Anda di halaman 1dari 18

Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN

CYBER CRIME & CYBER LAW


DEDI HERMAWAN (12122959)
definisi
SEJARAH
KARAKTERISTIK
JENIS-JENIS
PENANGULANGAN
HUKUM
KESIMPULAN
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
cyber crime dapat didefinisikan sebagai perbuatan
melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan
internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi,
komputer dan telekomunikasi baik untuk memperoleh
keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak
lain.
Hukum Siber adalah istilah umum yang menyangkut
semua aspek legal dan peraturan Internet dan juga
World Wide Web. Hal apapun yang berkaitan atau
timbul dari aspek legal atau hal-hal yang berhubungan
dengan aktivitas para pengguna Internet aktif dan
juga yang lainnya di dunia siber.
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
Cyber crime terjadi bermula dari kegiatan
hacking yang telah ada lebih dari satu abad. Pada tahun
1870-an, beberapa remaja telah merusak system
telepon baru Negara dengan merubah otoritas

Draper, memperoleh julukan Captain crunch ditangkap
berulangkali untuk pengrusakan telepon pada tahun
1970-an . pergerakan social Yippie memulai majalah
YIPL/TAP (Youth International Party Line/ Technical
Assistance Program) untuk menolong para hacker telepon
(disebut phreaks) membuat
panggilan jarak jauh secara gratis.
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
Kejahatan Kerah Biru (Blue Collar Crime)
Kejahatan ini merupakan jenis kejahatan atau tindak
criminal yang dilakukan secara konvensional seperti
misalnya perampokan, pencurian, pembunuhan,dll.

Kejahatan Kerah Putih (White Collar Crime)
Kejahatan jenis ini terbagi dalam empat kelompok
kejahatan,yakni kejahatan korporasi, kejahatan
birokrat, malpraktek, dan kejahatan individu.

Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
1. Cybercrime sebagai tindakan kejahatan murni.
2. Cybercrime sebagai tindakan kejahatan abu-abu
3. Cybercrime yang menyerang individu
4. Cybercrime yang menyerang hak cipta (Hak milik)
5. Cybercrime yang menyerang pemerintah
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
1. Cybercrime sebagai tindakan kejahatan murni.
2. Cybercrime sebagai tindakan kejahatan abu-abu
sengaja dan terencana untuk melakukan pengrusakkan,
pencurian, tindakan anarkis, terhadap suatu system
informasi atau system computer.
kejahatan ini tidak jelas antara kejahatan criminal atau bukan
karena dia melakukan pembobolan tetapi tidak merusak
3. Cybercrime yang menyerang individu
Kejahatan yang dilakukan terhadap orang lain dengan motif
dendam atau iseng yang bertujuan untuk merusak nama
baik.
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
4. Cybercrime yang menyerang hak cipta (Hak milik)
5. Cybercrime yang menyerang pemerintah
Kejahatan yang dilakukan terhadap hasil karya seseorang
dengan motif menggandakan, memasarkan, mengubah yang
bertujuan untuk kepentingan pribadi/umum ataupun demi
materi/nonmateri.

Kejahatan yang dilakukan dengan pemerintah sebagai
objek dengan motif melakukan terror, membajak
ataupun merusak keamanan suatu pemerintahan yang
bertujuan untuk mengacaukan system pemerintahan,
atau menghancurkan suatu Negara.
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
1. Modernisasi hukum pidana nasional berserta hukum
acaranya diselaraskan dengan konvensi internasional yang terkait
dengan kejahatan tersebut.
2. Peningkatan standar pengamanan system jaringan computer
nasional sesuai dengan standar internasional.
3. Meningkatkan pemahaman serta keahlian aparat hukum
mengenai upaya pencegahan, inventigasi, dan penuntutan
perkara-perkara yang berhubungan dengan cybercrime.
4. Meningkatkan kesadaran warga Negara mengenai bahaya
cybercrime dan pentingnya pencegahan kejahatan tersebut.
5. Meningkatkan kerja sama antar Negara dibidang teknologi
mengenai hukum pelanggaran cybercrime.

Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
a. Pasal 27 UU ITE tahun 2008
b. Pasal 28 UU ITE tahun 2008
c. Pasal 29 UU ITE tahun 2008
d. Pasal 30 UU ITE tahun 2008 ayat 3
e. Pasal 33 UU ITE tahun 2008
f. Pasal 34 UU ITE tahun 2008
g. Pasal 35 UU ITE tahun 2008
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
KASUS UU ITE (NARLISWANDI PILIANG)
PELAPOR :
DILAPORKAN
ALVIN LIE
NARLISWANDI PILIANG
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
Penjelasan Kasus
Kasus ini berawal dari tulisan Narliswandi Piliang atau Iwan
Piliang yang berjudul Hoyak Tabuik Adaro dan Soekanto,
dimana karena artikel ini, dia dituduh sebagai tersangka kasus
penghinaan dan pencemaran nama baik Alvin Lie, yang
merupakan Anggota DPR dari Fraksi PAN.
Dalam tulisannya, ia menyebut Alvin diduga menerima
sejumlah uang agar terhindar dari hak angket pembatalan
penerbitan saham perdana Adaro.
Tak terima diberitakan seperti itu, Alvin melaporkan Iwan ke
Polda Metro Jaya dengan dasar hukum yang digunakan yaitu
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi
dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Pasal 27 ayat (3).
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
Sesuai Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008
tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau
mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi
elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan
penghinaan dan/atau pencemaran nama baik
(Pasal 27 ayat 3 UU ITE)
Hukuman
(1) Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan
pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)
(Pasal 45 ayat 1 UU ITE)

Pelanggaran UU ITE
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
Menurut kami, hukuman yang diberikan itu sudah sesuai,
karena bagaimanapun pencemaran nama baik tetaplah
pencemaran nama baik walaupun media yang digunakan
hanya sekadar Milis. Tetapi jika pemberitaan itu tidak
sesuai kenyataan atau dengan kata lain tidak memunyai
bukti konkritnya, maka semua itu layaknya pengutaraan
yang tak berdaya dan tidak dapat ditindaklanjuti.
Untuk pencegahannya, para jurnalis dan kita harus lebih
hati-hati dalam mengutarakan pendapat, apalagi jika pada
media umum dimana semua orang dapat melihatnya dan
dapat menyebarkan semua itu. jika ingin menindaklanjuti
kesalahan seseorang, kumpulkanlah bukti yang konkrit,
bukti yang dapat digunakan agar kita boleh mengutarakan
suatu pendapat yang lebih spesifik.
Pendapat
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
Cyber crime merupakan kejahatan yang timbul dari dampak
negative perkembangan aplikasi internet. Sarana yang
dipakai tidak hanya komputer melainkan juga teknologi ,
sehingga yang melakukan kejahatan ini perlu proses belajar.

http://dedihermawan13.blogspot.com
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
http://dedihermawan13.blogspot.com
Sabtu, 24 Mei 2014 DEDI HERMAWAN
http://dedihermawan13.blogspot.com