Anda di halaman 1dari 23

ANGIOFIBROMA

NASOFARING
DM RSUD BOJONEGORO GRUP G
2012/2014
DEFINISI
Angiofibroma nasofaring adalah tumor jinak
pembuluh darah di nasofaring yg secara
histologik jinak, secara klinis bersifat ganas
karena mampu mendestruksi tulang dan meluas
ke jaringan sekitarnya serta mudah berdarah yg
sulit dihentikan.
ETIOLOGI
Masih belum jelas, salah satu faktor yg
diduga mempengaruhi yaitu kekurangan
androgen atau kelebihan estrogen. Didasarkan
banyak ditemukan pada anak/remaja laki-laki
dekade ke-2 antara 7-19 thn. Oleh karena itu
sering disebut angiofibroma nasofaring belia
(Juvebile nasopharyngeal angiofibroma).

PATOGENESIS
Pertama tumbuh di bawah mukosa di tepi
sebelah posterior dan lateral koana di atas
nasofaring. Kemudian meluas sepanjang atap
nasofaring sampai posterior septum dan
membentuk tonjolan di rongga hidung posterior.
Perluasan akan terus terjadi bahkan sampai
mendorong bola mata sehingga tampak gejala
muka kodok dan bahkan sampai ke
intrakranial.

STADIUM
Stadium tumor berdasarakan session dan fish.
Klasifikasi menurut session:
1. Stadium IA : Nares posterior dan atau
nasofaringeal volt
2. Stadium IB : Stadium IA & meluas ke 1 sinus
paranaslis
3. Stadium IIA : Meluas sedikit ke fossa
pterigomaksila
4. Stadium IIB : Memenuhi fossa pterigomaksila,
erosi tulang orbita (-)
5. Stadium IIIA : Mengerosi dasar tengkorak &
meluas sedikit ke intrakranial
6. Stadium IIIB : Meluas intrakranial & (+/-) sinus
kavernosus


STADIUM
Klasifikasi menurut Fisch:
1. Stadium I : Di rongga hidung, nasofaring tnp
destruksi tulang
2. Stadium II : Invasi pterigomaksila, sinus
paranasalis & destruksi tulang
3. Stadium III : Invasi fossa infra temporal.
Orbita (+/-) regio paraselar
4. Stadium IV : Invasi sinus kavernosus, regio
chiasma optik & fossa ptiuitary.


MANIFESTASI KLINIS
Gejala yg paling sering ditemukan ialah
hidung tersumbat yg progresif dan epitaksis
berulang yg masih. Gejala lain yaitu:
1. Rhinorea kronis sampai gangguan penciuman
2. Gangguan pendengaran
3. Sefalgia bila sdh sampai ke intrakranial



PEMERIKSAAN
Pada pemeriksaan rinoskopi anterior bisa
tampak banyak sekret purulen serta deviasi
septum nasi ke arah yang sehat.
Pada pemeriksaan rinoskopi posterior akan
terlihat massa tumor yg konsistensinya kenyal,
warnanya bervariasi dari abu-abu sampai merah
muda.
Bagian yg terlihat di nasofaring diliputi selaput
lendir berwarna keunguan, sedangkan bagian yg
meluas berwarna putih atau abu-abu.


PEMERIKSAAN PENUNJANG
Foto polos kepala AP, Lateral & waters
ditemukan:
1. Tanda Holman Miller yaitu pendorongan
prosesus pterigoideus ke belakang, sehingga
fissura pterigo-palatina melebar.
2. Dapat juga terlihat massa jaringan lunak di
nassofaring.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
CT scan dan MRI:
1. Dengan zat kontras tampak perluasan massa
tumor & destruksi tulang
2. MRI menentukan batas tumor yg meluas ke
intrakranial

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Arteriografi arteri karotis eksterna:
1. Vaskularisasi tumor berasal dari cbng a.
Maksila interna homolateral
2. Arteri maksilaris interna terdorong ke depan
3. Massa tumor akan terisi kontras
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan PA dgn biopsi merupakan
kontra indikasi, sebab dapat mengakibatkan
perdarahan yg massif.
DIAGNOSIS BANDING
1. Ca Polipoid nasofaring
2. Ca nasofaring
PENATALAKSANAAN
Prinsip terapi yaitu:
1. Pengobatan Hormonal pd stadium I & II
dengan preparat testosteron reseptor bloker
(flutamid)
2. Radioterapi dgn stereotaktik radioterapi
(gama knife).
3. Tindakan operatif: melalui transpalatal,
rinotomi lateral, rinotomi sublabial, atau
bedah nasal endoskopi. Bila sdh meluas &
mendestruksi jaringan sekitar maka diberikan
radioterapi pra bedah atau terapi hormonal 6
minggu sblm operasi.

PROGNOSIS
Prognosis tumor ini jelek kalau tidak segera
didiagnosis secara dini dan dilakukan
pengobatan dan penanganan yang tepat dan
umumnya prognosisnya ditentukan oleh
beberapa faktor rinsip terapi yaitu:
1. Keadaan umum penderita
2. Besarnya tumor dan ekspansinya terutama ke
daerah intrakranial
3. Bila dengan cara operatif tumor dapat
diangkat seluruhnya tanpa sisa, prognosisnya
baik