Anda di halaman 1dari 10

IVA (Inspeksi Visual

Asam Asetat)
DEFINISI
Pemeriksaan skrining kanker serviks
dengan cara inspeksi visual pada
serviks dengan aplikasi asam asetat.
INDIKASI
Pernah kontak seksual
Usia 30 tahun (berdasarkan prevalensi
tinggi karena terjadi perubahan serviks)
Riwayat keluarga (genetika)
Multipartner (ganti-ganti pasangan)
Mempunyai banyak anak
Riwayat sexually transmitted disease
(STD)
MANFAAT
Mudah dan praktis dilaksanakan
Dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan non dokter
ginekologi,bahkan oleh bidan praktek swasta maupun di
tempat-tempat terpencil
Alat-alat yang dibutuhkan sangat sederhana
hanya untuk pemeriksaan ginekologi dasar
Biaya murah,sesuai untuk pusat
pelayanan sederhana
Hasil langsung diketahui
Dapat segera diterapi
IVA dapat menjadi metode alternatif untuk skrining.Pertimbangan ini berdasarkan
bahwa :
(Hartono,2001)

Skrining pada setiap wanita minimal 1x pada usia 35-40 tahun
Kalau fasilitas memungkinkan lakukan tiap 0 tahun pada usia 35-55 tahun
Kalau fasilitas tersedia lebih lakukan tiap 5 tahun pada usia 35-55 tahun
Ideal dan optimal pemeriksaan dilakukan setiap 3 tahun pada wanita usia 25-
60 tahun
Skrining yang dilakukan sekali dalam 10 tahun atau sekali seumur hidup
memiliki dampak yang cukup signifikan
Di Indonesia, anjuran untuk melakukan IVA bila : hasil positif (+) adalah 1
tahun dan hasil negatif (-) adalah 5 tahun
PROGRAM SKRINING OLEH WHO
SYARAT
Pemeriksaan 2 minggu setelah
HPHT/setelah hari ke 7 sampai
sebelum mens
48 jam sebelumnya tidak
memakai obat vagina/KB
vaginal
Malam sebelumnya
tidak coitus
6 minggu post partum/post
operasi/post radiasi
Tidak sedang hamil
PELAKSANAAN SKRINING IVA
Ruangan tertutup,karena pasien diperiksa dengan posisi litotomi
Meja/tempat tidur periksa yang memungkinkan pasien berada pada posisi litotomi
Terdapat sumber cahaya untuk melihat serviks
Spekulum vagina
Asam asetat (3-5%)
Swab-lidi berkapas
Sarung tangan
1. Persiapan Tempat dan Alat
2. Cara Pemeriksaan
Sebelum dilakukan pemeriksaan, jelaskan kepada pasien mengenai prosedur yang akan
dijalankan.privasi dan kenyamanan sangat penting pada pemeriksaan ini.
Pasien dibaringkan dengan posisi litotomi,vulva dibersihkan dengan air hangat atau Nacl
Pasang spekulum,tampilkan serviks
Bersihkan darah dan lendir
Amati leukoplakia dan erosi
Dengan menggunakan pipet atau kapas,basahi permukaan serviks dengan asam asetat 3%
selama 2-3 menit,selanjutnya dengan mata telanjang dilihat perubahan yang ada pada serviks
Normal :jika tidak terdapat bercak putih pada daerah transformasi (tes IVA negatif)
Atipik :Jika terdapat bercak putih pada daerah transformasi (tes IVA positif)
PEMBACAAN HASIL
Hasil pemeriksaan menggunakan klasifikasi
IVA adalah sebagai berikut :
VIA CLASSIFICATION CATEGORIES
Normal ( IVA negatif) Smooth,pink,uniform,featureless
Atypical (IVA radang) Cervicitis (inflamation, red
spots)discharge,ektropion,polyp
Abnormal (IVA positif) White palques.ulcer acetowhite
epithelium
Cervical cancer (IVA kanker serviks) Cauli flower-like growths fungating mass
TINDAK LANJUT
Jika masih tahap
lesi,pengobatan cukup
mudah, bisa langsung diobati
dengan metode krioterapi
atau gas dingin yang
menyemprotkan gas CO2
atau N2 ke leher
rahim.Sehingga sel-sel pada
area tersebut mati dan luruh
dan selanjutnya akan tumbuh
sel-sel baru yang
sehat.Sensivitasnya lebih dari
90 % dan spesifitasnya sekitar
40 %.
Jika hasil tes IVA dideteksi
adanya lesi prakanker,yang
terlihat adanya perubahan
dinding serviks dari merah
muda menjadi putih artinya
perubahan sel akibat infeksi
tersebut baru terjadi di
sekitar epitel.Itu bisa
dimatikan atau dihilangkan
dengan dibakar atau
dibekukan.Dengan demikian
sel kanker tidak berkembang
dan merusak organ tubuh
lain.