Anda di halaman 1dari 21

RELAY PROTEKSI

Kuliah_06
Fakultas Teknik
Universitas Malikussaleh
Pengantar
Bidang relay proteksi sudah berumur 70 80 tahun
yang berawal dari:
1. Relay elektromekanik
Jenis relay yang segala parameter yang diterima dirubah menjadi
parameter gaya
Kuat dan kokok serta tahan terhadap pengaruh elektromagnet
Komponen dari relay ini adalah operating coil, moving part dan
contact poin.
Kecepatan operasinya : 30 - 40 ms




Kontruksi relay elektromekanik
Prinsip Kerja Relay Elektromekanik
Apabila arus beban melebihi nilai tertentu maka kontak C menutup
dan arus akan mengalir melalui elektromagnet A yang selanjutnya
akan memutar keping imbas. Bekerjanya keping imbas akan
membawa pal D yang akhirnya menutup kontak E dan menyebabkan
trip coil (TC) bekerja menjatuhkan PMT.
Dari uraian diatas kelihatan bahwa besarnya waktu, yang
menentukan mulainya relay bekerja ditentukan oleh penyetelan jarak
Pal D dan kontak E
Sedangkan besarnya arus menyebabkan rele bekerja ditentukan
dengan penyetelan pegas yang menahan penutupan kontak C.
Kumpulan IT adalah untuk instantenous trip, artinya relay akan
bekerja tanpa time delay untuk nilai arus diatas harga tertentu yang
bisa menyebabkan kumparan IT bekerja dan langsung mengerjakan
trip coil (TC) yang menjatuhkan PMT.
Karena relay ini bekerja sebanding dengan besaran arus maka relay
ini adalah relay arus beban lebih
2. Relay statik
dimulai pada tahun 1950 seiring perkembangan
komponen elektronika seperti transistor, op-amp dll.
Responnya dibentuk secara elektronik/magnetik/atau
optik tanpa adanya komponen bergerak
komsumsi daya yang rendah
mengurangi tempat dalam panel listrik
Lebih fleksible
Kecepatan operasinya : 15 - 20 ms

3. Relay numeric,
berkembang bersama dengan perkembangan komputer
Kecepatan beroperasi : 15 - 20 ms
Mempunyai fasilitas rekaman gangguan (fault recorder)

Pengantar (Lanjutan 1)
Elektrostatik
CT
Arus gangguan hubung singkat masuk ke CT.
Arus ini di searah kan di Rectifier dan arus searah di teruskan
ke comp.
Kapasitor digunakan menambah arus yang masuk coil tripping.
Comp
Set I (arus)
Set timer
Kontak
Output
Rect
I

C
Lanjutan 2
Klasifikasi Relay
Klasifikasi Rele berdasarkan fungsinya yaitu:
1. Overcurrent or Over Voltage or Over power relay
Relay yang memberi respon atau bekerja ketika arus, tegangan dan daya
melebihi nilai settingnya
2. Under Current or Under Voltage or Under power relay
Relay yang bekerja ketika arus, tegangan dan daya menurun dari nilai
spesifikasinya
3. Differential relay
relay yang prinsip kerjanya berdasarkan kesimbangan (balance), yang
membandingkan arus-arus sekunder transformator arus (CT) terpasang
pada terminal-terminal peralatan atau instalasi listrik yang diamankan.

Klasifikasi Relay (Lanjutan 1)
Klasifikasi Rele berdasarkan fungsinya yaitu:
4. Directional relay
Relay yang bekerja berdasarkan arah gangguan
5. Distance Relay
Relay yang prinsip kerjanya berdasarkan pengukuran impendas
penghantar.
6. Etc

Kode Relay
Simbol huruf dari fungsi relay



Keadaaan operasi relay
Operate: Kondisi dimana relay tersebut memerintahkan
peralatan proteksi untuk bekerja

Pick-up: Kondisi saat relay mulai mendeteksi adanya
kenaikan arus atau tegangan pada sistem

Drop-out: Kondisi dimana relay tidak merasakan
gangguan lagi. Pada kondisi ini, relay membuka
normally open contact

Reset: Kondisi dimana relay di-kembalikan ke keadaan
semula (reset relay flag). Pada kondisi ini Rele menutup
kontak dari rele closed contact.
Karakteristik Waktu kerja Relay
Berdasar waktu kerja rele dapat dibagi kedalam kelas sebagai
berikut:
Instantaneous relay : relay yang berkerja dalam waktu sesaat
Definite time relay : relay dengan waktu tertentu
Jenis relay ini jangka waktu relay mulai pick-up sampai selesainya kerja
relay.
Dilengkapi dengan relay kelambatan waktu (time lag relay).
Kerja relay tergantung pada penyetelan / setting relay kelambatan waktu.
Inverse time relay : relay yang bekerja dengan waktu berbanding
terbalik
adalah jenis relay dimana waktu relay mulai pick-up sampai dengan selesainya
kerja relay tergantung dari besarnya arus yang melewati kumparan relaynya,
maksudnya relay tersebut mempunyai sifat terbalik untuk nilai arus dan waktu
bekerjanya
Relay Arus lebih
Relay arus lebih merupakan relay proteksi pertama yang
dikembangkan sekitar 60-70 tahun yang lalu.

digunakan secara luas dalam power system. Sebagai
pengaman utama pada jaringan distribusi dan sub-
transmisi sistem radial. Sebagai pengaman cadangan
generator, transformator daya dan saluran transmisi.

Relay arus lebih bekerja berdasarkan adanya kenaikan
arus yang melewatinya.

Berfungsi sebagai pengaman peralatan terhadap
gangguan hubung singkat antar fase, hubung singkat
satu fase ketanah dan dapat digunakan sebagai pengaman
beban lebih.

Dalam sistem PLN saat ini sebagian besar masih
menggunakan relay2 elektromekanik, meskipun sudah
mulai menggunakan relai statik .
Karakteristik waktu Relay Arus Lebih
A. Karakteristik waktu instantaneous
Relay arus lebih waktu Instantaneous adalah relay arus
lebih yang tidak memiliki waktu tunda






B. Karakteristik Inverse

Relay arus lebih waktu Inverse
merupakan relay arus lebih
dengan waktu tunda. Jika arus
gangguan yang terbaca relay
semakin besar, maka dengan
karakteristik semakin invers, akan
semakin cepat waktu yang
dibutuhkan untuk trip. Sebaliknya
semakin kecil arus gangguan
terbaca
(melebihi setting) semakin lama
waktu trip/operate.
Karakteristik waktu Relay Arus Lebih
A. Setting arus kerja
1. Relay arus lebih definite
Penyetelan arus I
s
:
dengan :
k : konstanta perbandingan, besarnya tegantung dari
pabrik pembuatnya, (umumnya 0,6 ~1,4 atau 1,0 ~2,0)
I
n
: arus nominal, dapat merupakan dua nilai yang
merupakan kelipatannya. (misal 2,5 A atau 5,0 A; 1,0 A
atau 2,0 A dan seterusnya)

2. Relay arus lebih inverse
Jenis relay ini penyetelan arus I
s
langsung dalam Amper
Setting Relay
Setting Relay
B. Setting waktu
Berdasarkan rumus invers


Dimana : t : waktu kerja rele
TMS : time multiple setting


BUS GEN.
OCR
CT
CB
GEN.
MCCB
Relai ini mengamankan generator dari beban lebih atau
gangguan hubung singkat.
Beban
PENGAMAN : OCR (51) -- untuk generator sedang dan besar
MCCB - - untuk generator kecil
2.2. PENGAMAN HUBUNG SINGKAT Pengaman Terhadap Beban lebih dan Hubung singkat
Generator mengalami kapasitif.
AVR generator mengalami kerusakan bila berlanjut, merusak instalasi
alat bantu di generator bisa rusak.
PENGAMAN :
BUS GEN.
OVR
PT
CB
GEN.
DEVICE NUMBER OVER VOLTAGE RELAY : 59
Beban
PENYEBAB:
Lepas nya beban (Ppemb > P beban)
AKIBAT:
Frekwensi naik > 50 Hz.
PENGAMAN TEGANGAN LEBIH (OVER LOAD) Pengaman Terhadap Tegangan lebih
BUS GEN.
OCR
CT
CB
GEN.
Rn
TRF
Beban
PENYEBAB:
Terjadi kebocoran isolasi di stator, sehingga terjadi gangguan hubung
Singkat fasa ketanah antara stator dan tanah
AKIBAT:
Kerusakan pada belitan stator
PENGAMAN: PENGAMAN ARUS LEBIH (51N)
51N
2.5. PENGAMAN STATOR KE TANAH Pengaman Stator ke tanah
TERIMA KASIH