Anda di halaman 1dari 14

F43.

2 Gangguan Penyesuaian
(ADJUSTMENT DISORDER)
Gangguan
Penyesuaian
Reaksi maladaptif jangka
pendek (timbul 1 bulan
(PPDGJ-III/ICD-10) atau 3
bulan (DSM IV) setelah
stresor) terhadap

Orang
awam
Nasib malang
pribadi /
kurang
beruntung
Dokter
psikiatri

Stresor
psikososial
Sembuh dengan
spontan
Stresor
hilang
Stresor
menetap
Mencapai tingkat
adaptasi baru
> 6 bulan
Diagnosis
gangguan penyesuaian
kronis (DSM-IV)
ICD-10 dan DSM-IV
Gangguan penyesuaian sebagai keadaan
sementara yang ditandai dengan munculnya
gejala dan terganggunya fungsi seseorang
akibat tekanan pada emosi dan psikis, yang
muncul sebagai bagian adaptasi terhadap
perubahan hidup yang signifikan, kejadian
hidup yang penuh tekanan, penyakit fisik yang
serius, atau kemungkinan adanya penyakit
yang serius.
Etiologi
Peran Stress
Dicetuskan oleh 1 / lebih stressor
Beratnya stresor tidak meramalkan keparahan gangguan
penyesuaian karena kadar dari stresor tersebut dipengaruhi
oleh banyak faktor yang kompleks, seperti derajat stresor,
kuantitas, durasi, lingkungan maupun konteks pribadi yang
menerima stresor tersebut
Stresor:
Tunggal/multipel
Rekuren/kontinu
Terbatas pada pasien/lingkungan kelompok
Stadium perkembangan tertentu
Vulnerabilitas Individu
Tidak semua orang yang mengalami stress akan memiliki gangguan penyesuaian, tergantung
dari karakteristik kepribadian dan latar belakang masing-masing
Faktor Psikoanalitik
Peran Ibu dan Lingkungan membesarkan anak


Faktor Psikodinamika
Gangguan kepribadian / gangguan organik yang terjadi bersama sama
seseorang menjadi rentan terhadap gangguan penyesuaian
Kehilangan orang tua selama masa bayi
Ibu yang cukup baik adalah seseorang yang beradaptasi terhadap kebutuhan bayi dan
memberikan keuntungan yang cukup sehingga anak yang sedang tumbuh
memungkinkan untuk mentoleransi frustasi dalam kehidupan. (Donald W. Winnicott)
Kerentanan
pasien yang
telah ada
sebelumnya
Sifat
Stresor
Arti sadar
dan bawah
sadar dari
stresor
Hal-hal yang mempengaruhi vulnerabilitas seseorang
terhadap stress:

usia
jenis kelamin
tingkat kesehatan atau komorbiditas kejiwaan
Variabilitas
individu
etik
politik
kepercayaan
Faktor
hubungan
keberadaan dukungan
kekuatan hubungan
status ekonomi
Lingkungan
keluarga
seorang ibu yang mengontrol anaknya atau seorang
ayah yang suka meng-abuse anaknya, berhubungan
dengan peningkatan risiko gangguan penyesuaian.
Kejadian di
masa kecil
Level pendidikan yang tinggi dapat melindungi diri dari
distress psikologis
Level
pendidikan
Pernikahan dianggap sebagai faktor yang dapat
melindungi diri dari gangguan penyesuaian.
Status
pernikahan
Manifestasi Klinis
Gejala psikologis
Depresi, cemas, khawatir, kurang konsentrasi, dan mudah
tersinggung.
Gejala fisik
Berdebar-debar, nafas cepat, diare, dan tremor
Gejala perilaku
Agresif, ingin menyakiti diri sendiri, alcohol abuse, penggunaan
obat-obatan yang tidak tepat, kesulitan sosial, dan masalah
pekerjaan
Kriteria diagnosis Gangguan Penyesuaian
DSM-IV

A. Perkembangan gejala emosional atau perilaku yang muncul sebagai respon stresor
yang dapat dikenali yang terjadi dalam 3 bulan onset stresor.
B. Gejala atau perilaku tersebut secara klinis bermakna seperti ditunjukkan oleh salah
satu berikut:
Penderitaan yang jelas melebihi apa yang diperkirakan dari pemaparan stresor.
Gangguan yang bermakna dalam fungsi sosial atau pekerjaan (akademik).
C. Gangguan yang berhubungan dengan stres tidak memenuhi kriteria untuk kelainan
Axis I secara spesifik dan bukan merupakan eksaserbasi dari kelainan Axis I atau II
yang ada sebelumnya.
D. Gejalanya yang muncul tidak mencerminkan kehilangan.
E. Jika stresor (dan akibatnya) telah berhenti, gejala tidak muncul lagi untuk
tambahan 6 bulan ke depan.
Sebutkan jika:
Akut: Jika gangguan berlangsung kurang dari 6 bulan
Kronik: Jika gangguan berlangsung selama 6 bulan atau lebih
Gangguan penyesuaian dituliskan berdasarkan pada sub
tipenya, yang dipilih berdasarkan gejala yang predominan.
Stresor yang spesifik dapat dituliskan dalam axis IV

With Depressed Mood (dengan mood terdepresi)
With Anxiety (dengan kecemasan)
With Mixed Anxiety and Depressed Mood
(dengan cempuran kecemasan dan mood terdepresi)
With Disturbance of Conduct (dengan gangguan konduksi)
With Mixed Disturbance of Emotions and Conduct
(campuran gangguan emosi dan konduksi)
Unspecified (Tidak dapat ditentukan)
PPDGJ-III:

Diagnosis tergantung pada evaluasi terhadap hubungan antara:
a) Bentuk, isi, dan beratnya gejala
b) Riwayat sebelumnya atau corak kepribadian
c) Kejadian, situasi yang penuh stres, atau krisis kehidupan
Adanya ketiga faktor ketiga (c) harus jelas dan mempunyai bukti yang kuat bahwa gangguan
tersebut tidak akan terjadi seandainya tidak mengalami hal tersebut.
Manifestasi gangguan bervariasi dan mencakup afek depresif, anxietas, campuran depresif-
anxietas, gangguan tingkah laku, disertai adanya disabilitas dalam kegiatan rutin seharihari.
Onset biasanya terjadi dalam 1 bulan setelah terjadinya kejadian yang penuh stres, dan gejala-
gejala biasanya tidak bertahan melebihi 6 bulan kecuali dalam hal reaksi depresi
berkepanjangan (F43.21)
Suatu keadaan depresi yang ringan dan sementara dengan durasi tidak melebihi 1 bulan.
F43.20 Reaksi depresi singkat
Suatu keadaan depresi ringan yang terjadi sebagai respon dari pajanan situasi penuh tekanan yang
berkepanjangan, namun durasi tidak melebihi 2 tahun.
F43.21 Reaksi depresi berkepanjangan
Baik gejala depresi maupun cemas cukup banyak, namun pada level yang tidak lebih tinggi dari mixed
anxiety and depressive disorder (F41.2) atau gangguan cemas campuran lainnya (F41.3).
F43.22 Reaksi campuran anxietas dan depresi
Gejalanya biasanya berupa emosi yang parah, seperti cemas, khawatir, tegang, dan marah. Kategori ini
juga dapat digunakan pada anak-anak yang memiliki perilaku regresif, seperti mengompol atau
menghisap ibu jari.
F43.23 Dengan predominan gangguan emosi lain
Gangguan paling utama adalah yang meliputi perilaku, seperti reaksi kehilangan orang dewasa yang
mengakibatkan terjadinya perilaku agresif atau disosial.
F43.24 Dengan predominan gangguan perilaku
Baik gejala emosional maupun gangguan perilaku, keduanya muncul dalam bentuk yang prominent.
F43.25 Dengan gangguan campuran emosi dan perilaku
Merupakan kategori sisa untuk reaksi maladaptif yang atipikal terhadap stres. Contohnya adalah respon
yang tidak sesuai terhadap diagnosis penyakit fisik, seperti penyangkalan mati-matian dan ketidak
patuhan yang berat terhadap pengobatan, dan penarikan diri dari sosial tanpa mood terdepresi atau
cemas yang bermakna.
F43.28 Dengan gejala predominan lainnya YDT
Terapi
Psikoterapi dapat membantu untuk beradaptasi terhadap
stresor jika irreversible / terbatas oleh waktu
Berperan sebagai intervensi preventif jika stresor
menghilang
Namun tidak semua orang yang terpapar stresor yang
sama mengalami hal serupa
Biasanya gangguan akan pulih spontan
PSIKOTERAPI
Merupakan terapi pilihan untuk gangguan penyesuaian
Terapi kelompok sangat berguna pada pasien yang mengalami
stres yang sama
FARMAKOTERAPI

Suportif

Sugesti
Penentraman

Modifikasi
lingkungan
Intervensi Krisis (terapi singkat)
untuk membantu memecahkan
situasi dengan cepat dengan
berbagai teknik
Diberikan pada periode yang singkat
Tergantung dari jenis gangguan penyesuaian:
Dengan kecemasan berat Antipsikotik dosis kecil
Dalam keadaan menarik diri Psikostimulan singkat
F43.8 Reaksi Stres Berat Lainnya
F43.9 Reaksi Stres Berat YTT

Anda mungkin juga menyukai