Anda di halaman 1dari 18

OBESITAS

Tutor: drh.Zainul Fadli, M.Kes



Nining Octavia Sari (2101210001)
Fandaruzzahra Putri P (2101210002)
Eka Saptaria Nusanti (2101210005)
Syukron Amrullah (2101210006)
Tara Dhiyaul Haq Al-Ulya (2101210007)
Venny Serlindah Ayu Primadani (2101210008)
Ika Wahyu Adita Rini (2101210009)
Elsa Setya Novalina Rahmadani (2101210010)
Akhmad Ferro Avisena (2101210011)
Hendro Wijaya (2101210012)
Dianisa Fitrian (2091210053)
Suci Dwi N (2081210022)
Definisi
Obesitas : Suatu
keadaan yang terjadi
akibat penumpukan lemak
dimana berlebihan dari
yang diperlukan untuk
fungsi tubuh, sehingga BB
seseorang jauh diatas
normal dan dapat
membahayakan kesehatan.
Penggolongan Obesitas
Obesitas dapat digolongkan
menjadi 3 kelompok yaitu:

Obesitas ringan :
kelebihan berat badan 20-40%

Obesitas sedang :
kelebihan berat badan 41-100%
Obesitas berat :
kelebihan berat badan >100%
(Obesitas berat ditemukan
sebanyak 5% dari antara orang-
orang yang gemuk).
Penyebab Obesitas


Faktor Genetik
penentu utama obesitas pada
beberapa individu (faktor
lingkungan juga
mempengaruhinya)

Gen spesifik yang mengkode
obesitas tidak diketahui tetapi
mungkin lebih dari satu gen.

Penelitian terbaru
menunjukkan bahwa rata-rata
faktor genetik memberikan
pengaruh sebesar 33%
terhadap berat badan
seseorang.
Faktor
Lingkungan
kurangnya aktivitas fisik atau
pekerjaan

kelebihan supply makanan

peningkatan asupan lemak

peningkatan konsumsi garam
dan gula

penurunan asupan makanan
dari sayuran, buah dan
karbohidrat


Faktor kesehatan
Beberapa penyakit bisa menyebabkan obesitas,
diantaranya:
- Hipotiroidisme
- Sindroma Cushing
- Sindroma Prader-Willi
- Beberapa kelainan saraf yang bisa
menyebabkan seseorang banyak makan.

Faktor psikis
pikiran seseorang bisa mempengaruhi
kebiasaan makannya. Banyak orang yang
memberikan reaksi terhadap emosinya dengan
makan.


Faktor
perkembangan
Penambahan
ukuran atau jumlah sel-sel
lemak (atau keduanya)
menyebabkan
bertambahnya jumlah
lemak yang disimpan
dalam tubuh.
Penderita
obesitas, terutama yang
menjadi gemuk pada masa
kanak-kanak, bisa memiliki
sel lemak sampak 5 kali
lebih banyak dibandingkan
dengan orang yang berat
badannya normal.

Aktivitas fisik.

Kurangnya aktivitas fisik
merupakan salah satu
penyebab utama dari
meningkatnya angka
kejadian obesitas.

Seseorang yang
cenderung mengkonsumsi
makanan kaya lemak dan
tidak melakukan aktivitas
fisik yang seimbang, akan
mengalami obesitas.
Komplikasi
Diabetes tipe 2 (timbul
pada masa dewasa)
hipertensi
Stroke
Serangan jantung
Gagal jantung
Kanker
Batu kandung empedu
dan batu kandung
kemih
Gout dan artritis gout
Osteoartritis
Tidur apneu
Sindroma Pickwickian
Obesitas dapat menimbulkan komplikasi pada penderitanya.
Komplikasi tersebut antara lain:
Pencegahan

Meruba
h gaya
hidup
PENGOBATAN

Langkah awal dalam mengobati obesitas adalah menaksir
lemak tubuh penderita dan risiko kesehatannya dengan cara
menghitung BMI. Resiko kesehatan yang berhubungan dengan
obesitas akan meningkat sejalan dengan meningkatnya angka BMI :

Resiko rendah : BMI < 27
Resiko menengah : BMI 27-30
Resiko tinggi : BMI 30-35
Resiko sangat tinggi : BMI 35-40
Resiko sangat sangat tinggi : BMI 40 atau lebih.


Jenis dan beratnya latihan, serta jumlah pembatasan kalori pada
setiap penderita berbeda-beda dan obat yang diberikan
disesuaikan dengan keadaan penderita:

Penderita dengan risiko kesehatan rendah, menjalani diet sedang (1200-1500
kalori/hari untuk wanita, 1400-2000 kalori/hari untuk pria) disertai dengan
olah raga
Penderita dengan risiko kesehatan menengah, menjalani diet rendah kalori
(800-1200 kalori/hari untuk wanita, 1000-1400 kalori/hari untuk pria) disertai
olah raga
Penderita dengan risiko kesehatan tinggi atau sangat tinggi, mendapatkan
obat anti-obesitas disertai diet rendah kalori dan olah raga.
Memilih program penurunan berat badan yang aman dan
berhasil.
Unsur-unsur yang harus dipertimbangkan dalam memilih suatu
program penurunan berat badan :

Diet harus aman dan
memenuhi semua kebutuhan
harian
Program penurunan berat
badan harus diarahkan
kepada penurunan berat
badan secara perlahan dan
stabil.
Sebelum sebuah program
penurunan berat badan
dimulai, dilakukan
pemeriksaan kesehatan
secara menyeluruh.
Mengikuti pemeliharaan
berat badan setelah
penurunan berat badan
tercapai.
Penyertaan rencana diet,
Olah raga
Modifikasi gaya hidup dengan
atau tanpa terapi farmakologi
dan/atau pembedahan (untuk
menjaga banyaknya penurunan
berat badan).
Terapi non farmakologi


Terapi farmakologi

Orlistat
Sibutramine
Pentermine (30 mg pada pagi hari atau 8 mg
sebelum makan )
Dietilpropion ( 25 mg sebelum makan atau
75 mg pada sediaan lepas lambat setiap pagi)
Amfetamin secara umum dihindari karena
kekuatan stimulan dan potensial adiksi nya
Efedrin (20 mg dengan atau tanpa caffeine
200 mg, sampai 3 kali sehari)
Agen serotonergik
Terapi Bedah
Salah satu pilihan untuk menurunkan berat badan
Hanya diberikan kepada pasien obesitas berat dengan
BMI kurang >40 atau > 35 dengan kondisi komorbid.
Terapi bedah adalah alternative terakhir
Contoh terapi bedah adalah bedah gastrointestinal.

Faktor faktor yang mempengaruhi obesitas antara lain :
1. Aktivitas fisik.
2. Faktor perkembangan
3. Faktor kesehatan.
4. Faktor psikis.
5. Faktor Lingkungan
6. Faktor Genetik
Obesitas sudah menjadi permasalahan serius di negara
berkembang khususnya Indonesia.
Simple Healthy Life Style merupakan salah satu alternatif
dalam upaya preventif dan rehabilitatif melalui mekanisme
biomolekuler yang kompleks.
Simple Healthy Life Style lebih berfokus pada pola makan
dan aktifitas fisik.
Daftar Pustaka
Harrison. 1999. Prinsip prinsip ilmu penyakit dalam. Edisi
13. Volume 1.Yogjakarta:Penerbit buku kedokteran

Misnadiarly, Dra, AS, APU.2007.Obesitas sebagai
factor risiko beberapa penyakit.Jakarta:Pustaka Obor
Populer

fajarqimi.blogspot.com/.../apisate-manfaat-dan-efek-samping-
obat.html

www.medicastore.com

ksupointer.com/2009/sadar-bahaya-obesitas

http://www.dr-rocky.com/layout-artikel-kesehatan/31-solusi-
mengatasi-overweight-dan-obesitas

Terima
kasih