Anda di halaman 1dari 44

TUMOR KOLON

Yehezkiel Kurniawan
030.09.273
ANATOMI (1)

ANATOMI (2)

FISIOLOGI
Pencernaan Nutrien
Urea Recycling
Absorpsi
Motilitas

DEFINISI
Neoplasma atau tumor adalah suatu massa abnormal dari
sebuah jaringan akibat dari pertumbuhan atau
pembelahan yang abnormal dari suatu sel. Tumor dapat
memiliki sifat jinak (benign), potensi ganas (malignan)
atau ganas.
Tumor kolon berarti terdapatnya suatu massa abnormal di
dalam kolon atau usus besar, berarti tidak hanya kolon saja
namun juga appendix dan rektum. Massa tersebut dapat
bersifat jinak atau ganas, dan dapat menyebabkan gejala
atau tidak menyebabkan gejala.

EPIDEMIOLOGI (1)
Tahun 1990 = 490,000 tahun 2010 = 715,000
Kanker ke-2 terbanyak pada wanita
Kanker ke-3 terbanyak pada pria
Kanker dengan mortalitas ke-4 di dunia setelah kanker paru, lambung,
dan hati.
Negara maju > berkembang
Prevalensi terbanyak: di Amerika Utara, Australia, Selandia Baru,
sebagian Eropa.
Multirasial

EPIDEMIOLOGI (2)
Prevalensi kasus > 50 tahun
Amerika Serikat 67 tahun
> 55 tahun, mortalitas 50%
Di Indonesia, menurut laporan registrasi kanker
nasional: Umur lebih muda.
< 40 tahun, 35,36%.

EPIDEMIOLOGI (3)

EPIDEMIOLOGI (3)
ETIOLOGI [Faktor Resiko Kanker Kolon]
Identifikasi skrining dan surveilans
Usia
50 tahun 90%
Gejala klinis tumor kolon skrining
Herediter
20% Ca colon konseling genetik
Diet dan Lingkungan
(Poly)unsaturated fatty acid VS serat, vitamin A-C-E,
karotenoid, fenol
ETIOLOGI [Faktor Resiko Kanker Kolon]
Inflammatory Bowel Disease (IBD)
Inflamasi kronis struktur maligna
2% setelah 10 tahun
8% setelah 20 tahun
18% setelah 30 tahun
biopsi acak kolon sinistra
Lain-lain
Merokok, riwayat pembedahan kolon, akromegali
JENIS-JENIS TUMOR KOLON (1)
Polip non-neoplastik
Polip neoplastik
Lesi mesenkimal
JENIS-JENIS TUMOR KOLON (2)
Polip Non-neoplastik
Polip Hiperplasia
Hamartoma
Juvenile Polyp
Peutz-Jeghers Polyp
Polip Inflamatorik
Polip limfoid

Polip Hiperplasia
Polip kolon yang paling umum
Diameter < 5 mm
Rektum dan sigmoid
Multipel Kolonoskopi Biopsi
Hamartoma (1)
Polip Juvenile
< 10 tahun
Diameter > 1 cm
80% di rektum
Sindroma Poliposis Juvenile
Seluruh traktus intestinal
Familial 20-50%
Gejala ekstrakolon
Hamartoma (2)
Polip Peutz-Jegher
Autosomal dominan
Soliter atau multipel
Usus halus 100%, kolon 30%, gaster 25%
Pigmentasi kutaneus
Polip Inflamatorik
Pseudo polip
Inflamasi usus kronik
(colitis ulseratif atau penyakit Crohn).
Regeneratif, ulserasi, erosi, hiperemis
Tergantung lama dan keparahan premaligna

Polip Limfoid
Lesi polipoid kecil
Seragam terlokalisasi
atau generalisata.

JENIS-JENIS TUMOR KOLON (3)
Polip Neoplastik
Adenoma
Tubular adenoma
Villous adenoma
Tubulo-villous adenoma
Adenoma (1)
Tubular adenoma
Tubulo-villous adenoma
Villous adenoma
JENIS-JENIS TUMOR KOLON (4)
Lesi Mesenkimal
Lipoma
Leiomyoma
Neuroma
Angioma
Hemangioma
Lymphangioma
Lesi Mesenkimal
PATOFISIOLOGI

STADIUM (1)

STADIUM (2)

STADIUM (3)

STADIUM (4)

STADIUM (4)

GEJALA Tumor Kolon (1)
Perubahan pola BAB
Hematochezia
Obstruksi (parsial total)
Anemia
Nyeri Abdomen
Gejala invasif
GEJALA Tumor Kolon (2)

PENDEKATAN DIAGNOSIS
Anamnesis
Hematochezia, nyeri perut, penurunan berat badan,
perubahan pola defekasi
Pemeriksaan Fisik
Nyeri tekan abdomen
PENDEKATAN DIAGNOSIS
Laboratorium
Umumnya normal
Mencari darah samar pada feses
Radiologi
Barium enema 50% polip kolon, spesifitas 85%
Rektosigmoidoskopi mencurigakan barium
enema
PENDEKATAN DIAGNOSIS
Radiologi Barium enema


PENDEKATAN DIAGNOSIS
Kolonoskopi
Paling akurat, sensitifitas 95%, spesifitas 99%
Histologis
mencari gambaran adenoma atau keganasan dari
ambilan spesimen atas kecurigaan keganasan.
TATALAKSANA
Kemoprevensi
OAINS : sulindac, celecoxib
Endoskopi Kolonoskopi
< 5 mm : biopsi, bipolar elektrokoagulasi

TATALAKSANA [Operasi]

TATALAKSANA [Operasi]

TATALAKSANA [Operasi]

TATALAKSANA
Terapi adjuvan
Menurunkan rekurensi post operasi reseksi
5 FU dan levamisol
Tergantung stadium keganasan

PENCEGAHAN
Gaya hidup
Konseling genetik
Skrining

KOMPLIKASI
Metastasis
Hati
Paru
Peritoneum

PROGNOSIS