Anda di halaman 1dari 57

Oleh:

drg.Bambang Tri Hartomo


JURUSAN KEDOKTERAN GIGI
FKIK UNSOED
Senin 08 April 2014
PROBLEM PEMAKAIAN GIGI TIRUAN

RESORBSI EDENTULOUS RIDGE

RETENSI
GT TERGANGGU
STABILISASI

GIGI TIRUAN BENDA ASING

PERLU PERAWATAN

PEMAHAMAN :
FAKTOR MEKANIK
FAKTOR BIOLOGIK
FAKTOR FISIK

RESORBSI PROGRESIF / PATOLOGIS
- RETENSI
- STABILISASI GT HILANG
- SUPPORT

BOUCHER (1980) , JOHNSON & KROL (1983)

SYARAT YANG HARUS DIMILIKI GT :
RETENSI
STABILISASI

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RESORBSI TULANG :
OSTEOPOROSIS
GANGGUAN HORMONAL
PENYAKIT GINJAL
TUBERCULOSIS
GANGGUAN GASTROINTESTINAL
GANGGUAN KESEIMBANGAN KIMIA
DARAH

PERUBAHAN TERSEBUT TIDAK DAPAT
DIHILANGKAN MEMERLUKAN PERAWATAN
WATT & MC. GREGOR (1996)
JOHNSON & STRATTON (1980)

MINIMAL 8 MINGGU SETELAH
PENCABUTAN

PEMBUATAN GT
SHARRY (1974)
BOUCHER (1975)
PERLU KONTROL
JOHNSON (1980) PERIODIK 6 BULAN
GRANT (1994) SEKALI
HILANGNYA RETENSI DAN STABILISASI
HILANGNYA VERTIKAL DIMENSI OKLUSI
HILANGNYA JARINGAN PENDUKUNG
WAJAH
PERGESERAN ARAH HORISONTAL GT
RELASI OKLUSI SALAH
ORIENTASI ULANG BIDANG OKLUSI
RETENSI :
SUATU PERLAWANAN TERHADAP GAYA
YANG MENCOBA MELEPAS GIGI TIRUAN
(BOUCHER 1980) (WRIGHT 1966)
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
STABILISASI GT :
-GAYA LATERAL
-KESEIMBANGAN OKLUSI
-KONTUR PERMUKAAN POLES

PERLU PERHATIAN :
-PENYUSUNAN GIGI
-PEMILIHAN ANASIR GIGI
STABILISASI
KEMAMPUAN GIGI TIRUAN UNTUK
TETAP PADA TEMPATNYA
(JACOBSON & KROL 1983)

RELINE REBASE

PERUBAHAN PERUBAHAN
SEDIKIT SAMPAI SEDANG SAMPAI
SEDANG MAKSIMAL

Definisi:
PROSES MENGKOREKSI ADAPTASI PERMUKAAN CETAKAN GIGI
TIRUAN (BASIS GIGI TIRUAN TERHADAP MUKOSA
PENDUKUNGNYA DENGAN CARA MENAMBAH RESIN AKRILIK
BARU PADA PERMUKAAN TERSEBUT TANPA MENGUBAH RELASI
OKLUSAL GIGI GELIGINYA (FERRYANTO,2013)
PROSES PENAMBAHAN BAHAN / LAPISAN AKRILIK BARU PADA
TEPI / SAYAP GT ATAU PADA BAGIAN PERMUKAAN DALAM /
IMPRESSION SURFACE /FITTING SURFACE GT SEBAGIAN
LEPASAN MAUPUN GT PENUH (PRAYITNO,2014)
Tujuan :
untuk memperbaiki adaptasi basis gigi tiruan
terhadap mukosa pendukungnya.

Indikasi:
1. GT sudah tidak cekat lagi.
2. Oklusi masih dapat dipertahankan dengan sedikit
pengasahan oklusal setelah relining selesai.
3. Desain rangka GT masih baik & menempel baik pada
permukaan gigi.
4. Keadaan dasar GT masih baik.
5. Elemen tidak patah, rusak atau aus berlebihan
6. Penderita puas dengan apperance.
7. Tepi GT masih cukup baik & tidak memerlukan
perubahan besar.
Kontra indikasi :
1.Resorbsi banyak
2.Jaringan mukosa luka
3.Kelainan pada sendi rahang
4.Estetis GT sangat jelek
5.Hubungan relasi RA & RB tidak baik
Kerugian:

1. Adanya garis sambung antara bahan lama
dengan baru.
2. Perbedaan warna bahan akrilik lama dengan
baru.
Tehnik relining:
1. Relining satu kunjungan / immediate relining.
-Bahan: cold-cure akrilik.
-Diletakan pada permukaan GT bawah yg menghadap
jaringan untuk memperoleh bentuk jaringan yang
tepat.
-Warna tidak stabil.
-Tidak dapat untuk jangka panjang.

2. Relining konvensional= conventional relining
-dilakukan di laboratorium, menggunakan flask.
-bahan: heat-cure , cold-cure
-pemanasan 60 0 C > tidak merubah dasar GT lama.

Cara :
1.Daerah undercut linggir dikurangi dan
dibuat retensi (basis lama)
2.Dengan self curing acrylic pada daerah
retensi tadi ditekankan langsung pada
mulut pasien sampai komposisi akrilik
plastis lalu dikeluarkan dari mulut
3.Instruksi pasien untuk kumur dengan
air dingin,sisa akrilik dibuang
4.Masukkan kembali ditunggu hingga
keras 12-15 menit), lalu poles dan siap
dipakai

2. Relining konvensional= conventional
relining
-dilakukan di laboratorium, menggunakan flask.
-bahan: heat-cure , cold-cure
-pemanasan 60
0
C > tidak merubah dasar GT
lama.

Cara :
1. Sendok cetak adalah GTP lama yang
telah dibuang daerah undercut dan
dibuatkan retensi
2.Tanam dalam cuvet
3.Buang sisa cetakan
4.Packing,curing,finishing dan polishing
REBASING
Definisi:

PROSES PENGGANTIAN SELURUH BASIS GIGI
TIRUAN DENGAN BASIS GIGI TIRUAN YANG
BARU,DENGAN TETAP MENGGUNAKAN GIGI
TIRUAN YANG LAMA DAN TANPA MERUBAH
POSISI SERTA OKLUSI GIGI TIRUAN
(FERRYANTO,2013)

PROSES PENGGANTIAN SELURUH BASIS GT
DENGAN YANG BARU DIMANA ANASIR GT YANG
LAMA TETAP DIGUNAKAN TANPA MERUBAH
LETAK GIGI DAN RELASI OKLUSI GT
(PRAYITNO,2014)

Indikasi:
1. GT longgar.
2. Oklusi masih dapat dipertahankan dengan sedikit
pengasahan oklusal setelah rebasing selesai.
3. Design rangka GT masih terlihat baik pada gigi
penyangga.
4. Elemen tidak patah, rusak atau aus berlebihan
5. Dasar resin terlihat buruk karena pemakaian yang
lama atau bekas relining.
6. Bila bahan relining terdahulu telah berubah warna.
1.METODE JIG
2.METODE KUVET
(MORROW, dkk, 1986)

YANG BIASA DIGUNAKAN METODE JIG

ALAT : HOOPER DUPLICATOR
DARI TELEDYNE DENTAL PRODUCTS Co.
HANAU DIVISION
PHERIPERAL BORDER GT DIPOTONG 2 MM
DARI BATAS MUKOSA BERGERAK TIDAK
BERGERAK
DAERAH UNDERCUT PADA PERMUKAAN
DALAM GT DIHILANGKAN
DILAKUKAN BORDER MOULDING


PENCETAKAN RAHANG (CETAK
FUNGSIONAL) DENGAN BAHAN
ELASTOMER (DOUBLE IMPRESSION)
HASIL CETAKAN DIISI DENGAN ADONAN
GIPS KERAS TIPE III

PADA SAAT MENCETAK RAHANG,
PENDERITA DALAM KEADAAN OKLUSI
DENGAN TUJUAN UNTUK
MEMPERTAHANKAN TINGGI GIGIT
GT PADA MODEL DIPASANG PADA
BAGIAN ATAS DUPLICATOR /
ARTIKULATOR
DIBUAT JIG DENGAN CARA :
BAGIAN BAWAH DARI DUPLIKATOR
/ARTIKULATOR DIBERI ADONAN GIPS
LUNAK KEMUDIAN BAGIAN ATAS
DUPLIKATOR DIPASANG. PERMUKAAN
ANASIR GIGI TIRUAN TERTANAM 1-2MM
PADA GIPS, KEMUDIAN TUNGGU GIPS
LUNAK HINGGA SETTING (MENGERAS)
GIGI TIRUAN DILEPAS DAN BASIS GT DI
BUANG SEDANGKAN SUSUNAN ANASIR GT
(LENGKUNGNYA) DIPERTAHANKAN

ANASIR GT DIPASANG KEMBALI PADA JIG
DAN DIFIKSASI DENGAN MALAM PEREKAT
MODEL PADA BAGIAN ATAS DUPLIKATOR
DIBUAT LEMPENG GIGIT DARI MALAM
MERAH KEMUDIAN DIPASANG PADA JIG
SELANJUTNYA DI KONTOUR









DILAKUKAN FLASKING KEMUDIAN
ACRYLIC PACKING DAN FINISHING

PADA PASANG PERCOBAAN GT, DIPERIKSA :
RELASI SENTRIS
OKLUSI SENTRIS
KETEPATAN PERIPHERAL SEAL

BILA OKLUSI TIDAK ADA PERUBAHAN MAKA
LANGSUNG DILAKUKAN SELECTIVE GRINDING DI
DALAM MULUT

BILA MERAGUKAN SEYOGYANYA DILAKUKAN
INTERMAXILLARY RECORDUNTUK DILAKUKAN
SELECTIVE GRINDING DI LUAR MULUT
Meliputi:
1. Perbaikan GT retak.
2. Penyatuan kembali bagian
2
dasar/plat yang patah.
baik terbuat dari resin maupun logam.
3. Penggantian bagian
2
yang rusak / hilang.
4. Perluasan GT.
5. Penambahan gigi.
6. Perbaikan dan penambahan cengkeram.


PATAHNYA
PLAT GT DAN
PATAHNYA
GIGI
KESALAHAN
KONSTRUKSI
FAKTOR DIDALAM
MULUT
FAKTOR DILUAR
MULUT
LEPASNYA
GIGI
KURANGNYA
AKRILIK SEWAKTU
PACKING
TERDAPAT
MINYAK,
SEPARATING
MEDIUM PADA
GIGI RESIN
MELEWATI DOUGH
STAGE
PATAHNYA
LENGAN
CENGKERAM
KELUAR MASUK
MELALUI
UNDERCUT YANG
DALAM
KEGAGALAN
STRUKTURAL
KESALAHAN
PENDERITA
PATAHNYA
OKLUSAL REST
PENAMBAHAN
GIGI
KLASIFIKASI
JARANG
TERJADI
PATAHNYA PLAT GIGI TIRUAN DAN PATAHNYA GIGI
KESALAHAN
KONSTRUKSI
PENEMPATAN GIGI POSTERIOR DI LUAR RIDGE
PLAT AKRILIK TIPIS
KONSISTENSI ADONAN AKRILIK TIDAK TEPAT
FAKTOR
DALAM MULUT
TEKANAN BERLEBIH SELAMA PENGUNYAHAN
BAD HABBIT BRUXISM, CLENCHING
RESORBSI TULANG ALVEOLAR
BIASA DIMULAI DI FRENULUM LABIALIS
FAKTOR
DILUAR MULUT
TEKANAN BERLEBIH SEWAKTU PEMBERSIHAN
TERJATUH/KECELAKAAN
Tehnik:
1. Bagian yg patah digabungkan kembali > difixaxi.
2. Bagian yg patah diperlebar 3-4 mm.
3. Flasking > Packing > Polishing ( lab).
Tehnik:
1. Cetak GT dalam mulut.
2. Buat bentuk malam > try-in.
3. Flasking > Packing > Polishing ( lab).