Anda di halaman 1dari 12

TERAPI LINGKUNGAN

Anggota :
1. Achmad Nawawi
2. Andriyan Syah
3. Alfina Ranika T
4. Luviana
5. Andipta Rangga U
6. Umiyati Kulsum
7. Moch. Riyadi
8. Khulasatul K
9. Riska Fitria D
10. Noni Fauziyah
Konsep terapi lingkungan
Lingkungan telah didefinisikan dengan
berbagai pandangan, lingkungan merujuk pada
keadaan fisik, psikologis, dan social diluar
batas system, atau masyarakat dimana system
itu berada (Murray Z., 1985).
Milieu Therapy (Terapi Lingkungan) telah ada
sejak akhir tahun 1800-an ketika perawatan
moral dan lingkungan terapeutik menjadi isu
utama dalam masalah keperawatan jiwa.
Pengertian Terapi Lingkungan
menurut Wilson (1992) Mileu Therapy adalah
penggunaan lingkungan untuk tujuan terapeutik.
Setiap interaksi dengan pasien dipandang dapat
memberikan hasil yang menguntungkan dalam
meningkatkan fungsi yang optimal.
Berasal dari bahasa Perancis yang berarti
perencanaan ilmiah dari lingkungan untuk tujuan
yang bersifat terapeutik atau mendukung
kesembuhan.


Tujuan
Menurut stuart dan sundeen, antara lain :
1) Meningkatkan pengalaman positif pasien gangguan
mental/psikologis.
2) Membantu individu dalam meningkatkan harga diri.
3) Meningkatkan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.
4) Menumbuhkan sikap percaya pada orang lain.
5) Mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dan mencapai
perubahan kesehatan yang positif/optimal.
Menurut Stuart dan Laraia (2001), miliue Therapy
mempunyai dua tujuan utama, yaitu :
Mengatur batas gangguan perilaku dan perilaku mal adaptip
Mengajarkan kemampuan psikologi

Ketika perilaku maladaptif telah dibatasi,
Milieu Therapy dapat digunakan untuk
membantu perkembangan dari empat
kemampuan psikologis penting pada pasien
dengan sakit mental, sebagai berikut (Stuart
dan Laraia, 2001) :
Orientasi
Asersi
Okupasi
Rekreasi


Komponen Milieu Therapy
Gunderson (1978) dalam Stuart dan Laraia
(2001) menjelaskan lima komponen penting
dalam Milieu Therapy, antara lain :
1. Containment
2. Support
3. Structure
4. Involvement
5. Validation (Validasi)


Karakteristik terapi lingkungan
Pasien merasa akrab dengan lingkungan yang
diharapkannya.
Lingkungan rumah sakit/bangsal yang bersih
Kebutuhan-kebutuhan fisik pasien mudah dipenuhi
Adanya proses pertukaran informasi.
Staf membagi tanggung jawab bersama pasien.
Tiga aspek yang mempengaruhi terwujudnya
lingkungan fisik terapeutik:
Lingkungan fisik yang tetap.
Lingkungan Fisik Semi Tetap
Lingkungan Fisik Tidak Tetap

Aspek aspek lingkungan
psikososial
Tingkah laku dikomunikasikan dengan jelas untuk
mempertahankan, mengubah tingkah laku pasien.
Penerimaan dan pemeliharaan tingkah laku pasien
tergantung dari tingkah laku partisipasi petugas kesehatan
dan keterlibatan pasien dalam kegiatan belajar.
Perubahan tingkah laku pasien tergantung pada perasaan
pasien sebagai anggota kelompok dan pasien dapat
mengikuti atau mengisi kegiatan.
Kegiatan sehari-hari mendorong interaksi antara pasien.
Mempertahankan kontak dengan lingkungan misalnya
adanya kalender harian dan adanya papan nama dan tanda
pengenal bagi petugas kesehatan.

Pelaksanaan terapi lingkungan
1. Terapi Rekreasi
2. Literature/Biblio Therapy
3. Pet Therapy
4. Plant Therapy

Peran perawat dalam terapi
lingkungan
1) Pencipta lingkungan yang aman dan nyaman
2) Penyelenggaraan proses sosialisasi
3) Sebagai teknis perawatan
4) Sebagai leader atau pengelola.

Contoh setting terapi lingkungan pada pasien depresi, bunuh diri, harga diri rendah :
Ruangan nyaman dan aman
Terhindar dari alat-alat untuk mencederai diris endiri maupun orang lain.
Alat-alat medis, obat-obatan dan jenis cairan medis di lemari dalam keadaan terkunci
Ruangan ada di lantai satu, dan mudah dipantau oleh petugas.
Tata ruang menarik, m/ ada poster yang cerah,warna dinding cerah, ada bacaan yang ringan,
lucu dan memotifasi hidup
Hadirkan musik ceria, tv dan film komedi
Adanya lemari khusus untuk menyimpan barang-barang pribadi pasien
Menyapa pasien sesering mungkin.

SEKIAN ,
SEMOGA BERMANFAAT