Anda di halaman 1dari 10

Journal Reading

Mery oktika sari


Sevri yunata
Kepaniteraan Klinik Psikiatri
Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu

Dasar penelitian
Penggunaan antipsikotik sangat berperan besar dalam memenajemen
masalah psikosis, dan hingga saat ini secara signifikan data tentang efek
samping yang ditimbulkan terus dilaporkan terutama efek samping EPS
(extrapyramidal symptom) seperti pseudoparkinsonism, akathesia,
dyskinesia dan dystonia.
Studi ini bertujuan untuk memberikan sumbangan data baru yang mana
nantinya diharapkan akan mampu mendukung data-data sebelumnya.
Metode penelitian
Design : cross-sectional dengan single blind study
Tempat : Punjab Institute of Mental Health. Lahore, Pakistan
Waktu : September November 2013
Sampel : 60 pasien (laki-laki 40 & perempuan 20) dengan variasi
gangguan kejiwaan, rentang umur 5-7 tahun. Pasien dengan umur
dibawah 5 tahun, geriatri diatas 70 tahun, wanita hamil, dan sedang
menyusui akan dieksklusikan.

Cara pengambilan data :
rekam medik pasien, wawancara oleh psikiater, observasi (follow
up) tanda dan gejala yang tampak setelah pemberian
pengobatan.
Efek samping yang diteliti :
EPS, Body Weight Gain, Amenorrhea

Hasil dan Diskusi
Semua antipsikotik memiliki mekanisme kerja dengan berikatan melalui
dopamin (D2). Antipsikotik tipikal memiliki ikatan yang kuat terhadap reseptor
dopamin antipsikotik + efek terhadap motorik
Antipsikotik atipikal ikatan dengan reseptor dopaminnya longgar EPS <<<
Haloperidol memiliki efek samping EPS yang paling tinggi
Hirarki EPS . Haloperidol > risperidone > olanzapine = ziprasidone > quetapine
> clozapine.
EPS lebih besar terjadi pada pasien dengan gangguan bipolar dibandingkan
dengan skizofrenia
Penanganan EPS akibat antipsikotik antikolinergik
Biperidone
Procyclidine (5-30 mg)
Penggunaan antikolinergik secara rutin pada tardive dyskinesia tidak dianjurkan.
Kenaikan berat badan merupakan efek samping dari penggunaan
antipsikotik atipikal serotonin (5HT20) dan histamin (H1) clozapine,
olanzapine dan risperidone
Risperidone dalam dosis tinggi akan dapat meningkatkan jumlah prolactin
amenorrhea

Kesimpulan
Dari penelitian ini dapat disimpulkan jika PIMH telah menunjukan
penerapan penggunaan antipsikotik sesuai dengan peresepan
international yaitu penggunaan antipsikotik atipikal sebagai lini pertama
Pembatasan penggunaan antipsikotik tipikal merupakan suatu cara ntuk
menurunkan insiden EPS
Dengan meminimal efek samping yang ditimbulkan oleh antipsikotik akan
dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam penggunaan antipsikotik
sehingga dapat mencapai peningkatan kualitas hidup yang lebih baik
TERIMAKASIH