Anda di halaman 1dari 105

LIGHTNING

PROTECTION

Oleh Kelompok 10 :
Arief Rahman 2211100086
Muhammad Adhijaya S. 2211100113
M. Sulaiman 2211100119
Wisam Jaya N. 2211100149
Evandro Aditia S. 2211100138
OUTLINE
3. Air Termination System
4. Down Conductor
5. Material dan Dimensi Minimum untuk Air
Termination Conductor dan Down Conductor
6. Dimensi Pemasangan Untuk Air-Termination and
Down-Conductor Systems
7. Earth Termination Sistem
2. Arrester
1. Proteksi Petir
Sambaran Langsung Pada Gardu
Samabaran ini bisa menyebabkan kerusakan yang cukup parah.
Untuk menghindarinya digunakan kawat tanah dan pentanahan yang
baik (< 5 ohm).
Sambaran Tidak Langsung, disebabkan:
-Induksi elektromagnetik akibat terjadinya pelepasan muatan di deka
sistem (A)
-Induksi elektrostatis akibat adanya awan bermuatan diatas hantaran
udara (B)


A
B
1. Proteksi Petir
Perlindungan Terhadap Petir
Perlindungan Gardu dan Gardu Induk Terhadap
Sambaran Langsung

Perlindungan hantaran udara terhadap sambaran
langsung

dungan peralatan listrik terhadap gelombang berjalan


Perlindungan Gardu dan Gardu Induk
Terhadap Sambaran Langsung

Alat-alat yang digunakan :
a. Kawat tanah pelindung yang berfungsi
untuk menarik atau menerima sambaran
petir
b. Kawat pengahantar dengan impedansi
rendah yang berfungsi menyalurkan
pelepasan muatan petir ke tanah
c. Tahanan tanah yang rendah

Dalam Hal (a) perlindungan dianggap baik jika dalam 1000
sambaran, 999 sambaran mengenai kawat tanah. Biasanya disebut
dengan Proteksi Sambaran 0.1%.
Proteksi ini dapat diperoleh dengan cara satu batang tunggal atau
menara membentuk satu kerucut perlindungan dengan puncak
menara pelindung sebagai ujung kerucut dan radius pada
permukaan tanah sebagi alas kerucut yang membentuk sudut 30
0

vertikal. Atau dengan kata lain diameter sama dengan tinggi
menara.





Dalam hal (b) harus memenuhi syarat yaitu tahanan yang rendah,
reaktansi yang rendah dan jarak yang cukup terhadap benda lai
yang dapat menghantarkan listrik
Perlindungan
petir pada
gardu tanpa
kawat tanah




Perlindungan
petir pada
gardu dengan
kawat tanah
Jika pelindung kawat tanah tidak bisa
digunakan maka perlindungan tambahan
terhadap sambaran langsung terhadap kawat
phasa di dekat gardu induk dapat diperoleh
dengan menggunakan protector tube pada
setiap menara

Perlindungan Hantaran UdaraTerhadap
Sambaran Langsung

A. Perlindungan hantaran udara dengan menggunakan kawat tanah
Hal-hal yang harus diperhatikan:
Kawat tanah harus mempunyai ketahanan tarik yang tinggi dan tidak gampang
berkarat
Sudut perlindungan yang baik adalah proteksi sambaran 0,1 % atau susdut
perlindungan maks 30
o
Tahanan pentanahan, isolasi dan jarak bebas antara kawat tanah dan kawat phasa
harus diperhatikan
Jika jarak bebas antara kawat tanah ke kawat phasa terlalu kecil dengan
sambaran petir dengan arus cukup besar maka akan terjadi flashover dan
bacflashover



Keuntungan menggunakan kawat tanah:
Pada batas-batas tertentu akan membentuk tabir
elektrostatis yang dapat menurunkan induksi
tegangan pada kawat phasa jika terjadi pelepasan
muatan dari awan disekitranya.
Dari hasil penelitian Peek:
Satu kawat tanah mengurangi induksi elektrostatis
menjadi dari akibat induksi tanpa kawat tanah
Dua kawat tanah menjadi 1/3 nya
Tiga kawat tanah menjadi 1/4 nya

B. Perlindungan hantaran udara tanpa kawat tanah tetapi
menggunakan alat bantu
Peralatan ini mempunyai bagian yang mengontrol pelepasan
muatan dan mematikan follow curent
Protector tube yang dasarnya terdiri dari tabung fiber dengan dua
elektroda diujungnya.
Alat ini dipasang pada menara dibawah konduktor
Jika terjadi hamparan maka sela seri akan short dan bunga api
membakar dinding fiber sehingga timbul gas. Lalu gas netral ini
kan menekan bunga api sehingga tidak timbul penyalaan kembali

Perlindungan Peralatan Listrik Terhadap
Gelombang Berjalan

Kerusakan yang diakibatkan gelombang berjalan:
Tegangan tembus luar (eksternal flashover) merusak isolator
Tegangan tembus dalam (internal flashover)
1. Merusak isolasi utama dari peralatan ke tanah
2. Merusak isolasi antara bagian-bagian dalam peralatan
Tegangan tembus luar dan dalam yang mungkin terjadi sebagai
akibat osilasi yang terjadi pada peralatan

Perlindungan kawat tanah, mencegah sistem disambar petir
sedangakan alat-alat pelindung ke gardu memberikan
perlindungan terhadap gelombang berjalan yang disebabkan
petir
Alat pelindung yang digunakan: arrester (Penangkap petir)

Arrester:
Dihubungkan antara kawat phasa dengan tanah pada
gardu
Tujuannya, untuk menyalurkan tegangan lebih tinggi k
tanah sampai batas aman pada peralatan
Sambaran petir pada sebuah jaringan hantaran
udara merupakan suatu suntikan muatan listrik, suntikan
tersebut menimbulkan kenaikan tegangan pada jaringan
sehingga timbul tegangan lebih yang berbentuk impuls, jika
tegangan lebih tersebut tiba di suatu gardu maka akan
merusak isolasi peralatan gardu oleh karena itu perlu perlu
dibuat alat pelindung.
Dibawah ini merupakan gambar tegangan lebih
sambaran petir pada jaringan.
Ada tiga jenis penangkap/alat
pelindung petir yang umum
dipakai :
1. Sela batang (rod gap)
2. Tabung pelindung (protector tube) atau expulsion
type lightning arrester
3. Penangkap petir biasa jenis katup
(conventional valve type arrester)

1. sela batang (rod gap)

Merupakan alat pemotong petir yang paling
sederhana berupa batang elektroda yang
diletakkan antara hantaran dan tanah, sela batang
ini banyak digunakan di :
-bushing insulator dari trafo
-pada isolator hantaran udara
-pemutus daya (circuit breaker)

Sela batang memiliki batasan dalam penggunaannya :
1. sela batang tidak berfungsijika gelombang datang
mempunyai muka yang curam.
2. sela batang tidak dapat memotong arus ikutan (follow
current). bunga api terjadi karena terionisirnya udara
diantara elektroda batangakibat beda tegangan yang
tinggi, dan menyebabkan kekuatan isolasi menurun.
3. sela batang dapat meleleh akibat energi panas dengan
temperatur tinggi yang dilepas oleh bunga api.
4. karakteristik tembus dari sela batang sangat di
pengaruhioleh keadaan alam seperti : kelembapan,
temperatur, tekanan dan lain-lain
5. sela batang juga dipengaruhi olehpolaritan dari
sambaran. sela batang merupakan jenis penangkap
petir yang paling sederhana, maka dari itu tidak dapat di
andalkan sebagai pelindung utama.
Modifikasi dari sela batang :
1. sela sikring (fused gap) adalah sela batang
yang dilengkapi sikring yang terhubung seri
untuk memutus follow current sehingga CB
tidak perlu membuka.
2. sela kontrol (control gap) terdiri dari susunan
dua buah sela untuk mendekati karakteristik
dari sela bola, dan dapat digunakan dengan
atau tanpa sikring.
2. Tabung pelindung (protector tube)
atau expulsion type lightning arrester
Merupakan tabung yang terdiri dari :
1. dinding atbun yang terbuat dari bahan yang
mudah menghasilkan gas jika di lalui arus
(fibre).
2. sela batang yang biasanya diletakkan pada
isolator porselin, untuk mencegah arus
mengalir dan membakar fiber pada tegangan
jala-jala setelah gangguan di atasi.
3. sela pemutus bunga api di letakkan di dalam
tabung, dan salah satu elektroda di
hubungkan ke tanah.
Kerugian tabung pelindung :
1. Terbatas pada sistem yang mempunyai
besaran arus sistem kurang sepertiga dari
besarnya arus sambaran atau arus terpa.
karena bila arus sangat besar akan
menyebabkan fiber habis terbakar dan
apabila arus terlalu kecil tidak akan
mampu menghasilkan cukup gas pada
tabung untuk mematikan busur api.
2. Walaupun termasuk pemotong terpa yang
murah namunsama sekali tidak cocok
untuk perlindungan peralatan-peralatan
gardu yang mahal.
Biasanya dipakai :
1. tabung pelindung dipakai pada tiang
transmisi sebelum memasuki gardu untuk
memotong besar arus terpa yang
datang.sehingga mengurangi kerja arester di
gardu.
2. pada trafo-trafo kecil di pedesaan, dimana
pemotong jenis katup (valve type arrester)
sangat mahal sehingga dipakai sela batang
yang lebih murah.
3. pada tiang transmisi tertentu yang sangat
tinggi (misalnya penyeberangan sungai)
dimana kemungkinan disambar petir sangat
tinggi.
3. Penangkap petir biasa jenis katup
(conventional valve type arrester)
Juga dikenal sebagai pemotong petir
jenis tidak linier (non linier lighting arrester).
arrester ini terdiri dari berbagai sela yang
tersusun seri dengan piringan-piringan
tahanan. karakteristik dari tahanan seperti
harga tahanannya turun dengan sangat cepat
pada saat arus terpa mengalir sehingga
tegangan antara terminal arrester tidak terlalu
besar dan harga tahanan akan naik kembali
jika arus terpa sudah lewat sehingga
membatasi follow current dari power frequency
voltage.
Tahanan tak linier (non linier
resistor)
Piringan tahan umumnya dibuat dari
bahan thrite metrosil dan terdiri dari bahan an
organis dengan dasar campuran silicon carbide
dan ikatan tanahliat, berbentuk lempengan bulat.
harga tahanan dari lempengan ini akan naik
dengan cepat jika tegangan dan arus naik.
Tegangan sisa (residual voltage yaitu
tegangan puncak yang timbul di antara terminal
penangkap petir pada saat terjadi tembus)akan
di batasi walaupun arus yang mengalir cukup
besar, segera setelah gelombang arus di lepas
ke tanah, lempeng resistor ini akan kembali
mempunyai harga tahanan yang tinggi.
Kekurangan dari penangkap petir :
1. Keandalan penangkap petir sangat di
pengaruhi oleh uap air yang masuk ke bagian
dalam penagkap petir. masalah ini dapat dia
atasi dengan menutup rapat-rapat penangkap
petir tersebut, serta bagian dalam diisi oleh
gas dan mempunyai peralatan pencegah
untuk menghindari terjadinya kelembapan.
2. Ada kemungkinan jenis penagkap petir ini
tidak beeaksi cukup cepat dalam mendeteksi
gelombang datang dengan muka ynag sangat
curam yang menuju ke gardu.
Macam-macam penangkap petir jenis katup :
1. jenis gardu (station type) jenis ini adalah yang
paling efisien dan paling mahal yang umumnya
digunakan untuk melindungi peralatan-peralatn
yang penting pada gardu-gardu besar (sistem
dengan tegangan diatas 70 kV)
2. jenis hantaran (line type) jenis ini lebih murah
digunakan untuk melindungi gardu-gardu
dengantegangan kerja sistem dibawah 70 kV.
3. penangkap petir jenis gardu untuk melindungi
motor/generator, digunakan untuk sistem-
sistem dengan tegangan 2.2 kV sampai 15 kV.
4. penangkap petir sekunder (secondary arrester)
untuk perlindungan peralatan-peralatan
tegangan rendah dengan tegangan kerja
sistem antara 120 V sampai 750 V.
Tingkat pengenal dari penangkap
petir (rating arrester)
1. Tegangan nominal atau tegangan pengenal (Ua)(nominal
voltage arrester) adalah tegangan dimana penangkap petir
masih dapat bekerja sesuai dengan karakteristiknya. penangkap
petir tidak dapat bekerja pada tegangan maksimum sistem yang
direncanakan, tetapi masih tetap mampu memutuskan arus
ikutan dari sistem secara efektif. penangkap petir umumnya tidak
dapat bekerja jika ada ganguan phasa ke tanah di satu tempat
dalam sistem. untuk mengetahui tegangan maksimum yang
mungkin terjadi pada phasa yang sehat ke tanah sebagai akibat
ganguaan satu phasa ke tanah perlu diketahui :
A. Tegangan sistem tertinggi (system highest voltage),
umumnya diambil harga 110 % dari harga tegangan nominal
sistem.
B. Koefisien pentanahan, didefinisikan sebagai
perbandingan antara tegangan rms phasa sehat ke tanah dalam
keadaan gangguan.

2. Arus pelepasan nominal (nominal discharge current)
adalah arus pelepasan dengan harga puncak dan bentuk
gelombang tertentu yang digunakan untuk menentukan
kelas dari penangkap petir.
3. Tegangan percikan frekuensi jala-jala (power frequency
spark over voltage) penangkap petir tidak boleh bekerja
pada gangguan yang terlalu dalam (internal over Voltage)
dengan amplitude yang rendah karena dapat
membahayakan sistem.
4. Tegangan percikan impuls maksimum (maximum impuls
spark over voltage) adala tegangan gelombang impuls
tertinggi yang terjadi pada terminal penangkap petir
sebelum penangkap petir tersebut bekerja.
5. Tegangan sisa (residual voltage dari discharge voltage)
adalah tegangan yang timbul di antara terminal penangkap
petir pada saat arus petir mengalir ke tanah.

6. Arus pelepasan maksimum (maximum discharge current)
adalah arus terpa maksimum yang dapat mengalirmelalui
penangkap petir setelah tembusnya sela seri tanpa merusak
atau merubah karakteristik dari penangkap petir.
7. Peredam terpa (surge absorber)
Kerusakan pada peralatan akibat gelombang terpa tidak hanya
tergantung amplitudo gelombang namun juga kecuraman muka
gelombang, untuk mengurangi kecuraman muka gelombang
digunakan peralatan peredam terpa (sureg absorbeor surge
modifier) yaitu:
1. Kondensator : jika diletakkan antara phasa dengan
tanah akan mengurangi kecuraman gelombang datang sehingga
mampu melindungi gulungan trafo dari stress tegangan yang
tinggi yang terjadi pada lilitan.
2. Induktor : diletakkan seri dengan hantaran udara dan
paralel dengan tahanan. gelombang dengan muka yang curam
dan gelombang dengan frekuensi tinggi akan menghadapi
induktor dengan impedansi tinggi, sehingga gelombang ini akan
dipaksa melalui tahanan.
Data Pengenal Arester
A. Tegangan pengenal
Adalah tegangan efektif tertinggi frekuensi sistem yang mungkin
dipikul oleh arester.
B. Arus peluahan nominal
Data ini menentukan klasifikasi arester menurut kemampuannya
mengalirkan arus peluahan.
C. Frekuensi pengenal
Sama dengan frekuensi sistem dimana arester terpasang.
D. Tegangan percik frekuensi daya
Adalah besar teganagn efektif frekuensi daya yang membuat
terjadinya perciakn di sela arester.
E. Tegangan percik impuls daya
Adalah puncak tegangan suja, yang membuat sela arester pasti
terpercik atau membuat arester pasti bekerja.
2. Arrester
F. Tegangan peluahan atau tegangan sisa
Adalah tegangan teminal di arester saat arester mengalirka arus surja yang
besarnya sama dengan arus peluahn nominal.
G. Tegangan dasar
Adalah tegangan efektif AC maksimal yang diperbolehkan terjadi di terminal
arester, dimana arus susulannya dapat dipadamkan.
H. Tegangan gagal sela
Adalah besar tegangan yang membuat sela arester terpercik saat dikenai
tegangan surja yang gelobang permukaannya curam.
I. Karakteristik volt-waktu
Adalah karakteristik yang menyatakan hubungan tegangan percikan sela
arester dan waktu percikan.
J. Margin
Adalah selisih Basic Impulse Level peralatan yang dilindungi dengan tingkat
proteksi arester yang melindungi.
K. Tingkat perlindungan
Adalah tegangan teringgi pada terminal arester saat arester mengalirkan arus
surja.
L. Arus peluahan maksimal
Adalah nilai puncak tertinggi dari arus surja 5/10 us yang dapat dialirkan
arester tanpa merusak arester.
Tegangan Pengenal Arester
Dalam keadaan normal, arester boleh jadi memikul
tegangan sistem maksimum, yaitu:




Tegangan pengenal arester buatan Perancis:

Lokasi Penempatan Arester
Arester ditempatkan sedekat mungkin
dengan perlatan yang dilindungi. Tetapi untuk
memperoleh kawasan perlindungan yang lebih
baik, maka ada kalanya arester ditempatkan
dengan jarak tertentu dari perlatan yang
dilindungi. Jarak arester dengan perlatan yang
dilindungi berpengaruh terhadap besarnya
tegangan yang tiba pada peralatan. Jika jarak
arester terlalu jauh, maka tegangan yang tiba
pada perlatan dapat melebihi tegangan yang
dapat dipikulnya.
PROTEKSI PETIR EKSTERNAL
Instalasi dan alat-alat di luar sebuah
struktur untuk menangkap dan
menghantar arus petir ke sistem
pentanahan atau berfungsi sebagai ujung
tombak penangkap muatan listrik/arus
petir di tempat tertinggi.
Fungsi :
Mencegah stroke petir langsung dari merusak volume yang harus
dilindungi. Harus dirancang untuk mencegah stroke petir yang tidak
terkontrol dengan struktur yang akan dilindungi. Dengan dimensi yang
benar dari Air termination systems, efek dari sambaran petir ke
struktur dapat dikurangi dengan cara yang terkontrol .

# Sistem air-termination dapat terdiri dari komponen-komponen berikut dan
dikombinasikan satu sama lain yang dibutuhkan :

Rods
Kawat Membentang dan Kabel
Konduktor Intermeshed
3. Air Termination System
Ketika menentukan penempatan dari sistem
air-temination sistem, perhatian khusus harus
diberikan pada perlindungan sudut dan tepi struktur
yang akan dilindungi. Ini berlaku khususnya untuk
sistem air-temination pada permukaan atap dan
bagian atas. Yang paling penting, sistem air-temination
harus dipasang pada sudut dan tepi.
Tiga metode yang dapat digunakan untuk
menentukan pengaturan dan penentuan tapak sistem
udara - terminasi :
Metode bola bergulir
Metode Mesh
Metode sudut pelindung
1. Metode Rolling Sphere
Geometric Electrical Model
Sambaran petir ke tanah, leader ke arah bawah muncul step-
by-step pada seri sentakan dari awan ke tanah. Titik awal dari
upward leader dan karena itu sambaran lanjutan ditentukan
oleh ujung downward leader.
Ujung leader menyambar ke bawah hanya bisa mendekati
bumi dalam jarak tertentu . Jarak ini didefinisikan oleh terus
meningkatkan kekuatan medan listrik dari tanah sebagai
pendekatan ujung leader ke bawah.
Jarak terkecil antara ujung downward leader dan titik mula
upward leader disebut jarak final sambaran (hB). Sesaat
selelah insulasi listrik, the upward leader yang mengarah ke
final strike dan melewati jarak final sambaran terbentuk.
Observasi dari efek protektif dari overhead earth wires dan
high voltage towers digunakan sebagai basis dari geometric-
electrical model.
Rolling Sphere dapat menyentuh tidak hanya
menara melainkan juga bagian tengah
bangunan di beberapa titik yang merupakan
titik potensial sambaran.
Geometric-Electrical Model :
Berdasakan hipotesis bahwa ujung downward
leader mendatangi objek pada gound dengan
tidak teratur hingga mencapai jarak sambar final.
Titik sambaran ditentukan oleh objek terdekat
dari ujung downward leader. Dari sana upward
leaderdimulai.
#Nilai arus petir (I) dan jarak sambar final
(R/radius) dari rolling sphere :
Aplikasi skematik dari metode rolling sphere dengan
struktur permukaan.
Dalam hal ini terjadi beberapa kilatan petir , kilat
petir bergerak karena kondisi angin. Akibatnya disekitar
titik sambaran petir menentukan stroke yang dapat
terjadi.
Type 1 perlindungan petir merupakan perlindungan
terbaik dan Type 4 merupakan yang terburuk.
Interception effectiveness (Ei) dari air-termination
system dipengaruhi oleh tipe sistem perlindungan petir.
NB : Aplikasi dari metode rolling sphere berarti sistem air-
termination tidak dipasang pada daerah yang tidak
membutuhkan, hanya untuk bagian yang benar benar
diperlukan.
Mesh Method
Metode Mesh Air-Termination System
dapat digunakan secara umum tanpa
memperhatikan ketinggian dan bentuk
atap.

Mesh dipasang melalui ujung dan punggung atap
dapat diungsikan sebagai air-termination system.
Konduktor air-termination system di ujung terluar
harus dipasang dekat dengan ujung bangunan.
Protective Angle Method
Metode Protective Angle
diperoleh dari electric-geometrical
lightning model, ditentukan oleh
radius rolling-sphere.
Metode ini digunakan untuk
struktur dengan dimensi simetris.
Metode Protective Angle
berdasarkan tipe proteksi petir dan
tinggi dari air-termination system
diatas bidang referensi.


Konduktor air-termination, batang air-
termination, tiang, dan kabel harus disusun
sedemikian rupa untuk menjamin perlindungan
maksimal.
Zona proteksi dapat berupa:
cone-shaped atau tent-shaped,
Natural components of
air-termination systems
Stuktur metal (logam) seperti loteng, pancuran
atap, jeruji, dapat digunakan sebagai komponen
natural untuk air-termination system.
Air-termination systems for
structures with gable roofs
Air-termination
system pada ujung atap
rumah adalah komponen
logam keseluruhan, seperti
konduktor air-termination,
batang air-termination, dan
ujung air-termination. Bagian
dari struktur biasanya
tersambar petir.
Batang air-termination
untuk cerobong asap harus
didirikan untuk menjamin
seluruh bagian cerobong asap
masuk pada zona proteksi.
Metode sudut proteksi harus
digunakan ketika mengukur
batang air-termination.
Pemasangan untuk proteksi antena
parabola seperti perlindungan cerobong asap
dengan menggunakan pipa stainless steel
internal.
Air-termination systems for
flat-roofed structures
Menggunakan metode
Mesh dengan ukuran sesuai tipe
sistem proteksi petir.
Jika kemiringan lebih dari
5 maka setiap tempat konduktor
atap harus dilengkapi dengan
elemen position fixing.

Jika lembar atap buatan
dilindungi secara mekanik maka
tempat konduktor atap harus
disusun sekitar elemen mechanical
fixing.
Air-termination systems on
metal roofs
Industri modern dan komersial membangun struktur atap yang
memilki atap metal dengan ketebalan lembaran 0.7 1.2mm
Ketika atap terkena sambaran petir langsung,
meleleh atau penguapan dapat menyebabkan lubang pada
titik sambaran. Besarnya tergantung pada karakteristik bahan
dan energi sambaran petir.
Sebuah sistem air-termination terpisah harus
dipasang pada atap logam untuk menjamin
rolling-sphere tidak menyentuh bagian atap
metal.
air-termination system for
structures with thatched roof
Walkable and trafficable roofs
Tidak dimungkinkan untuk menyusun konduktor air-
termination pada atap jenis ini. Hal yang bisa dilakukan
yakni dengan memasang konduktor air-termination pada
fondasi atau sendi diantara bagian jalan.
Air-termination system for
planted and flat roofs
Dipasang pada
permukaan atap yang
ditanami.
Biasanya dengan
memasang mesh air-
termination dengan
ukuran 5 x 5m (lightning
protection system Type I)
atau ukuran 15 x 15m
(lightning protection
system Type III) pada
permukaan tanpa
memperhatikan
ketinggian struktur.
Isolated air-termination systems
Perlindungan dengan sistem air-termination terpisah
yang mencegah sebagian arus petir masuk pada struktur yang
menyebabkan kerusakan instalasi elektrikal yang sensitif.
1. Air-termination rods
Untuk stuktur bangun pada
atap (semisal kipas kecil), proteksi
dapat dengan individual atau
gabungan berapa batang air-
termination. Batang air-termination
dengan ketinggian mencapai 2 m
dapat dipasang dengan 1 atau 2
fondasi tiang.
2. Spanned over by cables or conductors
Berdasarkan DIN V VDE V 0185-3,
konduktor air-termination dapat dipasang diatas
struktur yang dilindungi. Konduktor air-
termination menghasilkan tent-shaped
protection zone pada sisi samping dan dan cone-
shaped protection zone di akhir.
Metode rolling-sphere dapat juga
digunakan pada luasan konduktor atau kabel.
Sistem Mesh air-termination dapat
digunakan jika jarak pemisah yang tepat
diantara komponen instalasi dan sistem air-
termination harus dipelihara.
Air-termination system for
steeples and churches
1. External lightning protection system
Berdasarkan DIN V VDE V 0185-3 subclause 7.1a
menunjukkan sistem proteksi petir tipe III adalah syarat
normal untuk proteksi luar menara dan gereja.
2. Bagian tengah ruang gereja / menara
Berdasarkan DIN V VDE V 0185-3, sub-
clause 7.5, ruang tengah harus memiliki sistem perlindungan
petir tesendiri dan jika menara berdempetan dengan
bangunan maka sistem harus dihubungkan dengan rute
tersingkat sistem down-conductor dari menara.
Menara dengan ketinggian hingga 20 meter harus dilengkapi
dengan sistem down-conductor.
Air-termination systems for
wind turbines (WT)
E DIN VDE 0127-24 menjelaskan
pengukuran proteksi untuk turbin angin
dari petir dan sesuai dengan standar DIN V
VDE V 0185 series.
VdS merekomendasi perlindungan
petir tipe II dipasang pada tubin angin
dimana dapat mengontrol petir dengan
aus hingga 150.000 Ampere.
Sistem proteksi luar terdiri atas Air-
termination systems , down-conductor
systems, sistem pentanahan dan
perlindungan terhadap kerusakan mekanik
dan kerusakan akibat percikan api.
Air-termination systems pada turbin
angin penangkal petir berada pada ujung
baling baling turbin.
Sistem down Conductor adalah hubungan
antara sistem terminasi udara dan tanah.
Fungsi sistem down conductor adalah untuk
mengalirkan arus kilat yang diterima sistem
terminasi udara tanpa kenaikan temperatur
yang berlebihan, contohnya merusak bangunan


4. Down Conductor
Penentuan Nomor
Bergantung dari ciri-ciri struktur (e. g. gates, precast
components), jarak antara berbagai down conductor
dapat berbeda.

Tabel sistem down conductor untuk sistem
proteksi petir non isolasi
Natural components of a
down-conductor system

Installation of
down-conductor systems

Measuring points
Pada setiap hubungan antara down conductor dengan sistem
pentanahan harus ada titik pengukuran.
Titik pengukuran diperlukan untuk memudahkan inspeksi
karakteristik sistem pengaman petir.
Setiap titik pengukuran harus dapat di pantau secara jelas pada
rancangan sistem pengaman petir.

Internal down-conductor systems
Courtyards
Down conductors of an isolated external
lightning protection system
Installation of a HVI isolated down conductor
CONTOH PEMASANGAN

5. Material dan Dimensi Minimum untuk Air


Termination Conductor dan Down Conductor
Table Material, form and min. cross sections of air-termination
conductors, air-termination rods and down conductors
Tabel diatas memberikan informasi tentang bahan, bentuk dan minimum cross
section dari air-termination conductors, air-termination rods dan down conductors
GAMBAR DIATAS ADALAH SKEMA PERLINDUNGAN
EKSTERNAL AIR TERMINATION UNTUK BENTUK ATAP
YANG SEPERTI DITUNJUKKAN PADA GAMBAR
6. Dimensi Pemasangan Untuk Air-Termination and
Down-Conductor Systems
LANJUTAN
APLIKASI UNTUK ATAP
DATAR
Skema untuk pentanahan
ASSEMBLY DIMENSION (Lanjutan)
Gambaran secara lengkap
Tips pemasangan holder konduktor
pada atap
Lanjutan
ZIEGEL-SNAP, UNTUK
MEMPERKOKOH
DIANTARA KEPINGAN
GENTENG DAN JUGA
SEBAGAI PENYANGGA
PERALATAN

Earth : yang dimaksud disini adalah
konduktive ground yang memiliki
potensial sebesar nol di semua bagiannya
Earth Termination System
Adalah sistem pentanahan yang terhubung
ke tanah, dalam hal ini adalah permukaan
bumi



7. Earth Termination Sistem
Sistem Pentanahan
Rumus-rumus Resistansi Elektroda RA yang
digunakan
Nilai Resistansi dapat diperoleh dari :




Dimana pE resistansi spesifik pembumian
I=panjang layer imajiner
Q =luas permukaan
Resistansi electrode pembumian /
spesifikasi resistansi pembumian
earthing electrode resistance RA
Konduksi petir arus melalui pembumian elektroda ke tanah tidak
terjadi di satu titik melainkan energises sekitar pentanahan
elektroda.
Gambar. 5.5.2a menggambarkan elektrode yang ditanam dalam
tanah, Gambar. 5.5.2b menggambarkan elektrode pembumian
yang ditanam dekat dengan permukaan.
Specific earth resistance E
merupakan fungsi darikomposisi tanah, jumlah kelembaban dalam tanah dan suhu.
Straight surface earthing electrode
elektroda pembumian
permukaan umumnya
horizontal tertanam di dalam
tanah di
kedalaman 0,5 ... 1 m.
Batang pembumian
Resistansi pembumian RA
dari batang pembumian:



RA =resistansi pembumian
elektroda dlm
E =resistansi spesifik pembumian
dlm m
l =Panjang batang pembumian
dalam m
d =Diameter batang pembumian
dalam m

Star-type earthing electrodes

Digunakan saat resistansi
pembumian relatif rendah
dengan konduktor
pentanahan yang buruk
Combination of flat strip earthing electrodes and
earth rods
perkiraan dari resistansi flat strip dengan batang
pembumian . Diperoleh dari rumus berikut
elektroda pembumian cincin
Untuk cincin elektroda pembumian dengan besar diameter (D> 30
m), pembumian yang resistansi elektroda dihitung sebagai
pendekatan dengan menggunakan rumus untuk flat strip
pembumian elektroda (di mana
lingkar D digunakan untuk panjang elektroda pembumian):
EARTHING ELECTRODE TYPE A

Dipasang untuk tipe star secara horizontal maupun scara
vertikal (batang pembumian)
Untuk tipe III dan IV menggunakan panjang batang >= 5m
sedangkan untuk Tipe I dan II ditentukan sebagai fungsi
Ground Resistansi spesifik
Panjang minimal dari elektrode pembumian adalah:
I1 x 0.5 Untuk elektrode vertikal
I1 Tipe star
Elektroda pembumian tipe A tidak
memenuhi persyaratan ikatan
potensial
antara konduktor dan potensi kontrol.
EARTHING ELECTRODES TYPE B
Untuk pembumian elektroda
tipe B, rata-rata jari-jari r dari
area tertutup oleh elektroda
harus tidak kurang dari
panjang minimum yang
diberikan l1.
Untuk menentukan jari-jari r
rata-rata, daerah yang
diperhitungkan ditransfer ke
suatu daerah melingkar yang
setara dan radius ditentukan.
Batang Pembumian tipe B
Elektroda pembumian ini harus diinstal
dalam cincin tertutup di sekitar struktur.
80% dari konduktor pembumian harus
dipasang sehingga terhbung dengan bumi

Saat memasang elektroda pembumian
cincin,
harus diperhatikan bahwa dipasang pada
kedalaman 0,5 m> dan jarak 1 m dari
struktur.
Batang Pembumian tipe A
Kelebihan
adanya kopling titik, yang
memungkinkan
batang pembumian
dihubungkan tanpa
menambah diameter.

elektroda type "S", logam lunak dimasukkan
dalam lubang untuk sambungan elektris
dan mekanis yang baik.
elektroda type Z", kopling berkualitas didapat
dengan memperbanyak klep knurkled.
electroda Type AZ, kopling kualitas tinggi
dapat diperoleh dengan memperbanyak klep
knurkled dan klep tepi.
ELEKTRODE PENTANAHAN
DI TANAH BERBATU
Pada elektroda pentanahan di tanah berbatu seperti ring
earthing elektroda atau star-type earthing elektroda,
merupakan satu-satunya cara yang digunakan dalam
membuat sistem terminasi bumi.

Sistem terminasi bumi
Sistem terminasi bumi dapat digunakan dalam berbagai
tujuan, tujuan dari pelindungan pentanahan adalah
instalasi listrik terhubung dengan aman, dan mencegah
peralatan listrik jika terjadi kesalah listrik.
Instalasi pentanahan berfungsi untuk memastikan bahwa
listrik dan instalasi elektronik beroperasi dengan aman.
Semua hal yang menyangkut dengan pentanahan harus
ditanganin oleh sistem terminasi bumi, jika tidak, dapat
menimbulkan perbedaan potensi antara instalasi
pentanahan dengan sistem terminasi bumi.






Gambar di samping
merupakan konstruksi
struktur jaringan
sistem terminasi bumi
yang terdiri dari
beberapa bangunan





Jika struktur lebih dari satu bangunan dan jika ini dihubungkan
dengan listrik dan konduktor elektronik, maka kombinasi
individu dari sistem pentanahan dapat mengurangi resistansi
bumi.




Sistem Terminasi Bumi dengan
Mempertimbangkan korosi
Logam yang kontak langsung dengan tanah dan air
(elektrolit) dapat terkorosi oleh arus nyasar.
Gambar disamping
merupakan conton aplikasi
bentuk umum referensi
elektroda untuk mengukur
potensi benda-benda logam
di bawah tanah
Pembentukan Sel Volta
Proses korosi dapat dijelaskan dengan bantuan sel volta.
Misalanya, batang logam di celupkan ke dalam elektrolit, ion
bermuatan positif masuk ke dalam elektrolit dan sebaliknya, ion
positif di serap dari elektrolit dari lebar tembaga.







i saat mengalir dari elektroda tembaga mulia ke elektroda besi.
Dalam elektrolit, disisi lain, i harus mengalir dari more negative
elektroda besi ke elektroda tembaga untuk menutup rangkaian, ini
berarti bahwa semakin banyak kutub negatif melewati ion positif ke
elektrolit akan menjadi anoda sel volta.
Gambar disamping menunjukan,
tembaga dan besi elektroda di
hubungkan melalui sebuah
ampermeter luar elektrolit.
Pada gambar disamping menunjukan
korosi juga bisa timbul dari
kosentrasi sel. Dalam kasus ini, dua
elektroda yang terbuat dari logam
yang sama dicelupkan kedalam
elektrolit yang berbeda.
Elektroda dalam elektrolit II dengan tinggi
kosentrasi ion logam menjadi elektrik lebih positif
dari pada yang lain. Menghubungkan dua elektroda
memungkinkan i saat ini mengalir ke elektroda
yang elektrokimianya lebih negatif.

Polarisasi bawah + 20 mV umumnya tidak
berbahaya. Potensi bergeser melebih +100 mV
berbahaya.Diantara 20 dan 100mV akan selalu
ada masalah dimana polarisasi penyebab
terjadinya fenomena korosi.
Anoda dan katoda terbentuk dari
Materials
Perbedaan logam atau perbedan kondisi
permukaan dari logam
Perbedaan struktur komponen (selektif
atau korosi intercystalline)
Electrolytes
Perbedaan kosentrasi (salinitas, ventilasi)
Area rule sering digunakan untuk
memperkirakan i average anodik



Memilih Material Elektroda Pentanahan


Tabel disamping merupakan
kompilasi dari material
elektroda pentanahan dan
dimensi minimum yang
biasanya digunakan saat ini.

isolasi sistem pengaman petir
eksternal - jarak pisah

jarak pisah (s) : jarak antara sistem pengaman petir eksternal dengan
instalasi listrik atau metal
uncontrolled
flashover
jarak pisah tidak
sesuai
kebakaran
kerusakan pada
peralatan



Tegangan sentuh & tegangan langkah


tegangan sentuh
tegangan saat seseorang berada di permukaan bumi dan
menyentuh down conductor
arus mengalir melalui tangan ke kaki melalui tubuh
tegangan langkah
bagian dari potensial bumi yang dapat terhubung saat
seseorang melangkah 1m
arus mengalir dari kaki satu ke yang lainnya melalui tubuh
ILUSTRASI TEGANGAN SENTUH DAN
TEGANGAN LANGKAH
Cincin Pentanahan

Sekian dan
Terima Kasih