Anda di halaman 1dari 15

Gangguan perkembangan

pada anak
GANGGUAN perkembangan masa anak
adalah berbagai jenis masalah
perkembangan yang potensial terjadi pada
masa, yaitu usia anak 0-12 tahun. Pada
dasarnya, tiaptiap tahap perkembangan
memiliki potensi gangguan perkembangan
berbeda-beda, tergantung pada tugas
perkembangan yang diemban masing-
masing
Pada usia bayi,misalnya,gangguan
perkembangan yang potensial terjadi
adalah gangguan pada perkembangan
berbahasa,masalah terkait pertumbuhan
fisik,bisa juga demam tinggi yang berisiko
memunculkan gangguan lainnya.
Pada usia sekolah, saat aktivitas anak
mencapai puncaknya,sangat tinggi
kemungkinan terjadinya kelelahan atau
kecelakaan yang dapat menimbulkan
gangguan perkembangan motorik.
Gangguan perkembangan lain yang banyak
muncul pada masa anak, antara lain
gangguan bicara, gangguan
berbahasa,keterlambatan mental, autism,
lambat belajar, gangguan pemusatan
perhatian (attention deficit disorder).
Kenali tugas perkembangan sesuai
usia anak
Tugas perkembangan adalah tugas-tugas
yang harus dimiliki anak pada usia
tertentu. Penilaian baik-buruknya
perkembangan anak tergantung pada
tercapainya tuntutan atau tugas
perkembangan sesuai usianya.
Carilah informasi jika mencurigai perubahan,
kelambatan, atau perilaku yang
tampaknya kurang wajar.
Misalnya, tugas perkembangan masa bayi
adalah merangkak, berdiri, berjalan
(dalam hal perkembangan motorik),
mengoceh,dan mengucapkan kata
(perkembangan bahasa).
Sementara itu, tugas perkembangan masa
kanak-kanak (3-6 tahun) adalah
berkomunikasi dengan orang lain,belajar
kemandirian, dan mempersiapkan diri
masuk sekolah
Gangguan Perkembangan Bicara
dan Bahasa Pada Anak

Penyebab gangguan perkembangan bahasa sangat
banyak dan luas, semua gangguan mulai dari proses
pendengaran, penerusan impuls ke otak, otak, otot atau
organ pembuat suara. Adapun beberapa penyebab
gangguan atau keterlambatan bicara adalah gangguan
pendengaran, kelainan organ bicara, retardasi mental,
kelainan genetik atau kromosom, autis, mutism selektif,
keterlambatan fungsional, afasia reseptif dan deprivasi
lingkungan.
Gangguan bicara pada anak dapat disebabkan karena
kelainan organik yang mengganggu beberapa sistem
tubuh seperti otak, pendengaran dan fungsi motorik
lainnya.
Gangguan perkembangan motorik
pada anak
Anak yang sulit mengendari sepeda,
mengancingkan baju atau menggunakan
gunting, merupakan salah satu ciri dari
gangguan perkembangan koordinasi
motorik (development coordination
disorder/DCD).

DCD diketahui diderita 1 dari 20 anak usia
sekolah. Ciri utamanya adalah gangguan
perkembangan motorik, terutama motorik halus.
Sebenarnya gangguan ini mengenai motorik
kasar dan motorik halus, tetapi yang sangat
berpengaruh pada fungsi belajar adalah fungsi
motorik halusnya.

Manifestasinya berupa perkembangan motorik
anak sejak bayi hingga usia tertentu terlambat,
misalnya duduk, tengkurap, merangkak, berlari.
Kemampuan olahraga anak juga kurang. Anak
lebih sulit mengatur keseimbangan setelah
melakukan gerakan dan keseimbangan saat
berdiri.
Anak DCD biasanya juga mengalami gangguan
lain, seperti gangguan konsentrasi atau masalah
keterlambatan bicara pada anak. Penanganan
anak dengan DCD membutuhkan latihan-latihan
khusus.

Anak dengan fungsi koordinasi yang buruk akan
berdampak pada kemampuannya melakukan
aktivitas fisik dan dalam waktu lama bisa
memengaruhi berat badannya. Namun, masih
ada faktor lain yang juga berpengaruh pada
risiko obesitas pada anak, antara lain tekanan
keluarga dan sosioekonomi.


Gangguan Perkembangan Pervasif
Adalah kelompok kondis psikiatrik di mana
keterampilan sosial yang diharapkan,
perkembangan bahasa dan kejadian
perilaku tidak berkembang secara sesuai
atau hilang pada masa anak anak awal
Menurut buku Diagnostics and Statistical Manual
of Mental Disorders-Fourth Edition (DSM-IV)
gangguan autistik adalah gangguan
perkembangan pervasif yang ditandai dengan
adanya ketidaknormalan atau hambatan dalam
interaksi sosial, komunikasi dan adanya perilaku
dan minat yang terbatas dan berulang.
Manifestasi gangguan ini bervariasi tergantung
pada tingkat perkembangan dan usia kronologis
individu. Biasanya gejala gangguan autistik
sudah mulai tampak pada saat anak berusia di
bawah tiga tahun
Gangguan autis dapat ditandai dengan tiga
gejala utama, yaitu gangguan interaksi
sosial, gangguan komunikasi, dan
gangguan perilaku. Gangguan perilaku
dapat berupa kurangnya interaksi sosial,
penghindaran kontak mata, serta kesulitan
dalam bahasa.

Gangguan autis pada anak-anak memperlihatkan
ketidakmampuan anak tersebut untuk
berhubungan dengan orang lain atau bersikap
acuh terhadap orang lain yang mencoba
berkomunikasi dengannya. Mereka seolah-olah
hidup dalam dunianya sendiri, bermain sendiri,
dan tidak mau berkumpul dengan orang lain.
Namun, anak autis biasanya memiliki kelebihan
atau keahlian tertentu, seperti pintar
menggambar, berhitung atau matematika,
musik, dan lain-lain.

Meskipun kriteria diagnosis telah dijabarkan,
kesalahan diagnosis masih sering terjadi.
Ini disebabkan oleh sering terdapatnya
gangguan atau penyakit lain yang
menyertai gangguan autistik, misalnya
hiperaktifitas, epilepsi, retardasi mental,
atau Down Syndrome. Seringkali
perhatian terlalu tertuju pada gangguan
penyerta sehingga gangguan autistik
sendiri luput didiagnosa.