Anda di halaman 1dari 18

A.

MUHAMMAD ATTHARIQ (A31111902)


RUDI IRWANTO (A31111263)
Anggaran merupakan pernyataan mengenai
estimasi kinerja yang hendak dicapai selama
periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam
ukuran financial, sedangkan penganggaran
adalah proses atau metode untuk
mempersiapkan suatu anggaran. Penganggaran
dalam organisasi sector public merupakan
tahapan yang cukup rumit dan mengandung
nuansa politik yang tinggi dan merupakan suatu
proses politik.
Aspek-aspek yang harus tercakup dalam anggaran
sector public meliputi:
Aspek perencanaan
Aspek pengendalian
Aspek akuntabilitas publik

Anggaran sebagai Alat Pengendalian (Control Tool)
Anggaran sebagai Alat Perencanaan (Planning Tool)
Anggaran sebagai Alat Kebijakan Fiskal (Fiscal Tool)
Anggaran sebagai Alat Politik (Political Tool)
Anggaran sebagai Alat Koordinasi dan Komunikasi
(Coordination and Communication Tool)
Anggaran sebagai Alat Penilaian Kinerja
(Performance Measurement Tool)
Anggaran sebagai Alat Motivasi (Motivation Tool)
Anggaran sebagai Alat untuk Menciptakan Ruang
Publik (Public Sphere)

Proses persiapan dan otorisasi anggaran
merupakan proses yang panjang dan
kompleks dan tentu saja memerlukan sumber
daya yang besar. Proses pembuatan anggaran
akan dimulai sedekat mungkin dengan waktu
tahun fiskal dimulai. Alasannya adalah untuk
meminimalisir hal-hal yang tidak terduga
dalam memprediksi setahun kemudian, juga
untuk mendapatkan informasi sebanyak
mungkin mengenai pengeluaran aktual pada
periode tersebut.

Proses penyusunan anggaran pada berbagai
pemerintahan mungkin berbeda, namun secara
umum proses ini terdiri dari tiga tahap. Tahap
pertama, mempersiapkan anggaran untuk setiap
individu pemegang anggaran pemerintah. Tahap
kedua, mengkombinasikan anggaran dari setiap
individu pemegang anggaran pemerintah
tersebut. Biasanya akan dilakukan revisi
anggaran pada tahap ini sebelum draft anggaran
secara keseluruhan dipersiapkan. Dan tahap
terakhir adalah draft anggaran yang sudah jadi
kemudian akan dimasukkan ke badan anggaran
pemerintah untuk mendapatkan persetujuan.

Tujuan dan target yang hendak dicapai
Ketersediaan sumber daya(faktor-faktor
produksi yang dimiliki pemerintah)
Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai
tujuan dan target
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi
anggaran, seperti munculnya peraturan
pemerintah yang baru, fluktuasi pasar,
perubahan sosial dan politik, bencanna alam,
dan sebagainya.

Menurut Henley (1990) sebagaimana dikutip
oleh mardiasmo (2002), pada dasarnya
prinsip-prinsip dan mekanisme penganggaran
relative tidak berbeda antara sektor swasta
dengan sektor publik. Siklus anggaran
meliputi empat tahap yang terdiri atas:
Tahap persiapan anggaran.
Tahap ratifikasi anggaran.
Tahap pelaksanaan anggaran.
Tahap pelaporan dan evaluasi.
Proses penyusunan anggaran mempunyai empat
tujuan, diantaranya:
Membantu pemerintah mencapai tujuan fiskal
dan meningkatkan koordinasi antar bagian dalam
lingkungan pemerintah.
Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan
dalam menyediakan barang dan jasa publik
melalui proses pemrioritasan.
Memungkinkan bagi pemerintah untuk memenuhi
prioritas belanja.
Meningkatkan transparansi dan
pertanggungjawaban pemerintah kepada
masyarakat.

1) Anggaran tradisional disusun berdasarkan
obyek pengeluaran dan dicirikan dengan line-
item dan incrementalism;
2) Anggaran kinerja mengacu pada konsep di
sektor bisnis yang dikenal dengan sebutan new
public management (NPM) mencakup
planning-programming-budgeting system
(PPBS), zero-base budgeting (ZBB), dan
performance-based budgeting.

Keunggulan pendekatan ini adalah:
a) Sederhana, mudah dipahami dan penyusunan
anggaran bisa lebih cepat.
b) Sejalan dengan konsep akuntansi
pertanggungjawaban atau mempermudah
pengendalian akuntansi selama proses pelaksanaan
anggaran.
c) Pembandingan dapat dilakukan beberapa tahun
untuk mengetahui tren anggaran.
d) Jumlah pengeluaran untuk setiap unit organisasi
dapat diketahui melalui. pengakumulasian seluruh
biaya dalam aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan.

Kelemahan pendekatan tradisional ini adalah:
a) dianggap tidak memberikan banyak informasi
b) Bersifat jangka pendek
c) Tidak dapat mengakomodasi kebutuhan aktivitas
insidentil/faktual organisasi
d) Tidak memberikan perhatian memadai terhadap perencanaan
jangka panjang.
e) Pengumpulan informasi mengenai perkembangan program yang
relevan bagi organisasi secara keseluruhan kurang mendapat
perhatian.
f) Keputusan perencanaan penting dibuat oleh level manajemen
paling bawah yang kemudian naik ke atas.
g) Tidak berorientasi pada penghematan karena unit organisasi
memiliki kecenderungan untuk menghabiskan semua anggaran
yang dterimanya.
Keunggulan :
a) Memudahkan dalam mendelegasikan tanggung jawab
dari manajemen puncak ke manajemen menengah.
b) Dalam jangka panjang dapat mengurangi beban kerja.
c) Memperbaiki kualitas pelayanan melalui pendekatan
standar biaya dalam perencanaan progam.
d) Bersifat lintas departemen, sehingga dapat
meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama
antardepartemen.
e) Menghilangkan program tumpang tindih atau
bertentangan dengan tujuan organisasi.
f) Menggunakan teori utilitas marjinal sehingga
mendorong alokasi sumber daya secara optimal.

Kelemahan :
a) PPBS membutuhkan sistem informasi yang canggih,
ketersediaan data, adanya sistem pengukuran, dan staf
yang memiliki kapabilitas tinggi.
b) Pengimplementasian PPBS membutuhkan dana yang
besar.
c) PPBS bagus secara teori, namun sulit dilaksanakan.
d) PPBS mengabaikan realitas politik dan realitas
organisasi sebagai kumpulan manusia yang kompleks.
e) PPBS sangat berorientasi pada statistik.
f) Pengaplikasian PPBS menghadapi masalah teknis dalam
pengalokasian biaya karena melibatkan lintas-
departemen.

Keunggulan :
a) Dapat menghasilkan alokasi biaya yang lebih efisien.
b) ZBB berfokus pada value for money.
c) Memudahkan pengidentifikasian atas inefisiensi dan
ketidakefektifan biaya.
d) Meningkatkan pengetahuan dan motivasi karyawan.
e) Meningkatkan partisipasi manajer level bawah dalam
penyusunan anggaran.
f) Merupakan cara yang sistematik untuk menggeser
status quo dan mendorong organisasi untuk selalu
menguji alternatif aktivitas, pola perilaku biaya, dan
tingkat pengeluaran.
Kelemahan :
a) Prosesnya memakan waktu lama, terlalu teoritis
dan tidak praktis, membutuhkan biaya yang besar,
serta menghasilkan kertas kerja yang menumpuk
karena pembuatan paket keputusan.
b) Cenderung menekankan manfaat jangka pendek.
c) Membutuhkan teknologi maju.
d) Proses perangkingan dan reviu atas paket keputusan
membosankan dan melelahkan.
e) Membutuhkan staf yang memiliki keahlian.
f) Dapat menimbulkan kesan yang salah bahwa semua
paket keputusan harus diakomodasi dalam
anggaran.
g) Implementasi ZBB menimbulkan masalah
keperilakuan dalam organisasi.

Keunggulan :
a) Memberikan penjelasan naratif tentang aktivitas yang diusulkan dalam
rencana anggaran.
b) Penyusunan anggaran didasarkan pada aktivitas yang dilengkapi
dengan data kebutuhan biaya dan target kinerja yang hendak dicapai
yang dinyatakan secara kuntitatif.
c) Menekankan pada kebutuhan untuk mengukur masukan dan keluaran.

Kelemahan :
a) Dibutuhkan staf anggaran dan akuntansi yang mampu mengidentifikasi
unit pengukuran, melakukan analisis biaya, dan sebagainya.
b) Banyak pelayanan dan aktivitas pemerintah yang tidak dapat diukur
secara kuantitatif dalam bentuk unit-unit keluaran atau unit-unit
biaya.
c) Akun pemerintah sudah dirancang berdasarkan nomenklatur anggaran,
bukan berdasarkan konsep biaya penuh (full cost), sehingga sangat
sulit dilakukan pengumpulan data.

Anggaran Tradisional Anggaran Kinerja
Sentralis Desentralis & devolved management
Berorientasi pada input Berorientasi pada input, output, dan outcome
(value for money)
Tidak terkait dengan perencanaan jangka
panjang
Utuh dan komprehensif dengan perencanaan
jangka panjang
Line-item da incrementalism Berdasarkan sasaran kinerja
Batasan departemen yang kaku (rigid
department)
Lintas departeman (crossdepartment)
Menggunakan aturan klasik: vote accounting Zero-base budgeting, planning programming
budgeting system, performance based
budgeting
Prinsip anggaran bruto Sistematik dan Rasional
Bersifat Tahunan Bottom-up budgeting