Anda di halaman 1dari 43

PIH

PROF.DR. ADI SULISTIYONO,SH.MH


LATAR
 PERMASALAHAN HUKUM MUNCUL SEJAK ADANYA
PERADABAN MANUSIA (ADAM & HAWA = PUTRA
MEREKA HABEL DIBUNUH KAKAKNYA)
 M.T. CICERO (106-45 SM): UBI SOCIETAS IBI
IUS (DIMANA ADA MASYARAKAT, DI SITU ADA
HUKUM)
 UNSUR UTAMA DALAM HUKUM: KETERTIBAN,
KEADILAN, KEPASTIAN HUKUM
 LON FULLER: TANPA HUKUM MANUSIA AKAN
MENJADI SANGAT LAIN SIFATNYA

TANPA HUKUM PERADABAN MANUSIA TELAH


LAMA MUSNAH
WHAT WILL HAPPEN TO THE LAW WITHOUT
JURISPRUDENCE? (McCOUBREY & WHITE)
ILMU
ILMU MENYANDANG DUA MAKNA:
1. SEBAGAI PRODUK: ILMU ADALAH
PENGETAHUAN YANG SUDAH TERKAJI
KEBENARANNYA DALAM BIDANG
TERTENTU DAN TERSUSUN DALAM
SUATU SISTEM.
2. SEBAGAI SUATU PROSES: MENUNJUK
PADA KEGIATAN AKAL BUDI MANUSIA
UNTUK MEMPEROLEH PENGETAHUAN
DLM BIDANG TERTENTU SECARA
SISTEMATIS.
BERDASAR SUBSTANSINYA, DIBEDAKAN
ANTARA ILMU FORMAL DAN EMPIRIS.
1. ILMU FORMAL MENUNJUK PADA ILMU
YANG TIDAK BERTUMPU PADA
PENGALAMAN ATAU EMPIRIK (LOGIKA,
MATEMATIKA, TEORI SISTEM)
2. ILMU EMPIRIS DITUJUKAN UNTUK
MEMPEROLEH PENGETAHUAN FAKTUAL
TENTANG KENYATAAN AKTUAL, DAN
KARENA ITU BERSUMBER PADA EMPIRIK
ATAU PENGALAMAN (ILMU ALAM & ILMU-
ILMU ILMU MANUSIA/ILMU BUDAYA =
ILMU SEJARAH & ILMU SOSIAL).
ILMU TEORITIS & I. PRAKTIS
1. I.T: ILMU YANG DITUJUKAN UNTUK MEMPEROLEH &
MENGUBAH PENGETAHUAN. PRODUKNYA,
DIGUNAKAN UNTUK MEMBANTU MEMECAHKAN
MASALAH DAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN.
(PENERAPAPAN ILMU TEORETIS= TEKNOLOGI)
2. I.P: ILMU YANG MEMPELAJARI AKTIVITAS
PENERAPAN ITU SENDIRI SEBAGAI OBYEKNYA
(PENERAPAN IP=ART). TUJUANNYA UNTUK
MENGUBAH KEADAAN, ATAU MENAWARKAN
PENYELESAIAN THD MASALAH KONKRET. (ETIKA,
TEOLOGI, ILMU TEKNIK, ILMU KEDOKTERAN, ILMU
HUKUM, ILMU MANAGEMEN, ILMU KOMUNIKASI)
HUKUM

Dalam BHS Inggris pengertian Law:


1. Merupakan sekumpulan preskripsi
mengenai apa yg seharusnya
dilakukan dalam mencari keadilan
(hukum, ius, droit, Recht)
2. Merupakan aturan perilaku yang
ditujukan untuk menciptakan
ketertiban masyarakat (undang-
undang,lex, loi, wet)
HUKUM
PERATURAN TERTULIS MAUPUN TIDAK
TERTULIS YANG MERUPAKAN KRISTALISASI
NILAI-NILAI YANG DISEPAKATI MASYARAKAT
DAN DIUNDANGKAN DAN DITEGAKKAN
OLEH INSTITUSI YANG BERWENANG, YANG
DIJADIKAN PEDOMAN ATAU PEMANDU
DALAM MENJALANKAN KEWAJIBAN ATAU
UNTUK MENCAPAI TUJUAN TERTENTU, DAN
DIGUNAKAN UNTUK MENEGAKKAN HAK
ATAU MENJATUHKAN SANKSI.
(ADI SULISTIYONO)
ARTI ILMU HUKUM
SATJIPTO RAHARDJO:
ILMU YANG MENCAKUP DAN MEMBICARAKAN
SEGALA HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN
HUKUM UNTUK MEMPEROLEH
PENGETAHUAN TENTANG SEGALA HAL DAN
SEMUA SELUK BELUK MENGENAI HUKUM.
GIJSSELS DAN VAN HOECKE:
YURISPRUDENCE SEBAGAI SUATU
PENGETAHUAN YANG SISTEMATIS DAN
TERORGANISASIKAN TENTANG GEJALA
HUKUM, STRUKTUR KEKUASAAN, NORMA-
NORMA, HAK2 DAN KEWAJIBAN
RADBRUCH:
ILMU YANG MEMPELAJARI MAKNA OBYEKTIF TATA HUKUM POSITIF,
YANG DISEBUTNYA JUGA DOGMATIK HUKUM

PAUL SHOLTEN:
ILMU HUKUM ADALAH BIDANG STUDI YANG MENELAAH HUKUM YANG
BERLAKU SEBAGAI SUATU BESARAN

MOCHTAR KUSUMAATMADJA:
ILMU HUKUM POSITIF (DOGMATIKA HUKUM/LEGAL DOCMATICS)
ADALAH ILMU TENTANG HUKUM YANG BERLAKU DI SUATU NEGARA
ATAU MASYARAKAT TERTENTU PADA SUATU SAAT TERTENTU.
TUJUANNYA UNTUK MEMAHAMI DAN MENGUASAI PENGETAHUAN
TENTANG KAIDAH DAN ASAS-ASAS UNTUK DIGUNAKAN SEBAGAI
DASAR MENGAMBIL KEPUTUSAN.

SUNARYATI HARTONO:
ILMU HUKUM ADALAH ILMU NORMATIF. METODE PENELITIAN YANG
KHAS UNTUK ILMU HUKUM ADALAH METODE PENELITIAN HUKUM
NORMATIF, SEDANGKAN METODE PENELITIAN ILMU SOSIAL
MERUPAKAN PENUNJANGNYA YANG DIPERLUKAN UNTUK “
MEMBERIKAN DIAGNOSE TENTANG KEPINCANGAN YANG TERDAPAT
ANTARA HUKUM YANG TERTULIS DAN RASA KEADILAN DAN
KEPATUTAN YANG DIANUT OLEH MASYARAKAT”.
OBYEK ILMU HUKUM
SEGALA HAL YANG BERKAITAN DENGAN
HUKUM, DIMULAI TEKS OTORITATIF
BERMUATAN ATURAN-ATURAN HUKUM YANG
TERDIRI ATAS PRODUK PER-UNDANG2AN,
PUTUSAN-PUTUSAN HAKIM, HUKUM TIDAK
TERTULIS, KARYA ILMUWAN HUKUM YANG
BERWIBAWA DALAM BIDANGNYA (DOKTRIN),
DAN BERLAKUNYA HUKUM DI MASYARAKAT
SAMPAI PENGARUH ILMU-ILMU LAIN PADA
ILMU HUKUM
HARI CHAND
Modern Yurisprudence
Mhs Kedokteran, mempelajari anatomi manusia dan
semua bagian tubuh dalam struktur, hubungan, dan
fungsinya.
Mhs hukum, mempelajari substansi hukum
harus belajar konsep hukum, kaidah-kaidah
hukum, struktur, dan fungsi hukum.
Mhs Kedokteran, juga mempelajari faktor eksternal yg
mempengaruhi tubuh, mis. Panas, dingin, kuman ,
virus, dll.
Mhs Hukum, juga mempelajari faktor-faktor sosial,
politik, budaya, ekonomi, dan nilai-nilai. Namun
demikian mhs hukum tidak akan mampu menelaah
permasalahan hukum tanpa mempunyai standar,
nilai-nilai, teknik dan ketrampilan hukum, dan
metode yang disediakan ilmu hukum.
PENGEMBANGAN HUKUM TEORETIKAL

FILSAFAT HUKUM
2 MASALAH FUNDAMENTAL:
1.APA LANDASAN MENGIKAT HK
2.APA KRITERIA KEADILAN

LOGIKA TEORI HUKUM


1.MEMPERSOALKAN AJARAN ILMU DAN AJARAN SEJARAH HUKUM
METODE DR DH SOSILOGI HK
2. MENELAAH PENGERTIAN HK, PENGERTIAN2 DLM HK, ANTROPOLOGI HK
METODOLOGI PEMBENTUKAN HK & PENERAPAN HK
PSIKOLOGI HK
NORMATIF
DOGMATIK & EMPERIKAL
ILMU HUKUM
PERB.HK
MENETAPKAN APA HKNYA BG SITUASI KONGKRIT

PENGEMBANGAN HUKUM PRAKTIKAL


PEMBENTUKAN HUKUM (PROSES POLITIK &KARYA YURIDIK
PENERAPAN HUKUM & PENEGAKAN HUKUM; PENEMUAN HUKUM & INTERPRETASI HK
ILMU HUKUM
 Jurisprudence: Ilmu pengetahuan yg
mempelajari hukum
 jus, juris: Hukum atau Hak.
 Prudentia: Pengetahuan ( melihat ke
depan atau melihat keahlian)
1. Dalam arti sempit IH = Rechtsdomatiek
=Dogmatika hukum
2. Dalam arti luas IH = Sosiologi Hk;
Sejarah Hk; Antropologi Hk; Psikologo Hk

UNESCO (1980) mengklasifikasi ilmu ke


dalam Ilmu Eksakta, Ilmu Sosial,
Humaniora
ILMU HUKUM DOGMATIK

 DOKMATIKA HUKUM UNTUK MENUNJUK


PADA KEGIATAN ILMIAH YG MELAKUKAN
INVENTARISASI, INTERPRETASI,
SISTEMATISASI DAN EVALUASI PRODUK
PERUU; PUTUSAN HAKIM; HK TIDAK
TERTULIS; DOKTRIN ILMU HK YG
BERWIBAWA. DLM UPAYA UNTUK
MENEMUKAN & MENAWARKAN
ALTERNATIF PENYELESAIAN YURIDIKAL
BG MASALAH2 KEMASYARAKATAN
TEORI HUKUM
Disiplin hukum yang dlm perspektif
interdisipliner dan eksternal secara kritis
menganalisis berbagai aspek gejala hukum,
baik tersendiri maupun dalam kaitan
keseluruhan, baik dalam konsepsi teoritisnya
maupun dalam kaitan keseluruhan, baik
dalam konsepsi teoretisnya maupun dalam
pengejawantahan praktisnya, dg tujuan
untuk memperoleh pemahaman yg lebih baik
dan memberikan penjelasan sejernih
mungkin tentang bahan hukum yang tersaji
dan kegiatan yuridis dalam kenyataan
kemasyarakatan.
(TIH: Teori Hukum, Hukum dan Logika,
Metodologi)
TEORI ILMU HUKUM
 BERASAL DARI ISTILAH LEGAL THEORY,
YURISPRUDENCE, RECHTSTHEORY. (ABAD 19).
DIAWALI MINAT FH MENGALAMI KELESUAN KRN
TERLALU ABSTRAK & SPEKULATIF. DH TERLALU
KONGKRET DAN TERIKAT RUANG DAN WAKTU.
 DILATARI DG KEBERADAAN DISIPLIN ILMIAH TTG
HUKUM MEMUNCULKAN THE CHALLENGE OF
SYNTHESIS (SELZNICK-NONET) = SISTEMATIKAL-
METODIKAL-RASIONAL=INTERDISIPLINER
 POKOK TELAAH: A) ANALISIS PENGERTIAN
HUKUM, PENGERTIAN & STRUKTUR SISTEM
HUKUM, SIFAT DAN STRUKTUR KAIDAH HUKUM
ATAU ASAS HUKUM; B) METODE PENERAPAN
HUKUM; C)EPISTOMOLOGI HK; D) KRITIK THD
KAIDAH HUKUM POSITIF
 TUGAS TEORI HUKUM (RADBRUCH): MEMBIKIN
JELAS NILAI-NILAI SERTA POSTULAT-POSTULAT
HUKUM SAMPAI KEPADA LANDASAN FILOSIFISNYA
YANG TERTINGGI.
FILSAFAT HUKUM
1. Sebagai suatu disiplin spekulatif yg berkenaan dg
penalaran2 nya tdk dpt diuji secara rasional (Tammelo).
2. Sebagai disiplin yg mencari pengetahuan tentang hukum yg
benar, hukum yg adil (H.Kelsen).
3. Sbg refleksi atas dasar2 dr kenyataan, suatu bentuk dr
berfikir sistematis yg hanya merasa puas dg hasil2 yang
timbul dr pemikiran itu sendiri dan yg mencari hubungan
teorikal terefleksi, yg di dlmnya gejal hukum dpt dimengerti
dan dpt dipikirkan (D. Meuwissen)
4. Sebagai disiplin yg mencari pengetahun ttg hakikat (sifat)dr
keadilan; ttg bentuk keberadaan transenden dan imanen dr
hukum; ttg nilai2 yg di dlmnya hk berperan ttg hubungan
antara hk dg keadilan; ttg struktur dr pengetahuan ttg
moral dan dr ilmu hukum; ttg hubungan antara hukum dan
moral (Darbellay)
FILSAFAT HUKUM DEWASA INI
MEMUSAKAN PADA PENGKAJIAN DWI –
TUNGGAL PERTANYAAN INTI

1. APA LANDASAN MENGIKAT HUKUM.


2. APA KRITERIA KEADILAN DR KAIDAH
HUKUM POSITIF SERTA SISTEM HUKUM
SEC.KESELURUHAN

TUJUAN FH:
REFLEKSI TEORITIS INTELEKTUAL UNTUK
MENEMUKAN HAKIKAT DARI ASAS-
ASAS HUKUM YANG LAHIR DARI SUATU
ATURAN HUKUM.
Will Durant (The Story of Philosophy):
Filsafat diibaratkan sbg marinir yg merebut
pantai untuk pendaratan pasukan
infantri. Setelah itu PI (Ilmu) membelah
gunung dan merambah hutan
menyempurnakan kemenangan itu
menjadi pengetahuan.
Semua Ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu
sosial bermula sebagai filsafat (Filsafat
Alam = Fisika; Filsafat moral = Ekonomi.
PEMBIDANGAN ILMU HUKUM

1. TERTULIS DAN TDK TERTULIS


2. HUKUM PRIVAT DAN PUBLIK
3. HUKUM NASIONAL DAN
INTERNASIONAL
4. HUKUM MATERIIL DAN FORMIL
SISTEM HUKUM DUNIA
 
 Sistem hukum Eropa Kontinental
 Sistem hukum Anglo Saxon
 Sistem hukum Adat
 Sistem hukum Islam

SISTEM HUKUM:
SUBSTANSI, STRUKTUR, BUDAYA
HUKUM
EROPA KONTINENTAL 
 Sering dikenal juga sebagai sistem hukum CIVIL
LAW.
 Sebagian besar negara-negara Eropa daratan dan
daerah bekas jajahan / koloni nya; ex: Jerman,
Belanda, Perancis, Italia, negara2 Amerika Latin
dan Asia.

ANGLO SAXON 
 Mulai berkembang di Inggris pada abad 16
 Sering disebut sebagai COMMON LAW
 Berkembang diluar Inggris di Kanada, USA, dan
bekas koloni Inggris (negara persemakmuran/
common wealth); spt: Australia, Malaysia,
Singapore, India, dll.
HUKUM ADAT 

Seperangkat aturan tidak tertulis yang


merupakan kristalisasi nilai2 yg hidup di
masyarakat yang dijadikan pedoman
masyarakat untuk menjalankan aktifitas nya,
dan ditegakkan oleh organisasi adat yang
mendapatkan mandat.

 Hanya terdapat dalam kehidupan sosial di


Indonesia dan beberapa negara-negara Asia
lainnya; seperti Cina, India Jepang, dll.

 Bersumber kepada peraturan-peraturan hukum


tidak tertulis yang tumbuh berkembang dan
dipertahankan dengan kesadaran hukum
masyarakatnya
HUKUM ISLAM
SUATU SISTEM HUKUM YANG MENDASARKAN
KETENTUAN-KETENTUAN YANG TELAH
DITETAPKAN OLEH ALLAH (KITAB AL-QUR’AN)
DAN RASUL-NYA (KITAB HADIS) KEMUDIAN
DISEBUT DENGAN SYARI’AT ATAU HASIL
PEMAHAMAN ULAMA TERHADAP KETENTUAN
DI ATAS (KITAB FIQIH) KEMUDIAN DISEBUT
DENGAN IJTIHAD YANG MENATA HUBUNGAN
MANUSIA DENGAN ALLAH, MANUSIA DENGAN
MANUSIA DAN MANUSIA DENGAN BENDA.
HUKUM INDONESIA
1. HUKUM EKONOMI (HUKUM PERDATA & DAGANG)
2. HUKUM PIDANA;
3. HUKUM TATA NEGARA;
4. HUKUM ADMINISTRASI NEGARA;
5. HUKUM ISLAM;
6. HUKUM ADAT;
7. HUKUM INTERNASIONAL;
8. HUKUM ACARA (PERDATA; PIDANA; AGAMA; TUN;
MILITER; NIAGA; MK)
9. SISTEM PERADILAN.
HTN
HUKUM TATA NEGARA
CABANG ILMU HUKUM YANG MEMPELAJARI
PRINSIP-PRINSIP DAN NORMA-NORMA HUKUM
YANG TERTUANG TERTULIS MAUPUN YANG
HIDUP DALAM KENYATAAN PRAKTIK
KENEGARAAN BERKENAAN DG: 1)
KONSTITUSI; 2) INSTITUSI-INSTITUSI
KEKUASAAN NEGARA BESERTA
FUNGSI2NYA;3) MEKANISME HUBUNGAN
ANTAR INSTITUSI; 4) PRINSIP2 HUBUNGAN
ANTARA INSTITUSI KEKUASAAN NEGARA
DENGAN WARGA NEGARA
HAN
HUKUM DAN PERATURAN-PERATURAN
YANG BERKENAAN DENGAN
PEMERINTAH DALAM ARTI SEMPIT ATAU
ADMINISTRASI NEGARA, PERATURAN-
PERATURAN TERSEBUT DIBENTUK OLEH
LEMBAGA LEGISLATIF UNTUK
MENGATUR TINDAKAN PEMERINTAHAN
DALAM HUBUNGANNYA DENGAN WARGA
NEGARA, DAN SEBAGIAN PERATURAN2
ITU DIBENTUK PULA OLEH ADMINISTRASI
NEGARA
HUBUNGAN HTN DENGAN
HAN
BAGIR MANAN
KEILMUAN YANG MENGATUR TINGKAH LAKU
NEGARA (ALAT PERLENGKAPAN NEGARA)
DIMASUKKAN DALAM KELOMPOK HUKUM
TATA NEGARA; SEDANGKAN HUKUM YANG
MENGATUR TINGKAH LAKU PEMERINTAH
(DALAM ARTI ADMINISTRASI NEGARA)
MASUK DALAM KELOMPOK HUKUM
ADMINISTRASI NEGARA
HUKUM PIDANA

SEJUMLAH PERATURAN YANG


MENGANDUNG LARANGAN2 ATAU
KEHARUSAN2 DIMANA TERHADAP
PELANGGARNYA DIANCAM DENGAN
HUKUMAN
1. HUKUM PIDANA MATERIIL :BERISI
PERATURAN2 TENTANG : PERBUATAN YG
DIANCAM DG HUKUMAN;
PERTANGGUNGJAWABAN THD HUKUM PIDANA;
HUKUMAN YANG DIJATUHKAN TERHADAP
SUBYEK HUKUM YANG MELAKUKAN PERBUATAN
YANG BERTENTANGAN DENGAN HUKUM (MISAL:
KUHP ATAU WET BOEK VAN STRAFRECHT; UU.
ANTI TERORIS; UU.KDRT)

2. HUKUM PIDANA FORMIL : SEJUMLAH


PERATURAN YANG MENGANDUNG CARA2
NEGARA MEMPERGUNAKAN HAKNYA UNTUK
MENGADILI SERTA MEMBERIKAN PUTUSAN THD
SUBYEK HUKUM YANG DIDUGA MELAKUKAN
TINDAK PIDANA (UU NO.8 TH 1981 TENTANG
HUKUM ACARA PIDANA)
HUKUM PERDATA
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG
YANG MENGATUR HUBUNGAN HUKUM PRIVAT
ANTARA SUBYEK HUKUM YANG DIANTARANYA
MENCAKUP HUKUM BADAN PRIBADI, HUKUM
KELUARGA, HUKUM BENDA, HUKUM
PERIKATAN, HUKUM WARIS.

KUHPER (KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM


PERDATA-BURGERLIJK WETBOEK- 1 MEI 1848:
1) ORANG, II) BENDA, III) PERIKATAN, IV)
PEMBUKTIAN DAN DALUWARSA)
HUKUM DAGANG
PURWOSUTJIPTO:
HD: hukum perikatan yang timbul khusus dari
lapangan Perusahaan
Rochmat Soemitro
HE: Keseluruhan norma-norma yang dibuat oleh
pemerintah atau penguasa sebagai suatu
personifikasi dari masyarakat yang mengatur
kehidupan ekonomi dimana kepentingan individu
dan kepentingan masyarakat saling berhadapan.
Adi Sulistiyono
HE: Peraturan peruu-an yang dibuat oleh lembaga
atau pejabat yang mempunyai legalitas, untuk
mengatur aktifitas, perilaku pelaku ekonomi dan
pertumbuhan sektor ekonomi serta mekansime
penyelesaian sengketanya, yang substansinya
dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang terdapat
dalam konstitusi negara tsb.
DASAR HUKUM

 KUHD(WETBOEK VAN
KOPHANDHEL)1848-Ind).
 Peraturan Peruu-an bidang Perdagangan
di Luar Kodifikasi.
HUBUNGAN KUHD DAN KUHPER
KUHPER (BW) Merupakan hk perdata
umum, sedangkan KUHD mrp hukum
perdata khusus. (LS deogat LG).
Pasal 1 KUHD: “KUHPer, seberapa jauh
dalam KUHD tidak khusus diadakan
penyimpangan2, berlaku juga thd hal2
yang disinggung dalam KUHD”.
BEBERAPA UNDANG-UNDANG
BIDANG EKONOMI

ATURAN YANG MEMBERI LANDASAN HUKUM


KEBERADAAN LEMBAGA-LEMBAGA YANG MEWADAHI
PARA PELAKU BISNIS DLM MENJALANKAN AKTIFITASNYA.

 UU NO.25 TAHUN 1992 Tentang PERKOPERASIAN


 UU No.2 Tahun 1992 Tentang USAHA PERASURANSIAN
 UU N0.40 TAHUN 2008 Tentang PERSEROAN TERBATAS
 UU No 10 Tahun 1998 Tentang PERBANKAN
 UU No. 3 Tahun 2004 Tentang BANK INDONESIA
 UU No.16 Tahun 2001 Tentang YAYASAN (diperbarui UU
No.28 Th 2004)
 UU No. 19 Tahun 2003 Tentang BUMN (BADAN USAHA MILIK
NEGARA)
 UU. No.21 Tahun 2008 Tentang PERBANKAN SYARIAH
ATURAN YANG MEMBERI LANDASAN HUKUM DALAM MENGATUR
PERILAKU PELAKU BISNIS DALAM MENJALANKAN AKTIFITAS

 UU No.3 Tahun 1982 Tentang WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN


 UU No. 5 Tahun 1984 Tentang PERINDUSTRIAN
 UU NO. Tahun 1992 Tentang PENERBANGAN
 UU.No.8 Tahun 1995 Tentang PASAR MODAL
 UU No. 23 Tahun 1997 Tentang PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
 UU No. 24 Tahun 1997 Tentang PENYIARAN
 UU No.32 Tahun 1997 Tentang PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI
 UU No. 5 Tahun 1999 Tentang LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN
PERSAINGAN TIDAK SEHAT.
 UU No.8 Tahun 1999 Tentang PERLINDUNGAN KONSUMEN
 UU No.24 Tahun 1999 Tentang LALU LINTAS DEVISA DAN SISTEM NILAI
TUKAR
 UU No.18 Tahun 1999 Tentang JASA KONSTRUKSI
 UU No.9 Tahun 1999 Tentang PENYELENGGARAAN PERDAGANGAN
BERJANGKA KOMODITI.
 UU No. 36 Tahun 1999 Tentang TELEKOMUNIKASI
• UU No.29 Tahun 2000 Tentang PERLINDUNGAN
VARIETAS TANAMAN
 UU No. 30 Tahun 2000 Tentang RAHASIA DAGANG
 UU No. 31 Tahun 2000 Tentang DESAIN INDUSTRI
 UU No.32 Tahun 2000 Tentang DESAIN TATA LETAK
SIRKUIT TERPADU.
 UU No. 14 Tahun 2001 Tentang PATEN
 UU No. 15 tahun 2001 Tentang MEREK
 UU No.19 Tahun2002 Tentang HAK CIPTA
 UU No. 22 Tahun 2001 Tentang MINYAK DAN GAS BUMI
 UU No.15 Tahun 2002 Tentang TINDAK PIDANA
PENCUCIAN UANG
 UU No. 17 Tahun 2003 Tentang KEUANGAN NEGARA
 UU No.21 Tahun 2003 Tentang PENGESAHAN KONVENSI
ILO NO.81 MENGENAI PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN
DLM INDUSTRI DAN PERDAGANGAN
 UU No.19 Tahun 2004 Tentang KEHUTANAN (UU No.41/1999-
Perpu No.1/2004-judicial review di MK larangan penambangan
di hutan lindung tdk dikabulkan)
 UU No. 24 Tahun 2004 Tentang LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN
 UU No.37 Tahun 2004 Tentang KEPAILITAN DAN PENUNDAAN
KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG (No. 4 Tahun 1998)
 UU No. 17 Tahun 2006 Tentang KEPABEANAN
 UU No. 25 Tahun 2007 Tentang PENANAMAN MODAL
 UU No. 39 Tahun 2007 Tentang CUKAI
 UU NO..19 Tahun 2008 Tentang SURAT BERHARGA SYARIAH
NEGARA
 UU. No.1 TH 2009 Tentang Penerbangan
 UU.No.4 TH 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara
 UU.No.5 TH 2009 Tentang Pengesahan United Nations
Convention Againts Transnational Organized Crime
 UU.No.9 TH 2009 Tentang BHP
ATURAN YANG MENGATUR KEBERADAAN
MEKANISME PENYELESAIAN SENGKETA.

 UU No. 5 Tahun 2004 Tentang MAHKAMAH


AGUNG
 UU No. 4 Tahun 2004 KEKUASAAN KEHAKIMAN
 UU No.30 Tahun 1999 Tentang ARBITRASE
DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA
 UU No.2 Tahun 2004 Tentang PENYELESAIAN
PERSELISIAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
 UU No.14 Tahun 2002 Tentang PENGADILAN
PAJAK
 UU No 3 Tahun 2009 tentang PERUBAHAN
KEDUA UU.NO.14 TH 1985 TENTANG
MAHKAMAH AGUNG
HUKUM ISLAM
SUATU SISTEM HUKUM YANG MENDASARKAN
KETENTUAN-KETENTUAN YANG TELAH
DITETAPKAN OLEH ALLAH (KITAB AL-QUR’AN)
DAN RASUL-NYA (KITAB HADIS) KEMUDIAN
DISEBUT DENGAN SYARI’AT ATAU HASIL
PEMAHAMAN ULAMA TERHADAP KETENTUAN
DI ATAS (KITAB FIQIH) KEMUDIAN DISEBUT
DENGAN IJTIHAD YANG MENATA HUBUNGAN
MANUSIA DENGAN ALLAH, MANUSIA DENGAN
MANUSIA DAN MANUSIA DENGAN BENDA.
1. UU PERADILAN AGAMA
2. UU PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI
(UU.NO.17 TH 1999)
3. UU PENGELOLAAN ZAKAT (UU.NO.36
TAHUN 1999)
4. UU PERBANKAN SYARIAH
5. UU OTONOMI KHUSUS PROPINSI
DAERAH ISTIMEWA ACEH ( UU NO.18
TH 2001)
6. UU ANTI-PORNOGRAFI
HUKUM INTERNASIONAL

Seperangkat aturan hukum yang


dijadikan pedoman untuk mengatur
aktifitas hubungan internasional
subyek hukum baik dalam lapangan
hukum privat maupun hukum publik.
KEKUASAAN KEHAKIMAN

KEKUASAAN KEHAKIMAN ADALAH


KEKUASAAN NEGARA YANG MERDEKA
UNTUK MENYELENGGARAKAN
PERADILAN GUNA MENEGAKKAN
HUKUM DAN KEADILAN BERDASAR
PANCASILA, DEMI TERSELENGGARANYA
NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KEKUASAAN KEHAKIMAN DI INDONESIA


MENGANUT SISTEM BIFURKASI
(BIFUCARTION SYSTEM)
PASAL 24 AYAT (2) UUD 1945:
“KEKUASAAN KEHAKIMAN DILAKUKAN
OLEH SUATU MAHKAMAH AGUNG
DAN BADAN PERADILAN YANG BERADA
DIBAWAHNYA DALAM LINGKUNGAN
PERADILAN UMUM, LINGKUNGAN
PERADILAN AGAMA, LINGKUNGAN
PERADILAN MILITER, LINGKUNGAN
PERADILAN TATA USAHA NEGARA, DAN
OLEH SEBUAH MAHKAMAH
KONSTITUSI”