Anda di halaman 1dari 23

ABDUL GAFUR ZULKARNAIN

10542 0059 09
Pembimbing
Dr. Helene Kendengan SpKK
DERMATITIS KONTAK ALERGI
LAPORAN KASUS
PENDAHULUAN
Dermatitis kontak alergik adalah suatu dermatitis (peradangan
pada kulit) yang timbul setelah kontak dengan alergen melalui
proses sensitisasi.
Penyebab DKA adalah bahan kimia sederhana dengan berat
molekul umumnya rendah (<1000 dalton), merupakan alergen yang
belum diproses disebut hapten bersifat lipofilik, sangat reaktif,
dapat menembus stratum korneum sehungga mencapai sel
epidermis dibawahnya.
Berbagai faktor berpengaruh dalam timbulnya DKA misalnya
potensi sensitisasi alergen, luas daerah yang terkena, lama
pajanan, suhu, kelembaban lingkungan.
LAPORAN KASUS
STATUS PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN
Nama : Tn. Ramli
Umur : 56 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Petani
Bangsa : Indonesia
Agama : Islam
Tanggal Pemeriksaan : 25 maret 2014

Keluhan Utama:
gatal pada punggung tangan
Riwayat Penyakit Sekarang:
Gatal pada punggung tangan dan pergelangan tangan bagian volar yang dialami
kurang lebih 1 bulan yang lalu. Awalnya gatal dan kemerahan pada telapak tangan
dan kemudian menjalar ke bagian punggung tangan dan pergelangan tangan. Ruam
semakin lama semakin membesar akibat garukan sehingga tampak hiperpigmentasi
dan erosi. Gatal dirasakan semakin hebat pada malam hari. Sebelumnya pasien
sudah memberikan macam-macam obat yaitu kalpanax cair selama 3 hari kemudian
menggantinya dengan kalpanax cream dan minyak tawon tapi semakin memburuk.
Pasien juga sempat mengonsumsi asam mefenamat.
Dalam melakukan pekerjaan, pasien biasa terpapar dengan pestisida dan pupuk
anorganik
Riwayat Penyakit dahulu
Pasien tidak pernah seperti ini sebelumnnya
Diabetes Melitus (-)
Penyakit Jantung (-)
Nyeri ulu hati (+)
Riwayat Keluarga(-)
Riwayat Alergi (-)
Riwayat Pengobatan : Pasien membeli obat sendiri di warung yaitu kalpanax cair,
kalpanax cream dan minyak tawon tapi semakin memburuk. Pasien juga mengonsumsi
asam mefenamat yang dibeli di warung.
Riwayat sosial : menikah

PEMERIKSAAN KLINIS
Lokasi : punggung tangan kiri dan kanan dan pergelangan tangan kanan dan kiri dan kitri
Distribusi : berbatas tegas bilateral simetri
Ruam : makula hiperpigmentasi dengan skuama yang kasar dan erosi
TAMPAK MAKULA HIPERPIGMENTASI BILATERAL
PADA PUNGGUNG TANGAN
TAMPAK MAKULA ERITEMA BILATERAL PADA
PERGELANGAN TANGAN
TAMPAK MAKULA ERITEMA DAN HIPERPIGMENTASI
DENGAN SKUAMA KASAR DAN EROSI
TAMPAK MAKULA ERITEMA DAN HIPERPIGMENTASI PADA
PERGELANGAN TANGAN DISERTAI SKUAMA YANG KASAR

PEMERIKSAAN PENUNJANG: Tidak dilakukan
DIAGNOSA BANDING
Dermatitis kontak iritan
Dermatitis Atopi
Dermatitis Numularis
Psoriasis
DIAGNOSIS : Dermatitis kontak alergik

PENATALAKSANAAN
Cetirizine 10mg 1x1
Methyl prednisolone 4 mg 3x1
Ertyromisin 500 mg 3x1
Inerson zalf
PEMERIKSAAN ANJURAN
UJI TEMPEL


PROGNOSIS : Dubia ad bonam

EDUKASI PASIEN

Eliminasi bahan paparan alergen dengan menggunakan Tes Tempel sehingga alergen
tersebut dapat diketahui oleh penderita.
Proteksi personal dengan menggunakan sarung tangan dapat mencegah dermatitis
kontak
kebersihan individual juga berperan penting pada pencegahan DKA. Kebersihan
individual mencakup kebersihan tangan, pakaian, kulit .
PEMBAHASAN
Dermatitis kontak alergik dapat terjadi karena kulit terpajan/berkontak dengan
bahan-bahan yang bersifat sensitizer (alergen).
Pekerja dibidang pertanian melakukan bervariasi pekerjaan yang terpapar
dengan bahan kimia, biologi, dan bahan berbahaya lainnya. Mereka
memumupuk, memanen ladang pertanian, serta memperbaiki segala peralatan
pertanian.

Bahan alergen yang dapat menyebabkan dermatitis kontak akibat kerja pada
petani adalah bahan-bahan yang dapat menyebabkan dermatitis kontak akibat
kerja pada petani adalah bahan-bahan yang terbuat dari karet (sarung tangan,
sepatu bot), potassium dicromate (alat-alat pertanian), preservativ (pupuk
buatan), pestisida, serbuk gandum, tepung terigu.


Kejadian termatitis kontak alergik paling sring ditangan, karena merupakan organ
tubuh yang paling sering digunakan untuk melakukan pekerjaan sehari -hari.

Gejala klinis umumnya penderita mengeluh gatal.
Pada Fase akut : eritem, edema, papul, vesikel, krusta
Pada Fase Kronik: likenifikasi, skuama, hiperpigmentas

Pada pasien sudah dialami 1 bulan, pada eflorensi didapatkan Tampak makula
hiperpigmentasi bilateral pada punggung tangan disertai skuama dan juga
pergelangan tangan
Pada pasien ini telah memberikan kalpanax Cream dan Cair. Kalpanax adalah obat
yang mengandung antijamur. Pada orang tertentu yang sensitif dapat timbul iritasi
dan hipersentitivitas,
DIAGNOSIS BANDING
Dermatitis kontak iritan adalah dermatitis yang disebabkan oleh
pajanan yang bersifat kimiawi atau agen fisik terhadap kulit yang
dapat mengiritasi daripada kulit baik akut maupun bersifat kronis.
Iritasi yang hebat dapat disebabkan oleh reaksi toksik bahkan
setelah pajanan singkat.

Dermatitis atopi adalah dermatitisi yang terjadi pada orang yang
mempunyai riwayat atopi atau hipersensitivitas abnormal untuk
melawan faktor-faktor lingkungan dijumpai pada penderita ataupun
keluarganya, tanpa sensitisasi yang jelas sebelumnya.
kelainan kulit berupa papul, likenifikasi, eritema, erosi, eksoriasi,
eksudasi, dan krusta. Distribusi ekzema biasanya simetrik.
Predileksi adalah muka, lipatan kulit, seperti fosa kubiti, dan fossa
poplitea dan sering ada riwayat atopi pada dirinya atau
keluarganya seperti asma, rhinitis alergika, congjungtivitis alergik
Dermatitis Numularis adalah peradangan kulit bersifat kronik, priritus, terdapat
bentuk plak mata uang koin membentuk papul kecil dan vesikel dasar eritem.
Lambat laun vesikel pecah dan menjadi eksudasi kemudian menjadi krusta
kekuningan. Jumlah lesi dapat pula banyak dan tersebar, bilateral atau simetri
dengan ukuran bervariasi mulai miliar sampai numular bahkan plakat. Tempat
predileksi di tungkai bawah, badan, lengan, termasuk punggung tangan.
Penyebabnya belum diketahui.
DAFTAR PUSTAKA

Djuanda, Prof.DR.Adhi, dkk, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 9. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2009 : Hal
133-138

Irma D Mahadi Roseyanto, Ekzema dan dermatitis : Ilmu Penyakit Kulit. Harahap M, Editor. Hipokrates Jakarta : 2000. Hal 7 -9,22-26.

Amiruddin Dali, Ilmu Penyakit Kulit, Makassar: Bagian Ilmu Penyakit Kulit DAN Kelamin Fakultas Kedokteran Hasanuddin, 2003: Hal
249-251.

Fitzpatrick TB et al, Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology, 5
th
edition. McGraw-Hill 2001: Hal 18-25, 42-43.

Siregar R.S, Editor. Dermatosis Eritroskuamosa in Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit 2
th
Ed. EGC : Jakarta : 2004. Hal 107-114.

Melina Tombeng. Dermatitis Kontak Akibat Kerja Pada Petani. Diakses pada tanggal 30 Maret 2014Link url:
http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/viewFile/4882/3668

Denis sasseville MD. Occupational Contact Dermatitis. Diakses pada tanggal 30 Maret 2014. Link url:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2868883/