Anda di halaman 1dari 65

MATERI BEDAH

PERSIAPAN UKDI BATCH 2/2013


MENUJU FKUB LULUS 100%

UROLOGY
MALE GENITAL DISORDERS
Disorders Etiology Clinical
Torsio testis Torsio intra/ekstra vaginal Nyeri berat pada testis
secara tiba-tiba, bengkak
pada skrotum atau
inguinal, rasa tidak enak
pada perut, mual muntah
Hidrokel Anomali kongenital,
sumbatan darah di korda
spermatika, inflamasi atau
cedera
Akumulasi cairan di sekitar
testis, pembengkakan
testis, transiluminasi +
Varikokel Insufisiensi vena Nyeri atau rasa berat pada
skrotum, bengkak,
gambaran seperti cacing
bergerombol
Hernia scrotalis Patensi persisten dari
prosesus vaginalis
Massa di skrotum terlihat
terutama ketika batuk atau
menangis
Kriptorkismus Anomali kongenital Testis terletak di luar
kantung skrotum, teraba
sebagai massa di inguinal
PHIMOSIS
Phimosis
Preputium tidak bisa
diretraksikan dari glans
penis
Fisiologis pada neonatus
Komplikasi:
- Balanitis
- Postitis
- Balanopostitis
Tx:
- Dexamethasone 0,1% (6
minggu) untuk retraksi
spontan
- Sirkumsisi
Paraphimosis
Jeratan akibat
preputium yang
teretraksi di belakang
sulcus coronarius
Emergency:
Obstruksi vena
superfisial nyeri dan
edema nekrosis
Tx:
- Reposisi manual
- Dorsal insisi
EPISPADIA vs HYPOSPADIA
Epispadia: the urethra ends
in an opening on the upper
aspect (the dorsum) of the
penis
Penis typically broad,
shortened upward
curvature (dorsal
chordee)
Attached to the pelvic
bones, which are widely
separated
Hypospadia: the urethral
opening is ectopically
located on the ventrum of
the penis proximal to the tip
of the glans penis
Three anatomical
characteristics:
- An ectopic urethral meatus
- An incomplete prepuce
- Chordee ventral
shortening and curvature
URETEROLITHIASIS
Urinary tract stone disease
Signs:
- Flank pain
- Irritative voiding symptom
- Nausea
- Microscopic hematuria
Stone:
- Opaque: calcium
- Semi opaque: MAP
- Non opaque: urate, cystine
Diagnosis: IVP

URETHRA TRAUMA
Anterior
Anatomy:
- Fossa navicularis
- Pendulous urethra
- Bulbous urethra
Etiology: straddle injury,
direct strikes or kicks to the
perineum, penile fracture
Posterior
Anatomy:
- Prostatic urethra
- Membranous urethra
Etiology: massive
deceleration (falls or
vehicular collision), pelvic
fracture
BPH vs CA PROSTAT
BPH
Prevalensi: umum pada pria
diatas usia 40 th
Etiologi: peningkatan level
testosteron sejalan dengan usia
PE: enlarged, boggy prostate
on DRE
Lab: peningkatan PSA
Bagian prostat yg terkena: lebih
sering sentral
Gejala klinis: LUTS
Tx: alpha adrenergic, 5 alpha
reductase inhibitor, PDE 5
inhibitor, TURP
CA PROSTAT
Prevalensi: kanker terbanyak pada
pria
Etiologi: pertumbuhan sel prostat
yg tidak terkendali akibat gen, diet,
obat2an
PE: nodular (bumpy), firm,
enlarged prostate on DRE
Lab: peningkatan PSA dan ALP
Bagian prostat yg terkena: lebih
sering lateral, dapat menjalar ke
area pelvis dan tulang
Gejala klinis: LUTS, back pain,
hematuria
Tx: radical prostatectomy, radiation
therapy, paliatif
Mari menjawab soal-soal
1. Seorang laki-laki, usia 60 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan kesulitan buang air kecil
dan nyeri. Sebelumnya pasien terjatuh dan selangkangan membentur palang besi. Dari
pemeriksaan dijumpai keluar darah dari meatus urethra eksterna, tampak hematom dan
bengkak di perineum dan skrotum. Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah?
a. Rupture vesika
b. Rupture skrotum
c. Rupture testis
d. Rupture urethra anterior
e. Rupture urethra posterior
2. Seorang laki-laki, usia 45 tahun, datang ke UGD RS dengan keluhan tidak bisa BAK selama 2
hari ini. Keluhan juga disertai keluarnya darah menetes dari orificium urethra externa. Pasien
sebelumnya mengalami trauma dan selangkangannya terbentur. Tindakan pertama yang dapat
dilakukan adalah:
a. Sistostomi
b. Pasang kateter
c. Pemberian diuretic
d. Pemeriksaan USG
e. Rontgen pelvis
3. Seorang anak laki-laki, usia 3 tahun, dibawa orang tuanya ke UGD RS dengan keluhan nyeri
pada penis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan preputium tertarik ke belakang dan tidak dapat
dikembalikan lagi ke depan. Diagnosis pada pasien ini adalah:
a. Phimosis
b. Paraphimosis
c. Hipospadia
d. Epispadia
e. Kriptorkismus
4. Pasien laki-laki, usia 68 tahun datang dengan keluhan air kencing berwarna merah sejak 1
minggu. Sejak 3 hari sebelumnya pasien mengeluh BAK berkurang. Gejala tidak disertai nyeri.
Diagnosisnya adalah:
a. Tumor buli-buli
b. ISK
c. Tumor ginjal
d. Striktur urethra
e. Vesikolithiasis
5. Seorang pria, usia 60 tahun, datang dengan keluhan sulit kencing. Kencing juga menjadi
sedikit-sedikit namun sering. Pada pemeriksaan colok dubur didapatkan mukosa licin, pole
atas prostat teraba, nodul (-), dan teraba krepitasi. Diagnosis yang mungkin adalah:
a. Urolithiasis
b. Sistitis
c. Batu ginjal
d. Prostatitis
e. Ca prostat

CARDIOTHORACIC &
VASCULAR
CHEST TRAUMA
Disorders Etiology Clinical
Hematothorax Lacerated blood vessel in
thorax
Anxiety,tachypnea,shock,tachy
cardia,bloody
sputum,diminished breath
sounds on affected side,flat
neck veins,dullness to
percussion
Simple pneumothorax Blunt trauma, spontaneous Opening in lung tissue that
leaks air into chest cavity,
chest pain,dyspnea,tachypnea
decreased breath sounds on
affected side,hipersonor
Open pneumothorax Penetrating chest wound Opening in chest cavity that
allows air to enter pleural
cavity, dyspnea,sudden sharp
pain,subcutaneous
emphysema,decreased lung
sounds on affected
side,sucking chest wound
Disorders Etiology Clinical
Tension pneumothorax Anxiety,dyspnea,tachypnea,tachycar
dia,absent breath sounds on affected
side, accessory muscle use, JV
distention,narrowing pulse
pressures,hypotension,tracheal
deviation, hypersonor

Cardiac tamponade Vascular rupture Trias Beck: JVP meningkat,
hipotensi, suara jantung menjauh.
Pulsus paradoxus, Kussmaul sign.
Flail chest Trauma a segment of the rib cage breaks
becomes detached from the rest of
the chest wall, 3 ribs broken in 2 or
more places (multiple
segmental),painful when
breathing,paradoxical breathing
Needle Decompression
Occlusive dressing
VASCULAR DISORDERS
Mari menjawab soal-soal
1. Pasien, diantar ke UGD karena sesak napas setelah mengalami KLL 1 jam sebelumnya. Pada
KLL dada pasien terbentur. Dari pemeriksaan didapatkan gerakan dada kiri tertinggal, trachea
terdorong ke kanan, JVP meningkat, suara fremitus menurun, pada perkusi suara hiper
resonan, dan auskultasi didapatkan suara napas menurun. Tatalaksana awal pada pasien ini
adalah:
a. Oksigen tekanan tinggi
b. Pericardiocentesis
c. Drainase cavum pleura
d. Needle decompression
e. Occlusive dressing
2. Seorang pria 24 th dirujuk ke UGD setelah tertusuk benda tajam di toraks anterior pada sisi
medial papilla mammae sinistra. Pada saat tiba di UGD, tekanan darah 70/50 mmHg. Vena-
vena leher tampak melebar. Suara pernapasan vesicular normal pada kedua paru. Suara
jantung terdengar menjauh. Tindakan berikut yang paling tepat untuk dilakukan selanjutnya
adalah
a. Foto rontgen toraks
b. Intubasi endotrakeal
c. EKG
d. Insersi chest tube pada cavum thorax sinistra
e. Perikardiosintesis
3. Seorang laki-laki 20 th dibawa ke UGD sehabis mengalami kecelakaan motor. Kondisi saat
datang dalam keadaan sianotik. Pada pemeriksaan fisik didapatkan jejas pada dinding dada
dengan pengembangan dinding dada yang tidak simetris disertai suara napas yang hilang pada
satu sisi. Dari temuan klinis tersebut, diagnosis kerja yang mungkin adalah
a. Kontusio musculorum torakal
b. Hematotoraks
c. Kontusio pulmonum
d. Pneumotoraks simple disertai fraktur kosta
e. Tension pneumothorax
4. Seorang laki-laki 55 tahun datang dengan keluhan nyeri hebat pada kaki kirinya. Dari
anamnesis didapatkan pasien memiliki riwayat infark miokard anterior 2 minggu yang lalu.
Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan kaki kiri teraba dingin, pucat dan pulseless. Apa
diagnosis dari kasus tersebut?
a. Deep venous thrombosis
b. Ruptur left illiac aneurysma
c. Tromboflebitis
d. Arterial thrombosis
e. Buergers disease
5. Pria, 31 th, menderita Buerger's disease. mengeluh ujung kelingking kaki kanannya kehitaman
dan bau. juga dirasakan sangat nyeri. PF umum normal, status lokalis: tampak gangren kering
pd ujung digiti V pedis dex. Lab: Hb 13,1 Leu 12.100 lab lain normal Tindakan pd pasien:
a. Nekrotomi & debridement, kemudian disiapkan u/ amputasi elektif
b. Nekrotomi & debridement, kemudian diberi analgetik, antibiotik, & vasodilator oral
c. Insisi & drainase, analgetik, antibiotik, vasodilator oral
d. Tidak nekrotomi & debridement, tapi analgetik, antibiotik, vasodilator oral
e. Amputasi dgn anestesi lokal, antibiotik, analgetik, vassodilator oral


GENERAL
THE BREAST
Tumor Onset Feature
Ca mammae 30-menopause Invasive Ductal Carcinoma , Pagets disease
(Ca In situ),Peaudorange, hard, painful, not
clear border, infiltrative, discharge,retraction
of the nipple,axillary mass
FAM <30 years Solid, round, rubbery , moveable, usually
painless
Fibrocystic mammae 20-40 years Increase in size and tenderness just prior to
menstrual bleeding, nipple discharge
Mastitis 18-50 years Fever. Localized breast erythema, warmth,
and pain. May be lactating and may have
recently missed feedings.
Philloides 30-55 years Intralobular stroma. leaf-likeconfiguration.
Firm, smooth-sided, bumpy. Breast skin over
the tumor may become reddish and warm to
the touch. Grow fast.
Duct papilloma 45-50 years Occurs mainly in large ducts, present with a
serous orbloody nipple discharge
THYROID ENLARGEMENT (GOITER)
Toxic goiter
Associated with hyperthyroidism
Examples:
- diffuse toxic goiter (Graves disease)
- toxic multinodular goiter
- toxic adenoma

Nontoxic goiter
Without hyperthyroidism or hypothyroidism
It may be diffuse or multinodular
Examples:
- goiter identified in early Graves disease
- endemic goiter
- chronic lymphocytic thyroiditis (Hashimoto disease)

Underactive (hypothyroid goiter)
HEMORRHOID
APPENDICITIS
HERNIA
Types of Hernia Definition
Reponible Kantung hernia dapat masuk kembali ke cavum peritoneal
secara spontan atau manual
Irreponible Kantung hernia tidak dapat masuk kembali ke cavum peritoneal
Incarcerated Passage obstruction of the small intestine in the hernia sac
Strangulated Passage obstruction and vascular obstruction of the hernia sac
signs of inflammation pain, redness
BILIARY DISORDERS
Disorder Clinical Feature
Pancreatitis Nyeri abdomen kronis, peningkatan enzim
pankreas, stetaorrhea, diabetes mellitus.
(CHRONIC)
Nyeri abdomen akut menjalar ke
punggung, memberat dengan berbaring,
muntah profus, demam. (ACUTE)
Pancreatic tumor > 50 th, nyeri abdomen dan punggung
bawah, painless jaundice, palpable
gallbladder (Courvoisier sign), loss
appetite and weight, urine gelap dan
feses pucat, diabetes melltus, tumor
marker CA 19-9
Disorder Clinical Feature
Acute cholecystitis Nyeri RUQ akut, menjalar ke punggung
atau di ujung scapula dextra (Collins
sign), demam, leukositosis, feses acholis,
jaundice, nausea vomiting, palpable
gallbladder, Murphy sign +, 3F (female,
fat, forty)
Cholelitiasis Nyeri abdomen episodik (saat konsumsi
makanan berlemak), nyeri mereda stelah
30-90 menit, dyspepsia, Collins sign +
Mari menjawab soal-soal
1. Seorang laki-laki usia 45 tahun bekerja sebagai buruh angkat, datang dengan keluhan mual,
muntah. Pasien mengatakan timbul benjolan di lipat paha sejak 2 tahun yang lalu. Benjolan
dulunya dapat keluar masuk. Tapi dua hari ini tidak dapat dimasukkan. Kemungkinan
diagnosis pasien tersebut adalah?
a. Hernia femoralis
b. Hernia inguinalis reponibilis
c. Hernia incarcerate
d. Hernia strangularis
e. Hernia scrotalis
2. Seorang wanita mengeluhkan adanya benjolan di anus saat mengejan BAB yang dapat
dimasukkan kembali dengan bantuan tangan. Kemungkinan diagnosisnya adalah.
a. Haemorrhoid externa
b. H.interna grade I
c. H.interna grade II
d. H.interna grade III
e. H. interna grade IV
3. Seorang wanita 25 th post partum 2 minggu datang dengan keluhan pembengkakan payudara
kanan sejak 5 hari yang lalu. Dari pemeriksaan klinis didapatkan febris, mammae dekstra
bengkak, merah dengan nyeri +, fluktuasi +. Kemungkinan diagnosisnya adalah
a. Ca mammae
b. FAM
c. Fibrokistik
d. Abses mammae dekstra
e. Philoides tumor
4. Seorang wanita 33 th datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di leher bagian depan.
Benjolan tersebut turut bergerak pada waktu menelan. Keluhan disertai tangan sering
bergetar, lebih senang di daerah dingin, mudah tersinggung, gangguan menstruasi dan mata
yang melotot. Pasien memaksa ingin melakukan operasi pengangkatan dengan alasan
kosmetik, akan tetapi dokter menolak untuk melakukannya. Dasar penolakan dokter untuk
melakukan operasi yang paling tepat adalah
a. Menghindari perdarahan banyak
b. Menghindari trauma pada nervus laryngeus
c. Menghindari krisis hipotiroid
d. Menghindari krisis tiroid
e. Menghindari krisis hipertensi
5. Seorang wanita, usia 43 tahun, datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri perut kanan atas. Nyeri
perut dialami hilang timbul sejak 1 jam yang lalu setelah pasien makan makanan cepat saji.
Tidak ada demam. Dari pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan perut kanan atas. Hasil
pemeriksaan laboratorium Hb 12.5 g/dl, leukosit 8.000/ml, kolesterol total 280 mg/dl.
Kemungkinan diagnosis pada pasien:
a. Cholelitiasis
b. Cholecystitis
c. Pancreatitis
d. Hepatitis akut
e. Gastritis


NEURO
BASIS CRANII FRACTURE
Anterior fossa
Ekimosis
periorbita (brill
hematoma or
raccoon eyes)
Anosmia
Rhinorrea
Media fossa
Ekimosis
mastoid (battles
sign)
Otorrhea
Hemotimpanum
Kelumpuhan n.
VII dan VIII
Karotid-
kavernous
fistula
Posterior fossa
Hematoma
intrakranial
Ekimosis
mastoid
BRAIN INJURY
Primary
It occur at the time of original
insult
Direct damage done to brain
parenchyma and associated
with vascular injuries
Brain tissue can be lacerated,
punctured or bruised by
broken bones or foreign
bodies
Damage is already done
Irreversible
Damage control (debridement)
Secondary
Damage that occurs after the
initial insult (ongoing injury
processes)
Expanding mass lesions,
swelling or bleeding quickly
overwhelm buffers
End result is increased
intracranial pressure (ICP)
and/or herniation
Diagnosis and treatments
target minimizing the effects
of these indirect insults
INTRACRANIAL HEMORRHAGES
Features Subarachnoid Subdural Epidural
Lokasi The inner most layer
around the brain tissue
Between the dura and
arachnoid
The outermost layer
between the skull and
dura
Mekanisme Ruptur vaskular (berry
aneurysm atau AVM)
Kerusakan bridging veins.
Dapat merupakan
kejadian akut atau kronis.
Laserasi arteri meningia
media atau vena
Nyeri Nyeri sangat berat,
dirasakan di belakang
kepala, sudden onset
Nyeri tumpul Nyeri berat, not sudden
onset
Kesadaran Dapat menurun dengan
cepat
Berfluktuasi dari waktu
ke waktu
Terdapat periode lucid
awal, diikuti dengan
penurunan kesadaran
Gejala neurologis Kaku kuduk Gangguan memori,
epilepsi, mengantuk,
pusing
Terjadi setelah periode
lucid, mual muntah,
kejang, koma
Investigasi CT/MRI: irregular shaped
blood
CT/MRI: crescent shaped,
midline shift
CT/MRI: lens shaped
(biconvex), bone fracture
Management Surgical clipping
aneurysm, ballon
therapy/stenting AVM.
Give nimodipine to
reduce risk of
vasospasme.
Burr hole or craniotomy Surgery to evacuate
blood and ligate bleeding
vessels
Mari menjawab soal-soal

1. Seorang laki-laki 62 tahun datang diantar keluarganya dengan keluhan lemah anggota gerak
kanan. Keluhan dirasakan sejak 2 jam sebelum masuk rumah sakit saat sedang mencuci
motor. Dari alloanamnesa dengan istri pasien, sebelum dibawa ke rumah sakit pasien
mengeluh nyeri kepala hebat dan muntah 3 kali. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan
diabetes. Riwayat trauma kepala dan sakit jantung disangkal. Dari hasil pemeriksaan
didapatkan TD 210/110 mmHg, nadi 98x/menit, pernafasan 30x/menit. Dari hasil
pemeriksaan neurologis didapatkan refleks babinski (+), kaku kuduk dan rangsang
meningeal (+). Apa diagnosis yang mungkin?
a. Perdarahan intracerebral
b. Perdarahan epidural
c. Perdarahan subdural
d. Perdarahan subarachnoid
e. Perdarahan interventrikel
2. Seorang laki-laki 62 tahun datang diantar keluarganya dengan keluhan lemah anggota gerak
kanan. Keluhan dirasakan sejak 2 jam sebelum masuk rumah sakit saat sedang mencuci
motor. dari alloanamnesa dengan istri pasien, sebelum dibawa ke rumah sakit pasien
mengeluh nyeri kepala hebat dan muntah 3 kali. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan
diabetes. Riwayat trauma kepala dan sakit jantung disangkal. Dari hasil pemeriksaan
didapatkan TD 210/110 mmHg, nadi 98x/menit, pernafasan 30x/menit. Dari hasil
pemeriksaan neurologis didapatkan refleks babinski (+), kaku kuduk dan rangsang
meningeal (+). Dari hasil pemeriksaan lab didapatkan ureum 33, creatinin 1, GDS 127. Apa
terapi cairan yang diberikan pada pasien ini?
a. Manitol 5%, 0,5 gr/kgBB dalam 20 menit
b. Manitol 10%, 0,5 gr/kgBB dalam 20 menit
c. manitol 15%, 0,5 gr/kgBB dalam 20 menit
d. Manitol 20%, 0,5 gr/kgBB dalam 20 menit
e. Manitol 25%, 0,5 gr/kgBB dalam 20 menit
3. Seorang pasien laki-laki 65 tahun mengeluh nyeri kepala sejak 2 bulan lalu. Sifatnya
progresif dan memberat pada pagi hari. Pada pemeriksaan didapatkan hemianopsia. Di
manakah letak gangguannya?
a. Serebellum
b. Lobus frontalis
c. Lobus parietalis
d. Lobus occipitalis
e. Lobus temporalis
4. Seorang pasien diantar ke IGD setelah kecelakaan lalu lintas dan mengalami penurunan
kesadaran. Dari hasil pemeriksaan CT scan didapatkan gambaran hiperdens berbentuk
bulan sabit. Perdarahan yang terjadi berasal dari?
a. Arteri carotis communis
b. Vena jugularis eksterna
c. Arteri meningea media
d. Arteri basilaris
e. Bridging vein
5. Di bawah ini yang merupakan tanda fraktur basis cranii pada fossa anterior adalah
a. Hemotimpanum
b. Battles sign
c. Raccon eyes
d. Meningeal sign
e. Halo sign

ORTHO & TRAUMA
TRAUMA PATIENT
HYPOVOLEMIC SHOCK
COMPARTMENT SYNDROME
Compartment Size
Tight dressing; Bandage/Cast
Localized external pressure; lying on limb
Closure of fascial defects

Compartment Content
Bleeding: vascular injury, bleeding disorders
Capillary Permeability: Ischemia / Trauma / Burns
/ Exercise / Snake Bite / Drug Injection / IVF
Diagnosis:
Pain out of proportion
Palpably tense
compartment
Pain with passive
stretch
Paresthesia/hypoesthes
ia
Paralysis
Pulselessness/pallor
Emergent Treatment:
Remove cast or dressing
Place at level of heart
(DO NOT ELEVATE to
optimize perfusion)
Alert OR and Anesthesia
Fasciotomy
FOREHAND FRACTURE
Jenis Deformitas Tipikal
Colles Fraktur metafisis distal
radius ekstraartikular
Paling banyak pada tulang
osteoporosis, akibat jatuh
pada posisi tangan
dorsofleksi, bentuk dinner
fork
Smith Fraktur dislokasi radioulnar
ke arah anterior (volar)
Kebalikan dari Colles,
akibat jatuh pada posisi
tangan palmarfleksi,
bentuk garden spade
Monteggia Fraktur 1/3 proksimal ulna
disertai dislokasi sendi
radioulnar proksimal
Galeazzi Fraktur radius distal
disertai dislokasi sendi
radioulnar distal
Monteggia

Galeazzi

HIP DISLOCATION
Anterior
Pain in the hip
Inability to walk or adduct
the leg.
The leg is externally
rotated, abducted, and
extended at the hip
Posterior
Knee pain
Pain in the back hip
Difficulty moving the lower
extremity
The leg is shortened and
internally rotated with
flexion and adduction at the
hip
Name Origin Location Morphology
Osteosarkoma
(10 25 th)
Osteogenik Metafise
Sekitar lutut
-Tumor besar
destruksi korteks
-Codman Triangle
-Sel gns mbtk
osteoid
Kondrosarkoma
( 30 60 th)
Kondrogenik Pelvis, femur,
kosta
-Tumor lobulated
translusen bercak-2
kalsifikasi
-Sel kartilago
anaplastik
Ewing Sarkoma
(10 15 th)
Sel neural di
sumsum tlg
Diafise femur,
tibia, humerus
-Tdd small round
cell mbtk rosette
- Onion skin
Multiple
Myeloma
( 50 70 th)
Sel plasma Skull, sternum,
kostae,vertebra
-soliter/multiple,
lesi litik, Bence
Jones prot.+
Tumor
metastase
Ca paru, Ca
mamma, Ca
thyroid, Ca
prostat
Ca ren

Osteolitik
Osteoblastik
Mari menjawab soal-soal
1. Seorang laki-laki, usia 18 tahun, dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri pada tungkai bawah kiri
setelah KLL 1 jam yang lalu. Dari pemeriksaan didapatkan bagian proksimal tungkai bawah kiri
tegang, bengkak, dan mengkilat. Bila pergelangan kaki digerakkan terasa nyeri. Arteri dorsalis
pedis teraba lemah. Apa diagnosis pasien tersebut?
a. Fraktur genu + sindroma kompartemen
b. Fraktur fibula + sindroma kompartemen
c. Fraktur pergelangan kaki + sindroma kompartemen
d. Fraktur tibia + sindroma kompartemen
e. Fraktur kruris + sindroma kompartemen
2. Seorang wanita, usia 50 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan kaki tidak dapat berjalan
sejak 3 minggu yang lalu. Riwayat sebelumnya pasien sering keputihan berbau hilang timbul
sejak 1 tahun yang lalu serta nyeri pada punggung yang makin bertambah saat berbaring. Pada
pemeriksaan radiologis didapatkan destruksi pedikel vertebrae thoracal 12. Diagnosis yang
mungkin adalah:
a. HNP
b. Spondilitis TB
c. Tumor metastase
d. Tumor myelum
e. Spondylisthesis
3. Laki-laki 45 th datang dengan keluhan nyeri pada kaki setelah kecelakaan mobil. Kecelakaan
terjadi karena mobil yang ditumpanginya mengerem mendadak saat menabrak pohon di
pinggir jalan. Saat kecelakaan, pasien duduk di sebelah supir. Pada pemeriksaan didapatkan
kaki tidak bias diluruskan, fleksi dan endorotasi di sendi panggul. Tindakan yang harus segera
dilakukan adalah
a. Fiksasi internal
b. Reposisi
c. Traksi
d. Observasi
e. Plate and screw
4. Seorang anak laki-laki, usia 8 tahun, dibawa ke UGD karena nyeri pada tungkai kanan sejak 3
hari yang lalu. Kaki kanan susah digerakkan karena nyeri. Nyeri juga disertai dengan bengkak
dan kemerahan. Awalnya 10 hari yang lalu, pasien menabrak dinding, dan kaki kanan
terbentur dinding. Pada pemeriksaan fisik dijumpai oedem 1/3 distal femur dan kemerahan.
Pada pemeriksaan radiologis dijumpai soft tissue sweling, dan dijumpai gambaran radiolusen
dengan pinggiran sclerotik. Apakah dignosa pasien tersebut?
a. Osteosarcoma
b. Osteomyelitis
c. Juvenile rheumatoid arthritis
d. Chondrosarcoma
e. Osteomalasia
5. Seorang pria, usia 40 tahun, dibawa ke UGD karena kecelakaan lalu lintas. Dari pemeriksaan
didapatkan adanya fraktur femur terbuka kiri dan kanan dengan perdarahan masif. Tekanan
darah 70/40mmHg; Nadi 140x/menit, kecil; RR 28x/menit dan akral dingin, pucat, basah.
Tatalaksana awal yang harus dilakukan adalah:
a. Infus RL cepat sampai normovolemik
b. Infus RL 1000 cc cepat lanjut whole blood
c. Plasma expander 1000ml lanjut PRC
d. Whole blood sesuai jumlah perdarahan
e. FFP sesuai jumlah perdarahan

PAEDS
GIT CONGENITAL MALFORMATION
INTUSSUCEPTION
age 6 to 12 months
male gender
abdominal pain
vomiting
lethargy/irritability
blood per rectum
/currant jelly stool
palpable abdominal mass
Portio-like on DRE

Mari menjawab soal-soal
1. Bayi laki- laki baru lahir datang ke PKM dibawa orang tuanya rujukan dari bidan, bayi lahir
cukup bulan sesuai masa kehamilan, dari pemeriksaan fisik didapatkan benjolan disebelah
umbilicus kiri dan hanya tertutupi selaput. Apa yang anda lakukan pada pasien tersebut?
a. Rujuk RS terdekat
b. Pasang infuse, rujuk RS terdekat
c. Balut dengan kasa basah NaCl, rujuk RS terdekat
d. Pasang infuse, jaga kehangatan, rujuk RS terdekat
e. Pasang infuse, balut dengan kassa basah NaCl, rujuk RS terdekat
2. Bayi perempuan usia 3 hari dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan muntah bila
disusui, serta terlalu banyak mengeluarkan lendir dari mulut. Apakah diagnosis yang paling
mungkin?
a. atresia ani letak tinggi
b. atresia usus halus
c. hypertrophic pyloric stenosis
d. hirschprung
e. atresia esophagus
3. Bayi laki-laki usia 2 bulan dibawa ke UGD dengan keluhan perut kembung, muntah dan
tidak buang air besar sejak 4 hari yang lalu. Ada riwayat diare menyemprot. Pada
anamnesis ditemukan pergerakan meconium yang lambat dan obstipasi berulang. Mana
diagnosis yang paling tepat?
a. Intususepsi
b. Diare akut
c. Enterokolitis
d. Hirchsprung
e. Colitis ulseratif
4. Bayi laki-laki usia 9 bulan dibawa ke UGD dengan keluhan sering buang air besar berdarah
dan berlendir. Sehari sebelumnya bayi tampak gelisah dan menangis melengking, hal ini
terjadi berulang-ulang. Tidak ada demam sebelumnya. Pada pemeriksaan ditemukan massa
di epigastrium dan tidak ada portio like appearance pada colok dubur. Manakah diagnosis
yang paling tepat?
a. Disentri amoeba
b. Intususepsi
c. Hemoroid
d. Colitis ulseratif
e. Perforated Meckels diverticulum
5. Seorang bayi usia 3 minggu dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan keluar cairan dari
umbilikus. Bayi lahir normal cukup bulan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan bayi
tampak baik, aktif, tidak demam, tidak sesak. Saat ini tali pusat sudah puput. Pada pusat
tampak keluar cairan berwarna kuning jernih. Tidak didapatkan tanda-tanda infeksi.
Kelainan apa yang kemungkinan terjadi pada bayi tersebut?
a. Ductus urakus persisten
b. Ekstrofia buli-buli
c. Hernia umbilikalis
d. Omphalocele
e. Omphalitis

PLASTIC
BURN INJURY
Berat luka bakar:
Ringan: derajat 1 luas <
15% a/ derajat II < 2%
Sedang: derajat II 10-15%
a/ derajat III 5-10%
Berat: derajat II > 20%
atau derajat III > 10% atau
mengenai wajah, tangan-
kaki, kelamin, persendian,
pernapasan
To estimate scattered burns: patient's palm
surface = 1% total body surface area
Parkland formula = Baxter formula
CLEFT LIP AND PALATE
MAXILLOFACIAL TRAUMA
Mari menjawab soal-soal
1. Anak laki2 2 bln dibawa ke puskesmas dengan keluhan sumbing bibir dan langit. KU
pasien baik, tidak batuk, tidak pilek. BB 4,5 kg, didapatkan labiognatopalatoschizis
unilateral sinistra komplit. Lab Hb 11 g/dl. Pemeriksaan lain dbn. Kapan usia pasien yang
paling tepat dilakukan labioplasty?
a. 10 jam
b. 10 hari
c. 10 minggu
d. 10 bulan
e. 10 tahun
2. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke unit gawat darurat dengan luka bakar
derajat II di lengan kiri 5 %, tangan kiri 1 %,paha kiri 4 %, dan abdomen 2 % karena air
panas. Apakah yang merupakan indikasi perawatan di rumah sakit pada pasien ini?
a. Luas luka bakar 12 %
b. Luka bakar derajat II
c. Luka bakar di tangan
d. Luka bakar air panas
e. Usia pasien 28 tahun
3. Seorang laki-laki berusia 15 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami
kecelakaan kendaraan bermotor. Pasien mengeluhkan perdarahan dari daerah mulut dan
sulit mengatupkan gigi-geligi. Pada pemeriksaan foto radiologi kepala tampak garis
fraktur horizontal di daerah maxilla. Jenis fraktur yang paling sesuai menurut klasifikasi
Le Fort adalah..
a. Le Fort I
b. Le Fort II
c. Le Fort III
d. Le Fort IV
e. Le Fort V
4. Seorang Anak laki-laki, 3 tahun datang dengan keluhan lengan kanannya tersiram air
panas, Pada pemeriksaan Fisik didapat vesikula, bula, tampak memerah, basah mulai dari
siku sampai batas pergelangan tangan. Berapa derajat luka tersebut?
a. I
b. II A
c. II B
d. III
e. IV
5. Pasien laki-laki, 35 tahun, dibawa ke UGD, dengan luka bakar, akibat ledakan tabung gas
elpiji, kurang dari 1 jam SMRS. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan luka bakar pada
kedua lengan atas bagian volar dan dorsal dan telapak tangan kanan, dengan bullae yang
sudah pecah, dengan dasar kemerahan dan basa. BB 50 kg. Kebutuhan cairan menurut
Rumus Baxter untuk tahap I adalah
a. 41-42 tetes/menit
b. 55-56 tetes/menit
c. 83-84 tetes/menit
d. 90-91 tetes/menit
e. 95-96 tetes/menit
Dont rationalize and stagnate
yourself into a life of failure. Excuses
dont fulfill dreams. Life is 10% what
happen to you and 90% how you react
to it.