Anda di halaman 1dari 11

KOLAM AIR TENANG

Pengertian Kolam Air


Tenang
Kolam air tenang adalah kolam yang memiliki
sumber air keluar-masuk pada kolam yang sangat
terbatas, atau kolam yang hanya diisi satu kali
pada awal penebaran sampai panen.
Komoditas yang dibudidayakan adalah ikan lele,
gurami, sidat dan udang galah, dll.

Kelemahan
Memiliki suplai oksigen yang terbatas
sehingga jumlah padat tebar juga terbatas.
Jenis ikan yang yang dapat ditebar
terbatas.
Kurang tersedia pakan alami yang
biasanya terbawa masuk bersama sumber
air.
Terjadi penurunan nafsu makan pada ikan
yang dipelihara.
Menumpuknya racun dan amonia di kolam.
Keuntungan
Tidak bergantung pada sumber air yang
mengalir masuk dalam kolam.
Minimumnya ikan kompetitor dan
predator pada kolam.
Komponen Kolam Air
Tenang
Pematang kolam
biasanya berbentuk trapesium dengan
ukuran antara 75 samapai 100 cm.
Memiliki lebar maksimum satu meter
sehingga dapat menjadi lalu lintas orang.
Pematang dibuat dari tumpukan tanah
galian kolam. Untuk memperoleh bentuk
pematang yang baik dan kuat, timbunan
tanah pematang dipadatkan dan di bentuk
trapesiumagar tidak mudah longsor.
Saluran air
ada 3 jenis saluran air pada kolam air
tenang yaitu:
Saluran pemasukan berfungsi sebagai
saluran masuknya air ke dalam kolam
letaknya yang dibuat sedemikian rupa
sehingga air yang masuk ke dalam
kolam dalam kondisi tercurah.
Saluran pengaturan berfungsi sebagai
saluran keluarnya air sehingga
ketinggaian air tetap.
Saluran pembuangan total berfungsi
sebagai saluran pembuangan air
sampai kering dan terletak pada kolam
bagian paling dalam.
Analisis Usaha
Budidaya ikan gurami dengan
teknologi kolam terpal
Spesifikasi
Jenis bibit : Gurami Soang
Ukuran bibit : 250 gr/ekor
Luas kolam : 5 X 10 (50m)
Lama Usaha : 5 bulan
Tempat : Banguntapan, Bantul.
1. Biaya Investasi
investasi Nilai investasi (Rp)
Sewa lahan 100 m (1 tahun) 50.000
Pembuatan kolam ( umur pakai 10
periode)
150.000
Diesel (masa pakai 10 tahun) 3.000.000
Terpal (masa pakai 5 tahun) 400.000
Selang 25 m (masa pakai 5 tahun) 60.000
Sifon (masa pakai 2 tahun) 30.000
TOTAL INVESTASI 3.690.000
2. Biaya Operasional
Biaya operasional Nilai investasi (Rp)
Bibit 137,5 @22.000 3.025.000
Pakan pelet 300 kg @7000 2.100.000
Hijauan 950 kg @250 237.500
Sekam 30 karung @3000 90.000
Probiotik 200.000
Garam 10.000
VITERNA plus 2 botol @41.000 82.000
POC NASA @31.000 31.000
TON 1 botol 42.500
Bahan bakar solar 40.000
Tenaga kerja 230.000
Biaya penyusutan kolam 15.000
Biaya penyusutan terpal 35.000
Biaya penyusutan diesel 150.000
Biaya penyusutan sewa lahan 25.000
TOTAL BIAYA OPERASIONAL 6.313.000
3. Penerimaan : 380 kg @ Rp. 22.000 = Rp. 8.360.000,-

4. Keuntungan : Rp. 8.360.000 Rp. 6.313.000 = Rp. 2.047.000,-

5. Pertimbangan usaha :

a. BEP (Break Even Poin)

BEP untuk harga produksi : BEP : Rp. 6.313.000 : 380 kg : Rp. 16.613 /kg

Dengan produksi ikan sebanyak 380 kg, titik balik modal akan tercapai
jika harga penjualan : Rp. 16.613/kg

BEP untuk volume produksi :BEP : Rp. 6.313.000 : Rp. 22.000/kg : 286,95 kg

Dengan harga penjualan ikan sebesar Rp. 22.000,-/kg, titik balik modal
akan tercapai jika volume panen mencapai 286,95 kg.

b. B/C Ratio (Perbandingan Penerimaan dan Biaya)

B/C : Rp. 8.360.000 : 6.313.000 : 1,32.

Setiap penambahan biaya Rp. 1 akan memperoleh penerimaan Rp. 1,32