Anda di halaman 1dari 26

FRACTURE OF THE PENIS :

AN ATYPICAL PRESENTATION
Oleh :
I Nyoman Yudiartono

Pembimbing :
dr. M. Ali Yusni, Sp.B
PENDAHULUAN
Fraktur penis adalah trauma yang jarang
Dokter UGD perlu waspada untuk
mendiagnosis dan pemberian terapi awal
untuk menunda resiko komplikasi
Karena rasa malu berhubungan dengan
trauma, pasien mungkin ragu-ragu untuk
mengungkapkan keluhan dan menunda
mencari perawatan medis.
LAPORAN KASUS
ANAMNESA
Laki-laki berumur 27 tahun datang ke UGD
dengan keluhan nyeri perut hilang timbul
selama 1 minggu
Pasien juga mengeluh bengkak pada penis
ANAMNESA
Pasien mengatakan bahwa pada saat bangun
pagi untuk kencing, pasien mengalami ereksi
dan menekan penisnya dengan lembut untuk
mengontrol ereksinya
Pasien pernah melakukan hal ini tanpa efek
samping.
Namun kali ini pasien merasakan nyeri yang
mendadak dan penis yang semakin
membengkak.
ANAMNESA
Pasien menyangkal trauma lain atau kesulitan
berkemih.
Tidak ada perdarahan atau hematuri
Pasien menyangkal telah melakukan
hubungan seksual.
PEMERIKSAAN FISIK
VITAL SIGN :
Tekanan Darah : 121/72 mmHg
Denyut Nadi : 67 x/menit
Laju Pernapasan : 18 x/menit
Suhu : 36,4
o
C

Pasien Sadar dan Berorientasi


PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan genitourinari :
Penis belum sirkumsisi, edema pada kulit
penis disertai dengan ekimosis. Tidak ada
deviasi, tetapi terdapat nyeri pada kompresi.
Palpasi pada batang penis tidak didapatkan
defek yang signifikan.
PEMERIKSAAN FISIK
Tidak ada darah dari meatus uretra.
Pemeriksaan genital yang lain normal
Pemeriksaan abdomen tidak khas
PEMERIKSAAN PENUNJANG

PEMERIKSAAN PENUNJANG

PENATALAKSANAAN
Eksplorasi bedah penis dilakukan melalui insisi
sirkumsisi distal, robekan telah diperbaiki dan
hematom telah dievakuasi.
DISKUSI
DEFINISI
Fraktur penis, faux pas du coit, adalah
rupturnya tunica albuginea dari corpus
cavernosa.

EPIDEMIOLOGI
Usia pasien pada kasus yang dilaporkan
berkisar antara 12 sampai 82 tahun
Jumlah kasus terbanyak dilaporkan dari
negara-negara Mediterania termasuk Turki
dan Afrika Utara
ANATOMI PENIS
PATOFISIOLOGI
Penis ereksi jaringan tunica albuginea lebih
tipis dan lebih rapuh trauma Fraktur
Penis
Uretra dan korpus spongiosum dapat terkena
juga
Robekan kebanyakan unilateral dan tranversal
ETIOLOGI
Hubungan seksual (penyebab tersering)
Trauma tumpul pada batang penis seperti
maturbasi, memaksa penis yang ereksi untuk
menekuk pada saat buang air kecil, atau
memutar penis yang sedang ereksi
GEJALA KLINIS
Cracking Sound
Nyeri
Hilangnya ereksi penis mendadak

TANDA KLINIS
Eggplant Deformity
Butterfly Hematom
Terdapat celah pada batang penis saat palpasi
Kurvatura/deformitas


PEMERIKSAAN PENUNJANG
Cavernosografi
Urethrografi
USG
MRI
Angiografi
KOMPLIKASI
Penis bengkok permanen
Disfungsi ereksi
Nyeri saat koitus
Uretral injury
Abses penis
Nodul pd daerah penis yg mengalami fraktur

PENATALAKSANAAN
Tindakan konservatif : splinting, kompres
dingin, anti-inflamasi, analgesia dan anti-
fibrinolitik
Tindakan bedah : evakuasi hematoma, ligasi
pembuluh darah yang bocor, debridement,
menjahit robekan tunika albuginea, dan atau
end-to-end uretral anastomosis
KESIMPULAN
Anamnesa yang cermat dan pemeriksaan
klinis adalah hal penting untuk mendiagnosis
fraktur penis
Diagnosis yang tepat dan perbaikan bedah
yang segera dapat mencegah komplikasi dan
meningkatkan kemungkinan penyembuhan
yang baik.
TERIMA KASIH