Anda di halaman 1dari 23

Kelompok 2:

Fajar Dewanto 09310057


Yuhelni 09310257
Rosalia Hidayatika 09310288

Pembimbing:
Dr. Reinhard J.D Hutahaean, SH., Sp.F.
Latar Belakang
Pada masa ini korban karena kekerasan luka tembak
makin sering didapati karena makin banyak anggota
masyarakat yang non ABRI memiliki senjata api baik
untuk pertahanan diri maupun untuk tujuan lain.
Apalagi korban di daerah konflik atau di daerah
darurat militer.

Untuk menjelaskan tugas dan fungsi sebagai pemeriksa
maka dokter harus menjelaskan berbagai hal, diantaranya:
apakah luka tersebut memang luka tembak, yang mana luka
tembak masuk dan mana luka tembak keluar, jenis senjata
yang dipakai, arah tembakan, perkiraan posisi korban
sewaktu ditembak, berapa kali korban ditembak dan luka
mana yang menyebabkan kematian serta pengiriman peluru
bukti ke Labkrim.

Definisi Luka Tembak
Luka tembak adalah luka yang disebabkan oleh
penetrasi anak peluru ke dalam tubuh yang
diproyeksikan lewat senjata api atau persentuhan
peluru dengan tubuh.
Senjata Api
Senjata api adalah suatu senjata yang menggunakan
tenaga hasil peledakan mesiu, dapat melontarkan
proyektil (anak peluru) yang berkecepatan tinggi
melalui larasnya. Berdasarkan panjang laras, dikenal 2
jenis senjata api:
1. Laras pendek, contoh: revolver dan pistol.
2. Laras panjang, contoh: senjata api berburu dan senjata
api militer.
Peluru
Ada 2 jenis peluru, yaitu peluru penabur atau mimis
pada senjata api berburu atau peluru tunggal.
Peluru penabur jarang didapati pada korban
penembakan masa kini.
Peluru tunggal ada beberapa jenis:
Peluru timah bulat
Peluru timah bulat lonjong
Peluru bulat lonjong berselubung tembaga setengah
Peluru bulat lonjong berselubung tembaga penuh
Peluru khusus (latihan, cahaya)

Komponen peluru
Jenis Luka Tembak
Luka tembak masuk
Ciri luka tembak masuk biasanya dalam bentuk
yang berentetan dengan abrasi tepi yang melingkar di
sekeliling defek yang dihasilkan oleh peluru. Abrasi
tepi tersebut berupa goresan atau lecet pada kulit yang
disebabkan oleh peluru ketika menekan masuk ke
dalam tubuh.

Luka Tembak Keluar
Bila tidak ditemukan cincin memar di sekitar
lubang luka, maka ini merupakan patokan sebagai
luka keluar. Pada luka keluar bisa didapati jaringan
lemak menghadap keluar, walaupun kadang-kadang
sulit memastikannya.
Perbedaan Luka Tembak Masuk dan Luka
Tembak Keluar
No Luka Tembak Masuk Luka Tembak Keluar
1 Ukurannya kecil, karena peluru
menembus kulit seperti bor dengan
kecepatan tinggi
Ukurannya lebih besar dan lebih tidak
teratur dibandingkan luka tembak masuk,
karena kecepatan peluru berkurang
sehingga menyebabkan robekan jaringan.
2 Pinggiran luka melekuk ke arah dalam
karena peluru menembus kulit dari luar.
Pinggiran luka melekuk keluar karena
peluru menuju keluar.
3 Pinggiran luka mengalami abrasi Pinggiran luka tidak mengalami abrasi
4 Pakaian masuk ke dalam luka, dibawa
oleh peluru yang masuk.
Tidak ada
5 Pada luka bisa tampak hitam, terbakar,
kelim tato, atau jelaga.
Tidak ada
6 Pada tulang tengkorak, pinggiran luka
teratur bentuknya
Tampak seperti gambarab mirip kerucut
7 Bisa tampal berwarna merah terang akibat
adanya karbon monoksida
Tidak ada
8 Di sekitar luka tampak kelim ekimosis Tidak ada
Jenis Luka Tembak berdasarkan jarak
A. luka tembak tempel
- bila moncong moncong senjata ditekan kan ketubuh
korban dan di tembakan
- umumnya bentuk luka bulat atau bintang yang dikelilingi
kelim lecet
- kulit dan rambut terbakar
- disekitar luka terdapat jejas laras, jelaga dan tato.
B. luka tembak sangat dekat :
- Dengan jarak sangat dekat ( lebih kurang 15 cm)
- Didapati cincin memar, luka bakar jelaga dan tato
disekitar luka masuk

C. luka tembak dekat
- Darak dibawah 70 cm
- Didapatkan cincin memar dan kelim tato di sekitar
luka masuk.

D. luka tembak jarak jauh
- Jarak lebih dari 70 cm
- Tidak ditemukan kelim tato
- Ada luka tembus dan memar
Pemeriksaan Luka Tembak
Korban difoto Rontgen atau CT Scan terlebih dahulu untuk
memastikan saluran luka dan letak peluru.
Bentuk luka harus dilukis teliti.
Jumlah luka.
Luka dibersihkan dengan kapas yang dibasahi dengan
sabun.
Perhatikan saluran luka waktu autopsi dan letak
perdarahan.
Cari anak peluru dan ambil hati-hati tanpa membuat
goresan.
Luka tembak masuk sebaiknya dieksisi dan disimpan
dalam formalin 10% dan dikirim ke laboratorium Patologi
Anatomi untuk pemeriksaan mikroskopis.
Identifikasi Senjata Api
Identifikasi senjata api dapat dilakukan melalui
selongsong yaitu mencocokkan goresan-goresan
akibat:
Alat penarik peluru
Alat pembuang peluru
Goresan-goresan akibat grendel penutup peluru
Goresan pasak peluru (slagpin)

Cara Pengiriman Barang Bukti
Anak peluru atau selongsong dibungkus dengan kapas
Ditaruh dalam kotak dan dibungkus lagi dengan kertas
pembungkus, diikat dengan tali tanpa sambungan
Diberi label yang berisi catatan tentang peluru dan lain-
lain serta disegel.
Kemudian dibuat berita acara pembukusan dengan
penyegelan.
Bila ditemukan anak peluru lebih dari satu, harus dicatat di
mana ditemukan dan dipisahkan satu sama lain dengan
membungkusnya terpisah pula, karena ada kemungkinan
penembakan dilakukan lebih dari satu orang.
TERIMA KASIH
SKENARIO KASUS
Seseorang laki-laki melaporkan ke pihak kepolisian pukul
05.00 WIB menemukan seorang mayat laki-laki
diperumahan muka kuning permai Blok D. No 11. Dan
kemudian penyidik langsung menuju TKP, didapatkan
sesosok mayat laki-laki berpakaian lengkap terbaring di
lantai kamar, dengan luka tembak di dada serta ditemukan
sebuah pistol ditangan kanan mayat tersebut.
Pelapor tersebut mengaku menemukan mayat dan
langsung melapor ke pihak kepolisian dari keterangan
pelapor bahwa mayat tersebut adalah majikannya. Polisi
kemudian membawa jenazah laki-laki itu ke RSUD EF
(embung fatimah), untuk dilakukan pemeriksaan luar.