Anda di halaman 1dari 46

SISTEM PENGINDRAAN

dr. Nadyah, S.Ked.





FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2008
PENDAHULUAN
PANCA INDRA: Organ-organ akhir yang
dikhususkan untuk menerima jenis rangsangan
tertentu.
ORGAN INDRA: Sel-sel tertentu yg dapat
menerima stimulus dr lingkungan maupun dr dalam
badan sendiri untuk diteruskan sbg impuls saraf
melalui serabut saraf ke susunan saraf pusat.
Organ indra:
umum: reseptor raba (tersebar di slrh tbh)
khusus: reseptor rasa (pengecap di lidah)
Yang akan dibahas pd sistem pengindraan
adalah:
1. sistem penglihatan
2. sistem pendengaran
3. sistem penghiduan
4. sistem pengecapan
INDRA PENGLIHATAN
Terdiri dari:
1. bola mata (oculi)
2. alat bantu mata (oculi asesoris)

ORGAN OKULI ASSESORIA
Cavum orbita: rongga mata. Dibentuk oleh os
frontalis, os zigomatikum, os sfenoidal, os etmoidal,
os palatum, os lakrimal.
Alis mata (supersilium): batas orbita. Ditumbuhi
oleh bulu pendek yg bfx sbg kosmetik dan
pelindung mata dr sinar.
Kelopak mata (palpebra):menutup & membuka
mata, u/ melindungi mata dr benda asing.
Konjungtiva:
konjungtiva bulbi
konjungtiva palpebra

Air mata: dihasilkan oleh kelenjar lakrimalis.


EYE MOVEMENTS
(SHERRINGTONS LAW)
1. ADDUCTION: movement of eye nasally
2. ABDUCTION: movement of eye temporally
3. ELEVATION (SUPRADUCTION): Upward
rotation of the eye
4. DEPRESSION (INFRADUCTION):
Downward rotation of the eye
5. INTORSION: nasal rotation of the superior
portion of the vertical corneal meridian
6. EXTORSION: temporal rotation of the
superior portion of the vertical cornea
meridian.
OTOT MATA
Muscle Primary Secondary Tertiary
Medial rectus
Adduction
- -
Lateral rectus
Abduction
- -
Inferior rectus
Depression extorsion adduction
Superior rectus
Elevation Intorsion adduction
Inferior oblique
Extorsion Elevation Abduction
Superior oblique
Intorsion Depression abduction
BOLA MATA (OCULI)
TUNIKA OCULI:
1. Kornea: selaput tembus cahaya.
Lapisan-lapisan kornea:
- Lap epitel kornea
- Lamina elastika anterior
- Substansia propria
- Lamina elastika posterior
- Endotel



2. Sklera: lap fibrosa yg elastis yg merupakan bag
terluar bola mata dan membentuk bag putih
mata.

TUNIKA VASKULOSA OKULI
Merupakan lap tengah dan sangat peka oleh
rangsangan pembuluh darah. Terbagi atas:
1. KOROID: Nutrisi
2. KORPUS CILIARIS: Proses akomodasi
3. IRIS: mengandung pigmen.
- M. Sfingter pupillae
- M. Dilatator pupillae
TUNIKA NERVOSA
Merupakan lap terdalam bola mata:
1. Pars optika retina
2. Pars siliaris
3. Pars iridika
LAPISAN RETINA
LAPISAN RETINA (DL)
1. Inner limitants membrane
2. Nerve fiber layers
3. Ganglion cell
4. Inner flexiform layer
5. Inner nuclear layer
6. Outer flexiform layer
7. Outer nuclear layer
8. Outer limitant membrane
9. Photoreceptor cells (red & cone)
10. Retinal pigment epithelium
Cairan aquaeus: cairan bening yg mengisi bag depan
mata. Dihasilkan oleh proc siliaris camera oculi post
camera oculi anterior canalis schlem vena siliaris
ant.
Lensa: bikonkaf, tembus cahaya, terletak antara iris dan
corpus vitreus. Diikat oleh ligamentum suspensorium.
Korpus Vitreus: cairan bening kental seperti agar,antara
lensa dan retina. Fx: agar bola mata tidak kempes.
VISUAL PATHWAY
1. RETINA
2. NERVUS OPTICUM
3. CHIASMA OPTICA
4. TRACTUS OPTICUS
5. BADAN GENICULATUM LATERAL
6. RADIASI OPTIK
7. DAERAH CORTEX VISUAL
AKOMODASI: kemampuan lensa untuk
mencembung.
Proses Akomodasi adalah saat musculus siliaris
berkontraksi, maka penggantung lensa menjadi
kendor dan lensa yg elastis menjadi lebih cembung
dan diameternya mjd lebih kecil. (Teori Hemholtz)
INDRA PENDENGARAN
TELINGA LUAR
TELINGA TENGAH
TELINGA DALAM
TELINGA LUAR
AURIKULA (DAUN
TELINGA)
LOBUS
HELIKS
MAE (meatus
acusticus externa)
Membran tympani
TELINGA LUAR
Fungsi konduksi
1/3 bagian luar liang telinga terdiri atas tulang
rawan serumen
2/3 bagian dalam terdiri atas tulang

TELINGA LUAR
TELINGA TENGAH
Malleolus, incus,
stapes meneruskan
getaran
Tuba eustachius
menghub telinga dgn
hidung.

TELINGA TENGAH
Fungsi konduksi dan perkuatan
Mempunyai dua otot, yaitu : M.Tensor tympani, dan
M.Stapedius
Sistem osikuler terdiri atas : os.malleus, os.incus,
dan os.stapes

TELINGA DALAM
Canalis semicircularis
Vestibulum
Cochlea (mengatur keseimbangan tubuh dgn
stimulus pd mata)
Meatus acusticus internus (MAI) dan porus
acusticus internus.
TELINGA
FISIOLOGI PENDENGARAN
Pendengaran adalah persepsi otak besar terhadap
suara.
Bunyi adalah gelombang yang merambat melalui
suatu medium
Bunyi ditentukan oleh intensitas (dB) dan frekuensi
(Hz)
Telinga merupakan organ pendengaran dan
keseimbangan.

FISIOLOGI PENDENGARAN
M. TEKTORIA
DEFLEKSI STEROSILIA
DEPOLARISASI
ENDOLIMFE
ENERGI BUNYI
MEMBRANA TYMPANI
TELINGA TENGAH
SKALA VESTIBULI
MEMBRANA REISSNER
M. BASILARIS
AKSI POTENSIAL
Nucl.Auditorius
Kortex Pendengaran
PERSEPSI
MENDENGAR
Rangsangan Mekanik
KETULIAN
Deafness (Ketulian) terdiri atas :
1. Tuli Konduksi (Conduction Deafness)
2. Tuli Syaraf (Nerve Deafness)
3. Tuli Sentral (Central Deafness)

INDRA PENCIUMAN
Alat penciuman terdapat dlm rongga hidung (ujung
saraf nervus olfaktorius)
Bagian-bagian hidung:
1. konka nasalis superior
2. konka nasalis inferior
3. konka nasalis media
Di sekitar rongga hidung, tdp rongga yg disebut sbg
sinus paranasalis, td:
1. sinus maksillaris
2. sinus sfenoidalis
3. sinus frontalis
FISIOLOGI PENCIUMAN
BAU HIDUNG MERANGSANG
N.OLFAKTORIUS LOBUS TEMPORALIS
CEREBRI (untuk ditafsirkan)
Rasa pencium dirangsang o gas yg diisap dan
kepekaan akan rasa tsb mudah hilang bila telah
terpapar dlm wkt lama (adaptasi)



KELAINAN PADA PENCIUMAN
Anosmia: tidak dapat mencium apapun
Hiposmia: menurunnya sensitifitas thd bau

INDRA PENGECAP
LIDAH TERBAGI ATAS:
1. Radiks Lingua (pangkal lidah)
2. Dorsum Lingua (punggung lidah)
3. Apeks Lingua (ujung lidah)


Pada permukaan lidah, terdapat papilla:
1. Papilla sirkumvalata: 8-12 buah, pd pangkal
lidah, tersusun seperti huruf V
2. Papilla fungiformis: menyebar pd permukaan
ujung sisi lidah dan berbentk jamur.
3. Papilla filiformis: papilla terbanyak dan menyebar
di seluruh permukaan lidah.
BAGIAN LIDAH YG BERKAITAN DENGAN
PENGECAPAN:
1. Pahit
2. Asam
3. Asin
4. Manis
Kelenjar ludah mengeluarkan saliva (air liur) kira-
kira liter dalam 24 jam untuk mengolah amilase
(untuk mengkatalisis karbohidrat).
Susunan saliva:
air, glikoprotein, enzim pencernaan (ptialin), garam
alkali, sel-sel epitel, leukosit, gas CO2,dan bakteri.
FUNGSI AIR LIUR
1. Fx mekanis (melunakkan makanan)
2. Fx kimia
3. Membasahi lidah, pipi, palatum (langit-langit)
yang berguna dalam proses berbicara.
4. Melarutkan makanan yg kering hingga dapat
dirasakan
5. Mencegah gigi menjadi karies
FISIOLOGI PENGECAP
Ambang pengecapan (utamanya rasa asam),
menginduksi terjadinya salivasi melalui refleks.
Impuls dari traktus salitarius merangsang pusat
saliva dari batang otak yang menyebabkan refleks
peningkatan sekresi liur lambung oleh refleks
pengecapan.