Anda di halaman 1dari 34

Ruang-ruang Vektor Umum

Adhi Kusuma Fothera 130210013


Whismanto 130210019
Hendry 130210026
Aksioma Ruang Vektor
Anggap V adalah sebarang himpunan tak-kosong dari objek di
mana dua operasi didefinisikan yaitu penjumlahan dan perkalian
dengan scalar ( bilangan ).Yang kami maksud dengan
penjumlahan adalah suatu aturan yang menghubungkan setiap
pasangan objek u dan v dalam V dengan suatu objek u + v, yang
disebut sebagai jumlah u dan v, yang dimaksud dengan perkalian
skalar adalah suatu aturan yang menghubungkan setiap scalar k
dan setiap objek u dalam V dengan objek ku, yang disebut
perkalian skalar dari u dengan k. Jika aksioma berikut ini
dipenuhi oleh semua objek u, v, w dalam V dan semua skala k
dan l, maka disebut V sebagai ruang vektor dan disebut objek
dalam V sebagai vektor.
Jika u dan v adalah ojek objek dalam V, maka u + v berada dalam
V.
u + v = v + u
u + (v + w) = (u + v) + w
Ada suatu objek 0 dan V, yang disebut suatu vector nol untuk V,
sedemikian sehingga 0 + u = u + 0 = u untuk semua u dalam V.
Untuk setiap u dalam V, ada suatu objek u daam V, yang disebut
negatif dari u, sedemikian sehingga u + (-u) = (-u) + u = 0
Jika k adalah sebarang skalar dan u adalah sebarang objek dalam V,
maka ku ada dalam V.
k(u + v) = ku + kv
(k + l)u = ku + lu
k(lu) = (kl)u
lu = u

Beberapa Sifat Vektor
Anggap V adalah suatu ruang vektor u suatu vektor
dalam V, dan k suatu skalar; maka:
0u = 0
K0 = 0
(-1)u = -u
Jika ku = 0, maka k = 0 atau u = 0
Subruang (Subspace)
Definisi suatu himpunan bagian w dari suatu ruang vektor V
disebut suatu sub-ruang dari V jika W sendiri adalah suatu
ruang vector dibawah penjumlahan dan perkalian scalar yang
didefinisikan pada V.
Teorema : Jika W adalah suatu himpunan satu atau lebih
vector dari ruang vector V, maka W adalah suatu sub-ruang
dari V jika dan hanya jika syarat syarat berikut ini terpenuhi.

Jika u dan v adalah vector vector dalam W,
maka u + v ada dalam V.
Jika k adalah sembarang skalar dan u adalah
sembarang vektor dalam W, maka ku ada
dalam W.

Ruang ruang Penyelesaian untuk
system system Homogen
Teorema : Jika Ax= 0 Adalah suatu system linear homogen dari m
persamaan dalam n peubah, maka himpunan vektor penyelesaiannya
adalah suatu sub-ruang dari R
n
.
Bukti: Anggap W adalah himpunan vektor penyelesaian. Paling tidak ada
satu vector dalam W, yaitu 0. Untuk menunjukkan bahwa W tertututp
terhadap penjumlahan dan perkalian scalar, kita harus menunjukkan
bahwa jika x dan x adalah sebarang vektor vektor penyelesaian dan k
adalah sebarang skalar, maka x + x dan k x juga merupakan vektor vektor
penyelesaian. Tetapi jika x dan x adalah vektor vektor penyelesaian,
maka Ax = 0 dan Ax=0
Didapatkan bahwa: A(x + x) = Ax +Ax = 0 + 0 = 0 dan A(kx) = kAx = k0 = 0 .
Yang membuktikan bahwa x + x dan kx dan vektor vektor penyelesaian.
Kombinasi Linear
Definisi Suatu vektor w disebut suatu kombinasi linear
dari vector-vektor v
1
,v
2
,v,jika bisa dinyatakan dalam
bentuk w=k
1
v
1
+ k
2
v
2
+ .+ k
r
v
r
dengan k
1
,k
2
,,k
r
adalah skalar. Jika r = 1, maka persamaan dalam definisi
di atas menjadi w= k
1
v
1
; yaitu,w adalah suatu, w adalah
suatu kombinasi linear dari suatu vektor tunggal v
1
jika
w adalah suatu pengandaan skala dari v
1
.
Rentang
Teorema berikut ini menunjukkan bahwa jika
menyusun suatu himpunan W yang terdiri dari suatu
vektor-vektor yang dapat dinyatakan sebagai kombinasi
dari v
1
,v
2
,v, itu, maka W membentuk suatu sub-ruang
dari V. Torema jika v
1
,v
2
,v, adalah vektor-vektor dalam
suatu ruang vector V, maka
Himpunan W semua kombinasi linear dari
v
1
,v
2
,v, merupakan suatu sub-ruang dari
v
1
,v
2
,v,.
W adalah sub-ruang terkecil dari V yang berisi
v
1
,v
2
,v, dalam pengertian bahwa setiap sub-
ruang lain dari V yang berisi v
1
,v
2
,v, pasti
mengandung W.
Kebebasan Linear
Definisi : Jika S={v
1
,v
2
,...,v
r
} adalah himpunan vektor tak
nol, maka :
k
1
v
1
+ k
2
v
2
+ .+ k
r
v
r
= 0
hanya mempunyai satu solusi yaitu k
1
= 0 , k
2
= 0, ... , k
r
=
0 (SPL homogen tersebut memiliki solusi trivial), maka S
disebut himpunan yang bebas linear. Bila ada solusi lain,
dinamakan himpunan bergantung linear.

Contoh :
Buktikan jika v
1
=(2,-1,0,3), v
2
=(1,2,5,-1), v
3
=(7,-1,5,8) maka himpunan
vektor-vektor S = {v
1
,v
2
,v
3
} tak bebas secara linear karena 3v
1
+v
2
-v
3
=0
Penyelesian :




B
42
(3)





B
43
(-1)




B
12
(2)





B
31
(-)




B
1
(1/5)





B
21
(-2)





Maka :
k
2
+k
3
=0 ,
k2
= - k
3

-k
1
-3k
3
=0 , -k
1
=3k
3
, k
1
= -3k
3

Sehingga : -3k
3
v
1
k
3
v
2
+ k
3
v
3
= 0 (dikali -1)
3v
1
+v
2
-v
3
= 0
Jadi terbukti, v
1
=(2,-1,0,3), v
2
=(1,2,5,-1), v
3
=(7,-
1,5,8) maka himpunan vektor-vektor S = {v
1
,v
2
,v
3
}
tak bebas secara linear karena 3v
1
+v
2
-v
3
=0 atau
SPL Homogen k
1
v
1
+ k
2
v
2
+ k
3
v
3
= 0 memiliki solusi
tidak trivial.

Basis untuk sebuah ruang vektor
Teorema: Jika =

, ,

adalah
suatu basis untuk suatu ruang vektor , maka
setiap vektor dalam bisa dinyatakan
dalam bentuk =

++


dalam tepat satu cara.

Basis Standar Untuk


Contoh: Jika

= , , , , ,

=
, , , , , ,

= , , , , maka
=

, ,

adalah himpunan yang bebas


secara linear dalam

. Himpunan ini juga


merentangkan

karena sebarang vector


= (

, ,

) dalam

bisa dituliskan
sebagai: =

++


Jadi, adalah basis untuk

, ini disebut basis


standar untuk

.

Dimensi
Teorema: Jika adalah suatu ruang vektor
berdimensi terhingga dan

, ,

adalah
sebarang basis, maka:
Setiap himpunan dengan lebih dari n vektor
adalah tak bebas secara linear
Tidak ada himpunan dengan vektor yang
kurang dari n yang merentang

Teorema: Semua basis untuk suatu ruang vector
berdimensi terhingga mempunyai jumlah vektor
yang sama.
Teorema: Jika adalah suatu ruang vektor
berdimensi , dan jika adalah himpunan dalam
dengan tepat n vektor , maka adalah suatu
basis untuk jika merentang atau bebas
linear.

Teorema:
Jika merentang tetapi bukan merupakan basis
untuk , maka bisa direduksi menjadi suatu basis
untuk dengan menghilangkan vektor yang tepat dari
.
Jika adalah suatu himpunan yang bebas linear tetapi
belum menjadi basis untuk , maka bisa diperbesar
menjadi basis untuk dengan menyelipkan vektor
vektor yang tepat ke dalam .
Contoh:

+

+

=
Tentukan basis dan dimensinya!

5.3 Kebebasan Linear
BEBAS DAN BERGANTUNG LINEAR
DEFINISI
Jika S = {v
1
, v
2
, v
3
, ,v
n
} adalah himpunan vector
sedemikian sehingga:

k
1
v
1
+ k
2
v
2
+ + k
n
v
n
= 0 maka S = {v
1
, v
2
, v
3
,..., v
n
}
disebut :





Bebas linier apabila skalar-skalar k
1
, k
2
,,k
n

semuanya nol.
Bergantung linier apabila skalar-skalar k1, k2,
k3,, k
n
tidak semuanya nol.




CONTOH BEBAS LINEAR
Diketahui S = {i, j, k}, dimana i = (1, 0, 0),
j = (0, 1, 0), k = (0, 0, 1) pada R
3
.
Tentukan apakah S bebas linear.

Jawab :
k
1
i + k
2
j +k
3
k = 0
Jadi persamaan dipenuhi bila k
1
= 0, k
2
= 0 dan k
3
= 0
sehingga S = {i, j, k} bebas linier.


CIRI-CIRI BEBAS DAN BERGANTUNG LINEAR :
Himpunan vector S bebas linier jika system
persamaan linier hanya mempunyai
penyelesaian trivial (nol).
Himpunan vector S bergantung linier jika
system persamaan linier mempunyai
persamaan non trivial.
Vektor S merupakan bebas linear apabila :
1. Matrik tersebut det(S) 0.
2. Ketiga vector tersebut mempunyai invers
(sehingga dapat dibalik)

5.4 Basis Dan Dimensi

Misalkan V ruang vektor dan S = { s1, s2,..., sn}.
S disebut basis dari V bila memenuhi dua syarat :
1. S bebas linier
2. S membangun V

Basis dari suatu ruang vektor tidak harus
tunggal, tetapi bisa lebih dari satu.

Ada dua macam basis yang kita kenal yaitu
basis standar dan basis tidak standar

Contoh basis standar :

1. S = { e1, e2,..., en} , dengan e1, e2,..., en Rn
e1= ( 1,0,...,0) ,e2= ( 0,1,0,...,0 ),..., en= ( 0,0,...,1 )

merupakan basis standar dari Rn
2. S = { 1, x, x2...,xn} merupakan basis standar untuk Pn
(polinom orde n)




Contoh Basis tidak standard :

Misal v1 = (1,2,1), v2 = (2,9,0), dan v3 =
(3,3,4).

Tunjukkan bahwa himpunan S=(v1,v2,v3)
adalah basis untuk R3 .
Dengan syarat:
1. S bebas linier
2. S membangun V



Sebarang vektor b dapat dinyatakan sebagai
kombinasi linier :
b = k1v1 + k2v2 + k3v3

Sistem memiliki pemecahan untuk semua
pilihan b= (b1,b2,b3)
k1v1 + k2v2 + k3v3 = 0



Contoh soal BAB 5
Tentukan apakah v
1
= (1,1,2), v
2
= (1,0,1) dan
v
3
= (2,1,3) merentang ruang vektor R
3
!
Buktikan jika v
1
=(2,-1,0,3), v
2
=(1,2,5,-1),
v
3
=(7,-1,5,8) maka himpunan vektor-vektor S =
{v
1
,v
2
,v
3
} tak bebas secara linear karena
3v
1
+v
2
-v
3
=0 !

Pembahasan
Penyelesaian :
Kita harus menentukan apakah sembarang vektor b = (b
1
,b
2
,b
3
) dalam R
3
bisa
dinyatakan sebagai suatu kombinasi linear dari v
1
, v
2
, dan v
3
sebagai berikut :
b = k
1
v
1
+k
2
v
2
+k
3
v
3

Dengan menyatakan persamaan ini dalam bentuk komponen-komponen akan
didapatkan :
(b
1
,b
2
,b
3
) = k
1
(1,1,2)+k
2
(1,0,1)+k
3
(2,1,3)
(b
1
,b
2
,b
3
)=(k
1
+k
2
+2k
3
,k
1
+k
3
,2k
1
+k
2
+3k
3
)
k
1
+k
2
+2k
3
= b
1

k
1
+ k
3
= b
2

2k
1
+k
2
+3k
3
= b
3

Dalam matriks :

lalu kita cek apakah


v
1
,v
2
,v
3
merentangkan ruang vektor R
3
dengan cara

B
31
(-2)

B
21
(-1)

B
3
-B
2



dari hasil di atas kita asumsikan


0
sehingga dari hasil di atas dapat kita lihat
bahwa spl tidak konsisten sehingga v
1
,v
2
,v
3

tidak merentang R
3
.

Penyelesian :




B
42
(3)




B
43
(-1)





B
12
(2)




B
31
(-1)





B
1
(1/5)
0 1 1 0
1 2 1 0
0 0 0 0
0 0 0 0
B
21
(-2)
0 1 1 0
1 0 3 0
0 0 0 0
0 0 0 0

Maka :
k
2
+k
3
=0 ,
k2
= - k
3

-k
1
-3k
3
=0 , -k
1
=3k
3
, k
1
= -3k
3

Sehingga : -3k
3
v
1
k
3
v
2
+ k
3
v
3
= 0 (dikali -1/k
3
) 3v
1
+v
2
-v
3
= 0