Anda di halaman 1dari 27

CASE REPORT

Pembimbing : dr. Eka Listyrini


Pendamping : dr. Rahmat Syahili
Presentan : dr. Mulyanti
TINEA KRURIS ET
KORPORIS
Identitas pasien
Nama lengkap Ny. M (54 th)
Jenis Kelamin Perempuan
Status Perkawinan Menikah
Pekerjaan Swasta
Alamat Tangga Ulin, Hulu Sungai utara
Tanggal masuk 21 September 2013
ANAMNESIS

Keluhan utama :
Bercak merah kehitaman di lipat paha dan bokong
yang berasa gatal sejak 1 tahun

Rasa gatal hampir sepanjang hari, terutama saat


berkeringat.

Bercak tidak terlalu lebar, semakin lebar dengan


bagian tepi berwarna lebih merah.

Berobat ke dokter sembuh kambuh di tempat


yang sama
kebiasaan :

memakai pakaian berlapis, terutama saat bepergian


dan bekerja 2 lapis pakaian dalam dibalik roknya.
Bahan pakaian katun.

Menggunakan handuk yang sama dengan suami

Suami keluhan yang sama dan sering kambuh-


kambuhan.


PEMERIKSAAN JASMANI

Pemeriksaan umum

Tinggi Badan : 154 cm

Berat Badan : 45 kg

Status gizi : Gizi baik

Tekanan darah : 120/80 mmHg

Nadi : 80 x /menit teratur

Suhu : 36,6

Pernapasan : 20 x/ menit

Kesadaran : Compos mentis


STATUS DERMATOLOGIKUS

Regio Inguinalis Sinistra

Regio glutea et femoralis

Regio femoralis dextra et sinsistra

Regio Femur 1/3 Distal Sinistra


PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan dengan lampu wood dan


pemeriksaan mikroskopik kerokan kulit : tidak
dilakukan
Diagnosis Banding

Tinea kruris

Candidiasis

Eritrasma
Diagnosis Kerja

Tinea kruris et korporis


PENATALAKSANAAN
Medikamentosa :

Ketokonazol tab 200 mg 1x1

Cetirizine tab 10 mg 1x1

Ketokonazole cream 2x1 ue


Non Medikamentosa

Menjelaskan kepada pasien tentang penyakit ini


adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur.

Gunakan pakaian yang terbuat dari bahan yang


dapat menyerap keringat seperti katun, tidak ketat,
tidak berlapis-lapis dan ganti setiap hari

Anjurkan agar menjaga daerah lesi tetap kering


Non medikamentosa ;

Bila gatal, jangan digaruk karena garukan dapat


menyebabkan infeksi.

Jaga kebersihan kulit, bila berkeringat keringkan


dengan handuk dan mengganti pakaian yang
lembab

Mencegah penularan kepada orang serumah


dengan tidak bertukar handuk atau pakaian
lainnya.

Memberi tahu pasien untuk menggunakan obat


secara teratur dan tidak menghentikan
pengobatan tanpa seizin dokter.
Prognosis

Ad vitam : ad bonam

Ad functionam : ad bonam

Ad sanationam : dubia ad bonam


DEFINISI

Tinea kruris adalah dermatofitosis pada sela


paha, perineum, sekitar anus, bokong dan
kadang-kadang sampai perut bagian bawah
ETIOLOGI

Penyebab utama dari tinea kruris Trichopyhton


rubrum (90%), Epidermophython fluccosum,
Trichophyton mentagrophytes (4%), dan
Trichopyhton tonsurans (6%).
EPIDEMIOLOGI

Daerah tropis

Lingkungan kotor dan lembab

Laki-laki > perempuan


PATOFISIOLOGI
Jamur Keratinase mencerna keratin invasi
stratum korneum kolonisasi hifa keratolitik
difusi epidermis radang pertumbuhan pola
radial di stratum korneum lesi berbatas tegas
meningi, papul, skuama

Penularan
Melalui debu, pakaian, kayu, tanaman atau
autoinokulasi dari tinea unguium, pedis atau
manum.
Faktor predisposisi

virulensi dari dermatofita

Trauma

Faktor suhu dan kelembapan

Keadaan sosial serta kurangnya kebersihan

Usia

Sakit berat, penderita DM, neurodermatitis dan


leukorrohoe
MANIFESTASI KLINIS

Rasa gatal dan merah kehitaman di regio


inguinalis dan dapat meluas ke sekitar anus,
intergluteal sampai ke gluteus dan femoral.
Keluhan ini dapat pula meluas ke supra pubis
dan abdomen bagian bawah. Rasa gatal akan
semakin meningkat jika banyak berkeringat.

Efloresensi terdiri atas bermacam-macam


bentuk terdiri dari primer dan sekunder. Makula
eritematosa, berbatas tegas dengan tepi lebih
aktif terdiri dari papula atau pustula. Jika
kronis atau menahun maka efloresensi yang
tampak hanya makula hiperpigmentasi dengan
skuama diatasnya dan disertai likenifikasi.
Garukan kronis dapat menimbulkan gambaran
likenifikasi.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan dengan sediaan basah KOH

lampu wood
DIAGNOSIS
DIAGNOSIS BANDING

Candidosis intertriginosa

Erytrasma
PENATALAKSANAAN
Farmakologi

Anti jamur topikal dan sistemik

Anti histamin
Non Farmakologi

Hindari faktor pencetus


KOMPLIKASI
Tinea kruris dapat terinfeksi sekunder oleh
candida atau bakteri yang lain. Pada infeksi jamur
kronis dapat terjadi likenifikasi dan
hiperpigmentasi kulit.
PROGNOSIS
Prognosis penyakit ini baik dengan diagnosis dan
terapi yang tepat serta kelembapan dan
kebersihan kulit yang tetap terjaga.
DAFTAR PUSTAKA

Budimulja, Unandar. 2009. Mikosis, dalam ; Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi Keenam, 2010. Editor: Adhi Juanda, dkk. Jakarta;
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 95-96.

Goedadi, M & Suwito, P.S. 2001. Tinea Korporis dan Tinea Pedis,
dalam ; Dermatomikosis Superfisialis Pedoman untuk Dokter dan
Mahasiswa Kedokteran. Jakarta : FKUI. 31-33.

Murtiastutik, Dwi dkk. 2013. Dermatofitosis, dalam ; Penyakit Kulit


dan Kelamin Edisi 2. Surabaya : DEP. / SMF Kesehatan Kulit dan
Kelamin FK UNAIR / RSUD dr. Soetomo. 65-66.

Suyoso, Sunarso; Ervanty, Evy; Zulkarnain, Iskandar. 2005.


Dermatofitosis, dalam : Pedoman Diagnosis dan Terapi Bag./SMF Ilmu
penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 3. Surabaya : RSUD dr. Soetomo. 63,
66, 67.

Wolff, Klaus & Johnson, Richard Allen. 2009. Fungal Infection of The
Skin, dalam ; Fitzpatricks Color Atlas & Synopsis of Clinical
Dermaology Sixth Edition. 695, 700, 704-705.