Anda di halaman 1dari 9

Metode Promethee

Kelompok 4
Ayu Citraning Rahmawati (2011420138)
Litafira Syahadiyanti (2011420087)
Muhammad Arifin (2011420095)
Radian Hardianti (2011420107)
METODE PROMETHEE
Promethee adalah salah satu metode penentuan
urutan atau prioritas dalam MCDM ( Multi
Criterion Decisin Making). Penggunaan promethee
adalah menentukan dan menghasilkan keputusan
dari beberapa alternative. Promethee berfungsi
untuk mengolah data, baik data kuantitatif dan
kualitatif sekaligus. Dimana semua data digabung
menjadi satu dengan bobot penilaian yang telah
diperoleh melalui penilaian atau survey.
METODE PROMETHEE
Langkah langkah perhitungan dengan
metode promethee adalah sebagai berikut :
Penentuan alternatif alternative nilai dari data
guru terhadap criteria kriteria yang telah
ditetapkan sebelumnya.
Menentukan tipe fungsi preferensi dan nilai
preferensi
Perhitungan indeks preferensi.
Perhitungan arah preferensi dipertimbangkan
berdasarkan nilai indeks leaving flow , entering
flow , dan net flow.

Kelebihan Algoritma Promethee
Dalam proses perangkaian alternatif akan digunakan
data kuantitatif maupun data kualitatif. Data-data
tersebut akan digabungkan menjadi satu dengan bobot
penilaian yang telah diperoleh melalui penilaian atau
survei yang telah dilakukan kepada para pakar
Terdapat software DECISION LAB sebagai aplikasi metode
ini
Software GAIA Plane sebagai software visual Pomethee
yang sangat powerful untuk mengidentifikasi konflik-
konflik diantara kriteria-kriteria dan juga dapat
menggabungkan alternatif-aternatif

Kekurangan Algoritma Promethee
Membutuhkan informasi tambahan berupa
fungsi preferensi tertentu yang harus
didefenisikan / dijelaskan.
Tidak mampu menangani masalah optimasi
terhadap kendala yang sangat mungkin ada
dalam permasalahan pemilihan alternatif
optimal.
CONTOH PENERAPAN:
Masalah : anda diminta untuk memilih satu
diantara dua rumah yang akan anda beli.
Kriteria yang anda gunakan : harga, luas,
lokasi.
Proses pengambilan keputusan

Proses perbandingan :
Harga rumah A jauh lebih murah dari rumah B.
Rumah B sedikit lebih luas dari rumah A.
Lokasi rumah B lebih strategis dari rumah A.
Proses perangkingan :
Rangking 1 : Rumah B
Rangking 2 : Rumah A
> Maka keputusan adalah membeli rumah B

Hasil yang mungkin terjadi dari proses perbandingan
antara dua alternatif a dan b dapat dinyatakan :
pilihan terjadi ketika untuk semua kriteria, nilai evaluasi a lebih
besar atau sama dengan nilai evaluasi b dan untuk sebagian
kriteria nilai evaluasi alebih besar dari nilai evaluasi b. Pemilihan
memiliki makna bahwa alternatif a lebih baik dari alternatif b.
Pengabaian terjadi ketika untuk semua kriteria, nilai evaluasi a
sama dengan nilai evaluasi b. Sehingga baik alternatif a atau b
sama saja.
Relatif terjadi jika alternatif a unggul pada sebagian kriteria dan
alternatif b unggul pada kriteria yang lain. Sehingga alternatif a
dan alternatif b tidak dapat di bandingkan.

SEKIAN dan TERIMA KASIH