Anda di halaman 1dari 15

UJI DISOLUSI SEDIAAN

PADAT

Oleh :
Martha Flora Nababan
07 131 027

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS ANDALAS
Teori disolusi
Menurut pengamatan Noyes dan Whitney,
langkah disolusi meliputi;

Proses pelarutan obat pada permukaan partikel


padat, membentuk larutan jenuh disekeliling
partikel.

Obat yang terlarut dalam larutan jenuh dikenal


sebagai “stagnant layer”, berdifusi ke pelarut
dari daerah konsentrasi obat yang tinggi ke
konsentrasi obat yang rendah.
Mekanisme diatas sesuai dengan teori lapisan
tipis (film-model theory) oleh Nerst, yg
menyatakan ;

Partikel benda padat yang terendam dalam cairan


mengalami dua tahap berurutan :

Larutan darizat pada interface, yg mmbentuk


lapisan tipis/film yang diam.

Difusi dari lapisan ini pada batas hingga banyak


dari zat cair.
Maka kecepatan disolusi obat,digambarkan
melalui persamaan;

dc/dt = kecepatan disolusi obat


D = tetapan laju disolusi
A = luas permukaan partikel
dC = DAK ( Cs-C ) Cs = kadar obat dalam stagnant layer
dt h C = konsentrasi obat dalm bagian
terbesar pelarut
H = tebal stagnan layer
K = koefisien minyak/air

Dari persamaan terlihat bahwa :


Kinetika disolusi dapat dipengaruhi oleh sifat
fisikokimia obat, formulasi, dan pelarut.
Bruner dan Tolloezko mengubah persamaan
menjadi :

dC
----- = K1S (Cs-Ct)
dt

Dengan S : daerah permukaan


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju
Disolusi
kategori

1. Faktor yg berkaitan 2. Faktor yg berkaitan 3. Faktor yg berkaitan


dg fisikokimia obat dg formulasi sediaan dg alat uji disolusi dan
parameter uji

Kelarutan Bentuk Sediaan Kecepatan


Bentuk Kristal
Penggunaan bahan pengadukan
pembantu Suhu medium
Bentuk Hidrat
Cara Pengolahan Bahan pH medium
Solvasi Baku Metoda Uji yg
Kompleksasi (berpengaruh
pada Cs),
dipakai
Ukuran partikel (berpengaruh
pada S)
Skema Proses Disolusi Sediaan Padat

disentegrasi Granul/ deagregasi


Sediaan padat ——› agregat ——› Partikel padat
— ——
disolusi —

——›
disolusi › disolusi

Obat dalam larutan (in vitro atau in vivo)
——›

Obat dalam darah,cairan,jaringan


PROSES DALAM UJI DISOLUSI

1. PROSES MELARUTNYA ZAT AKTIF


DALAM MEDIA

2. PENENTUAN ATAU PENETAPAN JUMLAH


ZAT AKTIF TERLARUT
ZAT AKTIF SUKAR LARUT

Tahap disolusinya merupakan tahap penentu


kecepatan (rate limiting step) atau tahap yang
paling lambat dalam suatu proses kinetik.

Jadi jika sudah berdisolusi akan cepat


terabsorpsi krn bersifat lipofil dan mempunyai
koefisien pastisi yang besar.

Maka dibuat solid disperse dulu baru dicetak


berupa kapsul, dg pembawa seperti PEG,PVD,
urea dan as.sitrat
ZAT AKTIF MUDAH LARUT

Zat aktif yang mudah larut dalam air,


rate limiting stepnya adalah pd tahap
absorpsi menembus sal cerna krn
bersifat hidrofil yang koefisien
partisinya kecil.
Faktor Formulasi dan Teknologi yg Dapat Mengubah
Karakterisrik Disolusi dan Sediaan Obat

Untuk meningkatkan laju disolusi dapat dilakukan dengan


cara :

1. Meningkatkan Luas Permukaan Efektif Obat


dengan cara :

a. Penggilingan
b. Pengeringan Semprot
c. Bola penggiling
d. Penambahan senyawa Aktif Permukaan
Teknik Dispersi Padat

a. Digunakan dalam peningkatan laju


disolusi obat yg sukar larut

b. Peningkatan Laju disolusi terjadi


karena :

- Pengurangan ukuran partikel


- Terbentuknya polimorf atau amorf
- Terjadi kompleksasi dan
pembentukan larutan padat
Pembentukan Komplek
- Dengan menggunakan pembentukan kompleks obat dg
siklodekstrin
- Ciri penting dari sifat ini yaitu kemampuannya
membentuk kompleks inklusi dengan milekul yg lebih
kecil yg cocok kedalam rongga hidrofob siklodekstrin
- Pembentukan komplek ini mengubah sifat fisika dari
molekul obat

4. Bahan yang Dapat Merubah Tetapan Dielektrik cairan


Antara lain Gliserin, Polioksi-etilenglikol dan propilen
glikol
5. Bahan Penglarut Miseler
Ditinjau dari sudut biofarmasetika penglarutan dengan
surfactan dapat meningkatkan ayau menurunkan
penyerapan zat aktif. Miselisasi dapat berupa
pembentukan kompleks yg dapat menghambat
penyerapan senyawa tertentu
6. Penyalutan Dengan Senyawa Hidrofil

Pada Umumnya Penyalutan zat aktif yg


sedikit hidrofil oleh suatu lapisan yg sangatn
hidrofil dapat mempercepat proses
pembasahan partikel dan selanjutnya akan
mempercepat pelarutan

Misalnya penyemprotan partikel zat aktif


larutan Gom Arab.