Anda di halaman 1dari 31

ANOMALI GIGI

GANGGUAN
PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN GIGI
Drg. SUSI, MKM
Program Studi Pendidikan Dokter GIgi
Fakultas Kedokteran
Universitas Andalas 2010
Anomali gigi terdiri :
developmental abnormalities
acquired abnormalities
Developmental abnormalities :
Jumlah Bentuk
Ukuran Warna
Morfologi Erupsi
Struktur jaringan gigi
Acquired abnormalities :
Abrasi Atrisi
Toothbrush injury Dental floss injury
Erosion Resorption
Pulpal Sclerosis Hypercementosis

A. JUMLAH
PENYEBAB : HEREDITER, RADIASI, TRAUMA, INFEKSI,
GANGGUAN METABOLISME DAN NUTRISI
JUMLAH GIGI YANG BERLEBIH KARENA BENIH GIGI YANG
BERLEBIH
JUMLAH GIGI YANG KURANG KARENA BENIH GIGI YANG
KURANG
- HIperdontia: distodens: mesiodens: parateeth: peridens: supplemental
teeth
- Merupakan gigi tambahan
- Biasanya ukuran lebih kecil dari normal
- Genetik, sering pada gigi permanen
- Single : anterior RA & regio molar RA
- Multiple : regio premolar RB
- Perawatan tergantung : efek terhadap gigi lain, posisi dan jumlah,

1. SUPERNUMERARY TEETH
- Morfologi normal : supplementary
- Bentuk anomali : supenumerary
- Terletak antara I1 RA : mesiodens
- Di daerah molar : parateeth
- Distal M3 : distodens/ distomolar teeth
- Ektopik bukal/lingual : peridens

Distomolars
SUPERNUMERY TEETH

- Hypodontia : satu atau beberapa gigi
- Oligodontia : banyak gigi
- Anodontia : semua gigi
- Sering Pada M3 (3%-10% populasi), P2, I1 RA& RB
- Anodontia/oligodontia sering pada pasien ectodermal dysplasia
- Genetik
- Perawatan : ortodontik, restorasi, implan dan prostetik
2. MISSING TEETH
Missing Teeth
HYPODONTIA
Ukuran
1. Makrodontia
Ukuran lebih besar dari biasa
BISA LEBIH BESAR 80%
DIAGNOSA BANDING DENGAN FUSI
Berhubungan dengan enzim pituitary (Gigantism)
Sering menyebabkan impaksi gigi lain
Biasanya tidak memerlukan perawatan


MAKRODONTIA
2. Mikrodontia

- Ukuran lebih kecil dari normal
- gigi supernumerary biasanya mikrodontia

1. Dilacerasi
-Gangguan pada bentuk gigi, bentuk bengkok
- Biasa disebabkan oleh trauma
- Gangguan bisa terjadi pada mahkota dan akar


BENTUK
2. Dens in dente

- Gigi didalam gigi
3. Dens Evaginatus

- Email dilapisi oleh tuberkel terutama bagian
tengah permukaan oklusal premolar atau molar
- Biasanya bilateral dan sering pada mandibula
3. FUSI

- Menyatunya 2 benih gigi
- Masing-masing mempunyai akar dan rongga
pulsa terpisah

6. Taurodontism
- Kamar pulpa membesar secara longitudinal
- Ukuran dan bentuk mahkota normal tetapi
memanjang dan akar pendek

4. Concrescence

- Penyatuan dua atau lebih akar oleh sementum
- Penyebab pasti tidak diketahui
- Kemungkinan : trauma, tekanan berlebihan
pada oklusal, infeksi
- Bila terjadi pada masa pembentukan disebut
true concrescence, sesudahnya disebut
acquired

5. Gemination
- anomali pd tooth bud, satu gigi membelah diri
- sering pada gigi sulung, pada gigi insisivus
- RO : radio opak pada celah email mahkota
kamar pulpa satu


9. Turners Hypoplasia
- Hypoplasia pd mahkota
- Sering terjadi pada Premolar RB





10. Congenital Syphilis
ERUPSI
1. NATAL TEETH:
GIGI SUDAH ERUPSI WAKTU LAHIR
BENTUK DAN UKUKURAN TDK SEMPURNA, WARNA KUNIG
SAMPAI COKLAT
SERING PADA INSISIVUS BAWAH


2. TEETHING
SERING TERJADI PADA ERUSI GIGI SULUNG TERUTAMA MOLAR
BENGKAK, KEMERAHAN, BERKILAT PD REGIO GIGI YANG AKAN ERUPSI
HIPERSALIVASI DAN KONSISTENSI KENTAL
ERITEMA PADA PIPI DAN SUDUT MULUT
ASIMETRIS WAJAH
3. KISTA ERUPSI
DAERAH SEKITAR GIGI ERUPSI BENGKAK
KEBIRUAN KARENA PENUMPUKAN
CAIRAN DARI JARINGAN ATAU DARAH

4. MOLAR SULUNG YANG TERPENDAM
SUBMERGED TEETH
GIGI MOLAR SULUNG GAGAL
MEMPERTAHANKAN POSISINYA KARENA
PERKEMBANGAN GIGI DISEBELAHNYA
SERING PADA MOLAR SULUNG KEDUA
5. ERUPSI MOLAR TETAP PERTAMA EKTOPIK
6. ERUPSI GIGI TETAP TERLAMBAT
STRUKTUR GIGI
EMAIL
AMELOGENESIS IMPERFECTA
HIPOLASTIK
HIPOKALSIFIKASI
HIPOMATURASI
HIPOPLASIA EMAIL
DENTIN
DENTONOGENESIS IMPERFECTA
DENTIN DISPLASIA
SEMENTUM

Enamel Pearl
DISKOLORISASI/WARNA
PENYEBAB:
ERITROBLASTOSIS,
FLOUROSIS ENDEMIK,
TETRASIKLIN,
AMELOGENESIS
IMPERCTA,
DENTIN DISPLASIA,
DENTINOGENESIS
IMPERFECTA


Acquired abnormalities
1. Atrisi
2. Abrasi
3. Toothbrush injury
4. Dental floss injury
5. Erosi
6. Resorption : internal & ekternal
7. Pulpa sclerosis
8. Hypercementosis
Acquired abnormalities