Anda di halaman 1dari 29

FADIA FITRIYANTI

HUKUM ACARA PERDATA


Hukum acara perdata disebut juga hukum
perdata formil yaitu aturan-aturan hukum
yang mengatur cara bagaimana orang
harus bertindak terhadap dan dimuka
pengadilan atau cara bagaimana
mempertahankan hukum perdata materiil.



FADIA FITRIYANTI
Sumber hukum acara perdata :
1.HIR (Het Herziene Indonesisch
Reglement) yang hanya khusus berlaku
untuk daerah Jawa dan Madura dan RBg
(Rechtsreglement Buitengewesten)
berlaku untuk kepulauan yang lainnya di
Indonesia (diluar Jawa dan Madura)
Dasar berlakunya HIR dan Rbg
Berdasarkan Pasal 5 (1) UU Darurat
Nomor 1/1951 hukum acara perdata yang
sekarang

FADIA FITRIYANTI
Berlaku adalah HIR dan RBg
2.Peraturan jaman Hindia Belanda yang
tidak berlaku lagi tapi merupakan
pedoman dalam memeriksa dan
memutuskan perkara yaitu :
Rv:Burgerlijke Rechtsvordering (hukum
acara perdata untuk golongan eropa)
Ro:Rechterlijke Organisatie (Reglemen
tentang organisasi kekuasaan)
3.KUHPerdata buku IV


FADIA FITRIYANTI
4.UU Nomor 14 Tahun 1985 tentang
Mahkamah Agung jo UU No. 5 tahun
2004 tentang perubahan atas UU Nomor
14 Tahun 1985
5.Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986
tentang Peradilan Umum jo UU Nomor 8
Tahun 2004 tentang perubahan atas UU
Nomor 2 Tahun 1986



FADIA FITRIYANTI

6.Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986
tentang Peradilan Tata Usaha Negara
jo.UU Nomor 9 Tahun 2004 tentang
Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1986
7.Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989
tentang Peradilan Agama jo UU Nomor 3
tahun 2006
8.Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997
tentang Peradilan Militer

FADIA FITRIYANTI
9.Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004
tentang Kekuasaan Kehakiman
10.Undang-Undang Nomor 24 Tahun
2003 tentang Mahkamah Konstitusi


FADIA FITRIYANTI
Asas-asas yang berlaku dalam proses acara
perdata:
1.Beracara dengan hadir sendiri
Baik dalam HIR maupun dalam Rbg tidak
ada keharusan kepada para pihak untuk
mewakilkan pengurusan perkaranya kepada
kuasa yang ahli hukum, sehingga
pemeriksaan dipersidangan dilakukan
secara langsung terhadap pihak-pihak yang
berkepentingan.Walaupun demikian para
pihak

FADIA FITRIYANTI
Yang berperkara apabila menghendaki dapat
mewakilkan kepada kuasanya (Pasal 123
HIR/147 RBg)
Berbeda dengan sistem Rv, para pihak yang
berkepentingan diwajibkan mewakilkan
perkaranya kepada orang lain dalm beracara
dimuka pengadilan.Perwakilan ini
merupakan suatu keharusan dengan akibat
batalnya tuntutan hak (Pasal 106 ayat 1 Rv)
atau diputusnya diluar hadir tergugat apabila
para
FADIA FITRIYANTI
Pihak ternyata tidak diwakili
2.Beracara dengan mengajukan
permohonan :
asas ini berarti bahwa inisiatif berperkara
dipengadilan ada para pihak-pihak yang
berkepentingan,hakim bersikap menunggu
datangnya tuntutan hak yang diajukan
kepadanya. Tiap proses perdata dimuka
pengadilan negeri dimulai dengan
diajukannya surat gugatan oleh Penggugat /
FADIA FITRIYANTI
Kuasanya kepada Ketua PN dalam
daerah hukum tergugat bertempat tinggal
(pasal 118 HIR).Didalam mengajukan
gugatan hakim wenang memberikan
nasehat, bantuan, kepada penggugat dan
selama beracara hakim wenang
memberikan petunjuk kepada para pihak
tentang alat bukti ,upaya hukum yang
dapat digunakan disinilah hakim
dinyatakan aktif.
FADIA FITRIYANTI
3.Beracara dikenakan biaya
Tidak ada biaya,tidak ada perkara, setiap
orang beracara harus memikul biaya seperti
biaya kepaniteraan, pemanggilan dan
pemberitahuan kepada para pihak, bea
materai,biaya pengacara jika
menggunakan.Bagi orang yang tidak mampu
dapat mengajukan perkaranya secara cuma-
Cuma (prodeo) dengan menyertakan surat
keterangan tidak mampu yang dibuat oleh
FADIA FITRIYANTI
Polisi atau camat setempat .Permohonan
perkara secara prodeo akan ditolak oleh
pengadilan, apabila penggugat ternyata
bukan orang yang tidak mampu.
4.Pemeriksaan perkara dalam sidang
pengadilan terbuka
Pasal 19 ayat 1UU No.4 tahun 2004 yaitu
sidang pemeriksaan pengadilan adalah
terbuka untuk umum kecuali undang-
undang menentukan lain misalnya dalam
hal perkara

FADIA FITRIYANTI
Perceraian, perzinahan tetapi pembacaan
putusan tetap dengan pintu terbuka.Pasal 19
ayat 2berbunyi tidak dipenuhinya ketentuan
ini mengakibatkan putusan batal demi
hukum. Pasal 20 Semua putusan pengadilan
hanya sah dan mempunyai kekuatan
hukum apabila diucapkan dalam sidang
terbuka untuk umum.
Asas ini berarti bahwa setiap orang boleh
hadir dan mendengarkan sidang,tujuannya
adalah
FADIA FITRIYANTI
Untuk menjamin pelaksanaan peradilan
yang obyektif, adil dan membuka social
control dari masyarakat, yaitu dengan
meletakkan peradilan di bawah pengawasan
umum.
5.Hakim mendengar kedua belah pihak
Pasal 5 ayat 1 UU No.4 tahun 2004 yaitu
pengadilan mengadili menurut hukum
dengan tidak membedakan
orang,maksudnya tidak lain bahwa didalam
memeriksa dan memberikan putusan hakim
harus obyektif
FADIA FITRIYANTI
Dan tidak boleh memihak/apriori kepada
pihak tertentu. (audi et elteram partem),
salah satu upaya untuk mewujudkan
obyektivitas hakim tersebut undang-undang
menyediakan hak bagi pihak yang diadili
yaitu hak ingkar yaitu hak seseorang yang
diadili untuk mengajukan keberatan yang
disertai alasan-alasan terhadap seorang
hakim yang akan mengadili perkaranya
(pasal 29 ayat 1)alasan pihak yang diadili
mengajukan keberatan
FADIA FITRIYANTI
Karena ada hubungan keluarga sedarah
sampai derajat ketiga atau semenda
antara seorang hakim dengan
ketua,jaksa,penasehat hukum atau
panitera dalam suatu perkara atau
hubungan keluarga sedarah sampai
derajat ketiga atau semenda dengan yang
diadili, maka ia wajib mengundurkan
diri(pasal 29 ayat 3)
FADIA FITRIYANTI
6.Terikatnya hakim kepada alat
pembuktian
Alat pembuktian diatur dalam Pasal 164
HIR
1.Alat bukti tulisan
2.Alat bukti saksi
3.Persangkaan
4.Pengakuan
5.Sumpah
Diluar Pasal 164 HIR:pemeriksaan
setempat,keterangan ahli
FADIA FITRIYANTI
Membuktikan :berusaha menimbulkan
keyakinan pada hakim bahwa sesuatu
kenyataan

FADIA FITRIYANTI
Sungguh-sungguh terjadi, membuktikan itu
hanya dapat dilakukan dengan alat bukti
yang telah ditentukan oleh undang-undang.
7.Keputusan hakim harus memuat alasan-
alasan
Pasal 25 ayat 1 UU No.4 Tahun 2004
menyatakan bahwa segala putusan
pengadilan harus memuat alasan dan dasar
putusan tersebut, memuat pula pasal
tertentu dari peraturan perundang-undangan
FADIA FITRIYANTI
Yang bersangkutan atau sumber hukum
tidak tertulis yang dijadikan dasar untuk
mengadili.
Oleh karena itu menjadi kewajiban hakim
untuk memberikan pertimbangan yang
cukup pada putusan yang dijatuhkan, hal ini
dimaksudkan untuk menjaga supaya jangan
sampai terjadi perbuatan sewenang-wenang
dari hakim.Putusan yang tidak lengkap
pertimbangannya merupakan alasan untuk
mengajukan kasasi dan putusan tersebut
harus dibatalkan.
FADIA FITRIYANTI
Proses persidangan dalam acara perdata:
1.Cheking identitas para pihak,himbauan
untuk berdamai
2.Jawaban tergugat
3.Replik
4.Duplik
5.Pembuktian Penggugat
6.Pembuktian Tergugat
7.Kesimpulan
FADIA FITRIYANTI
8.Sidang putusan.
Sifat keputusan Hakim ada 3 macam:
1.Keputusan declaratoir.Keputusan hakim
yang bersifat menyatakan ada tidaknya
suatu keadaan hukum tertentu/tiap
putusan yang bersifat menolak gugatan
ex:memutuskan A adalah anak sah dari B
2.Keputusan comdenatoir.Keputusan
hakim yang sifatnya menjatuhkan
hukuman pada seseorang
FADIA FITRIYANTI
3.Keputusan Konstitutif:keputusan yang
bersifat menghapuskan,memutuskan atau
mengubah suatu keadaan hukum
tertentu.ex:pemutusan perjanjian.
Pelaksaan putusan:
Putusan hakim harus
dilaksanakan,putusan hakim mempunyai
kekuatan eksekutorial yaitu kekuatan
untuk dilaksanakan apa yang ditetapkan
dalam putusan itu secara paksa oleh alat-
alat negara.

FADIA FITRIYANTI
Yang memberi kekuatan eksekutorial
pada putusan hakim adalah Kepala
putusan yang berbunyi Demi Keadilan
Berdasarkan Ketuhanan YME.
Menurut sifat dan berlakunya upaya
hukum itu dibedakanmenjadi 2 macam:
1.Upaya hukum biasa bersifat
menghentikan pelaksanaan putusan
untuk sementara dan pada asasnya
terbuka untuk setiap putusan selama
tenggang waktu yang ditentukan UU
FADIA FITRIYANTI
Upaya hukum biasa adalah perlawanan
(verzet), banding dan kasasi.
2.Upaya hukum istimewa :hanya dibolehkan
dalam hal-hal tertentu yang disebut dalam
undang-undang saja yaitu PK dan
derdenverzet (perlawanan pihak ketiga)
Perlawanan /verzet : upaya hukum terhadap
putusan yang dijatuhkan diluar hadirnya
Tergugat (verstek) pada asasnya
perlawanan ini disediakan bagi pihak T yang
dikalahkan.
FADIA FITRIYANTI
Bagi pengugat yang dengan putusan verstek
dikalahkan tersedia upaya hukum banding.
Banding : apabila salah satu pihak dalam
suatu perkara perdata tidak menerima
putusan PN karena merasa hak-haknya
terserang oleh adanya putusan itu atau
menganggap putusan itu kurang adil/benar
dapat mengajukan banding ke PT
Kasasi : pembatalan putusan atas
penetapan pengadilan dari semua
lingkungan peradilan
FADIA FITRIYANTI
Dalam tingkat peradilan terakhir.
Peninjauan Kembali : putusan yang
dijatuhkan dalam tingkat terakhir dan
putusan yang dijatuhkan diluar hadirnya
Tergugat (verstek) dan yang tidak lagi
terbuka kemungkinan untuk mengajukan
perlawanan dapat ditinjau kembali atas
permohonan orang yang pernah menjadi
salah satu pihak didalam perkara yang
telah diputus dan dimintakan PK
FADIA FITRIYANTI
Perlawanan pihak ketiga/derdenverzet
Pada asasnya suatu putusan itu hanyalah
mengikat para pihak yang berperkara dan
tidak mengikat pihak ketiga, akan tetapi
apabila pihak ketiga hak-haknya dirugikan
oleh suatu putusan maka ia dapat
mengajukan perlawanan terhadap
putusan tersebut.Perlawanan ini diajukan
kepada hakim yang menjatuhkan putusan
yang dilawan itu dengan menggugat para
pihak
FADIA FITRIYANTI
Yang bersangkutan dengan cara biasa.
Pihak ketiga yang hendak mengajukan
perlawanan terhadap suatu putusan tidak
cukup hanya mempunyai kepentingan
saja tetapi harus nyata-nyata telah
dirugikan hak-haknya apabila
perlawanannya dikabulkan maka putusan
yang dilawan itu diperbaiki sepanjang
merugikan pihak ketiga.