Anda di halaman 1dari 20

Pengaturan Kecepatan Motor DC

Seri
Pengaturan Kecepatan :

Motor DC seri (Motor Shunt)

Motor DC seri (Shunted Armature)

Motor DC seri (Potentiometer Lowering circuit)
MOTOR DC SERI (SHUNT
MOTOR)
Tegangan pada motor akan berkurang akibat
penambahan tahanan yang dihubung seri dan
paralel dengan motor.

Vm = V I.S; Ir = (V I.S)/R;
Ia = If = I Ir

Er = V I.S (ra + rf) Ia

Torque = (Er . Ia)/
r
MOTOR DC SERI
(SHUNTED ARMATURE)
Armature (jangkar) dihubung paralel (shunt) dengan
sebuah tahanan. If = I

Va = V I(S + rf); Ia = I - Ir
Ir = Va / R

Er = Va Ia.ra
Torque = (Er . Ia)/
r

MOTOR DC SERI
(Potentiometer Lowering Circuit)
Armature/jangkar disuplai dari rangkaian pembagi
tegangan dan kumparan medan merupakan bagian
dari rangkaian tersebut.

Salah satu bagian dari rangkaian terdiri dari
kumparan medan (rf) yang dihubung seri dengan
tahanan R.

Digunakan untuk membalikkan arah putaran
motor.

Vm = V I.S

Vm = If (R + rf)

Ia = If I,
ketika arah putaran telah terbalik

Er = Vm (Q + ra) Ia

Torque = Er . Ia

r

Contoh 4.2 :
Motor DC seri dengan tegangan input 230 V
mempunyai resistansi jangkar 0.08 ohm dan
resistansi medan 0.05 ohm. Karakteristik magnetisasi
pada 700 rpm adalah sebagai berikut :

Hitunglah dan plot karakteristik torsi kecepatan
motor :
a)Dengan rangkaian normal
b)Ketika resistansi seri 1.5 ohm dimasukkan dalam
rangkaian motor
c)Ketika resistansi diverter Rd = 0.1 ohm
dihubungkan melalui belitan medan.
Kurva magnetisasi diberikan pada kecepatan 700 rpm.



Diberikan Em dan m diperoleh r
Setelah menemukan Er untuk I
f

Arus jangkar tergangtung pada tipe rangkaian.

Contoh 4.3
Motor pada contoh 4.2 di gunakan sebagai berikut :
a. Pada koneksi motor shunt dengan resistansi 4 ohm secara
parallel dengan motor dan 2 ohm secara seri dengan line.
b. Pada koneksi jangkar shunt dengan resistansi 1 ohm secara
parallel dengan jangkar dan reistansi 1.5 ohm secara seri
dengan medan.
c. Pada koneksi potensiometer terendah dengan resistansi 1.5
ohm pada line, 0.5 ohm secara seri dengan jangkar dan 0.8
ohm secara seri dengan gulungan medan.

Hitung dan rencanakan karakteristik kecepatan torsi pada
koneksi motor (a), (b), (c)
a. Diket :
R= 4 ohm; S = 2 ohm ;
r
a
= 0.08 ohm; r
f
= 0.05 ohm
( mengacu pada gambar 4.5)

Jika diperlukan untuk menemukan input dan efisiensi
dari kondisi kerja dibawah system tersebut. ; I
r
= 153/4
I
a
= I
f
= 38.25 A

Maka :
Maka :
Jadi Kurva torsi kecepatan untuk contoh ( a), (b) dan
( c ) yang diplot kan pada gambar dibawah ini :