Anda di halaman 1dari 26

PEMBI MBI NG : DR.

DJAROT DJALUADJI ,
SP. S



ANDRI HERY GUNAWAN
A. A. NGURAH RAI KUSUMA PUTRA
EPIDURAL HEMATOM

Definisi
Epidural hematom adalah salah satu jenis
perdarahan intrakranial yang mengakibatkan
akumulasi darah di ruang potensial antara
duramater dan tulang tengkorak dan paling sering
terjadi karena fraktur pada tulang tengkorak (
dikenal dengan istilah ekstradural hematom ).
Hematoma yang terbentuk secara luas akan
menekan otak, menyebabkan pembengkakan dan
akhirnya akan merusak otak, hematoma yang luas
juga akan menyebabkan otak bagian atas dan batang
otak akan mengalami herniasi
Lapisan Meninges
1. Duramater cranialis (lapisan luar yang tebal dan
kuat)
2. Arachnoidea mater cranialis ( menyerupai sarang
laba-laba)
3. Piamater cranialis ialah lapis terdalam yang halus
yang mengandung banyak pembuluh darah


Dalam mekanisme cedera kepala dapat terjadi
peristiwa coup dan contrecoup. Apabila cedera pada
otak diakibatkan oleh adanya benturan pada tulang
tengkorak dan daerah sekitarnya disebut lesi coup.
Sedangkan cedera yang terjadi pada daerah yang
berlawanan dengan tempat benturan akan terjadi
lesi yang disebut conter coup

EPIDEMIOLOGI
Di Amerika Serikat, sekitar 2% dari kasus trauma
kepala yang mengakibatkan hematoma epidural.
Sekitar 10% mengakibatkan koma.
60 % penderita epidural hematom adalah berusia
dibawah 20 tahun, dan di atas 60 tahun.
ETIOLOGI
EDH disebabkan oleh pecahnya arteri atau vena
meningea media , vena diploic, atau sinus venosus
dura.
Hematom biasanya unilateral dan biasanya
ditemukan pada regio temporal.
Klasifikasi
Epidural hematoma akut (58%)
Sub akute hematoma ( 31 % )
Kronik hematoma ( 11%)
Merusak otak dan menekan kearah bawah
Herniasi
Pembengkakan hebat
Peningkatan tekanan
Cidera Kepala
menghancurkan saraf, pembuluh
darah dan jaringan di sekeliling otak
Trauma
1. Dengan fraktur tengkorak
2. Tanpa fraktur tengkorak
Klinis
1. Pingsan (saat bangun kondisi kebingungan)
2. sakit kepala
3. muntah-muntah
4. kejang-kejang
5. Respon chusing : Hipertensi, Bradikardi,
Bradipneu.
6. hemiparese atau hemiplegi kontralateral lesi
7. lucid interval
8. anisokor pupil
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Foto Polos Kepala
2. Computed Tomography (CT-Scan)
3. Magnetic Resonance Imaging (MRI
4. Angiografi



DIAGNOSIS
Kemampuan pasien dalam berbicara, membuka mata
dan respon otot harus dievaluasi disertai dengan ada
tidaknya disorientasi (apabila pasien sadar) tempat,
waktu dan kemampuan pasien untuk membuka
mata yang biasanya sering ditanyakan. Apabila
pasiennya dalam keadaan tidak sadar, pemeriksaan
reflek cahaya pupil sangat penting dilakukan.
Pada epidural hematom dan jenis lainnya dapat
mengakibatkan peningkatan tekanan intrakranial
yang akan segera mempengaruhi nervus kranialis
ketiga yang mengandung beberapa serabut saraf
yang mengendalikan konstriksi pupil. Tekanan
yang menghambat nervus ini menyebabkan
dilatasi dari pupil yang permanen pada satu atau
kedua mata. Hal tersebut merupakan indikasi yang
kuat untuk mengetahui apakah pasien telah
mengalami hematoma intrakranial atau tidak
DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
1. Subdural Hematoma
2. Subarachnoid Hematoma

PENATALAKSANAAN
Penatlaksanaan pada epidural hematom adalah
tindakan pembedahan untuk evakuasi secepat
mungkin, dekompresi jaringan otak di bawahnya
dan mengatasi sumber perdarahan.

Emergensi
Perhatikan imobilisasi kepala leher, lakukan
pemasangan neck collar, sebab sering trauma
kepala disertai trauma leher.
Hiperventilasi dengan oksigen 100 %, monitor
tingkat sat.O2 dan CO2
Pada kasus berat mungkin diperlukan pemasangan
Endo Trakea
Pasang BACK BOARD ( spinal board)
Sediakan suction untuk menghindari penderita
aspirasi karena muntah.
Hentikan perdarahan dengan melakukan
penekanan pada daerah luka sebelum dilakukan
penjahitan situsional.
Perdarahan kepala yang tidak terkontrol akan
mengakibatkan syock. Atasi syok dengan
pemasangan IV canule (bila perlu 2 line) berikan
cairan kristaloid untuk mempertahankan
tekanan sistolik diatas 90 mmHg.
Segera kirim ke rumah sakit terdekat

Obat obatan
1. Etonamid
2. Manitol Dosis 0,25 1 gr/ kg BB iv
3. Phenitoin Dosis 17 mg/ kgBB iv
4. Norephinephrin
Terapi Bedah
1. Perdarahan epidural dengan volume > 30 ml,
harus dilakukan intervensi bedah, tanpa
mempertimbangkan GCS.
2. Kriteria ini menjadi sangat penting ketika
perdarahan epidural memperlihatkan ketebalan 15
mm atau lebih,
3. Pergeseran dari garis tengah diatas 5 mm.

Trepanasi/ kraniotomi adalah suatu tindakan
membuka tulang kepala yang bertujuan mencapai
otak untuk mengetahui dan memperbaiki
kerusakan otak
Burr holes diagnostik adalah suatu tindakan
pembuatan lubang pada tulang kepala yang
bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya
perdarahan ekstra aksial, sebelum tindakan
definitif kraniotomi dilakukan.

PROGNOSA
Prognosis tergantung pada:
Lokasinya ( infratentorial lebih jelek)
Besarnya,
Jumlahnya,
Kesadaran saat masuk kamar operasi.

KOMPLIKASI
Epilepsi
Infeksi
Demam
Kelainan hematologis seperti Anemia,
Trombositopenia, hipo-hiperagregasi trombosi dan
DIC
Aspirasi dan sesak nafas akut
Tromboemboli dan emboli lemak
Kelainan neurologik (defisit neurologis)
Kematian




Terima Kasih,,