Anda di halaman 1dari 39

1

Laporan Panitia dan Penjelasan


Laporan Panitia dan Penjelasan
Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan
Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan
(
(
Food Security and Vulnerability Atlas
Food Security and Vulnerability Atlas
FSVA)
FSVA)
Oleh:
Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan
Badan Ketahanan Pangan
Yogyakarta, 25-27 Maret 20!
2
Outline
1. Latar Belakang dan ujuan Perte!uan
". Perke!#angan FSVA $asional "%1&
3. Lessons Learned and Follow Ups
'. Persiapan Pen(usunan FSVA Pro)insi "%1'
1. Latar Belakang dan ujuan Perte!uan
1. Latar Belakang dan ujuan Perte!uan
3
4
Untuk menjelaskan sekaligus menyebarluaskan
informasi berbagai hal dalam proses penyusunan
Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan di tingkat
Provinsi.
ujuan*
33 Provinsi, terdiri dari pejabat selon !!! atau !"
maupun staf yang bertanggungja#ab menyusun
Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan$%&"'
Provinsi.
Peserta*
".
".
Perke!#angan FSVA $asional "%1&
Perke!#angan FSVA $asional "%1&
(
)
Peta ini menja#ab 3 pertanyaan dasar *
1. +i!ana daerah (ang rentan terhadap kera,anan pangan-
+okasi ,provinsi, kabupaten-
". .engapa daerah terse#ut rentan terhadap kera,anan pangan-
Kemiskinan, pengangguran, ben.ana alam, ketersediaan pangan,
terbatasnya akses terhadap air bersih, listrik, serta fasilitas kesehatan,
rendahnya angka melek huruf perempuan, dan malnutrisi
&. Berapa ju!lah penduduk (ang rentan terhadap kera,anan
pangan-
stimasi penduduk dan sumberdaya yang diperlukan
/enyediakan informasi bagi pengambil keputusan dalam
peren.anaan program, penentuan target serta intervensi
kera#anan pangan dan gi0i di tingkat Provinsi dan Kabupaten
ujuan Pen(usunan FSVA
Konsep Ketahanan Pangan (Food Se/urit()
Ketahanan Pangan* Kondisi terpenuhinya pangan bagi
negara sampai dengan perseorangan, yang ter.ermin dari
tersedianya pangan yang .ukup, baik jumlah maupun mutunya,
aman, beragam, bergi0i, merata, dan terjangkau serta tidak
bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat,
untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif se.ara berkelanjutan.
,UU 1o. 12 tahun 2312 tentang Pangan-.
4
FSVA +i#uat Berdasarkan
& Pilar Ketahanan Pangan
1.Ketersediaan pangan
Kondisi tersedianya pangan dari hasil produksi dala" negeri, #adangan pangan, serta
pe"asukan pangan, ter"asuk didala"nya $antuan pangan, apa$ila kedua su"$er uta"a
tidak dapat "e"enuhi ke$utuhan%
2. Akses pangan
Ke"a"puan ru"ah tangga untuk "e"peroleh #ukup pangan, $aik yang $erasal dari produksi
sendiri, pe"$elian, $arter, hadiah, pin&a"an dan $antuan pangan "aupun ko"$inasi
diantara keena"nya% Ketersediaan pangan di suatu daerah "ungkin "en#ukupi, akan
tetapi tidak se"ua ru"ah tangga "e"iliki akses yang "e"adai $aik se#ara kuantitas
"aupun keraga"an pangan "elalui "ekanis"e terse$ut di atas%
3.Pemanfaatan pangan
Meru&uk pada penggunaan pangan oleh ru"ah tangga, dan ke"a"puan indi'idu untuk
"enyerap dan "e"eta$olis"e (at gi(i )kon'ersi (at gi(i se#ara e*isien oleh tu$uh+%
Pe"an*aatan pangan &uga "eliputi #ara penyi"panan, pengolahan dan penyiapan
"akanan ter"asuk penggunaan air dan $ahan $akar sela"a proses pengolahannya serta
kondisi higiene, $udaya atau ke$iasaan pe"$erian "akan teruta"a untuk indi'idu yang
"e"erlukan &enis "akanan khusus, distri$usi "akanan dala" ru"ah tangga sesuai
ke$utuhan "asing-"asing indi'idu )pertu"$uhan, keha"ilan, "enyusui dll+ dan status
kesehatan "asing-"asing anggota ru"ah tangga%
2
9 Indikator FSVA Nasional
2013
$o Aspek01ndikator +e2inisi Su!#er +ata
Aspek Ketersediaan Pangan
1 5asio konsumsi normatif per
kapita terhadap
ketersediaan bersih serealia
Konsumsi normatif produksi bersih
serealia6hari6kapita dibagi dengan
ketersediaan bersih serealia ,dari
produksi-6hari6kapita.
Provinsi dalam
'ngka, 7P& 2338$
2311
Aspek Akses Pangan
2 Persentase penduduk hidup
di ba#ah garis kemiskinan
1ilai rupiah pengeluaran per kapita
setiap bulan untuk memenuhi stdanar
minimum kebutuhan$kebutuhan
konsumsi pangan dan non pangan
yang dibutuhkan oleh seorang individu
untuk hidup se.ara layak.
9ata dan !nformasi
Kemiskinan 2311,
7P&
3 Persentase desa yang tidak
memiliki akses penghubung
yang memadai
Persentase desa yang tidak memiliki
akses penghubung yang dapat dilalui
kendaraan roda 46lebih atau sarana
transportasi air
P:9& 2311, 7P&
,diolah oleh ;im
%&"'-
4 Persentase rumah tangga
tanpa akses listrik
Persentase rumah tangga yang tidak
memiliki akses terhadap listrik dari
P+1 dan6atau non P+1, misalnya
generator
&U&1'& 2311, 7P&
8
Indikator FSVA Nasional 2013
(Lanjutan)
Aspek Pe!an2aatan Pangan
( 'ngka harapan hidup pada
saat lahir
Perkiraan lama hidup rata$rata bayi
baru lahir dengan asumsi tidak ada
perubahan pola mortalitas sepanjang
hidupnya
&U&1'& 2311, 7P&
) Persentase balita tinggi kurang
,stunting-
'nak di ba#ah lima tahun yang tinggi
badannya kurang dari $2 &tdanar
9eviasi ,$2 &9- dengan indeks tinggi
badan menurut umur ,;76U-
5!&K&9'& 2313,
Kementerian
Kesehatan
4 Persentase perempuan buta
huruf
Persentase perempuan di atas 1(
tahun yang tidak dapat memba.a
atau menulis huruf latin
&U&1'& 2311, 7P&
2 Persentase rumah tangga
tanpa akses ke air bersih
Persentase rumah tangga yang tidak
memiliki akses ke air minum yang
berasal dari leding meteran, leding
e.eran, sumur bor6pompa, sumur
terlindung, mata air terlindung dan air
hujan dengan memperhatikan jarak
ke jamban minimal 13 m.
&U&1'& 2311, 7P&
8 Persentase keluarga yang
tinggal di desa dengan jarak
lebih dari ( Km dari fasilitas
kesehatan
Persentase keluarga yang tinggal di
desa dengan jarak lebih dari ( Km
dari fasilitas kesehatan
P:9& 2311, 7P&
,diolah oleh ;im
%&"'-
13
11
3asil FSVA $asional "%1&

%&"' 1asional 2313 dilakukan di 382 kabupaten di 32 provinsi.

Peta komposit yang menjelaskan situasi ketahanan dan kerentanan


pangan merupakan kombinasi dari 8 indikator ketahanan dan
kerentanan pangan dengan analisis Principal Component Analysis
,P<'-, Cluster Analysis dan Discriminant Anaysis.

=asil 'nalisis*
>
Prioritas 1 ? 14 kabupaten ,4@-
> Prioritas 2 ? 32 kabupaten ,13@-
> Prioritas 3 ? )1 kabupaten ,1(@-
> Prioritas 4 ? 134 kabupaten ,24@-
> Prioritas ( ? 2( kabupaten ,21@-
> Prioritas ) ? 83 kabupaten ,23@-

Pemetaan indikator pada masing$masing kluster ,prioritas-


menunjukkan bah#a prioritas 3 dan 4 tidak bersifat stabil, sehingga
tidak dapat menunjukkan batas yang pasti. 9ibedakan menjadi 3
#arna ,merah, kuning, hijau-*
Peta FSVA $asional "%1&
12
Per#andingan !asing4!asing indikator
pada FSVA $asional "%1& dan "%%5
13
1. 41 persen kabupaten mengalami peningkatan dalam hal
ketersediaan pangan.
2. 8) persen kabupaten telah menurunkan angka kemiskinan.
3. 28 persen kabupaten memiliki akses listrik yang lebih
bagus.
4. 4( persen kabupaten mengalami peningkatan akses jalan
yang lebih baik.
(. (2 persen kabupaten mengalami peningkatan akses sarana
kesehatan.
). 42 persen kabupaten mengalami perbaikan untuk
perempuan buta huruf.
4. 8( persen kabupaten memiliki angka harapan hidup lebih
lama.
2. 44 persen kabupaten men.apai penurunan balita stunting.
8. =anya 4 persen kabupaten yang mengalami peningkatan
dalam akses terhadap air bersih.
6u!lah atau Persentase Ka#upaten dala!
Kelo!pok4kelo!pok Prioritas
14
Prioritas
Semua Kau!aten Semua Kau!aten (")
#otal
Kau!aten
#otal
Kau!aten
(")
2009 2013 2009 2013
5 ! ,!, -,5, . 2,5,
2 -2 -7 .,2, .,-, /. .,2,
- 2- 5- -5,-, -,-, 7/ 2-,/,
! -! 7/ .,0, !!,2, 20 20,2,
5 ! 0 -2,0, !,5, -2 7,7,
/ !0 00 ,5, 25,, !0 0,0,
#otal
kau!aten
3$% 39% 100" 100" &$' 100"
+ebih banyak perbaikan yang terjadi pada kabupaten yang
berada dalam Prioritas 1$3 dibandingkan dengan kabupaten
yang berada pada Prioritas 4$). =al ini menunjukkan bah#a
kesenjangan pada ketahanan pangan antar kabupaten
mungkin telah menurun.
7)
A-
9engan menggunakan polled data 2338 dan 2313
6u!lah atau Persentase dari Ka#upaten anpa
Pe!ekaran dala! Kelo!pok4kelo!pok Prioritas
7)
1(
Prioritas
Ka #an!a Pemekaran
Ka #an!a Pemekaran
(")
#otal N
Kau!aten
#otal N
Kau!aten
(") 2009 2013 2009 2013
2 0,-, 0,7, - 0,5,
2 2- . 7,5, /,2, !2 /,0,
- 0 !- -5,0, !,0, 5- 2!,.,
! -0 -- .,0, !-,-, /- 2/,5,
5 07 / -!,., 5,2, 2- 20,0,
/ -/ .! ,7, -0,/, -0 2,2,
#otal
kau!aten
30& 30& 100" 100" '1$ 100"

43 kabupaten prioritas 1$3, telah keluar dari prioritas


tersebut.

3 kabupaten prioritas 1$2 telah keluar dari prioritas tersebut.

Prioritas 3$4 bertambah 3) kabupaten.


A-
9engan menggunakan polled data 2338 dan 2313
+ina!ika Ka#upaten Pe!ekaran pada FSVA "%%5 dan
FSVA "%1&
7)
1)
2009 2013
Kau!aten Induk
(Lama)
Kau!aten Induk ((aru) Kau!aten )asil Pemekaran
Prioritas (*umla+ Ka) Prioritas (*umla+ Ka)
Prioritas
*umla+
Ka
1 2 3 $ , ' #otal Ka 1 2 3 $ , ' #otal Ka

- 0 - 0 - 7 0 0 7
2
-
7 0 / 7 2 / .
!
5
0 / 5 2 !
/
#otal ka $1 10 2, ' $1 20 2% 2 ,0
&e.ara umum, kabupaten hasil pemekaran memiliki tingkat
kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kabupaten
induknya.
A-
9engan menggunakan polled data 2338 dan 2313
Peru#ahan Status Prioritas Ka#upaten di 1ndonesia
Antara FSVA "%%5 dan FSVA "%1&
14
1. 18 kabupaten ,(@- telah berhasil meningkatkan status
prioritas mereka sebanyak dua tingkat atau lebih.
2. 1(3 kabupaten ,32@- menunjukkan peningkatan sebanyak
satu tingkat.
3. 1(4 kabupaten ,38@- tidak mengalami perubahan pada
status prioritas mereka ,tetap-.
4. 48 kabupaten ,12@- mengalami penurunan status sebanyak
satu tingkat.
(. 2) kabupaten ,4@- mengalami penurunan status sebanyak
dua tingkat atau lebih.
9B'1 K;'='1'1 P'1C'1 $ B%P
12
Peta Peru#ahan Status Prioritas Ka#upaten periode "%%54"%1&
Karakteristik !asing4!asing prioritas*

Prioritas 1*
1- tingginya jumlah desa yang tidak memiliki akses penghubung yang
memadai ,jalan darat dan air-, 2- tingginya jumlah rumah tangga tanpa
akses listrik, 3- tingginya angka perempuan buta huruf, 4- tingginya angka
stunting pada balita, dan(- tingginya jumlah rumah tangga tanpa akses air
bersih dan layak minum.

Prioritas "*
1- tingginya angka perempuan buta huruf, 2- tingginya jumlah rumah tangga
tanpa akses listrik, 3- tingginya jumlah rumah tangga tanpak akses air
bersih dan layak minum, 4- tingginya angka stunting pada balita,dan (-
angka harapan hidup.

Prioritas &*
1- tingginya jumlah desa yang tidak memiliki akses ke fasilitas kesehatan
dalam jarak ( km, 2- tingginya jumlah desa yang tidak memiliki akses
penghubung yang memadai ,jalan darat dan air-, 3- tingginya jumlah rumah
tangga tanpa akses listrik, 4- tidak memadainya produksi pangan serealia,
dan (- tingginya angka stunting pada balita.
18
1. Lay outing buku %&"' 1asional 2313*
$ &udah dibuat surat dari Kepala 7adan Ketahanan
Pangan kepada 7apak /enteri Pertanian tentang
&ambutan /enteri Pertanian
$ &udah dibuat surat dari /enteri Pertanian kepada
7apak Presiden 5! tentang Pesan ,message-
Presiden 5!
2. $ B%P menyusun kata pengantar6message De.utive
9ire.tor B%P di 5oma
$ Perbanyakan buku %&"' 1asional 2313 akan
dilakukan oleh B%P
3. +aun.hing %&"' 1asional 2313
23
8en/ana indak Lanjut
&.
&.
Lessons Learned And Follow Ups
Lessons Learned And Follow Ups
22 22
9ra 9ra Pe!ikiran dunia Pe!ikiran dunia
internasional internasional
Latar #elakang hasil pe!ikiran dunia Latar #elakang hasil pe!ikiran dunia
internasional internasional
8espons 1ndonesia 8espons 1ndonesia
18)3s 18)3s
Food Suppl( Food Suppl( > &isa$saisa keadaan P9 !! memaksa masing$masing &isa$saisa keadaan P9 !! memaksa masing$masing
negara untuk meningkatkan produksi pangan 91 negara untuk meningkatkan produksi pangan 91
> Krisis pangan terjadi di 'frika pada 1843an karena Krisis pangan terjadi di 'frika pada 1843an karena
kegagalan produksi pangan ,kekeringan dan meluasnya kegagalan produksi pangan ,kekeringan dan meluasnya
gurun pasir- gurun pasir-
> Pentingnya penyediaan pangan menjadi fokus dalam Pentingnya penyediaan pangan menjadi fokus dalam
Konferensi Pangan 9unia pada 1844 Konferensi Pangan 9unia pada 1844
> Pemerintah ,:rde 7aru- mnetapkan target Pemerintah ,:rde 7aru- mnetapkan target
s,ase!#ada #eras s,ase!#ada #eras pada18)8 pada18)8
> .e!#entuk B:LO; .e!#entuk B:LO;
1823s 1823s
Food A//ess Food A//ess Ketersedian pangan yang .ukup pada tingkat nasional Ketersedian pangan yang .ukup pada tingkat nasional
tidak se.ara otomatis menjamin ketahanan pangan pada tidak se.ara otomatis menjamin ketahanan pangan pada
tingkat rumah tangga tingkat rumah tangga
1883s 1883s
$utritional $utritional
se/urit( se/urit( ,%ood, ,%ood,
=ealth and /other =ealth and /other
and <hild <are- and <hild <are-
> Kurang gi0i tidak hanya disebabkan oleh kekuarangan Kurang gi0i tidak hanya disebabkan oleh kekuarangan
pangan. pangan.
> Ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga bukan Ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga bukan
merupakan prasyarat yang .ukup untuk menjamin merupakan prasyarat yang .ukup untuk menjamin
ketahanan gi0i ketahanan gi0i
> :: $o. <0155< :: $o. <0155< tentang pangan ditetapkan. tentang pangan ditetapkan.
Pengertian ketahanan pangan sangat mirip dengan Pengertian ketahanan pangan sangat mirip dengan
pengertian yang berkembang di dunia internasional, pengertian yang berkembang di dunia internasional,
dimana men.akup Efood a..essF dimana men.akup Efood a..essF
1883s 1883s
Li)elihood Li)elihood
se/urit( se/urit(
> Pangan hanyalah salah satu dari keseluruhan kebutuhan Pangan hanyalah salah satu dari keseluruhan kebutuhan
rumah tangga rumah tangga
> Pangan hanyalah salah satu faktor yang menentukan Pangan hanyalah salah satu faktor yang menentukan
pengambilan keputusan rumah tangga miskin dan pengambilan keputusan rumah tangga miskin dan
mengambil berbagai resiko mengambil berbagai resiko
> $ $
2333s 2333s
Food so)ereignt( Food so)ereignt( > B;: berkembang menjadi salah satu lembaga yang B;: berkembang menjadi salah satu lembaga yang
menentukan standar perdag. internasional menentukan standar perdag. internasional
> Petani ke.il tidak akan mampu bersaing dan memnuhi Petani ke.il tidak akan mampu bersaing dan memnuhi
standar$satndar perdag internasional standar$satndar perdag internasional
> +&/ menterjemahkan food sovereignity dalam +&/ menterjemahkan food sovereignity dalam
istilah istilah Ke!andirian Pangan Ke!andirian Pangan dan dan Kedaulatan Kedaulatan
Pangan Pangan
> &#asemabada pangan ditetapkan kembali oleh &#asemabada pangan ditetapkan kembali oleh
pemerintah &7G ,beras, jagung, kedele, gula dan pemerintah &7G ,beras, jagung, kedele, gula dan
daging sapi- daging sapi-
> :: 1=."%1" :: 1=."%1"
P989K9.BA$;A$ P9$;981A$ K9A3A$A$ PA$;A$
A- .A/I P/0S1S P1N23S3NAN FSVA
"%%>* F1A

Penyusunan kerangka kerja ketahanan pangan beserta indikatornya

Penetapan idnikator berdasarkan ketersediaan data

Penetapan 133 kabupaten peringkat terba#ah


"%%5* FSVA

Penajaman pengerian food inseurity danalam %!' vulnerable

Penetapan peringkat kabupaten se.ara lebih obyektif dengan menggunakan


P<'

"%1&* FSVA

Penajaman pengelompokan kabupaten berdasarkan statistik ,<luster dan


9eterminan 'nalysis-

Penajaman perbedaan antar kluster6prioritas ,Prioritas 3 dan 4, hanya


menunjukkan perbedaan keadaan dan karakteristiknya-

3N#3K 41N514(AN5KAN IN.16 2AN5 S1S3AI .1N5AN K1A.AAN


IN.0N1SIA

Ilmu didasarkan atas !en7alaman sendiri8 !en7alaman oran7 lain untuk


mem!erka9a 7eneralisasi 9an7 dilakukan
(ukan sealikn9a
23
(- N16# S#1PS
1- 41N23S3N IN.IKA#0/ 2AN5 L1(I) (1/SIFA#
IN#1/NA#I0NAL .A/I S3.3# PAN.AN5 IN.0N1SIA

IN.IKA#0/ #/ANSI1N: .1F0/1S#ASI (.1F0/1S#A#I0N)

men7artikan Forest sesuai den7an keadaan 9an7 lei+ o9ekti;


<)

1+ 2land with tree #rown #o'er )or e3ui'alent sto#king le'el+ o* "ore than 10 percent and an area o* "ore than 0.5
hectares )ha+%
4he trees should $e a$le to rea#h a "ini"u" height o* 5 meters )"+ at "aturity in situ%
May #onsist either o* #losed *orest *or"ations where trees o* 'arious storey and undergrowth #o'er a high
proportion o* the ground or open *orest *or"ations with a #ontinuous 'egetation #o'er in whi#h tree #rown #o'er
e5#eeds 10 percent%
Young natural stands and all plantations esta$lished *or *orestry purposes whi#h ha'e yet to rea#h a #rown density
o* 0 per#ent or tree height o* 5 " are in#luded under *orest,
as are areas nor"ally *or"ing part o* the *orest area whi#h are temporarily unstocked as a result o* hu"an
inter'ention or natural #auses $ut whi#h are e5pe#ted to re'ert to *orest%6
4his de*inition in#ludes 2;orest nurseries and seed or=+ards that #onstitute an integral part o* the *orest7 *orest
roads, #leared tra#ts, *ire$reaks and other s"all open areas7 *orest in national parks, nature reser'es and other
prote#ted areas su#h as those o* spe#i*i# s#ienti*i#, histori#al, #ultural or spiritual interest7 wind$reaks and
shelter$elts o* trees with an area o* "ore than 0%5ha and width o* "ore than 20"7 !lantations pri"arily used *or
*orestry purposes, in#luding ru$$erwood plantations and #ork oak stands6, $ut it e5#ludes 2land predo"inantly used
*or agri#ultural pra#ti#es%6
24
2- 41N514(AN5KAN IN.IKA#0/ AL#1/NA#IF 3N#3K .AN
K1/A>ANAN PAN5AN .1N5AN P1/SP1K#IF
IN#1/NASI0NAL
2AN5 #1LA) KI#A 4ILIKI:

FSVA

)uman .e?elo!ment Inde@ ().I)

Food Se=urit9 Inde@ (FSI)

>orld )a!!iness Inde@

>orld Sustainailit9 Inde@

Inde@ o; Islami=it9

Alimate A+an7e and >orld Vulnerailit9 Inde@

dll

International FSVA

Keta+anan Pan7an: kemali ke K+ita+B(a=k to (asi=s


(- N16# S#1PS (Lanjutan)
2(
3- 41N23S3N K0NS1P 5A/IS (A#AS 3N#3K P/0/I#AS
P1NAN5ANAN #1/#IN55I (/1N#AN) .AN P/I0/I#AS
P1NAN5ANAN #1/1N.A) (#A)AN)
2)
(- N16# S#1PS (Lanjutan)
4ASALA) .AN #AN#AN5AN K1#A)ANAN PAN5AN:
K14(ALI K1 K)I#A)
A7ri=ultural Land
Aon?ersion
A7ri=ultural Land
Aon?ersion
3n=ertaint9 o;
Alimate A+an7e
3n=ertaint9 o;
Alimate A+an7e
/el9 on /i=e Cit+
=onsum!tion !er
=a!ita o; 139 k7
!er 9ear
/el9 on /i=e Cit+
=onsum!tion !er
=a!ita o; 139 k7
!er 9ear
Natural resour=es
(land8 Cater)
de7radation
Natural resour=es
(land8 Cater)
de7radation
)i7+ Po!ulation
5roCt+ (1-$9"B9)
)i7+ Po!ulation
5roCt+ (1-$9"B9)
Pri=e Volatilit9 Pri=e Volatilit9
Limited A7ri=ultural
in;rastru=ture (irri7ation8
et=)
Limited A7ri=ultural
in;rastru=ture (irri7ation8
et=)
Food
Se/urit(
Food
Se/urit(
Imalan=e !rodu=tion
amon7 re7ions
Imalan=e !rodu=tion
amon7 re7ions
Some areas !rone to
disasters
Some areas !rone to
disasters
BA?K O BAS1?S
24
22
.ASA/D.ASA/ P1/#ANIAN .AN K1#A)ANAN PAN5AN
P98A$1A$*
1)1nputs (#i#it@ #enih)
")3u!an 8esour/e (Fa!ers)
&)Lahan ($utrisi0Pakan)
')Air
>)Sinar !atahari
FO?:S*
K9.A$+181A$ +A$
S:SA1$AB1L1A
Air
$ Pilar Keta+anan Pan7an:

Ketersediaan89'alai$ility

9kses89##ess to *ood

sta$ilitas akses8:ta$ility o* a##ess

Pe"an*aatan8;ood <tili(ation
P1N514(AN5AN S.4
7 negara "egadi'esritas: 9ustralia, Bra(il,
=hina, =olo"$ia, >e"o#rati# ?epu$li# o* the
=ongo, @#uador, Andia, IN.0N1SIA,
Madagas#ar, M9B9Y:A9, Me5i#o, Papua Cew
Duinea, Peru, PEABAPPAC@:, :outh 9*ri#a,
<nited :tates, Fene(uela
S:.B98 B9$13 S:.B98 B9$13
K998S9+1AA$ A18 K998S9+1AA$ A18
A$A3 ($utrisi0Pakan) A$A3 ($utrisi0Pakan)
S1$A8 .AA3A81 S1$A8 .AA3A81
S+.
S+.
33
K9.18AA$ :$:K K9.A$+181A$
K9.18AA$ :$:K K9.A$+181A$
PARTNERSHP F!R RESLEN"#
PARTNERSHP F!R RESLEN"#

9iarahkan pada bahan$bahan pangan yang belum dikembangkan dengan baik


optimisasi kekayaan biodiversitas, dan tidak menggantikan peran petani

Pengolhanan bahan pangan menjadi lebih tahan lama, termasuk pengembangan


infrastruktur pendukungnya

!nvestasi untuk membangun aspek konsumsi berkelanjutan ,addressing sustainable


food .onsumption-
INV1S#ASI
INV1S#ASI

INV1S#ASI P1/#ANIAN S12052AN2A .ILAK3KAN PA.A


(I.AN5 .I4ANA P1#ANI #I.AK 4A4P3 41LAK3KANNN2A8
(3KAN 3N#3K 41N55AN#IKAN A#A3 41N*A.I P1SAIN5
P1#ANI (A)AN (AK3 IN.3S#/I .AN P1N553NAAN LAIN8
.IS#/I(3SI8 SAI1NA1 .AN #1KN0L05I

INV1S#ASI )A/3S .ILAK3KAN .1N5AN #3*3AN 3N#3K


41N.3K3N5 K14AN.I/IAN S143A S#AK1)0L.1/
32
33
'
'
. Persiapan Pen(usunan FSVA Pro)insi "%1'
. Persiapan Pen(usunan FSVA Pro)insi "%1'
34

i! FSVA Pro)insi "%1' !eli#atkan lintas instansi* BPS@ .enko


Kesra@ Bappenas@ Ke!enterian Kesehatan@ Ke!enterian Sosial@
B$PB@ B.K;@ Badan 1n2or!asi ;eospasial dan BFP.

elah dilakukan Perte!uan koordinasi dengan ti! FSVA "%1'


untuk menentukan indikator dan sumber data pada tanggal 23 Hanuari
2314 dan 24 %ebruari 2314

Panduan FSVA Pro)insi


$ Pemantapan Penyusunan %&"' Provinsi ,($) Pebruari 2314-
$ Penyusunan Panduan %&"' Provinsi ,4$) /aret 2314-
$ Penyusunan 7uku Panduan Penyusunan %&"' Provinsi ,minggu
pertama bulan /aret-
$ Pen.etakan 7uku Panduan ,minggu kedua bulan /aret-
$ &osialisasi Panduan Penyusunan %&"' Provinsi ,2($24 /aret 2314-
No.
Indikator FSVA
Provinsi 2014
Definisi Sumber Data Keteranan
As!ek Ketersediaan Panan
1 "asio konsumsi
normatif !er ka!ita
ter#ada! ketersediaan
bersi# serea$ia %!adi&
'aun& ubi ka(u ) ubi
'a$ar*
Konsumsi normatif !roduksi bersi#
serea$ia+#ari+ka!ita dibai denan
ketersediaan bersi# serea$ia %dari
!roduksi*+#ari+ka!ita
Kabu!aten da$am Anka
2010,2012& -PS
.ika tidak ada di data
Kabu!aten Da$am Anka&
da!at menunakan data
Dinas Pertanian
As!ek Akses Panan
2 Persentase !enduduk
#idu! di ba/a# aris
kemiskinan
Ni$ai ru!ia# !ene$uaran !er ka!ita
setia! bu$an untuk memenu#i stdanar
minimum kebutu#an,kebutu#an
konsumsi !anan dan non !anan
(an dibutu#kan o$e# seoran
individu untuk #idu! se0ara $a(ak.
S1S2NAS 2012 dan
Sensus Penduduk 2010
SA2 %Sma$$ Area
2stimation*
3 Persentase desa (an
tidak memi$iki akses
!en#ubun (an
memadai
Persentase desa (an tidak memi$iki
akses !en#ubun (an da!at di$a$ui
kendaraan roda 4+$ebi# atau sarana
trans!ortasi air
P3D2S 2011& -PS Karena raw data P3D2S
2014 kemunkinan baru
di$un0urkan ta#un 2014.
5aka teta!
menunakan P3D2S
2011.
4 Persentase ruma#
tana tan!a akses
$istrik
Persentase ruma# tana (an tidak
memi$iki akses ter#ada! $istrik dari
P6N dan+atau non P6N& misa$n(a
enerator
S1S2NAS 2012 dan
Sensus Penduduk 2010
SA2 %Sma$$ Area
2stimation*
5 1ndikator FSVA Pro)insi "%1'
3(
No.
Indikator FSVA
Provinsi 2014
Definisi Sumber Data Keteranan
As!ek Pemanfaatan Panan
4 Anka #ara!an #idu!
!ada saat $a#ir
Perkiraan $ama #idu! rata,rata ba(i
baru $a#ir denan asumsi tidak ada
!eruba#an !o$a morta$itas se!an'an
#idu!n(a
S1S2NAS 2012 dan Sensus
Penduduk 2010
SA2 %Sma$$ Area
2stimation*
8 Persentase ba$ita
tini kuran
%stuntin*
Anak di ba/a# $ima ta#un (an tini
badann(a kuran dari ,2 Stdanar
Deviasi %,2 SD* denan indeks tini
badan menurut umur %9-+1*
"ISK2SDAS 2013 dan Sensus
Penduduk 2010
SA2 %Sma$$ Area
2stimation*

: Persentase !erem!uan
buta #uruf
Persentase !erem!uan di atas 14
ta#un (an tidak da!at memba0a atau
menu$is #uruf $atin
S1S2NAS 2012 dan Sensus
Penduduk 2010
SA2 %Sma$$ Area
2stimation*
; Persentase ruma#
tana tan!a akses ke
air bersi#
Persentase ruma# tana (an tidak
memi$iki akses ke air minum (an
berasa$ dari $edin meteran& $edin
e0eran& sumur bor+!om!a& sumur
ter$indun& mata air ter$indun dan air
#u'an denan mem!er#atikan 'arak ke
'amban minima$ 10 m
S1S2NAS 2012 dan Sensus
Penduduk 2010
SA2 %Sma$$ Area
2stimation*
< Persentase ke$uara
(an tina$ di desa
denan 'arak $ebi# dari
4 Km dari fasi$itas
kese#atan
Persentase ke$uara (an tina$ di
desa denan 'arak $ebi# dari 4 km dari
fasi$itas kese#atan
"ISK2SDAS 2013 dan Sensus
Penduduk 2010
SA2 %Sma$$ Area
2stimation*
1ndikator FSVA Pro)insi "%1' (lanjutan)
3)
B%P akan memfasilitasi penyediaan data dan tenaga
ahli untuk melakukan analisis Small Area Estimation
,&'- untuk mengisi data tingkat ke.amatan yang
tidak dapat disediakan dari laporan$laporan statistik
yang ada, yaitu*
1.Penduduk hidup di ba#ah garis kemiskinan,
2.5umah tangga tanpa akses listrik,
3.'ngka harapan hidup,
4.7alita tinggi kurang ,stunting-,
(.Perempuan buta huruf,
).5umah tangga tanpa akses ke air bersih dan
4.Keluarga yang tinggal di desa dengan jarak lebih dari
( Km dari fasilitas kesehatan
34
32
14 provinsi yang menyusun %&"' Provinsi di 2314*
'.eh, 7engkulu, Hambi, &umatera &elatan, +ampung,
Kalimantan 7arat, Kalimantan ;engah, Kalimantan
&elatan, &ula#esi ;engah, &ula#esi Utara, Corontalo,
1usa ;enggara 7arat, 1usa ;enggara ;imur dan
/aluku.
9iprioritaskan untuk updating %&"' Provinsi 2314
38
981.A KAS13
981.A KAS13