Anda di halaman 1dari 87

DINAMIKA HIDROSFER

Sari Bahagiarti Kusumayudha



JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FTM

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
Y O G Y A K A R T A
MODUL 1 - RUANG LINGKUP
GEOLOGI
2
ATMOSPHERE
SOLID EARTH HYDROSPHERE
BIOSPHERE
GEOSPHERE
Diversifications
MODUL 1 - RUANG LINGKUP
GEOLOGI
3
BIOSPHERE
SOLID EARTH
(LITHOSPHERE TO CORE)
ATMOSPHERE
HIDROSPHERE
GEOSPHERE
Dynamic equilibrium
Atmosphere
Crust Mantle Core (CMC)-sphere
Hydrosphere
HIDROSFER
LAPISAN AIR YANG
DIKANDUNG OLEH BUMI
Jatidiri Air
Tiap molekul disusun oleh 2 unsur hidrogen dan 1
unsur oksigen
Memiliki 3 fasa: padat, cair, gas
Pada tekanan 1 atm, membeku pada 4
o
C dan
menguap pada 100
o
C
Ketika mencair dari fasa padat ke fasa cair,
volume berkurang 1/11 x
Tidak memiliki bentuk yang tetap, mudah
menyesuaikan diri dengan bentuk wadahnya
Tidak dapat dimampatkan
Penyerap panas, penghantar listrik yang baik

Struktur Molekul Air
DISTRIBUSI AIR DI BUMI
(Fetter, 1994)
LAUTAN: 97,2%
ES DAN GLETSER : 2,1%
AIRTANAH: 0,61%
AIR PERMUKAAN: 0,009%
PELEMBAB TANAH: 0,005%
AIR DI ATMOSFER: 0,001%
Global Distribution of Water
Keberadaan Air Tawar
Keberadaan Persentase
Air dlm bentuk es 2,14 2,15%

Airtanah 0,61 0,62%
Air permukaan 0,009%
Air soil muiture 0,005%
Air atmosfer 0,001%
AIR MERUPAKAN ZAT
YANG UNIK KARENA
MEMPUNYAI 3 FASA:
CAIR
PADAT
GAS
Air dalam
Berbagai Fasa
Semua makhluk yang ada di
bumi tidak dapat hidup tanpa air
DEMIKIAN PULA MANUSIA
TUBUH MANUSIA TERDIRI DARI 65%
HINGGA 75% AIR, TERDAPAT PADA:
DARAH
JARINGAN OTOT DAN OTAK
CAIRAN TUBUH LAINNYA
DIMANA KITA MENDAPATKAN
SUMBER AIR?

SUMBER AIR PERMUKAAN
Sungai
Danau
Laut
SUMBER AIR BAWAH PERMUKAAN
Airtanah
HIDROGEOLOGI
Mempelajari tentang dinamika,
fisika, dan kimia, serta proses-
proses yang bekerja pada air di
dalam tanah / batuan
AIR DI DLM BUMI
TERDAPAT SEBAGAI
- AIR METEORIK
- AIR PELEMBAB TANAH
- AIRTANAH
- AIR FORMASI/AIR FOSIL (Conate)
- AIR MAGMATIK
- AIR VULKANIK
- AIR KOSMIK
Air Meteorik
Air Meteorik
Air Pelembab Tanah (Soil Moiture)
Airtanah
Air Connate, air formasi, atau air fosil,
terbentuk bersamaan dengan pembentukan
sedimen yang mengandungnya
Air Magmatik
Air yang terkandung di dalam
magma, dan / atau yang
keberadaannya berkaitan dengan
proses proses magmatis
Air Vulkanik (Jouvenile)
merupakan semua jenis air yang
berada di lingkungan gunung
berapi.
Air Kosmik (Cosmic water), adalah air
yang berasal dari angkasa luar.
Air Kosmik: Berasal dari ruang
angkasa
Air rejuvenasi: yaitu air formasi yang keluar ke
permukaan, terlepas dari batuan yang mengandungnya
karena proses metamorfisme atau proses kompaksi
BERDASARKAN LETAKNYA
AIR PERMUKAAN:
Air sungai
Air laut
Air danau
AIR BAWAH PERMUKAAN
Airtanah
Daur Hidrologi
PROSES-PROSES
DALAM DAUR HIDROLOGI
EVAPORASI
TRANSPIRASI
KONDENSASI
PRESIPITASI
ALIRAN di PERMUKAAN
INFILTRASI
PENURAPAN

Evaporasi: penguapan pada tubuh air
yang terbuka
Transpirasi: penguapan yang dilakukan
oleh tumbuh-tumbuhan melalui proses
pernapasan
Evapotranspirasi pada dasarnya merupakan
proses pengembalian air dari permukaan bumi
ke atmosfer, meliputi 2 proses:
Penguapan (Evaporasi)
Pengaruh Temperatur pada Penguapan
Transpirasi
Presipitasi
Perubahan dari awan menjadi hujan air atau
salju.
Jatuhnya berbagai bentuk padatan dan atau
cairan air dari atmosfer ke permukaan bumi.
Macam-macam Mekanisme Presipitasi
Aliran Permukaan (Run off):

Infiltrasi pada suatu Basin
Air di dalam Tanah/Batuan
Perilaku tanah/batuan
terhadap air, ditentukan oleh:
Porositas (n)
Konduktivitas Hidrolika (K)
Transmisivitas (keterusan: T)
Porositas Tanah/batuan
Vt
Vv
Vt
Vs Vt
n

Vt = volume total
Vs = volume solid
Vv = volume void
POROSITAS : PERBANDINGAN ANTARA
VOLUME PORI-PORI DENGAN VOLUME
BATUAN
Menghitung porositas
Volume of voids (Vv) 0,3 m
3

Porositas (n) = ---------------------------- = --------- = 0,30
Total Volume (Vt) 1,0 m
3

CARA AIR BERGERAK DI
DLM TANAH/BATUAN
ALIRAN REMBESAN
ALIRAN SALURAN
ALIRAN MELALUI CELAH-
CELAH RETAKAN
Persamaan Darcy
) .( .
dl
dh
A K Q
Q = Volume air yang mengalir dalam satu satuan waktu
K = Konduktivitas hidrolika (hydraulic conductivity)
A = Luas penampang yang tegak-lurus terhadap arah aliran
dh/dl = Landaian (gradien) hidrolika
DISTRIBUSI AIRTANAH
Akuifer (Lapisan pembawa air):
Batuan, sedimen, formasi, sekelompok
formasi, atau sebagian dari suatu formasi
yang jenuh air, yang permeabel, yang
mampu memasok air kepada suatu mata-
air / sumur dalam jumlah cukup
ekonomik
Istilah dlm Hidrogeologi:
Akuifer: lapisan yang mampu menyimpan dan
meluluskan air dalam jumlah berarti
Akuitar: lapisan yang mampu menyimpan air,
tetapi hanya mampu meluluskannya dalam jumlah
sedikit dan perlahan-lahan
Akuiklud: lapisan yang hanya mampu menyimpan
air, dan tidak mampu meluluskannya
Akuifug: batuan yang tidak dapat manyimpan dan
meluluskan air
Akuifer
Jenis-jenis Akuifer
Akuifer Bebas
Akuifer Bertengger
Akuifer Tertekan
AKUIFER
BERDASARKAN
JENIS
POROSITASNYA
Transmisivitas (T)
T = K.b.
b = ketebalan akuifer
K = konduktifitas hidrolika
Flownet (J aring Aliran)
Water table
Note that groundwater flow (blue lines) is always
perpendicular to the equipotential lines (black lines)
Movement of
Groundwater
During wet weather
the water table rises, is
recharged
During drought
the water table falls
Movement of Groundwater
Note that the topography of the water table
usually mimics the topography of the land
Gaining and Losing Streams
A losing stream:
During droughts
streams lose water to
the saturated zone
I n arid regions:
The topography of the
water table does not mimic
the topography of the land
A gaining stream:
During rainy seasons
streams gain water from
the saturated zone
Influent &
Effluent streams
Cone of Depression Produced by a Pumping Well
Drawdown:
is the difference in elevation
between the undusturbed water
table and the bottom of the
cone of depression
A cone of depression:
forms in vicinity of a pumped well
because the groundwater is
pumped out faster than it
can move through the ground
- LAPISAN PEMBAWA AIR
- LAPISAN ALAS KEDAP AIR
- LAPISAN PENYEKAT (TIDAK
HARUS ADA)
SISTEM AKUIFER
TERDIRI DARI
SISTEM HIDROGEOLOGI

Sistem Hidrogeologi Karst
Sistem Hidrogeologi Rekahan
Mata Air
Mata Air Celah
68
Mengukur Debit Aliran
Q = A x v
Q = debit aliran
A = luas penampang saluran yang dilalui oleh
aliran (m
2
)
v = kecepatan arus (m/det)
Alat untuk mengukur debit aliran antara lain:
Flowmeter
Currentmeter
Pengukuran
1 2 3 4 5 6
Jarak dari tepi
(cm)
100 300 500 700 900 1100
Kedalaman air
(cm)
30 75 108 125 80 55
Kecepatan
(cm/detik)
120 145 160 180 155 135
LATIHAN MENGUKUR DEBIT ALIRAN
Hasil pengukuran dengan menggunakan flow meter
terhadap arus di sebuah sungai yang lebarnya 12 meter,
adalah sebagai berikut:
Gambarkan prakiraan penampang sungai
Berapakah debit aliran rata-rata sungai tersebut dalam
meter per detik
Mata Air
di
Daerah Karst
Sungai
Bawah Tanah
Di Daerah Karst
Ponor: Masuknya air permukaan ke bawah
permukaan
Voklus: Keluarnya air bawah permukaan ke
permukaan
PENCEMARAN AIR
Pencemaran dari Timbunan Sampah
Pencemaran dari Septik Tank
MAL KELOLA AIRTANAH DAPAT
MENGAKIBATKAN:
Penurunan muka airtanah
Peningkatan temperatur airtanah
Intrusi air laut
Amblesan tanah
Banjir
Penurunan Muka Airtanah
Subsidence
Problems Affecting the Water Table and Groundwater
Salt Freshwater interaction
Salt Freshwater Interface
GHYBEN -HERZBERG
rf = densitas air tawar
rs = densitas air laut
hf = tinggi muka air tawar
hs = kedalaman interface
hf
f s
f
hs
r r
r

Salt Water I ntrusion Contamination


Problems Affecting the Water Table and Groundwater
Interface pada Pulau Kecil
AIR, AIR, AIR