Anda di halaman 1dari 75

OBSTETRI & GINEKOLOGI

MEDICAL MATERIAL REVIEW


DIAGNOSIS KEHAMILAN
Taksiran persalinan
HPHT : +7 -3 +1

Jalan persalinan
Ada 4 kala:
Kala I kala pembukaan
Kala II kala pengeluaran
Kala III Kala Uri
Kala IV masa sesudah pengeluaran uri
1-2 jam kemudian
Nilai APGAR
menilai perlu atau tidak untuk resusitasi
nilai APGAR 1 menit :
* 0-4 : depresi berat
* 4-7 : depresi ringan sampai sedang
* 7-10 : keadaan bayi baik



Hipertensi dalam kehamilan
Penanganan Preeklampsia Berat
A. Medisinalis
-Tirah baring
-oksigen
-kateter menetap
-IVFD : ringer aseta, ringer asetat, koloid
-antikejang : Magnesium sulfat
-antihipertensi : nifedipin

B. Penanganan Obstetrik
Pada keadaan ibu sudah stabil , tetapkan keputusan
apkah dilakukan terminasi kehamilan atau tindakan
konservatif. Jika servik sudah matang dan tidak ada
kontra indikasi obstetrik dilakukan induksi persalinan
dengan oksitosin drip dan amniotomi, kala II dipercepat
dengan tindakan EV /EF
Penanganan Eklampsia
A. Medisinalis
anti kejang : MgSO4
IVFD : ringer asetat, ringer laktat
perawatan pada serangan kejang : dirawat dikamar
isolasi, masukan tong spatel kedalam mulut
penderita, lendir diisap, pasang kateter rawat ICU

B. Penanganan Obstetrik
Semua kehamilan dengan eklampsia harus diakhiri
tanpa memandang umur kehamilan dan keadaan
janin
Hemorrhagic antepartum
Klasifikasi hap
Solusio Plasentae
Penatalaksanaan
Ekspektatif
Kriteria : 1. KU baik
2. Usia gestasi < 37 mgg
TBJ < 2500 g


Penatalaksanaan
Aktif
Kriteria : 1. KU jelek
2. Usia gestasi > 37 mgg
TBJ > 2500 g

TINDAKAN : Perbaiki KU Tindakan Obstetri
Plasenta previa
Diagnosis
1. Anamnesis :
Perdarahan tanpa nyeri, tanpa sebab
2. Periksa luar :
Terbawah tidak masuk PAP
3. Inspekulo :
Perdarahan OUI
4. USG (tidak langsung)
5. Perabaan forniks kanalis servikalis
Penatalaksanaan
Ekspektatif
Tujuan ; janin tidak lahir prematur
Syarat : 1. < 37 minggu
2. Perdarahan tdk aktif
3. Belum inpartu
4. KU ibu Baik (Hb>8 g%)
5. Janin hidup
Penatalaksanaan
AKTIF
Syarat : 1. > 37 minggu / TBJ > 2500 g
2. Perdarahan aktif, KU jelek
3. Inpartu
4. Terbawah masuk PAP
5. Janin mati, kongenital mayor
Tindakan
Perbaikan KU :
Infus, atasi syok
Syok teratasi & pastikan Diagnosis,
Tentukan Terminasi :
KU jelek : Seksio sesaria
KU baik : PDMO

Persalinan : Seksio Sesar Pervaginam

abortus
Definisi :
Berakhirnya kehamilan sebelum hasil konsepsi
mampu hidup diluar kandungan (<500 g atau < 20
minggu)

Abortus Spontan=keguguran=miscarriage
Abortus yg terjadi scr alamiah tanpa adanya upaya dr
luar
Abortus
HIPEREMESIS GRAVIDARUM
DEFINISI
Timbulnya mual dan muntah yang berlebihan
pada wanita hamil TM I, lebih 10 x 24 jam, shg
mengganggu KU dan aktifitas sehari-hari.

GEJALA KLINIS
Wanita hamil muda, muda, muntah terus menerus,
kulit kering, dehidrasi dan BB turun berat: ikterus
dan ggn saraf

Penatalaksanaan
1. Pencegahan
2. Isolasi
3. Puasa sp muntah hilang (24 jam)
4. Terapi psikologis
5. Cairan parenteral
6. Balans cairan
7. Obat penenang, neurotonika
8. Konsul RSJ
9. Terminasi kehamilan
KEHAMILAN EKTOPIK
DEFINISI
Telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh
diluar endometrium kavum uteri

Lokasi : a. Tuba fallopi
b. Uterus
c. Ovarium
d. Intraligamenter
e. Abdominal
f. Kombinasi dalam dan luar uterus
Anamnesis :
- Terlambat mens
- Nyeri perut bawah
- Nyeri menjalar kebahu
- Perdarahan pervaginam
- Tenesmus

Pemeriksaan Umum :
- Kesakitan dan pucat
- Tanda syok
- Perut mengembung nyeri tekan

Pemeriksaan ginekologi
Tanda kehamilan muda
Nyeri goyang porsio
Uterus sedikit membesar
CD menonjol dan nyeri raba,
hematokel retrouterina
Suhu kadang naik
Laboratorium
Hb, lekosit
Pregnancy test (PT)
Progesteron

USG :
Kantong gestasi diluar kavum uteri atau
genangan cairan di CD
KULDOSENTESIS
Penatalaksanaan
1. perbaikan KU, infus dan tranfusi
2. Laparotomi segera
3. Kemoterapi


Hemorrhagic post partum
PERDARAHAN POST PARTUM
DEFINISI
Perdarahan lebih dari 500 cc dalam 24 jam
setelah anak lahir

Etiologi :
Atonia uteri (50-60%)
Retensio plasenta (16-17%)
Sisa plasenta (23-24%)
Laserasi jalan lahir (4-5%)
Kelainan darah (0,5-0,8%)
Kanker Leher Rahim
33
Infeksi HPV(Virus kutil manusia...
Infeksi dapat terjadi pada usia 20 -30 tahun
Akan berkembang menjadi kanker dalam waktu 20 tahun
sesudah infeksi
Merokok
Obat-obat yang menekan kekebalan tubuh
Radikal bebas (+) & Antioksidants (-)
Menikah pada usia remaja
Berganti-ganti pasangan seks
Faktor resiko: -
Penyebaran


Perkontinuitatum Limfogen Hematogen
34
Stadium
Std 0 Ca Insitu
Std I Ca terbatas di uterus
IA Ca invasif mikroskopik
IA1 Invasi stroma 3 mm lebar < 7mm
IA2 Invasi Stroma > 3mm <5mm lebar < 7mm
IB Lesi Klinis tampak dg mata
IB1 ukuran < 4 cm
IB2 ukuran > 4cm
35
Stadium
Std II Invasi jaringan diluar uterus tidak
mencapai dinding panggul atau kearah
vagina 1/3 proksimal
Std IIA Invasi parametrium (-)
Std IIB Invasi parametrium (+)
Std III Tumor meluas ke dinding panggul dan atau
mengenai 1/3 distal vagina dan atau disertai
hydronephrosis/Ginjal non fungsional
Std IIIA Mengenai 1/3 distal vagina ,Perluasan ke dinding pelvis (-)
Std IIIB Tumor mencapai dinding pelvis dan atau Hydroneprosis dan
atau non fungsi ginjal
36
Stadium
Std IVA Invasi mukosa buli2 atau rektum dan atau
keluar rongga pelvis minor
Std IVB metastasis jauh
37
04/05/2014 dr.H.Agustria Zainu Ssaleh,SpOG(K) 38
GEJALA KLINIK
Stadium awal tanpa gejala atau perdarahan
paska sanggama atau keputihan
Stadium lanjut perdarahan pervagina
Keputihan yang berbau
Nyeri
Pembengkakan kelenjar limfe tungkai
Batuk darah,kencing berdarah,BAB berdarah
(Kalau stadium lanjut)



39
DIAGNOSTIK
Pemeriksaan Tambahan
Limfografi
Arteriografi
Renografi
Laparaskopi
USG, CT scan, MRI

40
pengobatan
Pembedahan : std 0 - std IIA
Radioterapi
Kemoterapi : kombinasi dengan Radioterapi/
pembedahan
BAB 1
PEMERIKSAAN
PENDENGARAN
Rhinitis Vasomotor
Abses peritonsil
Forensik medik
ThANATOLOGY.
PERUBAHAN YG TERJADI SETELAH KEMATIAN.
- RESPIRASI.SIRKULASI, REFLEX, PUPIL MELEBAR, TIO MENURUN 2
JAM MENJADI NOL.

1. PENURUNAN SUHU TUBUH .
( 98,4 F- SUHU RECTAL ) : 1,5 JAM.
6 JAM PERTAMA CEPAT SAMPAI 12 JAM.

FAKTOR PENGARUH :
- GEMUK / KURUS.
- PENUTUP / PAKAIAN.
- ALIRAN UDARA, SUHU LINGKUNGAN,
KELEMBABAN
- SUHU BADAN SEBELUM MENINGGAL.
PENGUKURAN : RECTAL MINIMAL 3 MENIT.

2. LIVOR MORTIS, LEBAMMAYAT, HYPOSTASIS
PERUBAHAN WARNA KULIT,
TERJADINYA DARAH MENGENDAP TEMPAT TERENDAH.
BERHUBUNGAN POSISI JENAZAH PADA SAAT
MENINGGAL

DIPENGARUHI SEBAB KEMATIAN.
CO , SIANIDA > MERAH TERANG
METHEMOBLOBINEMIA > COKLAT.

TERJADI 0,5 - 2 JAM , TIDAK HILANG SETELAH 7 JAM.
JUGA TERJADI PADA ORGAN DALAM TUBUH.
BEDAKAN DENGAN MEMAR.
KAKU MAYAT ( RIGOR MORTIS )
PRIMARY FLACCIDITY KAKU MAYAT.
AWAL 3 - 6 JAM. MENETAP 8 - 16 JAM.
SAMPAI 24 JAM MENGHILANG ( secondary
flaccidity )
PEMBUSUKAN ( DECOMPOSITION
).
TERJADI 48 JAM.
TERLIHAT PADA PERUT KANAN BAWAH (
H2S)
DAERAH KEHIJAUAN. SELURUH PERUT ,
TUBUH.
TERJADI KARENA AKTIFITAS C. WELCHII.
Asfiksia

Pengertian:
Keadaan dimana tubuh mengalami proses
kekurangan oksigen atau tidak sama sekali
sehingga menimbulkan kematian.
Mekanisme asfiksia

Conditions causing shock by
primary endothelial damage
Capillary
Endothelium
Pathological
Effects
Capillary dilatation
Increased permeability
Stasis
Congestion
Pthechial haemorrhages
Oedema
serous effusions
Reduced
Blood Volume
Acute Massive
Haemorrhage
Reduced
Volume Flow
Reduced
Oxygen Delivery
Conditions causing a
depression of the oxidative
processes in the tissues
Tissue
Hypoxia
or Anoxia
Conditions causing
defective oxygenation
of the blood In the lungs
or a reduced
oxygen-carrying
capacity of the blood
Perubahan Patologi
(Tanda-Tanda Asphyxia Umum)
Ptechiae haemorhage
Dilatasi pembuluh darah
Kongestif alat-alat dalam
Transudat plasma ke jaringan
Post mortem fluidity
Dilatasi jantung
Cyanosis
Perubahan biokimia (pH [CO
2
]

)
DROWNING
Pengertian:
Tenggelam adalah dimana korban (manusia)
menghirup air masuk kedalam saluran
pernapasan sehingga menyebabkan
kematian.

Tanda Asphyxia Umum
Segar (baru meninggal dunia)
Pembusukan Identifikasi

Tanda-Tanda Terendam:
- cutis anserina
- washers woman hands
- cadaveric spasm

Posisi Tenggelam:
Lebam mayat pada muka, leher depan belakang,
dada bagian atas > 6 jam

Kesimpulan Tenggelam

Segar : Foam (khas) + tanda asphyxia
Tidak Langsung Diketemukan:
- Pasir/lumpur (benda asing) pada
lumen trachea- bronchus
- Test Diatome paru positif
Test Diatome Sumsum tulang

Terima kasih