Anda di halaman 1dari 23

CHAOS THEORY

Charles
Sampford:

Hukum yang dipahami kebanyakan adalah
sebagai suatu sistem yang teratur dalam
kehidupan sosial masyarakat dimana hukum itu
berada. Pandangan ini yang terus menerus
digemborkan oleh aliran positivisme hukum.
Hukum dipandang sebagai suatu makhluk yang
bebas dari pengaruh dari luar yang mempunyai
kepala, badan, tangan dan kaki tertentu yang
membedakannya dari makhluk lain
Mereka (para positivist) tidak pernah melihat
bahwa hukum berasal dari masyarakat sosial.
Sedangkan kehidupan sosial pada realitasnya
selalu berubah sebagai akibat dari saling
mempengaruhinya kepentingan-kepentingan
individu atau kelompok dalam masyarakat. Jika
kehidupan sosial sebagai akar terbentuknya
hukum berubah, maka suatu hal yang tidak
mungkin jika hukum selalu tetap dalam sistemnya
dan tidak terpengaruh oleh perubahan sosial
tersebut.
Basis sosial yang berubah inilah yang
menjadi dasar berpikir bahwa
sebenarnya hukum bukanlah sebuah
sistem melainkan pola hubungan yang
keos, berubah, dan asimetris yang
kemudian memunculkan teori keos
dalam hukum.
Charles Sampford pada akhir tahun 1980-an menulis sebuah
buku yang berjudul :The Disorder of Law: A Critique of Legal
Theory.

Sampford memberikan pandangan baru tentang apa yang
selama ini banyak dipahami oleh teoritis hukum. Ia menjelaskan
bahwa teori hukum tidak hanya muncul atau tidak mesti berasal
dari sistem (sesuatu yang sistematis), sebagaimana pandangan
yang menganggap bahwa hukum seslalu bersifat sistemik (teori
sistem dalam hukum),

tetapi teori hukum dapat juga muncul dari apa yang disebutnya
dari situasi keos, sehingga melahirkan apa yang disebut
dengan teori keos dalam hukum. Teori hukum muncul dan
dibangun dari sesuatu keadaan atau kondisi masyarakat yang
disebut sebagai Melle, karena masyarakat sesungguhnya
(realitasnya) selalu berada dalam kondisi keos.

Charles Sampford mengatakan bahwa:
tidak mungkin untuk mengatakan bahwa
sistem hukum yang penuh dengan
ketidakteraturan sebagai ketertiban yang
sempurna,

maka pendapat Sampford yang terkenal
adalah:
hukum itu penuh dengan ketidakteraturan (the
disorder of law).


Teori Hukum tdk berasal dr teori ttg sistem
hukum (theories of legal system).

Masy selalu dlm keadaan ketidaktertiban dan
ketidakteraturan (theories of legal disorder)


ASUMSI
Adanya kepastian hukum sebenarnya adalah bertolak
dari kepentingan dari para profesional hukum agar
mereka dapat bekerja dengan tenang tanpa adanya
kekacauan.

Menurut Sampford,
kepastian hukum adalah sebuah keyakinan yang
dipaksakan, bukan merupakan keadaan yang
sebenarnya. Orang ingin melihat bahwa kepastian
hukum itu ada, sehingga sesungguhnya ia lebih
merupakan suatu ilusi dan imajinasi daripada kenyataan.
Sampford mengatakan bahwa hukum
dapat juga muncul dalam situasi
yang fluid (cair) sehingga memunculkan
teori chaos dalam hukum yang akan
muncul apabila keadaan sosial sedang
mengalami malle (keadaan cair/fluid
sehingga tidak memiliki format formal atau
sturktur yang pasti dan kaku).
Masyarakat senantiasa berada dalam
jalinan hubungan yang tidak dapat
diprediksi dan tidak sistematis, faktisitas
hukum dalam kenyataanya dalam keadaan
cair, sehingga keteraturan hanya ada
dalam angan-angan.



situasi
CHAOS?

Muncul dr situasi keos dlm masy.
Masy berada pd keadaan tanpa
sistem (Social melee) dan dgn
demikian Hukum sbg bagian
integral masy, akan selalu
berhubungan dgn
ketidakteraturan (legal melee)


Masy berada pd
jalinan hubungan-
hubungan yg tdk
dpt diprediksi dan
tdk sistematis



Kaya/Miskin, Pejabat/Bawahan,
Majikan/Pekerja, Negara Kuat/Negara Lemah,
Sikap Idealisme/Pragmatisme,
Sentralistik/Otonomi, Nilai-Nilai Lokal/Nilai-
nilai Modern, Akses Tinggi pada Hukum/Buta
Hukum, Kesederhanaan/Bermewah-mewah,
Kejujuran/Penyimpangan.



CHAOS
versi Positivis



CHAOS
sbg Gagasan Baru


Disebabkan hubungan-hubungan dlm masyarakat
bertumpu pada hubungan antar kekuatan (power
relations). Hubungan kekuatan ini tdk selalu
tercermin dlm hubungan formal dalam
masyarakat.
Terdapat Kesenjangan Hubungan Formal dengan
Hubungan Nyata
Sikap Birokrat sbg Pelayan Publik, Polisi sbg
Pelindung, Jaksa Sbg Penuntut mewakili Umum,
Hakim sbg Pengadil sekaligus bagian Mafia
Peradilan, Legislator sekaligus Broker UU




DASAR
KETIDAKTERATURAN





Hubungan antar manusia bersifat melee
(keadaan yg cair, sehingga tdk mempunyai
format formal atau struktur yg pasti dan tidak
kaku), baik dlm kehidupan Sosial maupun
kehidupan Hukum.









DASAR
KETIDAKTERATURAN

Hukum dibangun dari sifat melee,
yaitu hubungan sosial antar indvidu
dgn keseluruhan variasi dan
kompleksitasnya (krearah asimetris)

Fenomena
HUKUM

Donald
Black
Oliver
Wendell
Holmes