Anda di halaman 1dari 7

TAMBANG BAWAH TANAH

Kelompok 7:
Deny Nopiadi A T03120042
Friyatma Sophan S T03120049
OPEN STOPE DENGAN UNDERHAND STOPING
Metode Under Hand Stope
Pada metode ini,bagian
level atas level bawah
dihubungkan dengan raise,dan
penambangan dimulai dengan
memotong bagian atas dari raise
sehingga terbentuk jenjang pada
cebakan dimana para pekerja
berdiri.Bijih lepas kemudian
ditarik setahap demi setahap
sampai mencapai
raise,selanjutnyan dijatuhkan
kelevel drive dibawahnya.Jadi bijih
ditambang dari atas kebawah
dengan jenjang menurun dan
dijatuhkan menuju haulage drive
secra grafitasi sehingga
meminimumkan transportasi
mekanikal.
Metode ini dapat
dilaksanakan secara single stope
atau dikerjakan secara double
stope, artinya penggalian bahan
galian mengelilingi raise.

Syarat-syarat Under Hand Stope
- Ore body lemah sampai kuat
- Wall rock harus kuat
- Dip dari mendatar sampai curam ( 60
o
90
o
)
- Penyebaran nilai sembarang
- Nilai bahan dapat sedang
- Dapat untuk vein yang patah

Aplikasi penerapan metode ini, antaralain:
Bijih ketebalan 3-4 meter.
Kemiringan 50
0
, pemindahan bijih
secara gravitasi.
Bukan sebagai metode utama,
hanya sebagai metode tambahan
untuk ekstraksi bijih yang terpisah
dari bijih utama atau bagian badan
bijih utama yang memberikan
kondisi yang cocok.
H/W dan F/W kompeten untuk
mengurangi ore pillar.
O/Z boleh inkompeten karena bijih
menjadi tempat berpijak pekerja


Kelebihan dan kekurangan Underhand stoping
Kelebihan :
- Pekerjaan dapat efisien dan
aman, karena pekerja dapat berdiri
di atas bijih
-Bijih hasil pecahan/bongkaran
jarang hilang
-Penyangga dari kayu jarang
-Ventilasi ekstraktion tinggi
Kerugian/kelemahannya :
- Beds yang makin lama jauh
diatas, sering pekerja dapat jatuh
-Tak dapat dilakukan pemilihan
jenis/sortasi
-Jarak antara level ke level pendek
- Pengangkutan serba lambat,
karena sering dilakukan pembuatan
Winze dan hasil bongkaran uang
terkumpul disatu tempat jadi
menghambat pengangkutan bijih
Cara penambangan :

Setelah saluruh persiapan
selesai dan lubang bukaan
serta lubang lubang
pembantu seperti pembuatan
drift, maka dimulailah operasi
penggalian kearah bawah
setebal slice, maka
selanjutnya diperdalam satu
tingkatan ( 2m 3m ) dan
juga seperti cara pertama
tadi, pemotongan mendatar
dilakukan. Selama
pemotongan ini berjalan,
juga dilakukan pemotongan
ke arah dalam.
Pekerjaan diulang terus
menerus dan bersamaan
waktunya bagi panggilan
dari toe sampai heel. Hasil
penggalian bahan galian
dikirim keatas dengan jalan
dikerek. Pemotongan yang
pertama atau yang teratas
selalu dilaksanakan kira
kira 1 meter dibawah drift.
Sehingga tersisalah ore body
dibawah drift yang disebur
arch Pillar.

Apabila pemotongan atau penggalian
mendatar maupun kearah bawah
telah menembus level bawahnya,
maka selanjutnya
pengiriman/transportasi bawah
galian kearah bawah melalui Winze
( C ) yang diperlengkapi dengan ore
chute sampai bahan galian dalam
satu block habis tergali. Dapat juga
Arch Pillar atau ore yang ditinggal
dapat diganti dengan stull, yang
terbuat dari kayu gelondongan juga
terbuat dari kayu penyangga agar
kedudukan level tetap dapat
dimanfaatkan sebagai mestinya