigi normal
Erupsi gigi tertunda, pada
kasus yg parah, gigi
sulung tidak mengalami
resorpsi
Gigi permanen yang ada
di bawahnya terus
berkembang namun tidak
erupsi
Ekstraksi gigi sulung tidak
diindikasikan
Kadang terjadi kelainan
kognitif
McDonald: 2004; 199
Achondroplasia tanpa pembentukan
kartilago
Dwarfismkondisi di mana orang dewasa
memiliki tubuh yang pendek, ukuran badan
normal, tp anggota geraknya pendek
Pertumbuhan ekstremitas terbatas lack of
calsification kartilago tulang panjang
Didiagnosis saat anak lahir
Etilogiautosomal dominan
ghr.nlm.nih.gov/condition/achondroplasia
http://www.healthline.com/health/achondroplasia

Tanda umum kepala
besar,ukuran badan
normal,ekstremitas
pendek, jari2nya hampir
sama panjang, tangan
montok, upper face
tidak
berkembang,hidung
pesek
Tanda di rongga
mulutukuran maksila
kecil, gigi crowded,
cenderung open bite,
gingivitis kronis
McDonald: 2004; 200
Albright hereditary osteodystrophy
Chondroectodermal dysplasia (Ellisvan
Creveldsyndrome)
de Lange syndrome
Frontometaphyseal dysplasia
Gardner syndrome
Goltz syndrome
Hunter syndrome
Incontinentia pigmenti syndrome (Bloch-Sulzberger
syndrome)
Maroteaux-Lamy mucopolysaccharidosis
Miller-Dieker syndrome
Progeria syndrome (Hutchinson-Gilford syndrome)
Familial hypophosphatemia
Ralph E. McDonald, David R. Avery, Jeffrey A. Dean.
Dentistry for the Child and Adolescent, 8th Edition. St.
Louis, Missouri: Mosby Inc; 2004.

Ruta Almonaitiene, Irena Balciuniene, Janina
Tutkuviene. Factors influencing permanent teeth
eruption, part one general factors. Stomatologija,
Baltic Dental and Maxillofacial Journal. 2010: 12; 62-
72.

N Indriani [Internet]. 2011 [cited 2014 Apr 16].
Available from:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/2997
9/3/Chapter%20II.pdf.