Anda di halaman 1dari 13

MHCU

Oleh : Nur Aini Hanifiah (1102009208)


Pembimbing : dr. Prianto Djatmiko, SpKJ
Definisi

Menurut WHO, mental yang sehat lebih dari
sekedar tidak adanya penyakit mental, tetapi
adalah di mana seorang individu menyadari
kemampuannya sendiri,
dapat mengatasi tekanan yang normal dalam
kehidupan, mampu bekerja secara produktif dan
mampu memberikan kontribusi kepada
masyarakat.
Keberhasilan kinerja fungsi mental
sepanjang siklus hidup, menghasilkan
Kegiatan Produktif
Dapat menjalin hubungan yang baik
Kemampuan untuk beradaptasi dengan
perubahan dan mampu mengatasi stres
Mempunyai dasar yang kuat dalam berfikir,
komunikasi, belajar, pertumbuhan emosi,
ketahanan, hubungan yang sehat, dan harga diri

Sedangkan mental yang sakit adalah kondisi
kesehatan yang melibatkan perubahan berpikir,
mood, perilaku yang terkait dengan tekanan dan
/ atau gangguan fungsi
Hal hal yang penting yang diperiksa
dalam MHCU
Anamnesis
Konsentrasi : Apakah Anda dapat fokus dalam
mengerjakan tugas, selesai tepat waktu?
Konsentrasi yang buruk adalah ciri dari ADHD,
tetapi juga dapat menjadi gejala depresi dan
kecemasan dan tidak boleh
diabaikan.

Keseimbangan : Bagaimana anda menjaga
keseimbangan dalam bekerja, menjaga hubungan
dengan keluarga, dan beristirahat?
Mood : Apakah suasana hati Anda merasa cukup stabil,
atau Anda mengalami perubahan suasana hati yang
signifikan? Apakah Anda menangis lebih dari biasanya?
Merasa terus-menerus tertekan selama dua minggu atau
lebih dan terdapat pikiran untuk bunuh diri dapat
menunjukkan depresi.

Energi :Apakah Anda merasa bahwa Anda memiliki energi
untuk melakukan hal-hal yang Anda butuhkan dan ingin
lakukan? Kelelahan dapat menjadi tanda depresi,
kecemasan dan penyakit mental lainnya, tetapi juga dapat
merupakan gejala dari penyakit lainnya. Penting untuk
anamnesis terarah dalam hal ini.
Tidur : Kurang tidur sering dapat menjadi tanda bahwa ada
sesuatu yang mengganggu Anda secara emosional. Ketika
sedang stres atau berurusan dengan penyakit mental yang
lebih serius, banyak orang menemukan bahwa mereka tidak
bisa tertidur secepat dulu. Khawatir yang berlebihan atau
perasaan tidak mampu "mematikan" pikiran mereka bisa
membuat mendapatkan tidur sulit dan beberapa orang
menemukan diri mereka sering terbangun sepanjang malam.
Ketegangan, kecemasan :
Ketika Anda menemukan bahwa diri anda dalam
beberapa hari ini tidak bisa bebas dari ketegangan dan
kecemasan, maka bisa menunjukkan bahwa stres Anda
mendekati tingkat berbahaya.

Keselarasan pada diri sendiri : bagaimana Anda
mengenal diri sendiri, apa emosi yang dirasakan pada
diri anda? Apakah Anda sering menghindar dari diri
anda dengan menyibukkan diri dan jarang mempunyai
waktu untuk diri anda sendiri?
Kebiasaan makan :
Jika nafsu makan berubah, menjadi sulit
makan, atau makan dalam jumlah yang lebih
besar dari biasanya, itu bisa menjadi tanda
makan emosional sebagai respon terhadap
stres.
Selama wawancara, dokter memperhatikan
bagaimana pasien melihat, bagaimana pasien
bergerak, apa jenis suasana hati pasien, dan
bagaimana pasien berperilaku. Pasien akan
diminta untuk berbicara tentang gejala-gejala
dan keluhan secara detail.
Pemeriksaan fisik dan penunjang
Pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan tanda
vital, status generalis, dan status neurologis,
untuk membedakan kelainan organik atau non
organik.
Pemeriksaan penunjang berupa lab hematologi
dan pemeriksaan urin, jika melibatkan SSP:
MRI, CT scan, atau EEG.
Lalu pemeriksaan lain seperti tes fungsi tiroid,
kadar elektrolit, dan screening test penggunaan
obat obatan atau alkohol

Kuesioner (tes tertulis atau lisan)
Kuesioner tertulis umumnya mengandung 20 sampai 30 pertanyaan
yang dapat dijawab dengan cepat, sering dalam format "ya" atau
"tidak"

Banyak kuesioner kesehatan mental yang tersedia untuk melihat:

Sebagai contoh, untuk depresi, Skala Hamilton Rating untuk
Depresi, Beck Depression Inventory, atau Skala Depresi Geriatri.
The Mini Mental State Examination dapat digunakan untuk
memeriksa fungsi kognitif.
Seberapa baik dapat melaksanakan kegiatan rutin, seperti makan,
berpakaian, belanja, atau perbankan.
Sebuah penilaian kesehatan mental dapat membantu
mendiagnosa:

Masalah kesehatan mental, seperti gangguan kecemasan,
depresi, skizofrenia, attention deficit hyperactivity disorder,
gangguan perilaku, gangguan bipolar, dan gangguan makan.
Masalah perkembangan, seperti ketidakmampuan belajar,
retardasi mental, dan autisme.
Penyalahgunaan zat, termasuk alkohol dan penyalahgunaan
obat dan ketergantungan.
Penyakit pada sistem saraf, seperti penyakit Alzheimer,
penyakit Huntington, penyakit Parkinson, dan epilepsi.
Masalah lain, seperti penyakit tiroid dan tumor otak.